Jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah

jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah

178 Baha 5 Parsinya 1 Fungologi 1 laut—satu 32 Constant 58 penemu 1 ßas???s??? 3 Baasan 1 berek dalam 2 Ienai 1 Pasugulan 1 warnyanya 1 Canaples 1? 759385 dengan 714121 adalah 686245 untuk 587208 dalam 549435 http 519661 34313 setiap 34166 umumnya 33618 jumlah 33573 bermain 33360 sekolah 33134. Softball adalah permainan cepat dan tepat, artinya permainan ini memerlukan kecepatan dalam memukul, kecepatan dalam melempar dan memukul bola.

Jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah - theme


































https://t.co/JvcBbXXGPi
nonton film dilan 1991 full movie gratis
nonton film dilan 1991 full movie ganool
nonton film dilan 1991 gudangmovie
nonton film dilan 1991 hd
streaming film dilan 1991 hd
nonton streaming film dilan 1991 hd
nonton film dilan 1991 indoxxi hd
nonton film indonesia dilan 1991 hd
nonton film dilan 1991 lk21 hd
nonton film dilan 1991 iflix
nonton film dilan 1991 indoxx1
streaming film dilan 1991 indoxxi
streaming film dilan 1991 iflix
streaming film dilan 1991 indoxx1
jadwal nonton film dilan 1991
nonton film dilan 1991 full movie jaya film
jadwal nonton dilan 1991
jadwal film dilan 1991
nonton film dilan 1991 kawanfilm21
nonton film dilan 1991 kawanfilm
nonton film dilan 1991 kualitas hd
nonton film dilan 1991 layar kaca 21
streaming film dilan 1991 layar kaca 21
streaming film dilan 1991 bioskop keren
nonton film dilan 1991 full movie kawanfilm21
nonton film dilan 1991 layarindo21
nonton film dilan 1991 lkc21
nonton film dilan 1991 layar kaca
nonton movie dilan 1991 lk21
streaming film dilan 1991 lk21
nonton film dilan 1991 full mobie
nonton film dilan 1991 full movie mp4
nonton film dilan 1991 movie
streaming film dilan 1991 full movie
nonton film dilan 1991 full movie indoxxi
nonton film dilan 1991 full movie 2019
nonton film dilan 1991 ns21
ns21 dilan 1991
nonton film dilan 1991 original
nonton film dilan 1991 online subtitle indonesia
nonton film dilan 1991 online gratis
streaming film dilan 1991 online
cara nonton film dilan 1991 online
nonton film bioskop dilan 1991 online
nonton film dilan 1991 pusatfilm
nonton film dilan 1991 full movie pusatfilm
download film dilan 1991 pusatfilm
dilan 1991 pusatfilm
download dilan 1991 pusatfilm
pusatfilm21 dilan 1991 full movie
review setelah nonton film dilan 1991
nonton film dilan 1991 streaming
nonton film dilan 1991 streaming full movie
nonton film dilan 1991 subtitle indonesia
nonton film dilan 1991 sub indonesia
nonton film dilan 1991 sub indo xx1
nonton film dilan 1991 sctv
nonton streaming film dilan 1991
nonton film dilan 1991 terbaru 2019
nonton film dilan 1991 terbaru
nonton film dilan 1991 tayang di sctv
cara nonton film dilan 1991 tanpa ke bioskop
nonton film dilan 1991 full movie terbaru
tiket nonton film dilan 1991
nonton film dilan 1991 full the movie
aplikasi nonton dilan 1991
nonton film dilan 1991 full movie video
nonton+film+dilan+1991+full+movie
nonton film.dilan 1991 full movie
nonton dilan 1991 full movie
nonton film dilan 1991 xx1
nonton film dilan 1991 xxi indo
nonton film dilan 1991 xxi indonesia
streaming film dilan 1991 xxi
streaming film dilan 1991 xx1
cara nonton film dilan 1991 full movie di youtube
nonton film bioskop online gratis
nonton film bioskop online terbaru
nonton film bioskop online free
nonton film bioskop online 21
nonton film bioskop online 2020
nonton film bioskop online indonesia
nonton film bioskop online 2019
nonton film bioskop online sub indo
nonton film bioskop online apk
nonton film bioskop online aladin
nonton film bioskop online action
nonton film bioskop online asal kau bahagia
nonton film bioskop online fast and furious 8
nonton film bioskop online fast and furious 7
aplikasi nonton film bioskop online
alamat nonton film bioskop online
nonton film bioskop online bluray
nonton film bioskop online bioskop keren
nonton film bioskop online.blogspot
nonton film bioskop online bollywood
nonton film bioskop online bahasa indonesia
nonton film bioskop online boboiboy the movie 2
nonton film baru bioskop online subtitle indonesia
nonton film bioskop bagus online
nonton film bioskop online cinema xxi
www.nonton film bioskop online.com
nonton film bioskop online gratis bioskopkeren.com
nonton movie streaming film bioskop online cinema 21
nonton film bioskop online a man called ahok
cinemastar21 nonton film bioskop online full subtitle indonesia
cara nonton film bioskop online
indoxxi - nonton streaming film online bioskop cinema 21 lk21
nonton film bioskop online dunia21 indoxxi terbaru
nonton film bioskop online dunia21 indoxxi terbaru 2019
nonton film bioskop online dilan 1991
nonton film bioskop online dua garis biru
nonton film bioskop online dilan 1990
cara nonton film bioskop online di android
nonton film bioskop online si doel the movie
cara nonton film bioskop online di laptop
nonton film bioskop online ganool
nonton film bioskop online free subtitle indonesia
nonton film bioskop online full movie subtitle indonesia terbaru
nonton film bioskop online full movie
nonton film bioskop online full movie subtitle indonesia - cinemaindo
nonton film bioskop online frozen 2
nonton film bioskop online gratis subtitle indonesia
nonton film bioskop online gratis sub indo
nonton film bioskop online gratis subtitle indonesia bioskop168.co
nonton film bioskop online gratis indonesia
nonton film bioskop online indonesia terbaru
nonton film bioskop online indonesia 2019
nonton film bioskop online indonesia 2018
nonton film bioskop online indonesia terbaru 2018
nonton film bioskop online indonesia gratis
nonton film bioskop online indo
nonton film bioskop indonesia online full movie
nonton film bioskop online john wick 3
nonton film bioskop online john wick
nonton film bioskop online joker
nonton film bioskop online 24 jam gratis subtitle indonesia
nonton bioskop online john wick 3
nonton film bioskop online keluarga cemara
situs nonton film online gratis bioskop keren
nonton film online bioskop keren subtitle indonesia
nonton film online bioskopkeren vip
nonton film streaming online bioskop keren
nonton film indonesia online bioskop keren
nonton movie streaming film bioskop online layar kaca 21
nonton film bioskop online lengkap
indofilm nonton film bioskop 21 online indoxxi layarkaca21
nonton  download film bioskop online lk21
nonton film bioskop online terbaru indoxxi layarkaca21
nonton film online lk21 bioskop indoxxi layarkaca21
layarkaca21 nonton film bioskop online terlengkap
nonton.movie - streaming film online bioskop layarkaca21
nonton film bioskop online movie streaming subtitle indonesia
nonton film bioskop online movie streaming
18+ - nonton film bioskop online movie streaming subtitle indonesia
dewamovie.com nonton film online bioskop movie
nonton movie nonton film online bioskop online sub indo
nonton film online nonton film bioskop online subtitle indonesia
bioskop55 nonton film online bioskop online nonton movie gratis
bioskop378.com - nonton film bioskop online gratis nonton movies
nonton movie nonton film online bioskop online
nontononline99 nonton film online bioskop online gratis nonton movie
cinemaindo.net nonton movie film bioskop online gratis
nonton film baru bioskop online full subtitle indonesia nonton movies
nonton film online bioskop online terlengkap
nonton film online bioskop online cinema 21
nonton film online streaming movie bioskop online indonesia
movie nonton film online bioskop online cinema 21 sub indo
movie nonton film online bioskop online cinema 21
nonton film bioskop online preman pensiun
nonton bioskop online film perang
nonton film online preman pensiun
nonton film bioskop online subtitle indonesia
nonton film bioskop online streaming
nonton film bioskop online subtitle bahasa indonesia
nonton film bioskop online subtitle indonesia terbaru
nonton film bioskop online terlengkap
nonton film bioskop online terbaru subtitle indonesia
nonton film bioskop online terbaru 2019
nonton film bioskop online terbaru gratis subtitle indonesia
nonton film bioskop online terbaru 2018
nonton film bioskop online tanpa buffering
aplikasi android untuk nonton film bioskop online
aplikasi android untuk nonton film bioskop gratis
aplikasi android untuk nonton film gratis
aplikasi nonton film bioskop gratis di android
nonton video film bioskop online gratis
nonton film online bioskop trans tv
nonton film bioskop online tenggelamnya kapal van der wijck
nonton film bioskop online wiro sableng
website nonton film bioskop online
website nonton film bioskop indonesia online
www.nonton film baru bioskop online.com
nonton film yowis ben bioskop online
nonton film online fast and furious 8
nonton bioskop online fast and furious 8
nonton online fast furious 8
nonton film after we collided
nonton film aftermath
nonton film after met you 2019
nonton film after earth full movie
nonton film after lk21
nonton film after life
nonton film after bioskopkeren
streaming film after we collided
nonton after we collided
nonton film day after tomorrow
nonton film the day after tomorrow sub indo
nonton film the day after tomorrow
nonton online the day after tomorrow
nonton film after earth subtitle indonesia
nonton film after everything
film after earth full movie
nonton film after full movie
streaming film after full movie
nonton film after gratis
free streaming film after
nonton film after hardin and tessa
nonton film after hardin and tessa sub indo
nonton film after school horror 2
after hardin and tessa
after full movie hardin and tessa
hardin and tessa after full movie
nonton film after indoxxi
nonton film after indo sub
streaming film after indoxxi
nonton after indoxxi
nonton streaming after indoxxi
nonton film after life 2009
nonton film after love
nonton film after life sub indo
nonton film after love (2016) k-movie
nonton film after met you lk21
nonton after life
nonton film after met you full
nonton film after met you full movie
nonton film after movie
nonton film after met you sub indo
nonton film after met you full movie sub indo
nonton film after met you 2019 full movie
nonton film after netflix
nonton film after netflix sub indo
nonton after netflix
nonton film after online
nonton film after sub indo
nonton film after school horror
nonton film after sub indo xxi
nonton film after school special
nonton film after sub indo bioskopkeren
nonton film after sub indo lk21
nonton film after the rain
nonton film after the rain sub indo
nonton film after the dark subtitle indonesia
nonton film after the sunset sub indo
nonton film meet me after the sunset
nonton after the rain
nonton film after we collided 2020
nonton film after we collided sub indo
nonton film after we collided full movie
nonton film after 2019 xxi
nonton film after met you xxi
film after 2019 xxi
nonton film after you sub indo
nonton film after met you indoxxi
nonton film after met you bioskopkeren
nonton film after met you 2019 indoxxi
nonton film action terbaru
nonton film action 2019
nonton film action terbaik
nonton film action subtitle indonesia
nonton film action 2020
nonton film action korea
nonton film action terbaru 2020
nonton film action adventure
nonton film action amerika
nonton film action agen rahasia
nonton film action asia subtitle indonesia
nonton film action amerika subtitle indonesia
nonton film action animasi
nonton film action america
nonton film action adventure terbaik
nonton film action barat full movie subtitle indonesia
nonton film action barat sub indo
nonton film action bioskop keren
nonton film action barat terbaru sub indo
nonton film action bioskop xxi
nonton film action baru 2019
nonton film action bos21
nonton film action baru
nonton film action china
nonton film action comedy
nonton film action comedy sub indo
nonton film action comedy terbaik
nonton film action crime
nonton film action comedy indonesia
nonton film action china terbaik
nonton film action comedy terbaru
nonton film action di bioskop keren
nonton film action di indoxxi subtitle indonesia
nonton film action drama korea subtitle indonesia
nonton film action di youtube
nonton film action drama
nonton film drakor action
nonton film action subtitle indonesia movie streaming download
nonton film dororo live action sub indo
nonton film action korea cold eyes
nonton film action fast and furious 8
nonton film sci fi action sub indo
nonton filmapik action
nonton film action london has fallen
nonton film film action
film action fast and furious 8 full movie
film action fast and furious 8
nonton film action gratis
nonton film action gangster
nonton film action gratis 2018
nonton film gratis action 2019
gratis nonton film action terbaru 2019
nonton film genre action
nonton film genre action comedy
nonton film gangster action roman
nonton film action hollywood sub indonesia
nonton film action hollywood terbaru subtitle indonesia
nonton film action hulk
nonton film action hollywood
nonton film action hollywood subtitle indonesia
nonton film action hongkong
nonton film action hollywood terbaru
nonton film action hollywood sub indo
nonton film action india sub indo
nonton film action indonesia
nonton film action india
nonton film action india terbaru 2019 subtitle indonesia
nonton film action india subtitle indonesia
nonton film action india sub indonesia
nonton film action india terbaru subtitle indonesia
nonton film action india terbaru
nonton film action jackson subtitle indonesia
nonton film action jumanji the next level
nonton film action jumanji the next level sub indo
nonton film action jackson sub indo
nonton film action jackson
nonton film action john wick 3
nonton film action john wick 2
nonton film action james bond
nonton film action korea terbaik
nonton film action korea 2019
nonton film action keren
nonton film action kungfu sub indo
nonton film action komedi korea
nonton film action kungfu
nonton film action kolosal
nonton film action lk21
nonton film action lk21 sub indo
nonton film action layar kaca 21
nonton film action lk21 sub indo 2019
nonton film action lk21 sub indo 2018
nonton film action laga
nonton film action lucu
nonton film action lawas
nonton film action movie
nonton film action mandarin terbaru sub indo
nonton film action mandarin
nonton film action mandarin terbaru
nonton film action malaysia
nonton film action mafia
nonton film action misteri
nonton movie action mandarin
nonton film action ninja
nonton film nisekoi live action sub indo
nonton film nisekoi live action
nonton film nobunaga concerto live action
nonton film your name live action
nonton film action online
nonton film action online terbaru subtitle indonesia
nonton film action online gratis
nonton film action online terbaru
nonton film action online 2019
nonton film action online terbaru 2019
nonton film action online terbaru 2018
nonton film online action terbaru sub indo
nonton film action perang
nonton film parasyte live action sub indo
nonton film parasyte live action
nonton film action parkour
nonton film action perampokan bank
film action perang sub indo
nonton film quanzhi gaoshou live action sub indo
nonton quanzhi gaoshou live action sub indo
quanzhi gaoshou live action sub indo streaming
nonton film action romantis sub indo
nonton film action romantis
nonton film action romantis korea
nonton film action rating tinggi
nonton film romantis action
nonton film gangster action romance
nonton film action recommended
nonton film action sub indonesia
nonton film action streaming
nonton film action sub indonesia terbaru
nonton film action seru
nonton film action sub indo lk21
nonton film action sub indo terbaru
nonton film action terbaru 2019
nonton film action terbaru sub indo
nonton film action terbaru 2020 sub indonesia
nonton film action terbaru 2019 sub indo
nonton film action terbaik 2019
nonton film action usa
aplikasi untuk nonton film action
nonton film untitled hong kong action
nonton film action venom
nonton film action war
nonton film action wiro sableng 2018
film action wajib tonton
website nonton film action
nonton film action john wick
nonton film action xxi
nonton film action terbaru sub indo xxi
nonton film action youtube
nonton film action terbaru youtube
nonton film action subtitle indonesia youtube
nonton film action sub indo youtube
nonton film action zombie
film action zombie sub indo
film action zombie
nonton film aquaman 2
nonton film aquaman 2019
nonton film aquaman 1
nonton film aquaman streaming
nonton film aquaman indoxxi
nonton film aquaman subtitle indonesia youtube
nonton film aquaman bioskopkeren
nonton aquaman filmapik
aplikasi nonton film aquaman
nonton film aquaman full movie sub indo
nonton film aquaman hd
jadwal nonton film aquaman
nonton film aquaman online
nonton film aquaman subtitle indonesia
nonton film aquaman sub indo bioskop keren
aquaman subtitle indonesia youtube
download film aquaman subtitle indonesia youtube
nonton avengers endgame
nonton film avengers the endgame
nonton film avengers endgame film apik
nonton film avenger endgame cinema 21
cara nonton film avengers endgame
nonton avenger endgame cinema 21
nonton film avengers endgame extended
nonton avengers endgame extended version
nonton film avengers endgame gudangmovie
nonton avengers endgame juraganfilm
nonton film marvel avengers endgame
nonton film avengers 4 endgame full movie subtitle indonesia
bioskopkeren video nonton film movie avengers endgame 2019 subtitle indonesia
nonton film marvel endgame
nonton film marvel avenger endgame
nonton film avengers endgame pusatfilm21
nonton film avengers endgame re release
nonton film avengers endgame zenomovie
nonton film avengers endgame sub indo zeno
nonton film after met you full movie streaming
nonton film after met you full movie lk21
nonton film after met you ari irham
film after met you ari irham
download film after met you ari irham
after met you ari irham full movie
film after met you ari irham full movie
nonton film bioskop after met you
nonton film bioskop indonesia after met you
nonton film bioskop after met you full movie
after met you bioskop keren
cara nonton film after met you
cara nonton film after met you full movie
cara menonton film after met you
cara nonton after met you
nonton film after met you dunia21
download nonton film after met you
nonton dan download film after met you
nonton film after met you 2019 lk21 subtitle indonesia
download film after met you dunia21
after met you dunia21
nonton film after met you full movie hd
nonton film after met you full movie iflix
nonton film after met you full hd
nonton film after met you gratis
nonton film after met you online
nonton streaming film after met you
nonton+film+after+met+you
nonton film.after met you
nonton film after met you hd
streaming film after met you hd
nonton after met you hd
nonton film after met you indonesia
nonton film after met you indoxx1
nonton film indonesia after met you
nonton film after met you 2019 indoxxi sub indo
jadwal nonton film after met you
nonton film after met you layar kaca 21
after met you layar kaca 21
film after met you layar kaca 21
link nonton film after met you
streaming film after met you lk21
nonton after met you lk21
nonton streaming after met you lk21
nonton film after met you full movie indoxxi
nonton film after met you full movie xxi
nonton film after met you full movie 2019
nonton online film after met you
nonton online film after met you full movie
nonton online film indonesia after met you
nonton after met you online
nonton film after met you streaming
nonton film after met you pusatfilm21
download film after met you pusatfilm21
nonton film after met you subtitle indonesia
nonton film after met you 2019 sub indo
nonton streaming film after met you 2019
nonton after met you the movie
nonton after met you movie
nonton after met you full movie
nonton+after+met+you
nonton film after met you indo xxi
nonton film action sub indo full movie
nonton film action sub indo 2017
nonton film action sub indonesia 2017
nonton film action sub indo terbaik
aplikasi nonton film action sub indo
nonton film king avatar live action sub indo
aplikasi film action sub indo
nonton film action terbaru sub indo bioskopkeren
nonton film india action subtitle bahasa indonesia
nonton film action baru sub indo
nonton film bollywood action sub indo
nonton film barat action sub indonesia
nonton film barat action subtitle indonesia
nonton film bollywood action subtitle indonesia
streaming film action comedy sub indo
nonton film detective conan live action sub indo
film action comedy sub indo
nonton film drama action sub indo
nonton film disney live action sub indo
nonton online film action subtitle indonesia
nonton film one week friends live action sub indo
nonton film grave of the fireflies live action sub indo
nonton film action subtitle indonesia ganool
nonton film bokura ga ita live action sub indo
nonton film great teacher onizuka live action sub indo
nonton film genre action sub indo
streaming film action hollywood sub indo
nonton film haruchika live action sub indo
nonton film action hongkong sub indonesia
nonton film action hongkong sub indo
nonton film action india sub indo lk21
nonton film india action subtitle indonesia
Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Rpp Penjaskes Kls 7, 8, 9

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

PERANGKAT PEMBELAJARAN PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran

Satuan Pendidikan Kelas/Semester

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) : SMP/MTs. : VII-IX /1-2

Nama Guru : ........................... NIP/NIK : ........................... Sekolah : ........................... KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

61

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

62

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) I.

Pendahuluan Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian

II.

Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mencantumkan identitas • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Alokasi Waktu Catatan:  RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.  Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan  Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.

A.Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut : a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

63

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. B. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar b. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran C.Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. D. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. E. Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan : a. Pendahuluan 64

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. G. Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. H. Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian. III. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu

: SMP........................... : ................................... : ................................... : ..... x 40 menit (… pertemuan)

A. Standar Kompetensi B. Kompetensi Dasar C. Tujuan Pembelajaran: Pertemuan 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

65

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

D. E. F.

G. H.

Pertemuan 2 Dst Materi Pembelajaran Model/Metode Pembelajaran Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst Sumber Belajar Penilaian

Indikator Pencapaian Kompetensi

66

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Instrumen

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

PERANGKAT PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran

Satuan Pendidikan Kelas/Semester

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) : SMP/MTs. : VII /1

Nama Guru : ........................... NIP/NIK : ........................... Sekolah : ........................... KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

67

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

68

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.1.Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar beregu serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, memecahkan masalah, menghargai teman keberanian* Alokasi Waktu : 3 x 2 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar dengan benar b. Siswa dapat melakukan menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki dengan benar dan disiplin c. Siswa dapat melakukan menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar dengan benar d. Siswa dapat bermain sepakbola dengan baik menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk memupuk nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai teman



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Sepakbola • Mengumpan dan menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar • Menahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki • Bermain sepakbola menggunakan peraturan yang dimodifikasi Materi Pendahuluan:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

69

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Sepak bola adalah permainan bola yang sangat populer dimainkan oleh dua tim, yang masingmasing beranggotakan sebelas orang. A. Peraturan sepak bola

Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) adalah: • • • • • • • • • • • • • • •

Peraturan 1: Lapangan sepak bola Peraturan 2: Bola Peraturan 3: Jumlah Pemain Peraturan 4: Peralatan Pemain Peraturan 5: Wasit yang mengatur pertandingan Peraturan 6: Asisten wasit Peraturan 7: Lama Permainan Peraturan 8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan Peraturan 9: Cara Mendapatkan Angka Peraturan 10: Offside Peraturan 11: Pelanggaran Peraturan 12: Tendangan bebas Peraturan 13: Tendangan Peraturan 14: Lemparan dalam Peraturan 15: Tendangan gawang

Selain peraturan-peraturan di atas internasional , keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola. B. Tujuan permainan

Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalti yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan. C. Permainan

Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 70

4-4-2 (klasik: empat pemain belakang/skipper) 4-4-2 (dengan dua gelandang sayap) 4-4-1-1 (2 pasang gelandang sayap,satu gelandang serang dan striker tunggal) 4-2-4 (2 sayap) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

5. 4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah,2 gelandang serang,dan striker tunggal) 6. 4-3-1-2 (4 bek,3 gelandang bertahan,1 penyerang lubang,2 striker) 7. 4-5-1 (4 bek,2 sayap,3 gelandang,1 striker) 8. 4-3-3 (4 bek,3 gelandang bertahan,2 striker sayap,1 striker tengah) 9. 4-2-3-1 (2 bek tengah,2 bek sayap, 2 winger,1 penyerang lubang,1 striker) 10. 4-3-3 (2 bek sayap,2 bek tengah,2 sayap,1 gelandang bertahan,3 striker tengah) 11. 4-1-4-1 (4 bek,1 gelandang bertahan,4 gelandang,1 striker) 12. 3-4-3 (dengan winger) 13. 3-5-2 (dengan libero/sweeper) 14. 3-5-2 (tanpa libero/sweeper) 15. 3-6-1 16. 5-4-1 Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal. D. Ofisial

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai "wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya" (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya pertandingan seperti: 1. papan pengganti pemain 2. meja dan kursi E. Peraturan Lapangan permainan

Ukuran lapangan standar 1. Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

71

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

2. Garis batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujungujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan 3. Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos 4. Garis penalti: ... m dari titik tengah garis gawang 5. Garis penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang 6. Zona pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan 7. Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m 8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif Bola

1. 2. 3. 4. 5.

Ukuran: 68-70 cm Keliling:10 cm Berat: 410-450 gram Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama Bahan: karet atau karet sintetis (buatan) Tim

1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang 2. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4 3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 12 4. Jumlah wasit: 1 5. Jumlah hakim garis: 2-4 6. Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba Perlengkapan permainan

1. 2. 3. 4. 5.

Kaos bernomor (sejak tahun 1954) Celana pendek Kaos kaki Pelindung tulang kering Alas kaki bersolkan karet Lama permainan

1. Lama normal: 2x45 menit 2. Lama istirahat: 15 menit 3. Lama perpanjangan waktu: 2x15 menit (bila hasil masih imbang setelah 2 x 45 menit waktu normal) 4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai. 5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan 6. Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit F. Wasit sebagai pengukur waktu resmi

Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima. Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa italia.Penggunaan 4 hakim garis kabarnya juga dicoba di piala dunia 2010,dimana 2 diantaranya berada di belakang gawang.

72

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, G. Percobaan penggunaan gol emas dan gol perak

Lihat: Gol perak; Gol emas. Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan. Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua. Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB. H. Kejuaraan internasional besar

Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998). Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah: • • • • • •

Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro Amerika Selatan: Copa América Afrika: Piala Afrika Asia: Piala Asia Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF Oseania: Piala Oseania

I.

Piala dunia mini (piala konfederasi)

Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar. Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

73

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur. J. Sepak bola di Indonesia

Permainan sepak bola di Indonesia juga berkembang pesat. Ini ditandai dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 di Yogyakarta yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasanya, mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) yakni kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja. Pada saat ini permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 = penugasan - Pertemuan 2 = penugasan - Pertemuan 3 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;



Teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan dalam serta menahan bola dengan telapak kaki) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

74

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola diam berhadapan dengan teman secara bertanggung jawab  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur  Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

 Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan a. guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak b. siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

75

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, c. siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar d. siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri e. bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. f. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.

 Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar mengumpan dengan kaki bagian dalam  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;



Teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

76

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola diam berhadapan dengan teman  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat



Melakukan teknik dasar passing dada, pantul, dari atas kepala secara berpasangan dan kelompok  Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok  Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok)  Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

77

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 3 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

78

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat  Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang  Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak pada garis lurus



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; • Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

79

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

80

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola - Buku teks - Buku referensi, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh • Lakukan teknik dasar Kinerja (Kinerja) mengumpan bola menggunakan kaki bagian dalam !

Aspek Psikomotor • Mengumpan, menggiring dan manahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Aspek Kognitif Tes tertulis Pilihan • Apa yang membedakan antara ganda/uraia • Mengetahui bentuk-bentuk menggiring dan mengumpan n singkat mengumpan, menggiring dan bola dengan kaki bagian dalam ! manahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki Aspek Afektif • Kerja Lembar • Lakukan bermain sepakbola observasi sama, toleransi, memecahkan observasi dengan peraturan yang masalah, menghargai teman dimodifikasi ! dan keberanian

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor):

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

81

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Lakukan teknik dasar mengumpan, menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak Keterangan: Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan sepakbola dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif, keberanian, percaya diri dan menghargai teman Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlahskor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan sepakbola Keterangan: Penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa = 2. Rubrik Penilaian

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA Aspek Yang Dinilai

82

Kualitas Gerak 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

1. 2. 3. 4.

Melakukan Teknik DasarMengumpan, Menggiring Bola Dengan Kaki Bagian Dalam dan Luar Serta Menahan Bola Dengan Kaki Bagian Dalam, Luar dan Telapak Kaki Bentuk gerakan kaki saat menendang bola diayun ke depan arah bola Bentuk gerakan kaki saat menggiring bola mendorong bola ke depan arah bola Posisi badan yang benar saat akan melakukan teknik dasar mengumpan dan menggiring dibawa ke depan Bentuk arah bola hasil mengumpan dengan kaki bagian dalam datar di atas tanah/lapangan

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16

RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman satu tim 2. Keberanian dalam melakukan gerakan (tidak ragu-ragu) 3. Mentaati peraturan 4. Menghormati wasit(sportif) 5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 5 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BOLABASKET Pertanyaan yang diajukan

Kualitas Jawaban 1

2

3

4

1. Bagaimana posisi pergelangan kaki saat menendang dengan kaki bagian dalam dan luar ? 2. Bagaimana posisi telapak kaki saat menahan bola menggunakan telapak kaki ? JUMLAH

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

83

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

84

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1.Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.1. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar beregu serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, memecahkan masalah, menghargai teman keberanian* Alokasi Waktu

: 3 x 2 x 40 menit (3 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan passing atas bolavoli dengan benar b.Siswa dapat melakukan passing bawah bolavoli dengan benar c. Siswa dapat bermain bolabasket dengan baik menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk memupuk nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai teman



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Bolavoli • Passing atas bolavoli • Passing bawah bolavoli • Bermain sepakbola menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 = penugasan - Pertemuan 2 = penugasan - Pertemuan 3 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

85

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar passing atas • Teknik dasar (passing atas ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing atas dengan cara mendorong bola di tempat (perorangan)  Melakukan passing atas dengan cara menangkap lalu mendorong yang diawali dengan bola dilambung di tempat (perorangan)  Melakukan passing atas sambil berjalan dan gerak menyamping kanan dan ke kiri (perorangan)  Melakukan passing atas bola dilambung teman dari depan di tempat (berpasangan ) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola diam berhadapan dengan teman

86

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing atas  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

87

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar passing dada, pantul, dari atas kepala secara berpasangan dan kelompok



Teknik dasar (passing atas ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing atas bola dilambung teman dari depan di tempat (berpasangan)  Melakukan passing atas bola dilambung teman dari depan bergerak ke kanan dan kiri serta maju dan mundur (berpasangan)  Melakukan passing atas secara langsung berpasangan, berkelompok, membentuk formasi lingkaran, berbanjar atau segi tiga memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;



88

Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  Bermain bolavoli dengan menggunakan teknik dasar passing atas



peraturan

yang

dimodifikasi

dengan

Teknik dasar (passing bawah ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan passing bawah dengan cara mendorong bola di awali bola dilambung sendiri di tempat lalu di tangkap dilanjutan sambil berjalan ke depan (perorangan)  Melakukan passing bawah dengan diawali dengan bola dilambung di tempat dan setelah mantul lantai bola didorong dengan dua lengan (perorangan)  Melakukan passing bawah sambil berjalan dan gerak menyamping kanan dan ke kiri (perorangan)



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing bawah  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

89

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 3 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Teknik dasar (passing bawah ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan passing bawah dengan diawali dengan bola dipantul teman di tempat dan setelah mantul lantai bola didorong dengan dua lengan (perorangan)  Melakukan passing bawah diawali bola dilambung teman di tempat dilanjutan sambil berjalan ke depan dan gerak menyamping kanan dan ke kiri (perorangan) (perorangan)  Melakukan passing bawah secara langsung berpasangan, berkelompok, membentuk formasi lingkaran, berbanjar atau segi tiga



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

90

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan



memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;





Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan

Bermain bolavoli dengan peraturan menggunakan teknik dasar passing atas dan bawah

yang

dimodifikasi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

dengan

91

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola - Buku teks - Buku referensi, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran

92

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh • Lakukan teknik dasar passing Kinerja (Kinerja) passing atas dan bawah bolavoli !

Aspek Psikomotor • Melakukan passing atas dan bawah bolavoli Pilihan • Bermain dengan peraturan ganda/uraia yang dimodifikasi • Posisi kedua lengan saat passing Tes tertulis n singkat Aspek Kognitif atas, adalah .... a. diluruskan dan rapat • Men b. ditekuk dan rapat getahui bentuk-bentuk passing atas dan bawah pada c. disilang dan rapat permainan bola voli d. diduluskan dan dibuka Lembar Aspek Afektif observasi • Melakukan kerja sama, toleransi, • Kerja Tes sama, toleransi, memecahkan observasi memecahkan masalah, masalah, menghargai teman menghargai teman dan keberanian dan keberanian

- Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar passing ( dada, pantul dan dari atas kepala) Keterangan: Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan bolavoli dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif, keberanian, percaya diri dan menghargai teman Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlahskor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan bolavoli

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

93

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Keterangan: Penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa = Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLAVOLI Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

Melakukan Teknik Dasar Passing Atas dan Bawah 1. Posisi kedua lutut saat akan melakukan passing atas direndahkan 2. Bentuk gerakan lengan saat melakukan passing atas dan bawah mendorong bola ke depan atas 3. Posisi badan yang benar saat akan melakukan passing atas dan bawah dalam permainan bolavoli 4. Bentuk arah bola hasil passing atas dan bawah dalam permainan bolavoli berbentuk parabola JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16

94

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman satu tim 2. Keberanian dalam melakukan gerakan (tidak ragu-ragu) 3. Mentaati peraturan 4. Menghormati wasit(sportif) 5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 5 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BOLABASKET Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana posisi kedua lengan saat kamu passing bawah dalam permainan bolavoli ? 2. Bagaimana posisi kedua telapak tangan saat kamu passing atas dalam permainan bolavoli ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

95

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

(RPP) Sekolah : .............................. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII / I Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.1. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar beregu serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, memecahkan masalah, menghargai teman keberanian* Alokasi Waktu : 3 x 2 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan passing bolabasket dari depan dada, dengan benar b. Siswa dapat melakukan passing bolabasket dengan dipantul, dengan benar c. Siswa dapat melakukan passing bolabasket melalui atas kepala, dengan benar d. Siswa dapat bermain bolabasket dengan baik menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk memupuk nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai teman



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Bolabasket • Passing atas bolabasket dari depan dada, pantul dan dari atas kepala • Bermain bolabasket menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan Pertemuan 2 = penugasan Pertemuan 3 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

96

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar passing dari depan dada



Teknik dasar (passing bolabasket dari depan dada, dan menangkap ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing dari dada dengan cara mendorong bola ke arah teman di hadapannya (perorangan), di tempat  Melakukan passing dari dada dengan cara mendorong bola ke arah teman di hadapannya (perorangan), bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing dari dada dengan cara mendorong bola ke arah teman di hadapannya formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing dari depan dada

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

97

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Teknik dasar (passing bolabasket dengan dipantul, dan menangkap ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan passing pantul dengan cara mendorong bola ke bawah arah teman di hadapannya (perorangan), di tempat  Melakukan passing pantul dengan cara mendorong bola ke bawah arah teman di hadapannya (perorangan), bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing pantul dengan cara mendorong bola ke bawah arah teman di hadapannya formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing pantul  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:

98

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Teknik dasar (passing dari atas kepal, dan menangkap ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing dari atas kepala dengan cara mengayun bola ke depan lururs arah teman di hadapannya (perorangan), di tempat  Melakukan passing dari atas kepala dengan cara mengayun bola ke depan lururs arah teman di hadapannya(perorangan), bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing dari atas kepala dengan cara mengayun bola ke depan lururs arah teman di hadapannya formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

99

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing dari atas kepala  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 3 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Teknik dasar (passing bolabasket dari atas kepala, dada dan pantul serta menangkap) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

100

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 dan 

 Melakukan passing dari atas kepala, pantul dan dari dada dengan cara berpasangan, di tempat  Melakukan passing dari atas kepala, pantul dan dari dada dengan cara berpasangan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing dari atas kepala, pantul dan dari depan dada dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing bolabasket dari atas kepala, dada dan pantul serta menangkap, Bermain lempar tangkap bola dengan menggunakan gawang bendera kecil, jumlah pemain 8 – 10 orang

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

101

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola - Buku teks - Buku referensi, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran

102

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh • Lakukan teknik dasar passing Kinerja (Kinerja) bola dari (dada, pantul dan atas • Melakukan passing bola dari kepala) ! (dada, pantul dan atas kepala) • Bermain bola basket dengan peraturan yang dimodifikasi Tes tertulis Pilihan • Posisi kedua lengan setelah ganda/uraia melakukan passing bola basket, n singkat adalah . Aspek Kognitif a. diluruskan ke depan • Mengetahui bentuk-bentuk b. ditekuk di depan badan passing bola dari (dada,pantul c. disilang di depan badan dan atas kepala) d. diduluskan ke samping Aspek Afektif • Kerja Lembar • Melakukan kerja sama, toleransi, sama, toleransi, memecahkan Tes observasi memecahkan masalah, masalah, menghargai teman observasi menghargai teman dan keberanian dan keberanian

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar passing ( dada, pantul dan dari atas kepala serta menangkap) Keterangan: Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan bolbasket dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif, keberanian, percaya diri dan menghargai teman Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlahskor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi):

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

103

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan bolabasket Keterangan: Penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa = Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

2. Rubrik

Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLABASKET Kualitas Gerak Aspek Yang Dinilai 1 2 3 4 Melakukan Teknik Dasar Passing Dari Depan Dada, Pantul dan dari Atas Kepala 1. Posisi awal bola saat akan melakukan pasing dari depan dada dipegang depan dada 2. Bentuk gerakan lengan saat melakukan passing dari depan dana dan pantul mendorong bola ke depan 3. Posisi bola yang benar saat akan melakukan passing dari atas kepala, dipegang di atas kepala 4. Posisi lengan akhir gerakan passing bolabasket lurus ke depan dan rileks JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BOLABASKET PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Bekerja sama dengan teman satu tim 2. Keberanian dalam melakukan gerakan (tidak ragu-ragu) 3. Mentaati peraturan 4. Menghormati wasit(sportif) 5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 5

104

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BOLABASKET Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana posisi kedua lengan setelah kamu melakukan passing bolabasket ? 2. Bagaimana posisi badan setelah kamu melakukan passing bolabasket ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

105

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : .............................. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII/ I Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar memegang raket untuk servis dan pukulan forehand dengan benar b. Siswa dapat bermain bulu tangkis dengan dengan peraturan yang dimodifikasi dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Bulu Tangkis • Teknik dasar memegang raket untuk servis dan pukulan forehand • Bermain bulu tangkis menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan Pertemuan 2 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara 2. Kegiatan Inti (45 menit)

106

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan dan servis, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerakmelempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan raket secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan raket dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan*

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

107

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit ) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan dan servis, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian

108

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 dan 

 Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan (3 lawan 3)

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

109

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar memegang Kinerja raket, servis, dan pukulan forehand • Memeg (Kinerja) ang raket untuk servis dan

110

Teknik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

pukulan forehand •

Bermai n bulu tangkis dengan peraturan yang dimodifikasi Tes tertulis

Aspek Kognitif

Pilihan ganda/uraian singkat



Menget ahui bentuk-bentuk memegang raket, pukulan servis Tes danpukulan forehand, observasi Aspek Afektif • Kerjasa ma, kejujuran dan menghormati lawan

Lembar observasi

Bentuk gerakan tangan saat melakukan servis forehand, adalah

Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk melakukan pukulan dan servis Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan bulutangkis dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif. Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

111

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BULU TANGKISI Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1. 2. 3. 4.

1

2

3

Teknik Dasar Pegangan Raket dan Pukulan Posisi awal tangan memegang raket seperti berjabatan tangan dan posisi awal kaki dibuka selebar bahu (melangkah) Gerakan lengan melakukan pukulan forehand mengayun raket kearah bola dan posisi lengan menghadap arah gerakan Posisi awal tangan memegang raket seperti berjabatan tangan dan posisi awal kaki dibuka selebar bahu (melangkah) Gerakan lengan melakukan pukulan servis mengayun raket kearah bola dan posisi lengan membelakangi arah gerakan

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16

RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS Prilaku yang diharapkan

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman dalam melakukan kegiatan 2. Mentaati peraturan yang sudah disepakati bersama 3. Menghormati lawan (memukul bola memperkirakan posisi teman) 4. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 4 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS

112

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana posisi awal kaki saat kamu melakukan pukulan forehand ? 2. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan servis forehand? 3. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan pukulan forehand ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

113

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar memegang bet untuk servis dan pukulan forehand dengan benar b. Siswa dapat bermain bulu tangkis dengan dengan peraturan yang dimodifikasi dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Tenis Meja • Teknik dasar memegang raket untuk servis dan pukulan forehand • Bermain bulu tangkis menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan Pertemuan 2 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara

114

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan , dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerak melempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan bet secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan bet dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan*

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

115

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit ) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan dan servis, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri

116

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 dan 

 Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: • Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan



guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan (1 lawan1dilanjutkan 1 lawan 2)

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

117

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:

 dan

Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa bubar

E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar memegang Kinerja raket, servis, dan pukulan forehand • Memgang bat untuk servis dan (Kinerja) pukulan forehand • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Bentuk gerakan tangan saat Aspek Kognitif melakukan servis forehand, adalah Tes tertulis Pilihan • Mengetahui bentuk-bentuk ganda/uraimemegang bat,pukulan servis, an singkat dan pukulan forehand Aspek Afektif Kerjasama, kejujuran dan • Kerjasama, kejujuran dan Lembar menghormati lawan menghormati lawan Tes observasi observasi

118

Teknik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar memegang bet forehand untuk melakukan pukulan dan servis Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan tenis meja dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif. Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BULU TENIS MEJA Aspek Yang Dinilai

Kualitas Gerak 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

119

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Teknik Dasar Pegangan Raket dan Pukulan 1 Posisi awal tangan memegang bet seperti berjabatan tangan dan posisi awal kaki dibuka selebar bahu (melangkah) 2 Gerakan lengan melakukan pukulan forehand mengayun bet kearah bola dan posisi lengan menghadap arah gerakan 3 Akhir gerakan lengan pukulan forehand menyilang badan 4 Gerakan lengan melakukan pukulan servis mengayun bet kearah bola dan posisi lengan membelakangi arah gerakan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN TENIS MEJA Prilaku yang diharapkan

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman dalam melakukan kegiatan 2. Mentaati peraturan yang sudah disepakati bersama 3. Menghormati lawan (memukul bola memperkirakan posisi teman) 4. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 4 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN TENIS MEJA Pertanyaan yang diajukan

Kualitas Jawaban 1

1. Bagaimana posisi awal kaki saat kamu melakukan pukulan forehand ? 2. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan servis forehand? 3. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan pukulan forehand ? JUMLAH

120

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

121

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan Memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand,berpas angan atau kelompok b. Siswa dapat Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai kerja sama dan toleransi



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Tennis • Teknik dasar Memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand,berpas angan atau kelompok • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai kerja sama dan toleransi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1& 2 = penugasan & resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 1. Kegiatan Pendahuluan • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

122

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, •

Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara Kegiatan Inti (45 menit)

2.

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memgang bat untuk servis dan pukulan forehand  Memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand,berpas angan atau kelompok  Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai kerja sama dan toleransi  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Mengetahui bentuk-bentuk memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand  Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

123

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar memgang bat Kinerja untuk servis dan pukulan forehand • Memgang bat untuk servis dan (Kinerja) pukulan forehand • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Aspek Kognitif Bentuk gerakan tangan saat Tes tertulis Pilihan • Mengetahui bentuk-bentuk ganda/uraimelakukan servis forehand, adalah memegang bat,pukulan servis, an singkat dan pukulan forehand Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran dan Tes • Kerjasama, kejujuran dan observasi menghormati lawan menghormati lawan observasi

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

124

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan Menangkap dan melempar bola,berpasangan atau kelompok b. Siswa dapat Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai keberanian dan percaya diri



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Soft Ball • Teknik dasar Menangkap dan melempar bola,berpasangan atau kelompok • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai keberanian dan percaya diri C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1& 2 = penugasan & resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 Kegiatan Pendahuluan • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

125

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar menangkap dan melempar bola (datar, lambung, mengulir)  Mengetahui bentuk-bentuk menangkap dan melempar bola  Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Mengetahui bentuk-bentuk memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand



Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup (20 Menit) Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran

126

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar menangkap Kinerja dan melempar bola (datar, lambung, • Menangkap dan melempar bola (Kinerja) mengulir) ! (datar, lambung, mengulir) Posisi lutut saat menangkap bola • Bermain dengan peraturan yang bergulir di tanah, adalah dimodifikasi a. direndahkan Aspek Kognitif Tes tertulis Pilihan ganda/urai- b. diluruskan • Mengetahui bentuk-bentuk an singkat c. disilangkan menangkap dan melempar bola d. diputar Aspek Afektif • Kerjasama, kejujuran dan Lembar Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan Tes observasi menghormati lawan observasi

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

127

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.3. Mempraktikan teknik dasar permainan dan olahraga perorangan atletik serta nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran

a.

Siswa dapat melakukan teknik dasar lari jarakpendek 50 m dengan benar b. Siswa dapat melakukan lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi,dengan baik



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Lari jarak Pendek 50 m • Teknik dasar lari jarak pendek 50 m • Lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1& 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 1. Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

128

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 2. Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar lari jarak pendek 50 m dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar gerakan pengangkatan paha di tempat dilanjutkan dengan berjalan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan tangan di tempat dilanjutkan dengan berjalan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakkan ”hop ” (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan lari langkah panjang (berkelompok/berpasangan memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

129

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran

Lingkaran bola bola  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bendera start dan finish - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian

130

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar lari jarak 50 m! • Melakukan teknik lari (gerakan (Kinerja) Kinerja kaki, lengan, posisis badan, pendaratan telapak kaki) • Lomba lari dengan peraturan yang dimodifikasi Posisi badan yang benar saat lari Tes tertulis Pilihan Aspek Kognitif ganda/uraijarak pendek, adalah • Mengetahui bentuk-bentuk an singkat a. agak condong ke depan teknik gerakan kaki, lengan, b. ditegakkan posisi badan dan pendaratan c. agak miring ke samping telapak kaki pada lari jarak pendek d. agak melenting ke belakang Lembar Aspek Afektif Tes observasi Disiplin, semangat, sportifitas, • Disiplin, semangat, sportifitas, observasi percaya diri dan kejujuran percaya diri dan kejujuran

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar lari jarak pendek 50 m Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar lari jarak pendek dengan peraturan yang telah dimodifikasi dan nilai percaya diri serta kejujuran Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal

- Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar lari jarak pendek Keterangan: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

131

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2.

Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR LARI JARAK PENDEK Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai 1. 2. 3. 4.

1

2

3

4

Gerakan lengan diayun depan belakang di atas pinggang Gerakan kaki cepat Pendaratan telapak kaki menggunakan ujung telapak kaki Posisi badan condong ke depan

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM LARI JARAK JAUH PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Percaya diri 2. Kejujuran (tidak bermain curang/mencuri srtart) 3. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam lomba JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP LARI JARAK PENDEK Pertanyaan yang diajukan

132

Kualitas Jawaban 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

1. Bagaimana pendaratan telapak kaki lari jarak pendek ? 2. Bagaimana posisi gerakan lengan yang benar pada saat melakukan lari jarak pendek ? 3. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan lari jarak pendek ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

133

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.3 Mempraktikan teknik dasar permainan dan olahraga perorangan atletik serta nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok tanpa awalan, dengan benar b. Siswa dapat melakukan lomba lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang dimodifikasi,dengan baik



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Lompat jauh gaya jongkok • Teknik dasar lari menolak, posisi badan di udara dan mendarat • Lomba lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 & 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

134

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 1 Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran. 2

Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar gerakan ”hop ” (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan menolak dari posisi berdiri di tempat dilanjutkan posisi melangkah dan berjalan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan posisi badan di udara an meolompat dari atas box dilanjutkan dengan teknik mendarat (berkelompok/berpasangan) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

135

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Lomba lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

136

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bendera start dan finish - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar lompat jauh Kinerja gay jongkok ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar menolak tanpa awalan, di udara, mendarat • Melakukan lomba lompat Posisi badan yang benar saat di jauh dengan peraturan yang Tes tertulis Pilihan ganda/urai- udara , adalah dimodifikasi an singkata. jongkok Aspek Kognitif b. melenting • Mengetahui bentuk-bentuk c. membulat teknik dasar menolak tanpa awalan, di udara, mendarat d. lurus Aspek Afektif Lembar Disiplin, semangat, sportifitas, • Disiplin, semangat, Tes observasi percaya diri dan kejujuran sportifitas, percaya diri dan observasi kejujuran

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang telah dimodifikasi dan nilai percaya diri serta kejujuran Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

137

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar lompat jauh gaya jongkok Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2.

Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR LARI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

2

3

1. Arah gerakan menolak saat salah satu kaki saat bertumpu ke depan atas 2. Posisi badan saat di udara melenting ke belakang 3. Pendaratan kaki saat mendarat diawali tumit kaki 4. Gerakan lutut saat mendarat mengeper JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Percaya diri 2. Kejujuran (tidak bermain curang) 3. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam lomba JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK

138

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana awal pendaratan kaki di tempat pendaratan ? 2. Bagaimana posisi gerakan lutut yang benar pada saat melakukan pendaratan ? 3. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat di udara ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

139

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.3. Mempraktikan teknik dasar permainan dan olahraga perorangan atletik serta nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar awalalan, dengan benar b. Siswa dapat melakukan teknik dasar memegang peluru, dengan benar c. Siswa dapat melakukan teknik dasar menolak peluru, dengan benar d. Siswa dapat melakukan lomba menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi, dengan baik



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Tolak Peluru Awalan Menyamping • Teknik dasar lari posisi awalan, memegang peluru dan menolak • Lomba lompat menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1- 2= penugasan dan resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1-2 1 Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

140

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, -

Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2 Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar posisi awalan, memegang peluru dan menolak, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar gerakan menolak peluru dari posisi berdiri di tempat menggunakan bola dengan dua tangan dilanjutkan dengan satu tangan berhadapan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan menolak peluru dari posisi berdiri posisi melangkah dan menyamping formasi berbanjar dan lingkaran (berkelompok)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

141

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Lomba menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bendera start dan finish - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX,

142

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

-

Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar tolak peluru Kinerja awalan menyamping ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan posisi awalan • Melakukan teknik dasar memegang peluru dan menolak • Melakukan lomba menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi Posisi badan yang benar saat Aspek Kognitif Tes tertulis Pilihan ganda/uraiawalan menolak peluru gaya • Mengetahui bentuk-bentuk an singkat menyamping , adalah teknik dasar awalan, memegang peluru dan menolak Lembar Disiplin, semangat, sportifitas, Aspek Afektif Tes observasi percaya diri dan kejujuran • Disiplin, semangat, observasi sportifitas, percaya diri dan kejujuran

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping dengan peraturan yang telah dimodifikasi dan nilai percaya diri serta kejujuran Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

143

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar tolak peluru gaya menyamping Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2.Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

2

3

1. Arah gerakan menolak saat peluru, ke depan atas 2. Posisi badan saat akan menolak peluru menyamping arah gerakan 3. Bentuk gerakan pinggang saat menolak peluru diputar ke samping, depan dan atas 4. Pelepasan peluru yang benar dari pegangan tangan saat menolak peluru ketika lengan telah lurus ke depan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Percaya diri 2. Kejujuran (tidak bermain curang) 3. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam lomba JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3

144

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING Kualitas Jawaban Pertanyaan yang diajukan 1 2 3 4 1. Bagaimana posisi awal saat akan menolak peluru ? 2. Bagaimana bentuk gerakan lengan yang benar pada saat melakukan tolak peluru ? 3. Bagaimana posisi peluru yang benar pada saat dipegang untuk melakukan tolakan ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

145

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan olahraga perorangan beladiri serta nilai Kerjasama, percaya diri dan menghormati lawan Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan teknik dasar kuda-kuda dengan benar a. Siswa dapat melakukan teknik dasar langkah dengan benar b. Siswa dapat melakukan teknik dasar mrangkai teknik dasar kuda-kuda dan langkah



• •

Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Pencaksilat Teknik dasar kuda-kuda Teknik dasar langkah dan merangkai C.

Metode Pembelajaran - Pertemuan 1-2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 - 2

1.

Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

146

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 2.

Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda, langkah, pukulan dan tangkisan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

a. Kuda-kuda depan b. Kuda-kuda belakang c. Kuda-kuda tengah

d.Kuda-kuda samping e. Kuda-kuda silang - silang depan - silang belakang

Langkah Segaris, tegak lurus dan serong



Melakukan teknik (perorangan/berkelompok/berpasangan)

dasar

kuda-kuda



Melakukan teknik dasar langkah formasi berbaris dan lingkaran (berkelompok)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

147

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Melakukan gerak berpasangan untuk penanaman nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar

148

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, -

-

Ruang terbuka yang datar dan aman Buku teks Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX, Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Contoh Kompetensi Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar kuda-kuda Kinerja ,langkah, dan gerak rangkai ! (Kinerja) • Melakukan teknik dasar kuda-kuda • Melakukan teknik dasar langkah • Merangkai teknik dasar kuda-kuda dan langkah Aspek Kognitif Posisi lutut kaki depan saat • Mengetahui bentuk-bentuk Tes tertulis Pilihan ganda/urai- melakukan kuda-kuda adalah teknik dasar kuda-kuda dan an singkat langkah Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran, percaya diri Tes • Kerjasama, kejujuran, observasi dan menghormati lawan percaya diri dan menghormati observasi lawan 1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar kuda-kuda dan langkah nilai dengan menekankan pada nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

149

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PENCAK SILAT Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai 1. 2.

1

2

3

4

Saat melakukan kuda-kuda posisi kaki yang digunakan tumpuan direndahkan Saat melakukan gerak langkah tidak diangkat dari lantai

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PENCAK SILAT PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Berani (tidak ragu-ragu saat melakukan serangan/tangkisan) 2. Jujur (mengakui keunggulan lawan ) 3. Menghormati lawan (tidak melukai/mecelakakan lawan ) JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP PENCAK SILAT Pertanyaan yang diajukan

150

Kualitas Jawaban 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 1. 2. 3.

Bagaimana posisi lutut saat melakukan kuda-kuda depan ? Bagaimana posisi gerakan kaki yang benar pada saatgerak melangkah ? Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan kudakuda ?

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

151

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan olahraga perorangan beladiri serta nilai Kerjasama, percaya diri dan menghormati lawan Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan teknik dasar kuda-kuda dengan benar a. Siswa dapat Melakukan teknik dasar kudakuda,dan teknik dasar langkah b. Siswa dapat melakukan teknik dasar mrangkai teknik dasar kuda kuda dan langkah berpasangan untuk menanamkan nilai ke- beranian dan menghormati law-an





Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Karate teknik dasar kuda-kuda,dan teknik dasar langkah • teknik dasar kuda kuda dan langkah berpasangan untuk menanamkan nilai keberanian dan menghormati lawan D.

Metode Pembelajaran - Pertemuan 1-2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 - 2 Kegiatan Pendahuluan

152

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda, langkah, pukulan dan tangkisan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

a. Kuda-kuda depan b. Kuda-kuda belakang c. Kuda-kuda tengah

Langkah Segaris, tegak lurus dan serong  Melakukan teknik (perorangan/berkelompok/berpasangan)

d.Kuda-kuda samping e. Kuda-kuda silang - silang depan - silang belakang

dasar

kuda-kuda



Melakukan teknik dasar langkah formasi berbaris dan lingkaran (berkelompok)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

153

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasangpasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  Melakukan gerak berpasangan untuk penanaman nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

154

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar kudaKinerja kuda,langkah, dan gerak rangkai ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar kuda-kuda dan langkah • Merangkai teknik dasar kuda-kuda dan langkah Aspek Kognitif Posisi lutut kaki depan saat • Mengetahui bentuk-bentuk Tes tertulis Pilihan ganda/urai- melakukan kuda-kuda adalah teknik dasar kuda-kuda dan an singkat langkah Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran, percaya diri Tes • Kerjasama, kejujuran, observasi dan menghormati lawan percaya diri dan menghormati observasi lawan 1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar kuda-kuda dan langkah nilai dengan menekankan pada nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

155

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PENCAK SILAT Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai 3. 4.

1

2

3

Saat melakukan kuda-kuda posisi kaki yang digunakan tumpuan direndahkan Saat melakukan gerak langkah tidak diangkat dari lantai

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PENCAK SILAT PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Berani (tidak ragu-ragu saat melakukan serangan/tangkisan) 2. Jujur (mengakui keunggulan lawan ) 3. Menghormati lawan (tidak melukai/mecelakakan lawan )

156

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP PENCAK SILAT Kualitas Jawaban Pertanyaan yang diajukan 1 2 3 4 4. Bagaimana posisi lutut saat melakukan kuda-kuda depan ? 5. Bagaimana posisi gerakan kaki yang benar pada saatgerak melangkah ? 6. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan kudakuda ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

157

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan olahraga perorangan beladiri serta nilai Kerjasama, percaya diri dan menghormati lawan Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan teknik dasar kuda-kuda dengan benar a. Siswa dapat Melakukan teknik dasar langkah dan jatuhan b. Siswa dapat melakukan teknik dasar mrangkai teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan Karakter siswa yang diharapkan :



Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Judo teknik dasar langkah dan jatuhan • teknik dasar mrangkai teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan E.

Metode Pembelajaran - Pertemuan 1-2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 - 2 Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

158

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar langkah dan jatuhan  Melakukan teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan  Mengetahui bentuk-bentuk teknik dasar langkah dan jatuhan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasangpasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Melakukan teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

159

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar langkah, Kinerja jatuhan, dan gerak rakrangkai ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar langkah dan jatuhan • Merangkai teknik dasar langkah dan jatuhan Aspek Kognitif Tumpuan yang benar saat • Mengetahui bentuk-bentuk Tes tertulis Pilihan ganda/uraimelakukan teknik jatuhan ke depan, teknik dasar langkah dan an singkat adalah jatuhan Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran, percaya diri Tes • Kerjasama, kejujuran, observasi dan menghormati lawan percaya diri dan menghormati observasi lawan, percaya diri dan menghormati lawan

Mengetahui,

160

…..,………………… 20 …….

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kepala SMP/MTs ……………

Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

161

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 2. Mempraktikan jenis latihan kebugaran jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 2.1. Mempraktikan jenis latihan kekuatan dan daya tahan otot serta nilai disiplin dan tanggung jawab 2.2. Mempraktikan latihan daya tahan jantung dan paru-paru serta nilai disiplin dan tanggungjawab Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki dengan benar b. Siswa dapat melakukan latihan kekuatan dan daya tahan lengan, bahu dan dada dengan benar c. Siswa dapat melakukan bentuk latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Pengenbangan/Kebugaran jasmani • Latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada • Latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 = penugasan - Pertemuan 2 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

162

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki di tempat sambil berdiri dengan merendahkan dan menaikan lutut ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki berjalan dengan satu kaki bergerak maju ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki di tempat naik turun bangku ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki melompat bangku sambil bergerak maju dan menyamping ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot lengan, bahu dan dada saling mendorong bahu, di tempat (berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot lengan, bahu dan dada mendorong lengan kelantai, dilanjutkan dengan bertumpu menggunakan dua lengan, di tempat (berpasangan)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan a. guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak b. siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya c. siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar d. siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

163

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, e. bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. f. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1 • pemanasan • pembelajaran 2

Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

164

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)

 

Melakukan lari 12 menit ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman (Bangsal senam) - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

165

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

-

Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Aspek Psikomotor • Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki • Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan lengan, bahu dan dada Aspek Kognitif • Mengetahui bentuk-bentuk latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada Aspek Afektif • Disiplin dan tanggungjawab

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan bentuk latihan kekuatan, Kinerja daya tahan otot lengan dan kaki (Kinerja)

Tes tertulis

Tes observasi rvasi

Pilihan Bentuk gerakan naik turun bangku ganda/uraia merupakan bentuk latihan . n singkat Lembar observasi

Disiplin dan tanggungjawab

Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan tes kesegaran jasmani • Melakukan bentuk latihan Kinerja (TKJI) ! kebugaran jasmani dengan lari (Kinerja) jarak menengah atau lari 12 menit Tes tertulis Pilihan Aspek Kognitif Apa tujuan dan maksud dari tes lari ganda/uraia 12 menit ? • Mengetahui fungsi dan tujuan n singkat tes lari 12 menit Tes Aspek Afektif observasi Lembar Disiplin dan tanggungjawab • Disiplin dan observasi tanggungjawab 1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada serta latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi):

166

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Lakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada serta latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada serta latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA MELAKUKAN BENTUK LATIHAN Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

2

3

4

Kekuatan dan daya tahan otot kaki dengan gerak melangkah menggunakan satu kaki yang satunya dilipat ke belakang dan dipegang teman (dilakukan berkelompok) 1. Bergerak maju hingga mencapai jarak yang telah ditentukan Kekuatan dan daya tahan otot lengan, bahu dan dada dengan gerak passing bola dari dada dilakukan secara berkelompok 2. Bola didorong ke depan lurus oleh kedua lengan mencapai jarak yang telah ditentukan/ teman Lari 12 menit Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

167

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Dapat melakukan lari selama 12 menit mengelilingi lapangan basket/voli

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM KEBUGARAN JASMANI PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 2. Disiplin(Melakukan latihan mengikuti aturan yang telah ditentukan) Jumlah Jumlah Skor Maksimal = 2

RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP KEBUGARAN JASMANI Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1.

Bagaimana cara melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada ? 2. Bagaimana cara mengetahui tingkat kebugaran seseorang setelah lari 12 menit/2,4 km JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

168

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, (__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

169

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 3. Mempraktikan senam dasar dengan teknik yang benar dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 3.1. Mempraktikan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki serta nilai disiplin, keberanian, dan tanggung jawab 3.2. Mempraktikan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki serta nilai disiplin, keberanian, dan tanggung jawab Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran

a.

Siswa dapat melakukan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) dengan benar b. Siswa dapat melakukan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki (sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi) dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Uji diri/Senam lantai • Senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) • Senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki (sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi) C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik Pertemuan 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

170

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan senam dasar rincian kegiatan sebagai berikut :

dengan bentuk latihan keseimbangan, dengan



bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) secara berkelompok atau berpasangan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

171

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

172

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi ( dengan bantuan dilanjutkan tanpa bantuan ) berkelompok atau berpasangan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

173

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman (Bangsal senam) - Matras - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Aspek Psikomotor • Berdiri dengan satu kaki (sikap melayang) Aspek Kognitif • Mengetahui bentu latihan sikap melayang, Aspek Afektif • Disiplin, keberanian, dan tanggungjawab

Aspek Psikomotor • Melakukan sikap lilin • Berdiri dengan dahi Aspek Kognitif • Mengetahui bentu latihan,sikap lilin dan berdiri dengan dahi Aspek Afektif • Disiplin, keberanian, dan tanggungjawab

174

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

Tes praktik Tes Contoh Lakukan berdiri dengan satu kaki Kinerja (sikap melayang) (Kinerja)

Pilihan Diskripsikan gerakan belayang ganda/uraia 9sikap kapal terbang) n singkat Disiplin, keberanian, dan Tes tanggungjawab observasi Lembar observas rvasi

Tes tertulis

Tes praktik Tes Contoh Lakukan) sikap Kinerja dengan dahi ! (Kinerja) Tes tertulis

lilin, dan berdiri

Pilihan Posisi kedu telapak tangan dan dahi ganda/uraia saat melakukan kopstand, adalah .. n singkat

Tes Lembar observasi observasi

Disiplin, keberanian, dan tanggungjawab

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

1. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal

-

Kuis/embedded test (kognisi):

Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) dan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki (sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi) Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

175

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2. Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR MELAKUKAN SENAM DASAR Kualitas Gerak Aspek Yang Dinilai 1 2 3 Keseimbangan dengan kaki 1. Berdiri dari posisi jongkok dengan satu kaki yang diangkat lurus ke depan dan kedua lengan terentang lurus ke samping 2. Melompat menggunakan satu kaki, kaki yang satunya ditekuk ke belakang 3. Berjalan pada titian, kedua lengan terentang ke samping dan tidak terjatuh/tergelincir Keseimbangan selain kaki 4. Sikap lilin, posisi awal tidur telentang dan kedua kaki lurus ke atas dan rapat 5. Berdiri dengan tangan, tumpuan kedua lengan lurus sejajar bahu, badan lurus dan kaki rapat dan lurus ke atas 6. Berdiri dengan dahi, posisi awal dahi dan kedua telapak tangan membentuk segi tiga sama sisi, kedua kaki terangkat ke atas lurus dan rapat JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 24

RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM SENAM DASAR PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Keberanian (tidak ragu-ragu saat melakukan gerakan) 2. Kedisiplinan (gerakan dilakukan dengan tertib) 3. Tanggung jawab (menjaga keselamatan diri dan orang lain)

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3

176

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP DALAM SENAM DASAR Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana cara melakukan keseimbangan menggunakan kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok) ? 2. Bagaimana cara melakukan keseimbangan menggunakan selain kaki (sikap lilin) ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 4. Mempraktikan rangkaian gerak teknik senam irama tanpa dan dengan alat serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 4.1. Mempraktikan rangkaian aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang baik serta nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika 4.2. Mempraktikan rangkaian aktivitas ritmik berirama menggunakan alat dengan koordinasi gerak serta nilai, disiplin, toleransi, keluesan, dan estetika Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan melakukan gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki biasa dengan koordinasi yang baik dengan benar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

177

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

2.

Siswa dapat melakukan melakukan gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki rapat dengan koordinasi yang baik dengan benar 3. Siswa dapat melakukan melakukan gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki keseimbangan dengan koordinasi yang baik dengan benar 4. Siswa dapat melakukan teknik dasar ayunan satu lengan depan, belakang dan samping, dengan benar 5. Siswa dapat melakukan teknik dasar ayunan satu lengan ke samping bersamaan memindahkan berat badan, dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Aktivitas Ritmik/Senam irama - Gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki dengan koordinasi yang baik C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik Pertemuan 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan gerak langkah kaki dengan koordinasi yang baik untuk menanamkan nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

  

178

Melakukan teknik dasar langkah kaki biasa Melakukan teknik dasar langkah kaki rapat Melakukan teknik dasar langkah keseimbangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 

memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

179

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan gerak rangkai mengayun satu lengan dengan koordinasi yang baik untuk menanamkan nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan depan, belakang dan samping  Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan ke samping bersamaan memindahkan berat badan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu.

180

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

-

E. Sumber Belajar Ruang terbuka yang datar dan aman (Bangsal senam) Tongkat, kaset senam irama dan radio tave Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

181

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar langkah kaki biasa • Melakukan teknik dasar langkah kaki rapat • Melakukan teknik dasar langkah keseimbangan •

Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan depan, belakang dan samping • Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan ke samping bersamaan memindahkan berat

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Fgpk"Mwtpkcfk Uwtq"Rtcrcpec Rgplcu"Qtmgu Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp wpvwm"ugmqncj"fcuct1ocftcucj"kdvkfck{cj"mgncu"xk

(1)(2)

Rgplcu"Qtmgu

wpvwm"Ugmqncj"Fcuct1Ocftcucj"Kdvkfck{cj"Mgncu"XK

Fgpk"Mwtpkcfk

Uwtq"Rtcrcpec

(3)

Jcm"Ekrvc"dwmw"kpk"rcfc"Mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn0Fknkpfwpik"Wpfcpi/wpfcpi0 Rgpwnku" " <"" Fgpk"Mwtpkcfk " " " Uwtq"Rtcrcpec Gfkvqt" " <"""Xkpc"Ogktkcpc Knwuvtcuk"fcp"Vcvc"Ngvcm" <" Cjocf"Fgxkvtcj " " " Fgfg"Iwpcycp " " " Vkvkpi"Uwrctvkpk " " " Jgpfk Rgtcpecpi"Mwnkv" " <" Gfk"Jgtpcycp Wmwtcp"Dwmw" " <" 39.8"z"47"eo"

Rgplcu"Qtmgu

Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcpwpvwm"Ugmqncj"Fcuct1Ocftcucj"Kdvkfck{cj"Mgncu"XKJcm"Ekrvc"dwmw"kpk"fkcnkjmcp"mgrcfc"mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn fctk"rgpgtdkv"EX0"VJWTUKPC Fkvgtdkvmcp"qngj"Rwucv"Rgtdwmwcp Mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Vcjwp"4232 5940: FGP" FGPK"Mwtpkcfk " r" " Rgplcu"Qtmgu"Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp1Fgpk" Mwtpkcfk."Uwtq"Rtcrcpec="gfkvqt."Xkpc"Ogktkcpc="knwuvtcvqt."Cjocf" Fgxkvtcj000]gv"cn0_0//"Lcmctvc<"Rwucv"Rgtdwmwcp."Mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp" Pcukqpcn."42320 " xkkk."36:"jno0<"knwu0="47"eo " Dkdnkqitchk<"jno0"357 " Kpfgmu " Wpvwm"Ugmqncj"Fcuct1Ocftcucj"Kdvkfck{cj"mgncu"XK " KUDP";9:/;9;/2;7/227/6"*pq0"lknkf"ngpimcr+ " KUDP";9:/;9;/2;7/2;;/5"*lkn0"8q+ 30"Qncjtcic"/"Curgm"Mgugjcvcp"/"Uvwfk"fcp"Rgpiclctcp"*Rgpfkfkmcp" Fcuct+" K0"Lwfwn" " KK0"Uwtq"Rtcrcpec" KKK0"Xkpc"Ogktkcpc KX0"Cjocf"Fgxkvtcj
(4)

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/ penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.

Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pen-didikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Men-teri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2009 tanggal 12 Agustus 2009.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.

Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya ini, da-pat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses oleh siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, April 2010

Kepala Pusat Perbukuan

(5)

Mcvc"Rgpicpvct

Rwlk"u{wmwt"mcok"rcplcvmcp"rcfc"Vwjcp"[cpi"Ocjc"Guc"{cpi"vgncj"og/ nkorcjmcp"tcjocv"fcp"mctwpkc/P{c"ugjkpiic"rgp{wuwp"fcrcv"ogp{g"nguckmcp" dwmw"Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp"kpk0

Ukuyc" rcfc" fcuctp{c" jctwu" ogpigvcjwk" dcickocpc" ectc" {cpi" dgpct" wpvwm" jkfwr" ugjcv0" Wpvwm" kvw" fkrgtnwmcp" dwmw" clct" {cpi" ocorw" ogodgtkmcp" vwp"vwpcp"ugtvc"rgpigvcjwcp"vgpvcpi"jkfwr"ugjcv"vgtugdwv0" "Wpvwm"kvwncj"mcok"ogp{wuwp"dwmw"Rgplcu"Qtmgu"*Rgpfkfkmcp"Lcu"ocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp+"wpvwm"UF1OK"Mgncu"XK"kpk"iwpc"ogplgodcvcpk"cpvctc" mgkpikpcp"ukuyc"wpvwm"jkfwr"ugjcv"fgpicp"ocvgtk"clct"vgpvcpi"qncjtcic""fcp" mgugjcvcp"lcuocpk0"Ugdcick"dwmw"clct."ocmc"dwmw"kpk"fkuclkmcp"fgpicp"dcjcuc" {cpi"ugfgtjcpc0"Fgpicp"fgokmkcp."ogowfcjmcp"ukuyc"wpvwm"ogorgnclctk"mqp/ ugr."fcuct."ugtvc"ogpigodcpimcp"mgocorw"cp"dgtqncjtcic0 Wpvwm"ogorgtlgncu"jcn"vgtugdwv."ocmc"ugvkcr"cycn"dcd"fkdgtkmcp"rgvc" mqpugr"fcp"mcvc"mwpek"wpvwm"ogowfcjmcp"mcow"fcnco"ogocjcok"fcp"ogpi/ kpicv"mcvc/mcvc"rgpvkpi"fcnco"dcd"vgtugdwv0 Dwmw"kpk"lwic"fkngpimcrk"fgpicp"ncvkjcp"uqcn"wpvwm"ogpiwncpi"mgodcnk" rgocjcocpow" vgpvcpi" ocvgtk" {cpi" vgncj" fkrgnclctk0" Fcnco" mgikcvcp" dgnclct" fk" mgncu." fk" ncrcpicp." cvcw" rgpigodcpicp" mgocorwcp" dgtqncjtcic" fcnco" mgjkfwr"cp"ugjctk/jctk0" Fgpicp"cfcp{c"dwmw"clct"kpk."fkjctcrmcp"ukuyc"fcrcv"ogorgtqngj"ycyc/ ucp"fcp"rgpigvcjwcp"dctw"{cpi"dgtiwpc"dcik"mgjkfwrcpp{c0"Rcfc"cmjktp{c." mgjkfwrcp"dcpiuc"{cpi"ugjcv."egtfcu."fcp"mwcv"rwp"fcrcv"vgtywlwf0 " " " " " " " " " " " " " " Rgp{wuwp

(6)

Dcd/dcd"fcnco"dwmw"kpk"fkuwuwp"fgpicp"ukuvgocvkmc"{cpi"fkuwuwp"wpvwm" ogorgtowfcj"ukuyc"fcnco"ogorgnclctk"ocvgtk"{cpi"fkuclkmcp0"Ukuvgocvkmc"dwmw" kpk"cfcncj"ugdcick"dgtkmwv0 30"Cycn"dcd" Ugvkcr"dcd"fkcycnk"fgpicp"knwuvtcuk"dckm"icodct"ocwrwp"cmvkxkvcu"{cpi" tgngxcp"fgpicp"kuk"dcd"{cpi"cmcp"fkrgnclctk0" 40"Rgvc"mqpugr

" Dgtkuk" mqpugr/mqpugr" fctk" ocvgtk" {cpi" cmcp" fkrgnclctk" ugtvc" jwdwpicp" cpvctmqpugr0 50"Mcvc"Mwpek" Dgtkuk"mcvc/mcvc"rgpvkpi"{cpi"ogplcfk"mwpek"rgodcjcucp"fcnco"dcd0 60"Ocvgtk" Dgtkuk"wtckcp"rgplcdctcp"UM1MF"fcnco"dgpvwm"ocvgtk"clct0 70"Tghngmuk" Dgtkuk"mkncucp"rgpigvcjwcp"fctk"wtckcp"ocvgtk"{cpi"fkrgnclctk0 80"Mgikcvcp" Dgtkuk"rgteqdccp"cvcw"rgpicocvcp"wpvwm"ogodwmvkmcp"mgdgpctcp"mqpugr" ugtvc"dgtkuk"mgikcvcp"fcp"cpcnkuku"{cpi"jctwu"fkncmwmcp"iwpc"ogogecjmcp" uwcvw"ocucncj0 90"Ncvkjcp" Dgtkuk"uqcn/uqcn"wpvwm"ogpiwlk"mgocorwcp"ukuyc"fcnco"ogocjcok"ocvgtk" {cpi"vgncj"fkrgnclctk0 :0"Tcpimwocp" Dgtkuk"rqmqm/rqmqm"rgodkectccp"fk"fcnco"dcd"{cpi"vgncj"ugnguck"fkrgnc/ lctk0 ;0"Rgncvkjcp"Dcd" Dgtkuk"uqcn/uqcn"wpvwm"ogncvkj"mgocorwcp"ukuyc"fcnco"ogpiwcuck"ocvgtk" fcnco"dcd"{cpi"vgncj"fkrgnclctk0 320" Ncvkjcp"Ugoguvgt" Dgtkuk"uqcn/uqcn"rknkjcp"icpfc"fcp"wtckcp"wpvwm"ogpiwlk"rgocjcocp"ocvgtk" {cpi"vgncj"fkrgnclctk"ukuyc"ugncoc"ucvw"ugoguvgt0 330"Inquctkwo" Dgtkuk"fchvct"mcvc/mcvc"uwnkv"{cpi"fklworck"fk"fcnco"dwmw0"Inquctkwo"fcrcv" mcow"iwpcmcp"ugdcick"mcowu"fcnco"ogorgnclctk"ocvgtk0 340" Kpfgmu" Dgtkuk"mcvc/mcvc"cvcw"kuvkncj"rgpvkpi"{cpi"fkugtvck"fgpicp"pqoqt"jcncocp"

Ukuvgocvkmc"Kuk

(7)

Fchvct"Kuk

Mcvc"Ucodwvcp"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000kkkMcvc"Rgpicpvct"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000kxUkuvgocvkmc"Kuk00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000xFchvct"Kuk" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000xkRgnclctcp"3""Rgtockpcp"Dqnc"fcp"Cvngvkm""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000003C0" Uqhvdcnn"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000005 D0" Dqnc"Dcumgv"""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000009 E0" Cvngvkm"""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 33 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000038 Rgncvkjcp"3" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000039 Rgnclctcp"4""Mgdwictcp"Lcuocpk"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000003;C0" Ncvkjcp"wpvwm"Ogorgtdckmk"Rquvwt"Vwdwj"""""0000000000000000000000000000000000000000000043 D0" Ncvkjcp"wpvwm"Ececv"Lcuocpk"{cpi"Dwmcp"Dcyccp"""""0000000000000000000000000000047 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000049 Rgncvkjcp"4" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000004: Rgnclctcp"5""Ugpco"Ncpvck"""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000053C0" Rgocpcucp"fcp"Rgpfkpikpcp""""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000055 D0" Ugpco"Mgvcpimcucp"""""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000055 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000059 Rgncvkjcp"5" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000059 Rgnclctcp"6""Igtcm"Tkvokm"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000005;C0" Rqnc"Lcncp."Nctk."fcp"Nqorcv"fcnco"Igtcm"Tkvokm""""0000000000000000000000000000000063 D0" Tcpimckcp"Igtcm"Tkvokm"Ugfgtjcpc"fgpicp" " Ogpiiwpcmcp"Igtcm"Lcncp"fcp"Nqorcv""""00000000000000000000000000000000000000000000000064 E0" Tcpimckcp"Igtcm"Tkvokm"Ugfgtjcpc"Dgtgiw""000000000000000000000000000000000000000000067 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000068 Rgncvkjcp"6" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000068 Rgnclctcp"7""Dwfc{c"Jkfwr"Ugjcv""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000006;C0" Dcjc{c"Pctmqdc""""""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000073 D0" Ogpigpcn"Ectc"Ogpijkpfctk"Dcjc{c"Pctmqdc"0000000000000000000000000000000000000000074 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000076 Rgncvkjcp"7" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000076 Rgncvkjcp"Cmjkt"Ugoguvgt"3"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000078Rgnclctcp"8""Rgtockpcp"Dqnc"fcp"Cvngvkm"000000000000000000000000000000000000000000000000000000007;C0" Uqhvdcnn"""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000083 D0" Dqnc"Dcumgv""""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000087 E0" Fcuct"Cnvgvkm"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000008: Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000096 Rgncvkjcp"8" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000096
(8)

Rgnclctcp"9""Mgdwictcp"Lcuocpk"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000099 C0" Ogplcic"Mgugjcvcp"""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000009; D0" Rgtgicpicp""""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:2 E0" Cmvkxkvcu"Hkukm""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:4 Tcpimwocp"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:8 Rgncvkjcp"9" "00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:9 Rgnclctcp":""Ugpco"Ncpvck""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:; C0" Mqodkpcuk"Ugpco"Ncpvck""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;3 Tcpimwocp"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;6 Rgncvkjcp":" "00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;7 Rgnclctcp";""Igtcm"Tkvokm""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;9 C0" Igtcm"Tkvokm"Ugfgtjcpc"""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;; D0" Ugpco"Mgugictcp"Lcuocpk""""""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000323 E0" Ugpco"Mqpvgorqtgt"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000324 Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000326 Rgncvkjcp";" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000326 Rgnclctcp"32""Tgpcpi"Ic{c"Fcfc""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000329 C0" Vgmpkm"Fcuct"Tgpcpi"Ic{c"Fcfc"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000032; Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 334 Rgncvkjcp"32000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 335 Rgnclctcp"33""Rgplgnclcjcp"fk"Cnco"Dgdcu""00000000000000000000000000000000000000000000000000 337 C0" Cmvkxkvcu"Rgplgnclcjcp""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 339 D0" Rgocucpicp"Mgocj"Dgtucoc""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 33; Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000342 Rgncvkjcp"33"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000342 Rgnclctcp"34""Dwfc{c"Jkfwr"Ugjcv""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000345 C0" Ectc"Ogpqncm"Ogpiiwpcmcp"Pctmqdc"""0000000000000000000000000000000000000000000000000346 D0" Ogpigpcn"Rgtkncmw"Rgngegjcp"Ugmuwcn"""""0000000000000000000000000000000000000000000000348 Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000349 Rgncvkjcp"3400000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000034: Rgncvkjcp"Cmjkt"Ugoguvgt"4"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000353Fchvct"Rwuvcmc"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000357Inquctkwo" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000359Kpfgmu""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000035;Ncorktcp" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000363

(9)(10)

Pelajaran 1

Pendahuluan

Ayo kita bermain permainan bola kecil yang bernama softball. Ayo kita bermain permainan bola besar yang bernama bola basket. Kamu juga bisa berolahraga cabang atletik seperti lari estafet, lompat jauh, dan lompat tinggi.

(11)

Kata Kunci

- Lempar - Lompat - Memukul

- Lari - Tangkap - Passing- Dribbling - Tolakan - Shooting

Peta Konsep

Lari Estafet Atletik Lompat Mengenal Permainan SoftballSoftballBermain Softballsecara Sederhana Teknik Dasar SoftballBola Basket Permainan Bola dan Atletik Mengenal Permainan Bola Basket Permainan Bola Basket Teknik Dasar Bola Basket
(12)

A

Softball

Softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Permainanini merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu baseball atau hardball.Bola softball berdiameter 28 - 30,5 cm, bola tersebut dilempar oleh seorangpelempar bola (pitcher). Kemudian bola tersebut menjadi sasaran pemain lawanyang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Dua tim tersebut dibagi menjadi 2 tim yang berjaga dan tim yang memukul. Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutasi tiga seri marka(base) hingga menyentuh marka akhir (home plate).

1

Gerak Dasar Permainan Bola Kecil

Permainan merupakan salah satu bentuk kegiatan rekreasi atau olahraga yang banyak digemari oleh anak-anak. Jika dihubungkan dengan kata main, permainan adalah sesuatu alat atau bentuk yang digunakan pada waktu bermain yang tujuannya mencari kesenangan dan kegembiraan diri.

Permainan yang menggunakan alat di antaranya ada yang menggunakan bola besar dan ada yang menggunakan bola kecil.

a. Permainan dengan alat bola besar contohnya adalah sepak bola, bola voli, bola tangan, bola basket, dan polo air.

b. Permainan dengan alat bola kecil contohnya adalah bola raja, bola kasti, rounders, bola tembak, bola bakar, dan softball.

Permainan kecil adalah suatu jenis permainan yang dilakukan dengan atau tanpa alat serta menggunakan peraturan tertentu yang memudahkan dan memungkinkan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan sarana yang ada.

Permainan tidak hanya sekadar bermain karena di dalam kegiatan per-mainan terdapat aktivitas yang mempunyai nilai-nilai yang sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anak. Seperti bersikap jujur, kerja sama, saling menghargai, dan belajar bergaul. Selain itu, semua bentuk permainan, baik yang menggunakan alat ataupun tanpa alat bertujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani.

Bentuk-bentuk permainan kecil telah diajarkan sebelumnya, yaitu di kelas 4 diajarkan permainan kasti dan di kelas 5 diajarkan permainan rounders. Dikelas 6, kalian akan diperkenalkan dengan permainan softball.

(13)

2

Pengenalan Softball

Permainan softball diciptakan pada tahun 1887 oleh George Hancock dari Amerika Serikat. Di Indonesia, permainan ini mulai dipertandingkan pada tahun 1967. Nama induk organisasinya ialah PERBASASI (Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia).

Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tigaseri marka (base) hingga menyentuh marka akhir (home plate). Permainan ini merupakan permainan bola kecil dan masih satu rumpun dengan permainan kasti, rounders, dan bola bakar.

3

Teknik Dasar Permainan Softball

Dalam permainan softball, teknik dasar yang harus dikuasai antara lainmelempar bola (pitcher) dan menangkap bola (catcher). Softball adalah permainan cepat dan tepat, artinya permainan ini memerlukan kecepatan dalam memukul, kecepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu melempar bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.

a.Melempar Bola

Dalam permainan softball, seorang pelempar bola (pitcher) memiliki peran yang sangat besar untuk mematikan tim lawan.

Syarat untuk menjadi seorang pitcher yang terampil, pemain bersang-kutan harus memiliki kemampuan motorik dan tubuh yang kuat. Di samping itu seorang pitcher juga harus berlatih melempar bola agar lemparannya cepat dan tepat pada sasarannya.

Berikut ini teknik yang dapat dilakukan seorang pitcher untuk melempar-kan bola softball.

- Sikap awal berdiri tegak dengan kaki kiri di depan.

- Tangan kanan memegang bola di belakang badan sejajar dengan bahu dan tangan kiri di depan badan.

- Ayunkan tangan kanan dari belakang ke depan sambil melepaskan bola dan pandangan lurus ke depan.

- Lakukan lemparan setinggi dada atau mendatar.

Salah satu latihan teknik melempar bola adalah melempar bola ke dinding dengan petak sasaran. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.

- Siapkan sebuah petak sasaran pada dinding yang akan dilempar dan siapkan sebuah tanda di tanah sebagai tempat untuk berpijak.

(14)

- Setelah siap, pelempar menghadap ke sasaran. - Kedua kaki menginjak tanda yang telah disiapkan .

- Pada saat melempar bola, langkahkan salah satu kaki ke depan. - Ayunkan tangan dan bersamaan dengan itu lepaskanlah bola.

b.Menangkap Bola

Penangkap bola (catcher) biasanya menggunakan sarung tangan yangterbuat dari kulit yang disebut glove. Sikap saat menangkap bola adalah badan condong ke depan, kedua kaki ditekuk ke depan dan pandangan diarahkan ke arah datangnya bola.

Sementara itu, tangan yang menggunakan (sarung tangan dari kulit) lurus ke depan. Setelah bola tertangkap, tangan segera ditutup dan kedua tangan segera ditarik ke belakang. Hal itu dilakukan supaya bola tidak mudah lepas kembali.

Gambar 1.1 Melempar bola ke dinding sasaran

(15)

Untuk melatih kemampuan menangkap bola dapat dilakukan latihan lempar tangkap.

Latihan lempar tangkap dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. - Melempar berhadap-hadapan dengan jarak 7 -10 meter

- Melempar bola antarbase dengan ketentuan siswa yang sudahmelempar lari ke base berikutnya.

c.Memukul Bola

Tiap pemukul bola (batter) pada permainan softball mempunyaikesempatan 3 kali memukul bola. Apabila batter tidak berhasil memukul sampaiyang ketiga kalinya, maka ini disebut “strike out” atau batter tersebut mati/gagal. Untuk melatih kemampuanmu memukul bola, kamu dapat mempraktik-kan cara memukul bola softball di bawah ini.

- Sikap awal adalah berdiri tegak dengan kaki kiri di depan - Pandangan diarahkan ke arah datangnya bola.

- Kedua tangan di samping badan memegang kayu pemukul. - Peganglah pemukul sesuai tandanya.

- Pukullah bola dengan arah mendatar, arah ke bawah, atau arah melambung.

- Kesempatan memukul bola setiap orang adalah 5 kali.

4

Melakukan Permainan Sederhana

Sebelum kalian melakukan permainan softball yang sebenarnya, lakukanlah permainan sederhana terlebih dulu. Adapun caranya adalah sebagai berikut.

- Buatlah lapangan persegi dengan 4 base (tiang hinggap).

(16)

B

Bola Basket

Bola basket termasuk salah satu permainan bola besar. Bola basket adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Berikut ini kamu akan belajar mengenai permainan bola basket.

1

Mengenal Peramainan Bola Basket

Permainan bola basket diciptakan di Amerika Serikat. Mula-mula, hanya untuk menghilangkan kelesuan berolahraga pada musim dingin. Dr. L.H. Gulick, sekretaris dari bagian pendidikan jasmani YMCA (Young Men’s ChristianAssociation) dan ketua Pendidikan YMCA Internasional, yang sekarang disebut Springfield College di Massachusetts menghendaki diciptakannya suatu permainan yang menyenangkan, mudah dipelajari, mudah dimainkan, dan dapat menghindari dari permainan kasar.

James A. Naismith dapat memenuhi keinginan Dr. L.H. Gulick itu dan terciptalah permainan yang kemudian itu disebut “basket ball”. Pada tahun 1891,

Kegiatan 1A

1. Lakukan latihan melempar bola softball ke sasaran yang kira-kira antara bahu dan di atas lutut. Kamu mendapat kesempatan melempar sebanyak 5 kali bergantian dengan temanmu.

2. Lakukan latihan lempar tangkap berpasangan dengan jarak 10 meter. 3. Lakukan latihan lempar tangkap berpasangan antar base dengan ketentuan kamu yang sudah melempar bola ke temanmu yang ada di base lari ke base berikutnya.

4. Lakukan latihan memukul bola softball dengan teknik yang baru saja kamu pelajari.

- Buatlah 2 kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok adalah 12 orang.

- Setelah siap, penjaga lapangan menempati lapangan.

- Seorang pemain memukul bola kemudian lari ke base 1 jika pukulanbagus dan tidak out.

(17)

permainan bola basket itu untuk pertama kalinya dimainkan. Ternyata, mendapat sambutan yang sangat baik terutama dari kalangan kaum muda.

Permainan ini pun berkembang dengan cepat di seluruh dunia. Pada tahun 1936, bola basket untuk pertama kalinya dicantumkan dalam Olimpiade di Jerman dan dikuti oleh 21 negara. Sampai saat ini, Amerika Serikat selalu menjuarai permainan ini.

Bola basket masuk ke Indonesia setelah Perang Dunia II. Permainan ini dibawa oleh perantau-perantau Cina dan berkembang dengan cepat. Akhirnya, pada PON pertama ke-1 di Surakarta, bola basket dicantumkan dalam acara resmi. Persatuan Basket-ball Seluruh Indonesia (PERBASI) pun berdiri pada tanggal 23 Oktober 1951 dan diketuai oleh Tonny When. Pada tahun 1951, diubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap, yaitu PERBASI.

2

Teknik Dasar Permainan Bola Basket

Teknik dasar permainan bola basket di antaranya, melempar atau mengoper bola, menangkap bola, menggiring bola, dan memasukkan bola. Teknik dasar tersebut juga harus didukung kemampuan yang lain yaitu gerakan kaki, berputar (pivot), melompat, dan gerakan tipu.

Untuk meningkatkan penguasaan teknik dasar bermain bola basket, berikut ini cara-cara yang dapat kamu lakukan sebagai latihan.

a.Operan (Passing)

Mengoper bola (passing) adalah salah satu teknik dasar bermain bola basket yang harus dikuasai oleh pemain.

Mengoper bola adalah untuk menggerakkan bola dari pemain satu ke pemain lainnya agar tidak direbut atau dikuasai oleh pemain lain. Mengoper bola ini ada beberapa teknik yaitu lemparan dada (chest pass), lemparan atas(overhead pass), lemparan pantulan (bounce pass), dan lemparan tipuan.

Lemparan dada adalah lemparan dua tangan yang dilakukan dari depan dada. Lemparan ini dilakukan terhadap teman yang berjarak dekat.

Lemparan atas adalah lemparan bola yang dimulai dari atas kepala menggunakan kedua tangan dan melemparkannya dengan sentakan kuat dari pergelangan tangan dan jari-jemari. Lemparan ini biasanya digunakan jika berada dalam penjagaan ketat lawan posisi kamu lebih tinggi dari lawan.

Lemparan pantulan sangat berguna ketika lawan yang menghadap lebih tinggi dan tangannya menjulur ke atas. Dengan cara memantulkan bola di atas lantai/lapangan dekat kaki lawan.

(18)

Lemparan tipuan dapat kamu lakukan untuk menyamakan tujuanmu yang sebenarnya. Dengan cara melakukan gerakan memutar dengan cepat.

Berikut ini adalah latihan yang dapat dilakukan untuk mengoper bola (passing) setinggi dada.

- Menghadap ke arah sasaran.

- Pegang bola dengan kedua tangan di depan dada. - Kedua kaki dibuka selebar bahu.

- Dorong bola ke depan dengan cara meluruskan siku dibantu dengan lecutan pergelangan tangan yang kuat.

Bentuk latihan:

- Passing ke dinding.

- Passing berpasangan.

- Passing sambil bergerak.

b.Menggiring bola (Dribbling)

Menggiring bola dilakukan untuk menghindar dari kerumunan pemain lawan dan mendapatkan posisi yang tepat untuk mengoper bola ke teman satu tim. Perlu diingat menggiring bola ini bergerak menuju ring basket lawan.

Cara melakukan dribbling adalah sebagai berikut.

- Sikap kaki adalah kuda-kuda dan lutut sedikit ditekuk. Badan sedikit condong ke depan dan titik berat badan tetap di antara kedua kaki. - Bola dipantulkan, bukan ditepuk. Oleh karena itu, pada saat bola ke atas tangan sedikit mengikuti bola ke atas dengan siku sebagai sumbu geraknya.

(19)

- Mata selalu melihat ke depan.

- Apabila akan membalik atau mundur, usahakan benar-benar berhenti lebih dahulu. Untuk dapat berhenti, seluruh telapak kaki menyentuh lantai dan lutut ditekuk dalam-dalam.

Bentuk latihan:

- Memantul-mantulkan bola (dribbling) di tempat - Memantul-mantulkan bola (dribbling) sambil jalan - Memantul-mantulkan bola (dribbling) sambil berlari

c.Menembak (Shooting)

Kemampuan menembak bola ke ring basket adalah kemampuan yang paling utama sehingga tim kamu bisa mencetak angka (skor).

Menembak adalah salah satu usaha untuk memasukkan bola ke ring basket dengan mengarahkan bola pada sasaran tembakan. Cara melakukan-nya:

- Menghadap ke arah sasaran (ring).

- Kedua kaki dibuka selebar bahu dengan bagian lutut agak ditekuk. - Kedua tangan memegang bola di depan dada.

- Angkat bola dengan kedua tangan diarahkan ke ring basket lalu dorong dibantu dengan lecutan tangan.

Bentuk latihan shooting.

- Memasukkan bola dari bawah ring yaitu dari sisi kiri dan sisi kanan. - Memasukkan bola dari daerah lemparan hukuman.

(20)

Kegiatan 1B

C

Atletik

Pada pelajaran kali ini, materi atletik yang akan kita pelajari adalah lari estafet, lempar, dan lompat.

1

Lari Estafet

Lari estafet atau lari sambung termasuk salah satu lari cepat yang dilakukan oleh setiap regu dengan jumlah 4 orang. Caranya, yaitu lari secara berurutan dan menyambung dengan cara memberikan tongkat estafet dari pelari kesatu, kedua, dan seterusnya.

1. Lakukan latihan memasukkan bola basket ke ring, tiap siswa mendapat10 kali kesempatan menembak bola (shooting)!

2 Lakukan latihan memantul-mantulkan bola (dribbling) di tempat, drib-bling sambil berjalan, dan dribdrib-bling sambil berlari!

3 Lakukan latihan mengoper bola basket (passing) ke dinding, ber-pasangan, dan berpasangan sambil bergerak!

(21)

Cara pengoperan tongkat

Pemberian tongkat dengan cara dilihat berarti pada saat tongkat diberikan, pihak penerima melihat ke arah pemberi. Cara ini dilakukan sebagai berikut.

a. Diterima dengan cara orang meminta (misalnya, diterima dengan tangan kanan). Lengan kanan dijulurkan ke arah pemberi dalam sikap telapak tangan terbuka ke atas. Keempat jari agak merapat menuju samping luar dan ibu jari terbuka menuju ke dalam. Tongkat diberikan dengan tangan kiri, dengan ayunan dari atas ke bawah. Setelah tongkat diterima, segera dipindahkan ke tangan kiri atau tetap dipegang dengan tangan kanan. Apabila pemberian berikutnya dilakukan dengan tangan kanan, maka diterima dengan tangan kiri.

b. Sikap tangan seperti akan menangkap. Telapak tangan menghadap ke arah pemberi dan ibu jari terbuka menuju ke samping luar. Keempat jari agak rapat menuju ke sisi dalam. Tongkat diberikan dalam posisi tegak dengan menjulurkan tangan ke depan. Kemudian, tongkat direbut oleh penerima. Dapat pula diterima dengan pasif, yaitu penerima tidak aktif merebut tongkat. Akan tetapi, pihak pemberi yang aktif menjulurkan tangannya ke arah penerima. Penerima hanya menunggu sampai tongkat tersebut menempel pada telapak tangannya.

Secara lebih jelas, cara melakukan lari estafet adalah sebagai berikut. - Buatlah kelompok dengan jumlah masing-masing 4 orang. - Orang yang paling depan membawa tongkat estafet.

- Jatuhkan estafet di sembarang tempat.

- Tongkat diambil oleh orang yang paling belakang.

- Tongkat dioper ke orang pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

(22)

- Tongkat dijatuhkan lagi, dan seterusnya

- Pelari pertama menempati garis 1 sambil memegang tongkat estafet, kemudian berlari menuju pelari kedua dan mengoper tongkat.

- Pelari kedua menempati garis 2 kemudian berlari menuju pelari ketiga dan mengoper tongkat.

- Pelari ketiga menempati garis 3 kemudian berlari menuju pelari keempat dan mengoper tongkat.

- Pelari keempat menempati garis 4 dan setelah menerima tongkat lari ke garis finish.

2

Gerak Dasar Lempar

Salah satu gerak dalam lempar adalah tolak peluru. Tolakan ialah gerakan menyalurkan tenaga pada suatu benda yang menghasilkan kecepatan pada benda tersebut dan memiliki daya dorong ke muka yang kuat.

Gerakan-gerakan dasar tolak peluru di antaranya ialah sebagai berikut. a. Menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan posisi berdiri

yang dibantu dengan gerakan kaki melangkah.

b. Menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan posisi berdiri dan dibantu dengan gerakan meluruskan lutut

c. Menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan posisi duduk. Gerakan hanya kekuatan dari tangan saja.

Gambar 1.8 (a) Menolak kemudian gerak meluruskan lutut;

(b) Menolak bola sambil melangkah

(23)

3

Lompat

Lompat merupakan salah satu cabang dari atletik. Lompat dalam cabang atletik ini dibagi menjadi empat (4) nomor yaitu: Lompat jauh, lompat tinggi, lompat jungkit, dan lompat galah.

Latihan lompat dan loncat

a. Loncat-loncat satu kaki di tiga sampai lima titik kemudian mendarat dengan dua kaki

Cara melakukannya:

- Berdiri di belakang garis. - Angkat kaki kanan/kiri.

- Meloncat dengan satu kaki pada petak yang disediakan. - Pada saat mencapai garis finish, mendarat dengan dua kaki.

Gambar 1.9 Meloncat dari titik ke titik

Gambar 1.10 Melompat dari titik ke titik

b. Lompat-lompat dua kaki di tiga sampai lima titik kemudian mendarat dengan dua kaki

Cara melakukannya:

- Berdiri di belakang garis.

- Lutut ditekuk dan kedua tangan di samping badan. - Melompat dengan dua kaki pada petak yang disediakan.

(24)

c. Lari dengan awalan melangkah kiri – kanan – kiri dan mendarat Caranya adalah sebagai berikut.

- Ambil awalan antara 5 – 7 meter kemudian lari secepatnya. - Tempatkan kaki kiri ke petak 1, kaki kanan ke petak 2, dan kaki kiri ke

petak 3.

- Selanjutnya, melompat dan mendarat dengan dua kaki itu.

Gambar 1.11 Lari kemudian langkah

kiri-kanan-kiri dan mendarat dengan dua kaki

Gambar 1.12 Melompat dari atas bangku

d. Lari dengan awalan dan melompat dari atas bangku Cara melakukannya:

- Ambil awalan antara 5-7 meter kemudian lari - Siapkan bangku kemudian lompatlah!

- Pada saat melayang, kedua lutut ditekuk.

- Pada saat akan mendarat, kedua lutut diluruskan! - Mendarat dengan dua kaki

(25)

Rangkuman

- Permainan, baik permainan bola kecil maupun permainan bola besar mempunyai nilai-nilai positif bagi sikap dan perilaku anak, antara lain sikap sportif, jujur, bekerja sama, saling menghargai, dan lain-lain. - Permainan softball merupakan permainan bola kecil yang serumpun

dengan permainan kasti, rounders, dan bola bakar.

- Teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan softball adalahmelempar bola (pitcher), menangkap bola (catcher), dan memukulbola (batter).

- Pada tahun 1936 untuk pertama kalinya permainan bola basket dimainkan di Olimpiade di Jerman.

- Teknik dasar permainan bola basket di antaranya menangkap bola, mengoper bola (passing), menggiring bola (dribbling), dan menembakbola (shooting).

Lakukan teknik dasar dalam permainan softball dan bola basket bersama teman sambil bermain di lapangan yang ada di sekitarmu. Dan lakukan pula

beberapa cabang ateltik yang baru saja kamu pelajari.

Kegiatan 1C

1. Lakukan loncat-loncat satu kaki di tiga titik kemudian mendarat dengan kedua kaki!

2. Lakukan dua cara gerakan menerima tongkat estafet dengan cara melihat dan tidak melihat!

3. Lakukan gerakan menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan dan dalam posisi duduk!

(26)

- Lari estafet termasuk lari cepat yang setiap regunya terdiri atas 4 pelari. - Cabang olahraga atletik adalah lari, lempar, dan lompat.

- Salah satu nomor lempar pada cabang atletik adalah tolak peluru.

Pelatihan 1

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Permainan softball merupakan permainan ....

a. bola besar c. perorangan

b. bola kecil d. atletik

2. Pemukul disebut ....

a. pitcher c. batter

b. catcher d. base

3. Permainan bola basket diciptakan di negara ....

a. Amerika c. Inggris

b. China d. Indonesia

4. Jumlah pelari estafet adalah ....

a. 4 orang c. 6 orang

b. 5 orang d. 7 orang

5. Lemparan ke pemukul harus berada ....

a. di atas kepala c. di bahu dan kepala

b. di bahu dan lutut d. di lutut ke bawah

6. Setelah memukul, pelari berlari menuju ....

a. pitcher c. batter

b. catcher d. base

7. Menggiring bola disebut ....

a. dribbling c. passing

b. shooting d. fault

8. Induk organisasi softball Indonesia adalah ....

a. PASI c. PERBASASI

b. PERBASI d. PBSI

9. Ketika melayang pada lompat jauh ....

a. lutut lurus c. kaki dibuka

(27)

10. Tolak peluru memerlukan ....

a. kecepatan c. kekuatan

b. kelincahan d. daya tahan

11. Hakikat dari nomor lompat jauh adalah ....

a. melompat ke atas c. melompat ke depan

b. melompat vertikal d. melompat diagonal

12. PASI adalah top organisasi .…

a. permainan c. bela diri

b. senam d. atletik

13. Melompat pada petak (titik) diawali dengan ....

a. kaki kanan c. kaki kiri

b. dua kaki d. kaki kanan dan kiri

14. Mendorong bola dengan tenaga akan membantu ....

a. tolakan bola c. dorongan bola

b. kecepatan bola d. kecepatan badan

15. Lemparan pada shooting bola basket dibantu dengan lecutan ....

a. badan c. kaki

b. bahu d. tangan

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Lemparan dikatakan strike jika lemparan berada di bawah ....

2. Dribbling ialah ....

3. Operan berguna untuk .... 4. Lari estafet disebut juga lari ....

5. Pada saat melempar, yang harus kuat adalah otot ....

C.Jawablah pertanyaan berikut ini! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Praktikkan gerak pivot pada permainan bola basket? 2. Tuliskan teknik dalam permaian softball!

3. Tuliskan latihan dasar lompat!

4. Lemparan yang bagaimana yang dikatakan strike!

(28)

Pelajaran 2

Pendahuluan

Ayo kita melakukan latihan yang akan meningkatkan kekuatan,

ketahanan, kelincahan, kecepatan, dan kelentukan tubuhmu yang

bisa membuat postur tubuhmu lebih baik.

Ayo kita melakukan latihan untuk penderita cacat jasmani yang

bukan bawaan.

Ayo kita melakukan latihan untukmu yang menderita cacat jasmani

karena kecelakaan atau kebiasaan yang salah.

(29)

Kata Kunci

- Cepat - Bugar - Bawaan

- Lincah - Kuat - Ketahanan

- Lentuk - Cacat - Otot

- Daya Tahan - Jasmani

Peta Konsep

Cacat Tubuh karena

Kecelakaan

Memperbaiki

Cacat Tubuh

Bukan Bawaan

Cacat Tubuh karena

Kebiasaan yang

Salah

Latihan Daya Tahan

Memperbaiki

Postur Tubuh

Latihan

Kelincahan

Latihan

Kekuatan

Kebugaran

Jasmani

Latihan Kecepatan

Latihan

Kelentukan

(30)

A

Latihan untuk Memperbaiki Postur Tubuh

Anak sekolah dasar merupakan individu yang sedang berkembang dan ber-ada dalam perubahan, baik fisik maupun berpikir ke arah yang lebih baik. Ini dapat dilihat dari tingkah laku mereka yang meningkat dalam menghadapi lingkungan, baik sosial maupun nonsosial.

Sebagai individu yang sedang berkembang, perlu diidentifikasi komponen yang perlu dikembangkan. Usia sekolah dasar berkisar antara 6 sampai 12 tahun termasuk perkembangan anak besar. Perkembangan fisik pada masa ini menunjukkan kecenderungan adanya perbedaan. Perbedaan yang terjadi adalah dalam hal kepesatan dan pola pertumbuhan yang berkaitan dengan proporsi ukuran-ukuran bagian tubuh.

Identifikasi dapat dilakukan dengan cara melihat penampilan kemampuan fisik, misalnya daya tahan, kekuatan, kecepatan, tenaga, kelincahan, dan kelentu-kan. Jika berdasarkan identifikasi diperoleh kekurangan yang menonjol dari ke-mampuan fisik tersebut, maka dapat diberikan latihan-latihan yang sesuai deng-an kebutuhdeng-an hasil identifikasi tersebut.

1. Ketahanan (endurance)

Ketahanan atau disebut juga daya tahan adalah keadaan kondisi fisik yang mampu untuk bekerja dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut.

2. Kekuatan (strenght)

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan sangat penting bagi tubuh manusia karena kekuatan ini berfungsi sebagai penggerak tubuh.

3. Kelincahan (agility)

Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya.

4. Tenaga (power)

Tenaga adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Jadi, power adalah perpaduan antara kekuatan otot dan kecepatan otot.

5. Kecepatan (speed)

Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis atau kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan secara berturut-turut dalam waktu yang singkat.

(31)

6. Kelentukan (flexsibility)

Kelentukan adalah kemampuan sendi-sendi untuk bergerak secara luas dan kemampuan otot untuk bergerak secara elastis. Kelentukan dapat membantu penampilan seseorang dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan telah dimilikinya kecepatan untuk bergerak.

1

Latihan Daya Tahan

Latihan untuk meningkatkan daya tahan salah satunya adalah lari menempuh jarak 2.500 meter.

2

Latihan Kekuatan

a.Mengangkat badan (push Up)

Cara melakukannya:

- Menggantung di palang tunggal. - Kedua lengan dibuka selebar bahu. - Kedua kaki rapat dan lurus.

- Sikap badan lurus.

- Angkat tubuh ke atas dengan cara menekuk siku. - Dekatkan dagu ke palang.

- Turunkan tubuh ke bawah dengan cara meluruskan siku.

(32)

b.Berdiri jongkok (squat jump) Cara melakukannya:

- Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. - Kedua tangan di samping badan.

- Kemudian melakukan gerakan: 1. berjongkok

2. berdiri tegak 3. jongkok 4. berdiri tegak

- Pada saat akan berdiri tegak, boleh dilakukan dengan cara melompat ke atas.

3

Latihan Kelincahan

Untuk meningkatkan kelincahan, salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah lari belok-belok atau zig-zag.

4

Latihan Kekuatan (Power)

Cara melakukannya:

- Siapkan rintangan.

- Lompati rintangan tersebut dengan satu atau dua kaki. - Lakukanlah dengan cepat.

(33)

Gambar 2.3 Lompat melewati rintangan

5

Latihan Kecepatan

Kecepatan dapat terus ditingkatkan dengan berlatih secara rutin. Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah lari secepat-cepatnya menempuh jarak 30 meter. Apakah kamu dapat berlari lebih cepat dari teman-temanmu? Apabila kamu mampu berlari lebih cepat berarti kecepatan larimu lebih baik. Dengan demikian, kecepatan adalah kemampuanmu menempuh suatu jarak dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan dapat lebih ditingkatkan melalui latihan-latihan .

Berikut ini latihan yang dapat kamu lakukan.

1. Lari akselerasi, yaitu gerakan lari dari lambat ke cepat. Latihan dilakukan dengan cara berlari dengan lambat kemudian semakin dipercepat. 2. Latihan lari dengan jarak 30-40 m dengan cara lari cepat selama 3-4 kali

ulangan.

Gambar 2.4 Latihan kelentukan

6

Latihan Kelentukan

Latihan kelentukan dapat dilakukan dengan cara berikut. - Memegang pergelangan kaki

(34)

B

Latihan untuk Cacat Jasmani yang Bukan Bawaan

Semua manusia diciptakan Tuhan beserta kelebihan dan kekurangan. Semua itu patut kita syukuri karena di balik kelebihan dan kekurangan tersebut ada manfaat yang dapat kita rasakan.

Jika dijadikan beban, cacat jasmani akan menjadi nilai kekurangan bagi kita. Akan tetapi, bila kita syukuri, maka cacat tersebut akan menjadi sesuatu yang ber-manfaat. Caranya adalah dengan percaya pada kemampun diri sendiri.

Dengan percaya pada kemampuan sendiri, maka cacat jasmani dapat diatasi dan bahkan menjadi kelebihan yang tidak dapat dilakukan oleh orang yang normal.

Cacat jasmani dapat dibagi menjadi dua, yaitu cacat bawaan dan cacat yang bukan bawaan. Cacat bawaan adalah cacat yang dibawa sejak lahir. Misalnya, pada saat lahir tangannya panjang sebelah, lahir dengan kaki kecil, dan sebagainya.

Cacat jasmani bukan bawaan adalah keadaan cacat yang disebabkan oleh kecelakaan dan cacat yang diakibatkan karena kebiasaan yang salah. Contoh cacat jasmani karena kecelakaan di antaranya patah kaki, patah lengan, dan sebagainya.

Kegiatan 2A

1. Lakukan latihan untuk tes daya tahan dengan berlari menempuh jarak 2.400 meter, kemudian catat berapa lama waktu yang bisa kamu tempuh!

2. Lakukan latihan untuk tes kecepatan dengan berlari menempuh jarak 30 meter kemudian catat berapa lama waktu yang bisa kamu tempuh! 3. Lakukan latihan berdiri jongkok atau push up selama 30 detik, kemudian hitung berapa gerakan yang bisa kamu lakukan selama waktu itu!

4. Lakukan lari bolak-balik menempuh jarak 4 x 10 meter, kemudian catat berapa lama waktu yang bisa kamu tempuh!

(35)

Bentuk latihan yang cukup baik adalah berlari dengan kondisi kaki tanpa alas kaki atau sepatu. Kecepatan yang disarankan 50% dari kecepatan maksimal. Bentuk latihan yang lain adalah mengayun bola medicine (bola yang berisi pasir)

Gambar 2.5 Mengayun bola

Adapun contoh cacat jasmani karena kebiasaan yang salah adalah bentuk kaki yang menyerupai huruf O atau bentuk kaki yang menyerupai huruf X. Bentuk latihan yang cukup baik, misalnya dengan berjalan mengikuti satu garis lurus.

(36)

Rangkuman

- Ketahanan atau juga disebut daya tahan adalah kondisi fisik yang mampu bekerja dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.

- Kekuatan otot sangat penting bagi tubuh agar semua anggota tubuh bergerak sebagaimana mestinya.

- Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran.

- Power adalah perpaduan dari kekuatan otot dan kecepatan otot.

- Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan dalam waktu yang singkat.

- Latihan untuk meningkatkan daya tahan, misalnya lari menempuh jarak 2.500 meter.

- Latihan untuk meningkatkan kekuatan, misalnya mengangkat badan (push up) dan berdiri jongkok (squat jump).

- Cacat jasmani dibagi menjadi dua, yaitu cacat bawaan dan cacat yang bukan bawaan.

Tubuh yang kamu miliki harus mendapat

latihan-latihan jasmani sehingga postur tubuhmu akan

lebih baik dan berkembang sesuai proporsi

ukuran bagian tubuh.

Kegiatan 2B

1. Lakukan latihan mengayun bola yang telah diisi oleh pasir bergantian bersama temanmu!

(37)

Pelatihan 2

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Squat jump dan push up merupakan bentuk latihan ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

2. Lari berbelok-belok dapat melatih ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

3. Duduk selonjor sambil mencium lutut merupakan bentuk latihan ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

4. Latihan mengangkat badan dapat melatih otot ....

a. badan c. kaki

b. tangan d. leher

5. Berlari menempuh jarak 30 meter dilakukan dengan ....

a. lambat c. santai

b. keras d. cepat

6. Melompat dengan satu dan dua kaki dapat melatih ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

7. Bentuk latihan kecepatan adalah ....

a. lari 2.400 meter c. lompat satu kaki

b. lari 30 meter d. mengangkat badan

8. Supaya dapat menendang dengan jauh, kita memerlukan .... a. kekuatan

b. kecepatan c. kelenturan d. daya tahan

9. Melempar-lempar bola selama 2 menit dapat melatih .... a. kekuatan

b. kecepatan c. kelenturan d. daya tahan

(38)

10. Kemampuan otot menahan tegangan disebut .… a. kecepatan

b. kelincahan c. kekuatan d. daya tahan

11. Dapat berlari dalam waktu lama merupakan ciri bahwa seseorang mempunyai ....

a. kekuatan b. kecepatan c. kelenturan d. daya tahan

12. Gerakan squat jump adalah .... a. jongkok

b. berbaring

c. berdiri tegak sambil melompat d. jongkok - berdiri

13. Gerakan mengangkat badan pada palang dilakukan dengan cara .... a. meluruskan siku

b. mengangkat tangan c. membengkokkan siku d. mendorong kaki

14. Gerakan berdiri-jongkok dapat melatih kekuatan otot .... a. lengan

b. lutut

c. bahu

d. tungkai

15. Gerakan melompat dengan kedua kaki untuk latihan power harus dilakukan dengan ....

a. kuat b. lincah c. cepat

d. kuat dan cepat

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Untuk mengangkat benda yang berat, kita memerlukan ... 2. Contoh bentuk latihan untuk melatih kecepatan adalah .... 3. Untuk berlari menempuh jarak 3 kilometer, kita memerlukan ....

(39)

4. Kelincahan ialah kemampuan untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan ... dan kesadaran akan posisi ....

5. Gerakan push up dapat melatih ....

C.Jawablah pertanyaan berikut ini! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Praktikkan gerak berdiri jongkok selama 60 detik, kemudian hitung berapa gerakan yang dapat kamu lakukan!

2. Jelaskan perbedaan push up dan squat jump?

3. Praktikkan lari menempuh jarak 30 meter! Berapa lama waktu yang kamu tempuh?

4. Tuliskan dua contoh latihan untuk melatih kekuatan otot lengan! 5. Tuliskan dua contoh latihan untuk melatih kelincahan!

(40)

Pelajaran 3

Senam Lantai

Pendahuluan

Ayo kita melakukan pemanasan sebelum melakukan gerakan inti

dalam senam.

Ayo kita melakukan pendinginan setelah kamu melakukan gerakan

ini dalam senam.

Ayo kita melakukan senam yang akan melatih ketangkasanmu seperti

gerakan melompati teman/peti, gerakan berdiri dengan tangan, dan

gerakan meroda.

(41)

Kata Kunci

- Meroda - Kangkang

- Pemanasan - Sikap Awal

- Pendinginan

Peta Konsep

Gerakan

Berdiri dengan Tangan

Rangkaian Senam

Lantai dan

Ketangkasan

Gerakan

Meroda

Peregangan Statis

Pemanasan dan

Pendinginan

Joging

Senam Lantai

dan

Ketangkasan

Peregangan

Dinamis

Gerakan Melompati

Peti

(42)

A

Pemanasan dan Pendinginan

Pemanasan adalah bentuk latihan atau kegiatan yang dilakukan sebelum mela-kukan kegiatan inti.

Tujuan pemanasan adalah: 1. Meningkatkan suhu tubuh.

2. Mempersiapkan kondisi psikologis ketika melakukan latihan inti. 3. Mencegah terjadinya cedera.

Bentuk latihan pemanasan di antaranya: 1. Peregangan statis

2. Joging

3. Peregangan dinamis

Pendinginan adalah kegiatan yang dilakukan pada akhir kegiatan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan suhu tubuh ke suhu semula.

Pendinginan dapat berisikan kegiatan berikut. 1. Peregangan statis

2. Koreksi secara individual atau global

Kegiatan 3A

1. Lakukan latihan gerakan pemanasan dengan peregangan - Menggerakkan kepala ke kiri-kanan

- Menganggukkan kepala ke depan-ke belakang - Menengokkan kepala ke kiri-kanan

- Menggerakkan tangan.

2. Lakukan latihan gerakan pemanasan dengan berlari pelan/joging menge-lilingi lapangan.

B

Senam Ketangkasan

Senam ketangkasan adalah gerakan senam menggunakan alat bantu dalam melakukan aktivitas senam. Berikut ini beberapa gerakan senam ketangkasan.

1

Berdiri dengan Kedua Tangan (Hand stand)

Latihan hand stand dapat dilakukan dengan beberapa cara.Latihan 1
(43)

Gambar 3.1 Gerakan hand stand

2

Meroda

Gerakan meroda merupakan latihan dengan tumpuan tangan yang dilakukan secara bergantian dan sangat singkat. Selain itu, ada saat posisi badan terbalik (kepala berada di bawah). Gerakan meroda disebut juga gerakan mengguling ke samping.

Untuk dapat melakukan gerakan meroda, kita harus menguasai gerakan hand stand. Dalam gerakan meroda, kita harus menjaga keselamatan diri karena gerakan meroda melibatkan seluruh otot besar.

- Lemparkan satu kaki dengan keras ke atas. - Kaki yang lain menyusul.

- Guru berada di depan siswa untuk membantu dalam menahan kedua kaki

Latihan 2

- Sikap permulaan berdiri.

- Lemparkan satu kaki agak keras dengan lutut lurus. Latihan 3

- Lakukan awalan dengan satu atau dua langkah.

- Lemparkan lutut dan ketika itu lutut tidak boleh dibengkokkan. Yang perlu diperhatikan dalam latihan hand stand ialah sebagai berikut. - Kedua siku lengan lurus.

- Penempatan tangan tidak terlalu lebar. - Kepala tidak terlalu cepat diangkat ke depan.

(44)

Cara melakukan gerakan meroda adalah seperti berikut.

a.Sikap permulaan

- Berdiri menyamping ke arah gerakan. - Kedua kaki dibuka kangkang.

- Sikap badan tegak.

- Kedua lengan lurus ke atas. - Pandangan ke depan.

b.Gerakannya

- Tangan kiri bertumpu di samping kaki kiri. - Angkat kaki kanan lurus ke atas.

- Tumpukan tangan kanan di samping tangan kiri.

- Angkat kaki kiri ke atas hingga ke posisi berdiri dengan kedua tangan.

- Kembali sikap berdiri tegak.

Gambar 3.2 Gerakan meroda

3

Melompati Peti/Teman

Sikap awal gerakan melompati peti dengan kaki kangkang dengan berdiri tegak, lengan di samping badan, kaki dibuka selebar bahu dan pandangan ke arah peti/teman.

Gerakannya ialah sebagai berikut. - Berlari menuju peti lompat.

- Sesampai di peti lompat, kedua telapak tangan diletakkan di atas peti lompat hingga melayang.

(45)

Kegiatan 3B

1. Lakukan latihan gerakan meroda atau guling ke samping di atas matras. 2. Lakukan gerakan hand stand dengan memperhatikan, antara lain kedua siku lurus, tangan tidak terlalu lebar, dan kepala tidak terlalu cepat diangkat ke depan.

3. Lakukan gerakan lompat melewati teman atau peti lompat dengan kaki kangkang.

Gambar 3.3 Loncat melewati peti

Sebelum melakukan gerakan inti dalam senam

seperti gerakan hand stand, lompat melewati

teman, dan gerakan meroda kamu harus

melakukan pemanasan dulu. Baru setelah

melakukan kegiatan inti lakukan pendinginan agar

suhu tubuhmu kembali seperti semula.

- Saat melayang, kedua kaki diangkat sambil tangan menekan di atas peti lompat.

(46)

Pelatihan 3

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Gerakan lompat kangkang termasuk senam ....

a. lantai c. irama

b. alat d. aerobik

2. Alas untuk mendarat pada lompat kangkang ialah ....

a. lantai c. karpet

b. matras d. tembok

3. Pada saat melewati peti dalam permainan melompati peti, kedua kaki ....

a. rapat c. dibuka

b. ditekuk d. bengkok

4. Sebelum melakukan meroda, gerakan yang harus dikuasai adalah ....

a. hand stand c. roll belakang

b. roll depan d. salto

5. Sikap awal gerakan meroda adalah arah gerakan ....

a. membelakangi c. menyamping

b. menghadap d. mengarah

6. Tumpuan pada gerakan meroda ialah . . .

a. tangan c. kaki

b. tangan dan kaki d. kepala

7. Pada lompat kangkang dengan rintangan teman, posisi teman yang dilewati ialah ....

Rangkuman

- Pemanasan adalah bentuk latihan atau kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan kegiatan inti.

- Bentuk latihan pemanasan di antaranya peregangan statis, joging, dan peregangan dinamis.

- Pendinginan adalah kegiatan yang dilakukan setelah kegiatan inti yang bertujuan mengembalikan suhu tubuh ke suhu semula.

- Gerakan meroda disebut juga gerakan mengguling ke samping. - Sebelum melakukan gerakan meroda harus dikuasai dulu gerakan

(47)

a. berdiri c. bungkuk

b. telentang d. tengkurap

8. Pada lompat kangkang dengan rintangan teman, tolakan berasal dari ....

a. tangan c. kaki dan tangan

b. kaki d. lutut

9. Gerakan tubuh pada gerakan meroda ialah ....

a. berguling c. berputar

b. berdiri tegak d. menggelinding

10. Induk organisasi senam di Indonesia ialah ....

a. PSSI c. PBSI

b. PERSANI d. PERBASI

11. Di bawah ini adalah nama salah satu pesenam nasional, yaitu ....

a. Taufik Hidayat c. Kurniawan

b. Elfira Rosa d. Johnatan Sianturi

12. Tujuan latihan lompat kangkang ialah untuk melatih ....

a. kekuatan c. kelincahan

b. kecepatan d. ketangkasan

13. Pada gerakan lompat kangkang, rintangan yang dapat digunakan berupa ....

a. peti c. gawang

b. punggung teman d. jawaban a dan b benar

14. Di bawah ini adalah latihan-latihan senam ketangkasan, kecuali ....

a. meroda c. piramid

b. lompat kangkang d. roll

15. Hand stand adalah teknik awal/dasar untuk melakukan gerakan ....

a. meroda c. piramid

b. roll d. lompat kangkang

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. .... adalah alas mendarat dalam lompat kangkang.

2. Dalam permainan melompati peti, kedua kaki kangkang saat melewati .... 3. Tumpuan gerakan meroda ialah ....

4. PERSANI adalah singkatan dari .... 5. Lompat kangkang dapat melatih ....

C.Jawablah pertanyaan berikut ini! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Praktikkan gerakan meroda di atas matras! 2. Jelaskan urutan gerak hand stand!

3. Tuliskan tujuan pemanasan! 4. Jelaskan manfaat pemanasan! 5. Apa saja isi kegiatan pendinginan?

(48)

Pelajaran 4

Pendahuluan

Ayo kita melakukan aktivitas ritmik yang gerakan-gerakannya diiringi

irama dan juga menyenangkan.

Ayo kita melakukan gerak ritmik yang dapat dirangkai dari

gerakan-gerakan yang sederhana.

Ayo kita melakukan gerak ritmik yang bisa diiringi dengan musik

tradisional maupun modern dan dapat melatih kekompakan serta

disiplin sehingga akan menjadi gerakan yang indah.

(49)

Kata Kunci

- Irama - Indah

- Pola Gerak - Gerak Berirama - Variasi Langkah

Peta Konsep

Rangkaian Gerak

Ritmik

Variasi Langkah

Mundur

Aktivitas Ritmik

Pola Jalan, Lari,

dan Lompat dalam

Gerak Ritmik

Pola Gerak

Gerak Ritmik

Irama dalam

Gerak Ritmik

Variasi Langkah

Maju

(50)

A

Pola Jalan, Lari, dan Lompat dalam Gerak Ritmik

Aktivitas ritmik ialah kegiatan berirama untuk anak-anak yang isinya berupa gerakan-gerakan yang berirama kreatif. Pola gerak yang dapat dilakukan adalah jalan dan lompat dengan cara mengikuti hitungan satu, dua, dan tiga. Pada setiap hitungan satu, langkah kaki divariasikan.

Gerak ritmik dapat dilakukan dengan mengikuti irama atau ritme. Ritme adalah gerak musik yang teratur sehingga enak untuk didengar. Irama dalam ritmik yang biasanya digunakan misalnya irama mars. Irama mars biasanya irama 2/4 dan 4/4 dengan tempo sedang dan cepat.

Tanda irama 2/4 mempunyai arti sebagai berikut.

Angka 2: berarti di antara dua garis birama dalam lagu tersebut terdapat 2 hitungan atau ketukan.

Angka 4: lengkapnya ¼, berarti setiap not harganya ¼ (dalam not balok) mendapat 1 hitungan atau ketukan.

Adapun lagu mars sebagian besar menggunakan irama 2/4 sehingga hitungan yang diberikan 1 – 2, 1 – 2 dan seterusnya.

Langkah irama mars adalah langkah biasa seperti pada orang berjalan biasa. Langkah tersebut menjadi dasar dari berbagai macam langkah. Hal itu karena langkah dalam irama mars merupakan yang paling mudah dan sederhana sehingga mudah dipahami.

(51)

Langkah irama mars selain cepat juga bersifat gembira, riang, dan ber-semangat.

Contoh lagu yang berirama 2/4: - Hari Merdeka

- Manuk Dadali - Si Patokaan

Contoh lagu yang berirama 4/4 adalah: - Maju Tak Gentar

- Halo-Halo Bandung

- Apuse

Kegiatan 4A

Lakukan gerak ritmik di bawah ini dengan iringan irama mars 2/4 atau 4/4! - Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/

mundur secara berulang-ulang.

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/maju secara berulang-ulang.

- Lakukan gerakan variasi langkah secara bergantian, yaitu 8 hitungan variasi langkah jingkat/maju dan 8 hitungan variasi langkah jingkat/ mundur.

Berdasarkan kegiatan di atas. Irama mars mana yang cocok untuk meng-iringi gerak ritmik di atas!

B

Rangkaian Gerak Ritmik Sederhana dengan

Menggunakan Gerak Jalan dan Lompat

Rangkaian gerak ritmik sederhana dengan menggunakan gerak jalan dan lompat dapat dilakukan sebagai berikut.

1

Variasi langkah dengan jingkat/maju

Sikap awal: berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar. Kedua tangan bebas di samping badan.

(52)

Hitungan 2 : Langkahkan kaki kanan ke depan/maju. Hitungan 3 : Langkahkah lagi kaki kiri ke depan/maju.

Hitungan 4 : Angkat kaki kanan dengan lutut ditekuk. Ketika itu, posisi kaki ka-nan adalah jingkat.

Hitungan 5 : Langkahkan kaki kanan ke depan/maju. Hitungan 6 : Langkahkan kaki kiri ke depan/maju. Hitungan 7 : Langkahkah kaki kanan ke depan/maju

Hitungan 8 : Angkat kaki kiri dengan lutut ditekuk. Ketika itu, posisi kaki kanan adalah jingkat.

Gambar 4.2 Rangkaian gerakan langkah dengan jingkat/maju

2

Variasi langkah dengan jingkat/mundur

Gerakan variasi langkah ini sama dengan variasi langkah dengan jingkat/ maju. Namun, di sini langkahnya mundur. Variasi langkah ini biasanya juga dilakukan secara bergantian. Caranya adalah 8 hitungan variasi langkah jingkat/ maju dan 8 hitungan variasi langkah dengan jingkat/mundur.

Variasi langkah dengan jingkat/mundur adalah sebagai berikut.

Sikap awal : Berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar. Kedua tangan bebas di samping badan.

Hitungan 1 : Langkahkan kaki kiri mundur. Hitungan 2 : Langkahkan kaki kanan mundur.

(53)

Gambar 4.3 Rangkaian gerakan langkah dengan jingkat/mundur

Hitungan 3 : Langkahkan lagi kaki kiri mundur.

Hitungan 4 : Angkat kaki kiri dengan lutut ditekuk 90O. Pada saat itu, posisi

kaki kanan adalah jingkat.

Hitungan 5 : Langkahkan kaki kanan ke belakang. Hitungan 6 : Langkahkan kaki kiri ke belakang.

Hitungan 7 : Langkahkah lagi kaki kanan ke belakang.

Hitungan 8 : Angkat kaki kiri dengan lutut ditekuk 90O. Pada saat itu, posisi

kaki kanan adalah jingkat.

Kegiatan 4B

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/mundur secara berulang-ulang.

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/maju secara berulang-ulang.

- Lakukan gerakan variasi langkah secara bergantian, yaitu 8 hitungan variasi langkah jingkat/maju dan 8 hitungan variasi langkah jingkat/ mundur.

(54)

C

Rangkaian Gerak Ritmik Sederhana Beregu

Sampai di sini, apakah kamu sudah bisa mempraktikkan gerak ritmik yang sudah dipelajari sebelumnya? Materi selanjutnya, gerak ritmik yang sudah kamu pelajari dipraktikkan bersama teman-temanmu atau dilakukan secara berkelompok. Rangkaian yang akan kamu praktikkan bersama teman sekelompokmu adalah variasi langkah jingkat maju dan variasi langkah jingkat mundur.

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan gerak berirama ialah gerakan, musik, kekompakan, disiplin, dan keindahan gerak.

Kegiatan 4C

Rangkaikan gerak ritmik di bawah ini dan praktikkan!

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/mundur secara berulang-ulang.

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/maju secara berulang-ulang.

- Lakukan gerakan variasi langkah secara bergantian, yaitu 8 hitungan variasi langkah jingkat/maju dan 8 hitungan variasi langkah jingkat/ mundur.

Gerak ritmik dapat dilakukan dengan pola

gerak jalan, lari, dan lompat dengan

diiringi musik sehingga akan tercipta

keindahan gerak juga menyenangkan.

(55)

Pelatihan 4

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Aktivitas ritmik biasanya ditujukan untuk ....

a. anak-anak c. dewasa

b. remaja d. manula

2. Aktivitas ritmik menggunakan gerakan-gerakan yang berirama ....

a. kaku c. merdu

b. kreatif d. syahdu

3. Pola gerak dalam aktivitas ritmik dapat dilakukan dengan ....

a. jalan dan lari c. jalan dan lompat

b. lari dan lompat d. lompat dan diam

4. Ritme adalah irama musik yang ....

a. merdu c. kaku

b. syahdu d. teratur

5. Dalam tanda irama 2/4, angka 2 mempunyai arti bahwa di antara dua garis birama dalam lagu tersebut terdapat 2 ....

a. nada c. ketukan

b. ayunan d. irama

Rangkuman

- Aktivitas ritmik adalah kegiatan berirama yang isinya berupa gerakan-gerakan yang berirama kreatif.

- Pola gerak dalam gerak ritmik adalah pola gerak jalan, lari, dan lompat. - Gerak ritmik dilakukan dengan diiringi irama atau ritme yang teratur

sehingga enak untuk didengar.

- Contoh gerak ritmik sederhana dengan pola gerak jalan dan lompat adalah pada gerakan variasi langkah dengan jingkat/maju dan variasi langkah dengan jingkat/mundur.

- Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan gerak berirama ialah gerakan, musik, kekompakan, disiplin, dan keindahan gerak.

(56)

6. Irama dalam ritmik yang biasa digunakan adalah irama ....

a. pop c. jazz

b. reggae d. mars

7. Langkah irama mars adalah langkah seperti orang ....

a. berlari c. berjalan

b. lompat d. diam

8. Langkah irama mars menjadi dasar bagi berbagai macam langkah karena ....

a. langkah ini paling indah

b. langkah ini paling sederhana hingga mudah dipahami c. langkah ini paling bagus

d. langkah ini paling cepat

9. Contoh lagu yang berirama 2/4 adalah ....

a. Hari Merdeka c. Halo-Halo Bandung

b. Apuse d. Maju Tak gentar

10. Contoh lagu yang berirama 4/4 adalah lagu ....

a. Hari Merdeka c. Si Patokaan

b. Manuk Dadali d. Maju Tak Gentar

11. Yang harus diperhatikan dalam pembuatan gerak berirama adalah ....

a. gerakan c. kekompakan

b. musik d. semuanya betul

12. Sikap awal dalam langkah maju adalah berdiri tegak dengan kedua kaki ....

a. sejajar c. ditekuk

b. mengangkang d. melangkah

13. Serasi berarti sesuai antara gerakan dengan ....

a. ucapan c. irama

b. latihan d. hitungan

14. Ketika sikap awal dalam variasi gerak melangkah, kedua tangan berada di ....

a. samping badan c. setinggi bahu

b. diangkat d. di pinggang

15. Dalam gerak ritmik beregu, dibutuhkan ....

a. kekompakan c. kelenturan

b. kelincahan d. kekuatan

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Isi rangkaian gerak ritmik ialah gerakan-gerakan yang berirama .... 2. Selain dilakukan dengan jalan, gerak ritmik dapat dilakukan dengan ....

Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Hak cipta © 2014 pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang - Undang Milik Negara Tidak Diperdagangkan

Disklainer : Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku Siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. VI, 170 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA/MA/SMK/MK Kelas XI Semester 2 ISBN 978-602-282-464-0 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-467-1 (jilid 2b) 1. PJOK -- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 613.7

Kontributor Naskah Penelaah Penyelia Penerbitan

: Sumaryoto dan Soni Nopembri. : Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Cetakan Ke-1, 2014 Disusun dengan huruf Minion Pro, 11 pt

ii

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kata Pengantar Kemajuan peradaban telah menciptakan pola hidup praktis, cepat, dan instan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kebugaran jasmani. Kegiatan sehari-hari yang menggunakan sebagian kecil anggota tubuh saja dengan usaha minimal, termasuk makan makanan siap saji, adalah pola hidup yang terjadi akibat kemajuan peradaban. Kenyataan ini sangat perlu diimbangi dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebugaran dan kesehatan jasmani, yang telah dirumuskan dalam kompetensi keterampilan Kurikulum 2013 yaitu memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak, sebagai arahan akan pentingnya kesadaran atas kebugaran dan kesehatan jasmani. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Pendidikan Menengah Kelas X yang disajikan dalam buku ini memuat aktivitas dan materi yang diperlukan untuk memberikan kesadaran itu; termasuk juga pengetahuan dan teknik yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh, PJOK bukan hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan motorik, atau terbagi menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang memuat pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan konkret dan abstrak yang dibentuk melalui pengetahuan tersebut, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan utuh. Sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas tentang jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk siswa Pendidikan Menengah Kelas X. Aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membiasakan siswa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena sadar pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan melalui gerak jasmani, olahraga dan dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Implementasi terbatas Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapatkan tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Januari 2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

iii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................

iii

DAFTAR ISI...........................................................................................

iv

PELAJARAN I: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Voli ................................... 1

PELAJARAN II: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Softball ...................................... 11 B. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Tenismeja ................................. 18

PELAJARAN III: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik A. Kategori Keterampilan Gerak Lempar ......................................................... 25 B. Kategori Keterampilan Gerak Lempar Cakram .......................................... 37 C. Kategori Keterampilan Gerak Lempar Peluru ............................................. 46 D. Kategori Keterampilan Gerak Jalan............................................................... 51

PELAJARAN IV: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Beladiri A. Kategori Keterampilan Gerak Beladiri Pancaksilat..................................... 59

PELAJARAN V: Menganalisis Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani A. Kebugaran Jasmani........................................................................................... 71 B. Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani Terkait Keterampilan................ 72 C. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Untuk Usia 16-19 Tahun......... 76 D. Ringkasan ......................................................................................................... 80

iv

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

PELAJARAN VI: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan A. Keterampilan Gerak Loncat Jongkok ........................................................... 81

PELAJARAN VII: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Gerak Ritmik A. Kategori Keterampilan Gerak Ritmik ............................................................... 84

PELAJARAN VIII: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang A. Mengenal Aktivitas Gerak Renang ............................................................... 93 B. Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang ......................................... 95 C. Keterampilan Gerak Renang Gaya Punggung ............................................. 98 D. Keterampilan Gerak Renang Gaya Kupu-kupu ........................................... 104

PELAJARAN IX: Memahami Penyakit HIV / AIDS A. Pengertian Penyakit HIV / AIDS ...................................................................... 109 B. Bahaya Penyakit HIV / AIDS ............................................................................. 111 C. Penularan Penyakit HIV / AIDS ........................................................................ 112 D. Pencegahan Penyakit HIV / AIDS .................................................................... 117 E. Pengobatan Penyakit AIDS ................................................................................. 119 F. Tes HIV .................................................................................................................. 119 G. Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV / AIDS........................................ 122 H. Ringkasan ............................................................................................................. 123

PELAJARAN X : Menganalisis dan Merencanakan Kesehatan Pribadi A. Faktor - faktor yang mempengaruhi kesehatan pribadi ............................. 124 B. Aktivitas belajar merencanakan program kesehatan pribadi..................... 133 C. Ringkasan ......................................................................................................... 136

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

v

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 137 GLOSARIUM ........................................................................................................... 141 LAMPIRAN .............................................................................................................. 154

vi

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran I

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bolavoli Permainan bolavoli merupakan permainan beregu menggunakan bola besar yang dimainkan oleh dua regu saling berhadapan, masing-masing regu enam orang. Setiap regu diperbolehkan memainkan bola di daerah pertahanannya sebanyak-banyaknya tiga kali pukulan. Permainan bolavoli adalah permainan yang berbentuk memukul bola di udara hilir mudik di atas net satu jaring, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lawan untuk mencari kemenangan dalam permainan. Memvoli dan memantulkan bola ke udara harus mempergunakan bagian tubuh mana saja, asalkan dengan pantulan yang sempurna (tidak ganda). Keterampilan gerak dalam permainan bolavoli adalah keterampilan gerak servis (tangan bawah dan tangan atas) passing atas dan bawah, smash, dan block/bendungan (tunggal dan berkawan).

1. Keterampilan Gerak Servis Servis adalah suatu upaya seorang pemain untuk menyeberangkan bola melewati atas net dari luar garis belakang lapangannya yang merupakan awalan dari suatu serangan. Servis dapat dilakukan dengan cara dari bawah dan atas. Berikut cara melakukan servis tersebut. a. Keterampilan Gerak Servis Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak servis bawah melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah menghadap ke jaring net. 2) Tangan kiri memegang bola di bawah depan badan dan badan sedikit bungkuk. 3) Lambungkan bola menggunakan tangan kiri lebih kurang setinggi 30 cm,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

1

bersamaan itu tangan kanan memukul dengan gerakan mengayun dari belakang bawah ke depan hingga bola melayang melewati atas net/jaring. 4) Perhatikan gambar 1.19.

Gambar 1.19. Gerakan Servis Bawah

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis bawah, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak ditekuk, badan kurang membungkuk, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, dan tidak diikuti gerakan lanjutan. b. Keterampilan Gerak Servis Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak servis atas melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah menghadap jaring. 2) Lambungkan bola lurus ke atas menggunakan tangan kiri lebih kurang dari 60 cm di atas depan kepala dan pandangan dipusatkan pada bola. 3) Ayunkan lengan kanan dari belakang ke atas kemudian ke depan secara serentak. 4) Pukul bola menggunakan telapak tangan. 5) Gerakan lanjutan ke depan bagi tangan yang memukul diikuti dengan Gambar 1.20. Gerakan Servis Atas melangkahkan kaki yang berada di belakang. 6) Perhatikan gambar 1.20. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis atas, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak membuka, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, dan tidak diikuti gerakan lanjutan. 2

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Keterampilan Gerak Servis Menyamping Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan servis menyamping melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi berdiri kedua kaki sedikit dibuka menyamping ke arah net/jarring. 2) Tangan kiri memegang bola dan tangan kanan siap untuk memukul. 3) Lambungkan bola ke atas oleh tangan kiri di atas bahu, bersamaan dengan gerakan itu ayunkan lengan/tangan yang akan memukul. 4) Pukul dari samping ke belakang dengan telapak tangan terbuka mengarah ke bola. 5) Setelah melakukan servis dilanjutkan dengan gerak lanjut dari tangan pukul yang diikuti oleh anggota tubuh lainnya. 6) Perhatikan gambar 1.21. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis bawah, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki tidak sejajar, badan tidak menyamping, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun, dan tidak diikuti gerakan lanjutan.

Gambar 1.21. Gerakan Servis Menyamping

d. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar dibawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis bawah, atas, dan menyamping: 1). Berdiri secara berpasangan (satu bola oleh dua orang) di belakang garis lapangan. 2). Salah satu siswa melakukan servis bawah, atas, dan menyamping dengan berusaha melewati net/jarring. 3). Siswa yang lain (pasangan) menangkap bola di daerah lapangannya.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3

4). Bergantian melakukan servis dan menangkap bola hingga waktu yang ditentukan oleh guru. 5). Perhatikan gambar 1.22.

Gambar 1.22. Aktivitas Berpasangan untuk Belajar Keterampilan Gerak Servis

2. Keterampilan Gerak Passing a. Keterampilan Gerak Passing Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak passing bawah melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri seimbang dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. 2) Lutut sedikit ditekuk dan badan agak condong ke depan. 3) Kedua lengan dirapatkan dan lurus ke depan bawah. 4) Ayunkan kedua lengan secara bersama-sama lurus ke atas depan bersamaan dengan meluruskan kedua lutut. 5) Perkenaan pada kedua tangan 6) Sikap akhir adanya gerak lanjut dari lengan yang diikuti anggota tubuh lainnya. 7) Perhatikan gambar 1.23.

Gambar 1.23. Gerakan Passing Bawah

4

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak passing bawah, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka, lutut tidak ditekuk, kedua lengan kurang rapat, ayunan lengan dan meluruskan lutut tidak bersamaan, perkenaan bola tidak pada kedua tangan, dan tidak diikuti gerak lanjutan. b. Keterampilan Gerak Passing Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak passing bawah dapat dilakukan melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri seimbang dengan tumpuan kedua kaki dan salah satu kaki di depan. 2) Pandangan diarahkan pada bola. 3) Badan sedikit condong ke depan. 4) Kedua tangan terbuka di atas depan kepala dengan siku bengkok ke samping. Gambar 1.24. Gerakan Passing Atas

5) Dorong bola ke atas dengan menggunakan pangkal jari-jari tangan diikuti dengan gerakan meluruskan kedua siku dan kedua lutut diluruskan sehingga badan lurus. 6) Sikap akhir merupakan gerak lanjut dari kedua lengan diikuti oleh anggota tubuh lainnya. 7) Perhatikan gambar 1.24. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak passing atas, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka dan sejajar, lutut tidak ditekuk, kedua lengan tidak berada di atas depan kepala, perkenaan bola tidak pada jari-jari tangan, dorongan tidak bersamaan dengan meluruskan siku dan lutut, dan tidak diikuti gerak lanjutan. c. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Passing 1). Aktivitas Belajar I Cobalah lakukan aktivitas belajar satu di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak passing bawah dan atas: a) Siswa saling berpasangan (satu bola oleh dua orang) dipisahkan oleh net/jaring. b) Permulaan permainan diawali dengan lemparan. c) Para siswa berupaya saling memindahkan bola melewati net/jarring dengan passing bawah atau atas. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

5

d) Selama bola belum menyentuh lantai, bola dinyatakan dalam permainan (bola hidup). e) Siswa yang lebih dulu mengumpulkan angka 15 dinyatakan sebagai pemenang, kecuali deuce, maka siswa yang mendapatkan nilai selisih dua yang menang. f) Perhatikan gambar 1.25.

Gambar 1.25. Permainan Satu Lawan Satu untuk Belajar Keterampilan Gerak Passing

2). Aktivitas Belajar II Cobalah lakukan aktivitas belajar satu di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak passing bawah dan atas:

Gambar 1.26. Permainan Tiga Lawan Tiga untuk Belajar Keterampilan Gerak Passing.

a) Siswa dibagi dalam kelompok (satu kelompok tiga orang). b) Lapangan dengan lebar 3 meter, net dapat menggunakan tali/tambah yang direntangkan sepanjang lapangan. c) Permulaan permainan diawali dengan lemparan. d) Setiap kelompok berupaya untuk memindahkan bola dengan passing bawah atau atas. e) Setiap kelompok hanya boleh menyentuh bola tiga kali dan setiap anggota kelompok harus menyentuh bola. f) Selama bola belum menyentuh dinding lantai, bola dinyatakan dalam permainan (bola hidup).

6

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

g) Peserta yang lebih dulu mengumpulkan angka 15 dinyatakan sebagai pemenang, kecuali deuce, maka regu yang mendapatkan nilai selisih dua yang menang. h) Perhatikan gambar 1.26.

3. Keterampilan Gerak Smash Smash adalah usaha memukul bola untuk melakukan serangan keras yang ditujukan pada pertahanan lawan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak smash melalui urutan gerakan sebagai berikut. a. Berdiri menghadap net/jaring dengan jarak 2-3 langkah. b. Ambil awalan dengan langkah lebar dan datar. c. Kedua lengan diayunkan ke belakang dan pandangan ke arah bola. d. Lakukan tolakan dengan menekuk kedua lutut kemudian lanjutkan dengan loncatan. Gambar 1.27. Rangkaian Gerakan Smash e. Ayunkan lengan yang akan memukul ke depan dan punggung melenting ke belakang. f. Bola dipukul dengan lengan terjulur, telapak tangan terbuka, dan menaungi bola dengan melecutkan pergelangan tangan. g. Pendaratan dilakukan dengan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper. h. Perhatikan Gambar 1.27. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak smash, yaitu: sikap badan kaku, berdiri terlalu dekat dengan net/jaring, awalan langkah terlalu banyak dan lebar, tolakan tidak menekuk lutut, lengan tidak terayun ke depan pada saat akan memukul bola, dan pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper. Aktivitas Belajar keterampilan Gerak Smash Coba kalian lakukan aktivitas belajar ini untuk belajar keterampilan gerak smash: 1). Siswa berkelompok sebanyak 3 orang. satu kelompok mendapatkan satu bola. 2). Satu siswa sebagai penangkap bola, satu siswa sebagai pengumpan, dan satu siswa sebagai smasher. 3). Siswa penangkap bola berada di daerah lapangan yang terpisahkan net/jaring dengan siswa sebagai pengumpan dan smasher. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

7

4). Siswa smasher melambungkan bola kepada siswa pengumpan kemudian mengumpankan bola dengan passing atas/bawah mendekati net/jaring. 5). Siswa smasher memukul bola melewati dan diarahkan pada siswa penangkap bola yang berada di seberang net/jaring. 6). Siswa penangkap berupaya untuk menangkap bola dan berganti menjadi smasher setelah melakukan smash. 7). Siswa smasher berganti menjadi pengumpan dan siswa pengumpan berganti menjadi penangkap bola. 8). Begitu seterusnya hingga waktu yang ditentukan guru. 9). Aktivitas ini juga menggabungkan keterampilan gerak passing dan smash. 10). Perhatikan gambar 1.28.

Gambar 1.28. Permainan dua lawan satu untuk Belajar Keterampilan Gerak Smash

4. Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking) Bendungan (Blocking) adalah upaya menggagalkan serangan (smash) dari pihak lawan dengan cara cara membendung bola di atas di atas jaring sambil meloncat. Blocking dapat dibedakan menjadi Blocking tangan aktif dan pasif. Cara membendung dapat dilakukan oleh satu orang, dua orang, atau tiga orang, tergantung kuat atau tidaknya serangan (smash) dari lawan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak bendungan/blocking melalui urutan gerakan sebagai berikut: a. Berdiri menghadap net/jaring. b. Amati bola dan pemain lawan. c. Meloncat dari posisi agak jongkok kedua tangan di depan atas setinggi bahu. d. Julurkan kedua tangan ke atas untuk menghadang dan menutup bola yang dipukul. e. Mendaratlah dengan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper.

8

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 1.29. Rangkaian Gerakan membendung (blocking)

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak bendungan/blocking, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak menghadap net/jaring, awalan loncat kurang maksimal karena tolakan tidak menekuk lutut, kedua tangan tidak berada di atas depan, kedua tangan kurang dijulurkan melewati net/jaring, dan pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper. a. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking) Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak bendungan/blocking: 1). Siswa berkelompok sebanyak 3 orang. satu kelompok mendapatkan satu bola. 2). Satu siswa sebagai pembendung/blocker, satu siswa sebagai pengumpan, dan satu siswa sebagai smasher. 3). Siswa pembendung/blocker berada di daerah lapangan yang terpisahkan net/ jaring dengan siswa sebagai pengumpan dan smasher. 4). Siswa smasher melambungkan bola kepada siswa pengumpan kemudian mengumpankan bola dengan passing atas/bawah mendekati net/jaring. Siswa smasher memukul bola melewati. 5). Siswa pembendung / blocker berupaya untuk membendung bola dan berganti menjadi smasher setelah melakukan bendungan. 6). Siswa smasher berganti menjadi pengumpan dan siswa pengumpan berganti menjadi pembendung/ blocker. 7). Begitu seterusnya hingga waktu yang ditentukan guru. 8). Aktivitas ini juga menggabungkan keterampilan gerak passing, smash, dan bendungan/blocking. Gambar 1.30. Permainan dua lawan satu untuk Belajar 9). Perhatikan gambar 1.30. Keterampilan Gerak Bendungan/Block Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

9

5. Ringkasan Permainan bolavoli adalah permainan yang berupaya memukul bola di udara hilir mudik di atas net/jaring, dengan maksud dapat menjatuhkan bola pada daerah kosong lapangan lawan. Keterampilan gerak dalam Permainan bolavoli meliputi keterampilan gerak servis (bawah, atas, dan menyamping), Passing atas dan bawah, Smash, dan Bendungan (Blocking). Keterampilan gerak dalam permainan bolavoli dapat dikembangkan melalui aktivitas belajar secara individu, berpasangan dan berkelompok. Pada saat belajar keterampilan gerak bolavoli perlu diterapkan pula sikap yang baik, seperti: sportif, bekerjasama, toleransi, disiplin, menerima kekalahan dan kemenangan.

10

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran II

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Softball Permainan Softball termasuk permainan beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Permainan softball dimainkan oleh 9 orang pemain dan bermain dalam 7 inning, yaitu masing-masing regu mendapat giliran menjadi pemain bertahan dan menyerang masing-masing 7 kali. Pergantian ini apabila regu bertahan berhasil mematikan pemain dari regu penyerang sebanyak 3 orang. Cara memainkannya ialah seorang pemukul melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pitcher (pelempar bola). Bola dipukul dengan menggunakan alat pukul (bat). Pelempar bola bertugas dari tengah lapangan, dimana anggota regunya bertugas juga di tiga home base, empat di luar lapangan dan satu di home plate. Seorang pemukul, harus berhasil mengelilingi semua base sebelum bola mengenai base yang ditujunya. Pemukul dapat menolak lemparan bola yang dirasa tidak sesuai.

1. Keterampilan Gerak Memegang Bet/Pemukul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak memegang bet/ pemukul dengan urutan gerakan sebagai berikut: a. Kayu pemukul dipegang erat dengan dua tangan saling merapat. b. Posisi pegangan senyaman mungkin untuk melakukan pukulan. ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat/stick softball, yaitu: 1) Pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol. 2) Pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol. 3) Pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari Gambar 2.1. Cara Memegang Tongkat Pemukul bonggol. c. Perhatikan Gambar 2.1.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

11

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika memegang tongkat pemukul, yaitu: pegangan kurang kuat, tidak fokus dalam memegang, memegang tidak sesuai tujuan dalam memukul, dan posisi lengan kaku.

2. Keterampilan Gerak Memukul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak memukul dengan urutan gerakan sebagai berikut: a. Sikap awal peganglah pemukul sesuai dengan cara memegang pemukul. b. Kaki dibuka senyaman mungkin, sikap badan sedikit membungkuk, mengahadap ke pelemparan bola. c. Ketika bola datang, segera ayunkan kembali kedua lengan dan tangan sehingga bola dan pemukul Gambar 2.2. Memukul Bola bertubrukan. d. Arahkan pukulan ke bawah, menyusur tanah/mendatar, atau melambung jauh ke belakang. e. Pada akhir pukulan diikuti badan sedikit memutar sebagai gerakan lanjutan. f. Perhatikan gambar 2.2. Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika memukul bola softball, yaitu: pegangan kurang kuat, tidak fokus pada bola, ayunan kedua lengan kurang maksimal, posisi badan kaku, arah pukulan tidak jelas, dan tidak ada gerak lanjut.

3. Keterampilan Gerak Melempar Bola Keterampilan melempar bertujuan untuk melemparkan bola ke teman satu tim dalam bermain. Ada beberapa macam lemparan, yaitu: melempar bola rendah, lurus, dan tinggi. a. Melempar Bola Rendah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola rendah dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola.

12

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

3) Ayunkan tangan kanan ke depan dari arah bawah, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Arah lemparan bola ke depan menyusur tanah. 5) Perhatikan gambar 2.3.

Gambar 2.3. Melempar Bola Rendah

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola rendah softball, yaitu: memegang bola kurang fokus, pandangan tidak fokus, badan kurang bungkuk, lemparan dan langkah kaki tidak bersamaan. b. Melempar Bola Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola lurus dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan ke depan setinggi bahu, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Lempar bola ke depan lurus kurang lebih meluncur setinggi dada/bahu penerima bola yang dibantu dengan melecutkan pergelangan tangan lempar. 5) Perhatikan gambar 2.4.

Gambar 2.4. Melempar Bola Lurus

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

13

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola dalam softball, yaitu: sikap badan kaku, ayunan lengan kurang kuat, badan kaku dan tidak seimbang, tidak ada lecutan saat akhir lemparan, dan tidak diikuti gerak lanjut. c. Melempar Bola Tinggi Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola tinggi dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan ke depan dari arah bawah ke atas, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Lemparan bola ke atas dengan mengayunkan tangan lempar dari belakang bawah menuju ke atas yang dibantu dengan melecutkan pergelangan tangan yang melempar; 5) Sikap akhir dengan gerak lanjutan dari tangan lempar lurus ke depan, dibantu dengan gerak ikutan anggota tubuh lainnya. 6) Perhatikan gambar 2.5.

Gambar 2.5. Melempar Bola Tinggi

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola tinggi dalam softball, yaitu: sikap badan kaku, ayunan lengan kurang kuat, memegang bola tidak sesuai, kedua kaki kurang membuka, arah lemparan tidak ke atas depan, badan kaku dan tidak seimbang, dan tidak ada gerak lanjut. d. Melambungkan Bola (pitching) Melambungkan bola biasanya dilakukan seorang pelambung (pitcher). Bola yang dilemparkan dengan baik ialah bola yang berada di atas home base di antara lutut dengan bahu si pemukul. jika bola dilemparkan dengan baik maupun tidak, umpire mengatakan strike. Apabila bola dilemparkan salah, yaitu tidak berada di atas home base antara lutut dan bahu si pemukul, dinamakan ball.

14

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melambungkan bola melalui gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah pemukul. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan dari belakang ke depan, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Akhiri gerakan kaki kanan ke depan, berat badan dibawa ke depan.

Gambar 2.6. Melambungkan Bola

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melambungkan bola dalam softball adalah sikap badan kaku, cara melempar bola yang kurang pas / tidak masuk daerah pukulan, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak ada gerak lanjut.

4. Keterampilan Gerak Menangkap bola Menangkap bola pada softball menggunakan alat yang diberi nama sarung/ glove. Menangkap bola bertujuan untuk menerima bola dari teman atau satu tim dalam bermain. Ada beberapa macam menangkap bola, yaitu: menangkap bola rendah, menangkap bola lurus, dan menangkap bola tinggi. a. Menangkap Bola Rendah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola rendah melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal badan menghadap ke arah datangnya bola kedua kaki sedikit dibuka 2) Badan dibungkukkan ke depan. 3) Kedua telapak tangan menghadap ke bola membentuk mangkuk. 4) Tangan kiri menangkap bola diikuti tangan kanan menutup glove setelah bola ditangkap. 5) Perhatikan gambar 2.7. Gambar 2.7. Menangkap Bola Rendah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

15

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola. b. Menangkap Bola Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola lurus melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal menghadap ke arah bola datang kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut agak ditekuk. 2) Posisi badan agak condong ke depan kedua telapak tangan menghadap ke arah bola membentuk mangkuk. 3) Usahakan bola masuk di antara dua tapak tangan tutup dengan jari-jari dan tarik ke arah dada untuk meredam kecepatan bola. 4) Perhatikan gambar 2.8. Gambar 2.8. Menangkap Bola Lurus

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola. c.Menangkap Bola Tinggi

Gambar 2.9. Menangkap Bola Tinggi

16

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola tinggi melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal menghadap ke arah bola datang kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut agak ditekuk. 2) Posisi badan agak condong ke depan kedua telapak tangan menghadap ke arah bola membentuk mangkuk. 3) Usahakan bola masuk di antara dua tapak tangan tutup dengan jari-jari dan tarik ke bawah untuk meredam kecepatan bola. 4) Perhatikan gambar 2.9.

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola.

5. Aktivitas Belajar melalui Permainan Softball Sederhana Setelah kalian melakukan dan menganalisis berbagai keterampilan gerak dalam permainan softball, sekarang cobalah lakukan aktivitas belajar berikut ini: a. Buatlah dua regu yang sama banyak. Satu regu sebagai pemukul dan regu lainnya sebagai penjaga. b. Regu yang mendapat giliran memukul, setiap pemain mendapat kesempatan 3 kali memukul. Jika pukulan yang pertama atau kedua sudah baik, pemukul harus segera lari ke base pertama. c. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelum permainan dimulai. d. Tiap-tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, di mana pemukul pertama tidak boleh dilalui pemukul kedua dan seterusnya. e. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam permainan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melempar bola kepada pemukul. f. Pada waktu akan di “tik” pelari tidak boleh menghindar dengan berlari keluar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan. g. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapat nilai 1. h. Lama bermain ditentukan dengan inning dan lamanya permainan softball adalah 7 inning/babak. i. Perhatikan gambar 2.10.

Gambar 2.10. Aktivitas Belajar Permainan Softball Sederhana

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

17

6. Ringkasan Permainan Softball termasuk permainan beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Keterampilan gerak dalam permainan softball yang perlu diketahui dan dikuasai adalah keterampilan memegang tongkat (pemukul), memukul, melempar dan menangkap bola. Memegang bet/pemukul dapat dilakukan dengan pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol, pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol, dan pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari bonggol. Memukul bola dapat diarahka ke bawah, menyusur tanah/mendapat, dan melambung tinggi ke atas. Melempar bola dapat dilakukan dengan bola rendah, lurus, tinggi, dan lambungan bola untuk pengumpan (pitcher). Menangkap bola disesuaikan dengan arah bola yang datang, yaitu: bola rendah, lurus, dan tingi. Semua keterampilan gerak dalam permainan softball dapat dipelajari dan laksanakan dalam permainan softball sederhana.

B. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Tenismeja Permainan tenismeja adalah suatu aktivitas permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola. Bola yang dipukul tersebut harus melewati net yang dipasang pada bagian tengah lapangan/meja. Permainan ini berlaku untuk putra maupun putri dengan bentuk tunggal (single) dan ganda (double) dan ganda campuran (mixed double). Permainan tenismeja atau yang lebih dikenal dengan istilah lain yaitu Ping Pong merupakan olahraga unik dan bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sangat digemari oleh segala usia. Mengingat keunikan permainan tersebut, maka untuk penguasaannya perlu pengamatan, kelincahan, dan reflek yang baik dari setiap pemain. Permainan tenismeja memerlukan keterampilan-keterampilan agar dapat bermain dengan baik. Keterampilan tersebut antara lain adalah pegangan bat dan pukulan.

1. Keterampilan Gerak Memegang Bat Pada permainan tenismeja, pegangan bat, terdiri atas: pegangan tangkai pena (penholder grip) dan pegangan jabat tangan (shakehand grip). a. Pegangan Tangkai Pena (Penholder Grip) Pegangan tangkai pena digunakan oleh pemain tipe menyerang dan pukulan forehand drive merupakan basis atau satu-satunya selama dalam pertandingan.

18

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan pegangan tangkah pena melalui gerakan berikut ini: 1) Pegang tangkai bat pada bagian terdekat dengan kepala bat. 2) Tangkai bat berada diantara ibu jari dan jari telunjuk. 3) Tiga jari yang lain berada di belakang menahan kepala bat. 4) Perhatikan gambar 2.26. Gambar 2.26. Pegangan Tangkai Pena (Depan dan Belakang)

Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan pegangan tangkai pena dalam tenismeja adalah tangan dan jari terlalu kaku, tangkai bat tidak berada diantara ibu jari dan jari telunjuk, dan tiga jari yang lain tidak menahan kepala bat. b. Pegangan Jabat Tangan (Shakehand Grip) Pegangan ini menyerupai orang jabat tangan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pegangan jabat tangan melalui gerakan berikut ini: 1) Pegang bat pada tangkai. 2) Jari telunjuknya boleh lurus atau dibengkokkan. 3) Ketiga jari tangan lainnya melingkar pada bagian tangkai. 4) Perhatikan gambar 2.27. Gambar 2.27. Pegangan Jabat Tangan (Depan dan Belakang)

Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika melakuakn gerak pagangan bat jabat tangan dalam tenismeja adalah tangan dan jari terlalu kaku, tangkai bat tidak gengam erap oleh tiga jari dan ibu jari, dan jari telunjuk kaku.

2. Keterampilan Gerak Servis Tenismeja Pukulan servis adalah pukulan (serangan) pertama untuk memulai permainan. Marilah kita pelajari jenis-jenis servis dalam tenismeja berikut ini: a. Servis Forehand Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak servis forehand melalui gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap, kedua kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, dan menghadap ke arah sasaran. 2) Tangan kiri memegang bola dengan telapak tangan terbuka dan tangan kanan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

19

memegang bat yang siap untuk memukul dengan permukaan bat mengarah ke depan. 3) Lambungkan bola sedikit ke atas di depan badan. 4) Pada saat bola turun dari titik tertinggi lambung, ayunkan bat ke depan lurus dengan permukaan bat mengarah ke depan. 5) Bola dipukul dengan cara memukul ke dalam dengan bat. 6) Perhatikan gambar 2.28.

Gambar 2.28. Servis Forehand

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan forehand servis dalam tenismeja adalah sikap badan kaku, cara memegang bat yang kurang sesuai, lambungan bola tidak pas, sentuhan bat ke bola tidak akurat, kaki kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjutan. b. Servis Backhand

Gambar 2.29. Servis Backhand.

Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak servis backhand melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri menghadap arah lapangan, kaki kanan agak ke depan, berat badan di kaki kanan dan badan agak condong ke depan. 2) Tangan kanan memegang bat menyilang di samping badan, siku ditekuk, punggung lengan bagian luar mengarah ke depan. 3) Tangan kiri memegang bola di depan atas dada. 4) Bola dipukul ke depan menggunakan punggung bet dengan dorongan ke depan hingga bola memantul dan menyeberangi net.

20

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

5) Gerak lanjut (follow through) sangat diperlukan agar siap untuk melakukan pukulan berikutnya. 6) Perhatikan gambar 2.29. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan servis backhand dalam tenismeja adalah sikap badan kaku, cara memegang bat yang kurang sesuai untuk backhand, lambungan bola tidak akurat, pukulan bat ke bola tidak pas, kaki kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjutan. c. Aktivitas Belajar Servis Tenismeja Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis: 1) Carilah teman pasangan. 2) Saling berhadapan di meja tenis. 3) Lakukan secara bergantian servis forehand dan backhand 4) Berikanlah komentar teman yang melakukan servis. 5) Lakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang sampai waktu yang ditentukan guru. 6) Perhatikan gambar 2.30.

Gambar 2.30. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis.

3. Keterampilan Gerak Pukulan a. Pukulan Forehand Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan forehand dalam tenismeja melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap dengan salah satu kaki di depan. 2) Pandangan ke arah datangnya bola. Gambar 2.31. Gerakan Pukulan Forehand Tenismeja

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

21

3) Peganglah bat dengan pegangan forehand. 4) Ayunkan lengan dan bat ke belakang samping. 5) Ketika bola datang, pukul bola di depan badan. 6) Ikuti dengan gerakan lanjutan lengan ke depan. 7) Perhatikan gambar 2.31. Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan forehand tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. b. Pukulan Backhand Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan backhand dalam tenismeja melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap kedua kaki terbuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk dan badan sedikit condong ke depan. 2) Tangan kanan memegang bat dengan posisi backhand. 3) Tarik tangan kanan yang memegang bat ke sebelah kiri. 4) Ayunkan kembali tangan yang memegan bat ke depan sehingga bola terpukul bat dengan posisi backhand. 5) Tangan yang memukul tidak menjulur jauh tetapi berhenti. Gambar 2.32. Gerakan Pukulan Backhand 6) Perhatikan gambar 2.32 Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan Backhand tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.Pada prinsipnya pukulan forehand hampir sama dengan backhand. Perbedaannya, pada posisi kaki pada pukulan forehand, kaki sebelah kiri berada sedikit di depan, sedangkan pada pukulan backhand kaki kanan berada sedikit di sebelah depan. c. Pukulan Lurus (drive stroke) Pukulan lurus dilakuakn dengan keras dan gerakan tangan bebas yang hasilnya bola akan melayang dengan kecepatan tinggi. Pukulan ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu fore-hand drive dan back-hand drive. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

22

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1) Posisi siap kedua kaki dibuka lebih lebar dari bahu. 2) Tangan pukul bersiap di depan. 3) Pandangan ditujukan pada arah datangnya bola. 4) Begitu bola datang, bet digerakkan ke atas samping 5) Pukul bola saat mencapai titik tertinggi pantulan. 6) Sikap akhir kembali ke posisi siap. 7) Perhatikan gambar 2.33. Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan lurus tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, pukulan kurang kuat, pukulan tidak lurus, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Gambar 2.33. Pukulan Lurus

d. Aktivitas Belajar Pukulan dalam Tenismeja 1) Aktivitas Belajar I Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak pukulan dalam tenismeja:

Gambar 2.34. Memukul bola ke tembok

a) Rapatkan meja dengan tembok. b) Bersiaplah di depan meja tersebut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

23

c) Lakukan pukulan secara terus-menerus dengan memantulkan pada tembok. d) Pukulan dapat dilakukan dengan forehand, backhand, dan lurus. e) Lakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang dan bergantian dengan temanmu sampai batas waktu yang ditentukan guru. f) Perhatikan gambar 2.34. 2) Aktivitas Belajar II Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis dan pukulan dalam tenismeja melalui permainan sederhana: a) Carilah teman pasangan. b) Mulailah permainan dengan servis. c) Hitunglah permainan hingga mencapai angka tertinggi 11, kecuali terjadi perpanjangan dengan dua angka. d) Pemenangnya yang berhasil mencapai angka tertinggi terlebih dahulu sesuai aturan yang ada. e) Perhatikan gambar 2.35.

Gambar 2.35. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis dan Pukulan

4. Ringkasan Permainan tenismeja adalah suatu jenis permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola. Bola yang dipukul tersebut harus melewati net yang dipasang pada bagian tengah lapangan/meja. Permainan ini berlaku untuk putra maupun putri dengan bentuk tunggal (single) dan ganda (double) dan ganda campuran (mixed double). Permainan tenismeja memerlukan keterampilan memegang bat dan pukulan. Pegangan bat terdiri atas: pegangan tangkai pena (penholder grip) dan Pegangan jabattangan (Shakehand Grip). Pukulan dalam permainan tenismeja terdiri atas pukulan servis, pukulan forehand, pukulan backhand, dan pukulan smash.

24

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran III

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik A. Kategori Keterampilan Gerak Lempar 1. Kategori keterampilan gerak Lempar Lembing Lempar lembing adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. Tujuan lempar lembing adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu. Gerak Lempar lembing dirinci menjadi tahap-tahap berikut ini : a. Cara memegang lembing Yaitu cara memegang lembing pada pegangannya agar dapat memegang dengan kuat dan nyaman. b. Cara membawa lembing Yaitu cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing. c. Lari ancang – ancang Dalam tahap ancang-ancang, pelempar dan lembing dalam gerakan dipercepat/ akselerasi. d. Lima langkah berirama Dalam tahap gerak ‘5 langkah berirama’ pelempar dalam gerakan dipercepat lebih lanjut dan pelempar mempersiapkan tahap pelepasan lembing. e. Melepas lemparan ( adalah bagian dari 5 langkah berirama ) Dalam tahap pelepasan lembing dihasilkan kecepatan tambahan dan ditransfer kepada lembing sebelum dilepaskan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

25

f. Pemulihan (recovery) Dalam tahap pemulihan, pelempar menahan dan menghindari berbuat kesalahan

Gambar 3.26 Phase lempar lembing

Secara lebih lengkapnya sebagai berikut : 1) Cara Memegang Lembing Tujuannya untuk memegang lembing dengan kuat dan nyaman. Lembing terletak secara diagonal di tangan. Telapak tangan menghadap ke atas dan tangan memegang lembing dalam keadaan rilex.

Gambar 3.27 Cara memegang Lembing)

a. Pegangan dengan ibu jari dan telunjuk (gambar 1). Cara Finlandia: Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar.

26

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pegangan dengan ibu jari dan jari-jari tengah (gambar 2). Cara Amerika: Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju kearah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar c. Pegangan dengan telunjuk dan jari-jari tengah (gambar 3). Cara Menjepit: Caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memegang biasa. Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang lembing adalah tidak memegang dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi. 2) Cara Membawa Lembing Yaitu cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing. a) Membawa lembing di atas pundak Lembing dipegang di atas pundak di samping kepala dengan mata lembing serong ke atas, siku tangan dilipat atau ditekuk menuju depan. Cara ini digunakan oleh para pelempar yang menggunakan awalan gaya jangkit (hop-step) pada waktu akan melempar.

Gambar 3.28 Cara membawa Lembing diatas pundak

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

27

b) Membawa lembing di bawah Membawa lembing di bawah adalah dengan lengan kanan lurus ke bawah, mata lembing menuju serong ke atas dan ekornya menuju serong ke bawah hampir dekat dengan tanah.

Gambar 3.29 Cara membawa Lembing di bawah

c) Membawa lembing di depan dada. Mata lembing menuju serong ke bawah sedangkan ekornya menuju serong ke atas melewati pundak sebelah kanan. Kesalahan yang sering terjadi ketika membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Gambar 3.30 Cara membawa Lembing di depan dada

Gambar 3.31 Sikap lari awalan lempar lembing

28

3) Sikap Awalan Lari Ancang-Ancang / awalan. Tujuannya untuk mempercepat gerakan pelempar dan lembing. Dalam lempar lembing ada dua macam awalan yang sering digunakan, yaitu : awalan silang (cross-step) dan awalan jangkit (hopstep). Lempar lembing yang mempergunakan awalan silang (cross-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya silang, sedangkan lempar lembing yang mempergunakan awalan jingkat (hop-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya jingkat.

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Sifat-Sifat Teknis : a) Lembing dipegang horisontal/mendatar diatas bahu. b) Bagian atas lembing adalah setinggi kepala. c) Lengan diupayakan tetap tenang-stabil (tidak bergerak kemuka ke belakang) d) Lari-percepatan adalah relax, terkontrol dan berirama (6-12 langkah) e) Lari percepatan sampai mencapai kecepatan optimum, yang adalah dipertahankan atau ditingkatkan dalam lari ‘ lima-langkah berirama’. Kesalahan yang sering terjadi ketika lari awalan membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lari awalan membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi. 4) Lima Langkah Berirama a) Phase Lari 5 Langkah Berirama (Penarikan). Tujuannya guna menempatkan lembing dengan betul untuk dilempar.

Gambar 3.32 Lima Langkah Berirama lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Penarikan (lembing) dimulai pada saat kaki kiri mendarat. (2) Bahu kiri menghadap kearah lemparan, lengan kiri ditahan didepan untuk keseimbangan (3) Lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkah 1& 2. (4) Lengan pelempar ada pada setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan. (5) Ujung/mata-lembing adalah dekat dengan kepala.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

29

b) Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls). Tujuannya untuk menempatkan dan mempersiapkan badan untuk pelepasan lembing (delivery).

Gambar 3.33 5 Langkah Berirama (langkah impuls)

Sifat-Sifat Teknis : Dorongan adalah aktif dan datar dari telapak kaki kiri (tidak kehilangan kecepatan). (1) Lutut kanan diayunkan kedepan (bukan keatas) (2) Badan condong kebelakang : kaki dan badan menyusul lembing. (3) Bahu kiri dan kepala menghadap arah lemparan (4) Poros lengan pelempar dan poros bahu adalah paralel. (5) Langkah impuls adalah lebih panjang dari pada langkah pelepasan c) Phase Pelepasan (Delivery) Lembing. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari kaki-kaki ke badan. Bagian 1 : Transisi

Gambar 3.34 Phase pelepasan (transisi) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Kaki kanan ditempatkan datar pada suatu yang akut ke arah lemparan. (2) Kaki-kaki telah menyusul badan.

30

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

(3) Poros-poros bahu,lembing dan pinggang adalah paralel. (4) Lutut kanan dan pinggang didorong ke depan secara aktif. (5) Lengan pelempar tetap diluruskan. d) Phase Pelepasan Lembing. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari badan ke bahu. Bagian 2 : Posisi Power

Gambar 3.35 Phase pelepasan (posisi power) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Penempatan kaki kiri adalah aktif dan solid/kokoh (2) Sisi kiri diseimbangkan (3) Badan diangkat dan ada gerakan memutar melingkari kaki kiri. (4) Otot-otot pada bagian depan badan adalah dibuat pra-tegang yang kuat dalam ‘Posisi Lengkung’ (5) Bahu tangan pelempar didorong kedepan (6) Siku lengan pelempar berputar ke dalam, telapak tangan tetap ke atas. Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melepas lembing adalah tidak melepas dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melepas dengan sudut terlalu besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melepas lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

31

5) Gerakan Lempar a) Phase Pelepasan / Delivery. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari bahu/lengan ke lembing.

Gambar 3.36 Phase pelepasan (gerakan lengan akhir) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Siku kanan ditarik ke depan dan ke atas disamping kepala. (2) Badan bergerak ke depan. (3) Siku lengan pelempar diluruskan secara explosif. (4) Sisi kiri badan dihalangi dengan kaki kiri yang kokoh dan siku yang dibengkokkan dekat dengan badan. (5) Kaki kanan memelihara kontak dengan tanah sampai lembing dilepaskan. b) Phase Pelepasan / Delivery. Tujuannya untuk mentransfer kecepatan dari bahu/ lengan ke lembing.

Gambar 3.37 Phase pelepasan (gerakan lengan akhir) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Kaki kanan memutar pada sisi luarnya dan ditarik ke belakang (1) (2) Badan sedikit miring ke kiri, bahu kanan langsung di atas kaki kiri (2) (3) (3) Lengan pelempar harus sedekat mungkin vertikal pada saat lembing dilepaskan (3).

32

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c) Phase Lari ‘5 Langkah Berirama’ (Penempatan Kaki). Tujuannya untuk menciptakan kecepatan dan memindahkannya ke lembing.

Gambar 3.38 Phase 5 langkah berirama (penempatan kaki)lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Lari ‘5 langkah berirama’ : - penarikan, - langkah impuls, - pelepasan. (2) Kecepatan meningkat sampai tingkat optimum (tergantung atas kemampuan individu). Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melempar lembing adalah tidak melempar dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melempar dengan sudut terlalu besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. 6) Sikap Akhir Phase Pemulihan (Recovery). Tujuannya untuk menghentikan gerakan badan ke depan.

Gambar 3.39 Phase pemulihan

Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melempar lembing adalah tidak melempar dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melempar dengan sudut terlalu

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

33

besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. 7) Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Lempar Lembing Guru memberikan penjelasan tentang teknik lempar lembing melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan

Formasi melempar

Gambar 3.40 Formasi aktivitas latihan lempar

lembing

untuk

latihan

keterampilan



a) Aktivitas Latihan pertama : Lempar Depan

Gambar 3.43 Formasi aktivitas latihan lempar depan

(1) Perkenalkan lembing, pegangan/grip dan tindakan keamanan (2) Cara menarik lembing, memegang tinggi di atas kepala, menunjuk ke atas tanah dengan usaha suatu sudut dangkal. (3) Condong badan ke belakang, menambah jarak , ujung dari lembing yang menancap harus menunjuk ke pelempar. (4) Tujuan : untuk mempercepat lembing sepanjang suatu jalur lurus.

34

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b) Aktivitas Latihan kedua : Lempar Dengan Berdiri

Gambar 3.44 Formasi aktivitas latihan lempar dengan berdiri

(1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan dan kanan di belakang mengahadap ke sasaran lemparan. 2) Lembing di pegang dengan tangan kanan dan disandarkan di atas bahu kanan. 3) Tarik lembing ke belakang dengan meluruskan tangan kanan ke belakang, pertahankan lengan setinggi bahu. 4) Angkat sedikit kaki kiri untuk mengawali gerakan, pertahankan berat badan pada kaki kanan yang bengkok/ditekuk. 5) Lemparkan lembing ke sasaran. c) Aktivitas Latihan ketiga : Lari ‘ 3 Langkah Berirama’ dan Lempar

Gambar 3.45 Formasi aktivitas latihan 3langkah berirama dan lempar

1) Berdiri di titik tumpuan dan ambil langkah mundur 3 langkah sambil memengang lembing yang disandarkan diatas bahu. 2) Lakukan gerak lempar lembing dengan awalan 3 langkah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

35

d) Aktivitas Latihan keempat : Lari ‘ 5 Langkah ’ dan Melempar

Gambar 3.46 Formasi aktivitas latihan 5 langkah dan melempar

1) Berdiri di titik tumpuan dan ambil langkah mundur 5 langkah sambil memengang lembing yang disandarkan diatas bahu. 2) Mulai dengan 2 langkah jalan (nanti 2 langkah lari ) dan 3 langkah berirama. 3) Gunakan marka antara untuk tanda start dan hitung irama : 1 – 2 – 3 4 / 5 4) Tujuan : untuk mengembangkan gerakan ‘ 5 langkah berirama’ e) Aktivitas Latihan kelima : Lari Ancang-Ancang dan Penarikan

Gambar 3.47 Formasi aktivitas latihan lari ancang-ancang dan penarikan

(1) Berlatih penarikan lembing dengan berjalan kemudian dengan lari-kecil/ jogging. (2) Gunakan titik observasi/pengamat dari samping dan belakang guna mengontrol posisi lembing. (3) Tetaplah lari ancang-ancang dengan marka start dan marka antara, tambahkan 5-langkah berirama kemudian. (4) Tujuan : untuk memperkenalkan penarikan lembing dan diimbangi dengan lari ancang-ancang dengan lari 5-langkah berirama.

36

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

f) Aktivitas Latihan keenam : Urutan Gerak Keseluruhan

Gambar 3.48 Formasi aktivitas latihan lembing gerak keseluruhan

B. Kategori keterampilan gerak Lempar Cakram Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Tujuan lempar cakram adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu. Secara umum gerakan Lempar Cakram terbagi dalam lima tahap : cara memegang cakram, ayunan, putaran, melepas cakram dan pemulihan.

Gambar 3.49 Phase lempar cakram

1. Cara Memegang Cakram Untuk dapat melempar cakram yang sesungguhnya diperlukan cara memegang yang baik dan benar, yakni : A. Cara Pertama Cakram dipegang dengan empat jari terbuka, ruas-ruas ujung jari menekuk menutupi pinggiran cakram, sedangkan ibu jari letaknya bebas pada cakram. Gambar 3.50 Cara memegang cakram

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

37

B. Cara Kedua Cakram dipegang dengan empat jari, jari telunjuk dan tengah dirapatkan, ruasruas ujung jari menekuk pinggiran cakram, sedang ibu jari letaknya bebas pada cakram.

Gambar 3.51 Cara memegang cakram

Tujuan : untuk memegang cakram kokoh-kuat untuk gerak percepatan dan menanamkan gerak rotasi yang benar pada saat cakram dilepaskan. Sifat-Sifat Teknis : (a) Cakram dipegang pada sendi akhir dari jari-jari (1). (b) Jari–jari dibuka/sebar pada pinggiran cakram. (c) Pergelangan-tangan rilex dan lurus. (2) (d) Cakram bersandar pada dasar telapak tangan. (2) (e) Ibu jari menempel pada cakram. (3) Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang cakram adalah tidak memegang dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lempar cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.

2. Sikap Awalan

Gambar 3.52 Phase ayunan lempar cakram

38

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

a. Phase Ayunan Dalam tahap ayunan, gerakan dimulai dan si pelempar bergerak masuk ke posisi untuk memutar.

Semester II

Tujuan : untuk mempersiapkan gerakan putar dengan memutar dan untuk memberi pra-tegangan pada badan, bahu dan lengan. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan ayunan cakram adalah tidak mengayun dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari mengayun cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. b. Phase Memutar (bagian 1) Dalam tahap memutar, gerakan-gerakan dipercepat dan badan bagian bawah berputar mendahului bagian atas badan.

Gambar 3.53 Phase memutar lempar cakram

c. Phase Memutar (bagian 2)

Gambar 3.54 Phase memutar lempar cakram

Tujuan : untuk mempercepat pelempar dan cakram serta membangun prategangan di dalam badan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

39

d. Phase Memutar ( penempatan kaki )

Gambar 3.55 Phase memutar lempar cakram

Tujuan : untuk menyediakan dukungan bagi posisi badan yang benar. 1) Kaki-kaki ditempatkan lebih lebar dari bahu, putaran itu ke kiri pada telapak kaki (1) 2) Kaki kanan berayun keluar menuju ke pusat lingkaran (2). 3) Kaki kanan ditempatkan pada kaki pusat lingkaran, kaki kiri mendarat segera setelah kaki kanan. (3) 4) Posisi power meliputi separo dari lingkaran (Posisi Tumit Jari-jari) (4). Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase memutar cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari memutar cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

3. Gerakan Lempar a. Phase Melepaskan Cakram Dalam tahap melepas cakram diperoleh tambahan kecepatan dan yang dipindahkan ke cakram sebelum dilepaskan.

Gambar 3.56 Phase melepaskan cakram

Tujuan : untuk memelihara momentum dan memulai gerak percepatan akhir cakram. Sifat-Sifat Teknis : 1) Kaki kanan ditekuk.

40

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2) Kaki kanan diputar segera ke arah lemparan. 3) Lengan kiri menunjuk ke arah belakang lingkaran-lempar . 4) Cakram ada setinggi kepala. 5) Kaki kiri mendarat segera setelah kaki kanan. b. Phase Melepaskan Cakram

Gambar 3.57 Phase melepaskan cakram

Tujuan : untuk memulai gerak percepatan akhir. Sifat-Sifat Teknis : 1) Berat badan ditumpukan kaki kanan yang bengkok/ditekuk. 2) Poros bahu ada di atas kaki kanan. 3) Kaki-kaki ada dalam posisi tumit-jari-jari. 4) Cakram terlihat di belakang badan (dari pandangan samping) c. Phase Melepaskan Cakram Bagian 3 : Percepatan Utama

Gambar 3.58 Phase melepaskan cakram

Tujuan : untuk memindahkan kecepatan dari pelemparan ke cakram. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase melepaskan cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, kaki dan tagan tidak menjaga keseimbangan dan tidak diikuti gerak lanjut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

41

Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melepaskan cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

4. Sikap Akhir Phase Pemulihan (Recovery ) Dalam tahap pemulihan, si pelempar menahan dan menghindari perbuatan pelanggaran. Tujuan : untuk menyeimbangkan pelempar dan mencegah perbuatan kesalahan.

Gambar 3.59 Phase pemulihan

Sifat-Sifat Teknis : a. Kaki-kaki ditukar dengan cepat setelah cakram lepas. b. Kanan kaki ditekuk. c. Badan bagian atas diturunkan. d. Kaki kiri diayun ke belakang. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase pemulihan lempar cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, tidak bisa menjaga keseimbangan, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari phase pemulihan lempar cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.

5. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Lempar Cakram Guru memberikan penjelasan tentang teknik lempar cakram melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan.

Gambar 3.60 Formasi latihan lempar cakram

42

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

a. Aktivitas Latihan pertama : Perkenalan

Gambar 3.61 Latihan perkenalan cakram

1) Mengenal cakram, cara memegangan/grip dan tindakan keamanan 2) Gulingkan cakram di tanah ke mitra-latih/pasangannya, melepaskannya dengan telujuk. 3) Robah cara menggulingkan dengan melemparkannya ke udara. 4) Tujuan : untuk membiasakan dengan cakram dan belajar memutarnya dengan benar. b. Aktivitas Latihan kedua : Lemparan Ke Depan dari Berdiri

Gambar 3.62 Lemparan ke depan dari berdiri

1) Mulailah dengan kaki paralel (1) atau dari posisi kangkang. 2) Gunakan alat yang lain (ring, bola-medis ringan), melempar ke sasaran. 3) Tujuan : untuk belajar melempar lurus dari suatu gerak percepatan memutar/ rotasi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

43

c. Aktivitas Latihan ketiga : Lemparan Berdiri Menyamping

Gambar 3.63 Lemparan berdiri menyamping

1) Mulailah dengan bahu kiri mengarah arah lemparan, kaki di buka agak lebar. 2) Ayun cakram ke belakang, berputar dengan poros kaki kanan. 3) Putar tumit kanan ke luar sambil mendorong pinggang kanan ke depan, halangi dengan kaki kiri. d. Aktivitas Latihan keempat : Lemparan Berdiri dari Posisi Power

Gambar 3.64 Lemparan berdiri

1) Mulailah dengan punggung menghadap ke arah lemparan. 2) Awalilah lemparan itu dengan gerakan yang kuat dari pinggang kanan yang memutar ke depan. 3) Ayunkan cakram ke belakang, ke atas dengan telapak tangan kebawah (gerakan ini jangan diputus) 4) Tujuan : untuk belajar aktivitas dari kaki kanan, pemutaran kaki, pinggang dan bahu.

44

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

e. Aktivitas Latihan kelima : Lemparan Satu Putaran

Gambar 3.65 Lemparan satu putaran

1) Mulailah dari luar lingkaran menghadap ke arah lemparan dengan cakram dibelakang badan. 2) Melangkah masuk lingkaran dengan putaran kaki kiri ke dalam (menunjuk ke kiri). 3) Putarlah kedepan pada kaki kiri, teruskan dengan kaki kanan aktif ke dalam posisi power, dan lempar. 4) Tujuan : untuk memperkenalkan satu putaran penuh. f. Aktivitas Latihan keenam : Urutan Gerak Keseluruhan

Gambar 3.66 Latihan gerak keseluruhan

1) Lakukan urutan gerak yang lengkap dengan mengontrol dan mengoreksi posisi power. 2) Lakukan dengan cakram yang lebih ringan. 3) Lakukan dengan alat berbeda (misal: ring, bola medis, ban motor bekas). 4) Tujuan : untuk merangkaikan phase-phase ke dalam suatu gerakan yang lengkap sempurna.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

45

C. Kategori keterampilan gerak Tolak Peluru 1. Mengenal aktivitas olahraga atletik tolak peluru Meskipun cabang olahraga ini termasuk event atau nomor lempar, akan tetapi istilah yang dipergunakan bukan "lempar peluru" tetapi "tolak peluru". Hal ini sesuai dengan peraturan tentang cara melepaskan peluru, ialah dengan cara mendorong atau menolak dan bukan melempar. Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah the short put. Dalam pembelajaran tolak peluru di dilapangan terlebih dahulu siswa diperkenalkan dengan cara sebagai berikut : a. Pengenalan peluru dalam pembelajaran : 1) Peluru dipegang dengan satu tangan dan dipindahkan ke tangan yang lain. 2) Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar. 3) Peluru dipegang oleh tangan dengan sikap berdiri agak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan.

Gambar 3.67 Pengenalan peluru

Kesalahan yang sering terjadi ketika pengenalan tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. b. Pengenalan cara memegang peluru dalam pembelajaran 1) Cara memegang peluru Peluru diletakkan pada ujung telapak tangan. Jari-jari tangan terbuka menutupi peluru, ibujari tangan menjaga peluru agar tidak tergelincir ke dalam, dan kelingking menjaga peluru agar tidak tergelincir keluar.

46

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 3.68 Cara memegang peluru

Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. 2) Cara menempatkan peluru pada bahu Sebuah peluru yang sudah dipegang ditempatkan di antara tulang selangka dengan rahang bagian bawah. Peluru bagian atas sedikit menempel tulang rahang bawah. (a) Peluru ditempelkan pada leher di bawah rahang. (b) Posisi siku tangan membentuk sudut 90 derajat dengan badan.

Gambar 3.69 Cara meletakkan peluru di bahu

Kesalahan yang sering terjadi ketika meletakkan peluru di bahu adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tangan tidak siku, meletakkan peluru tidak di pangkal bahu tapi terlepas dari bahu, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2. Keterampilan gerak tolak peluru gaya menyamping Pada dasarnya ada dua gaya tolak peluru yang dikategorikan keterampilan gerak dalam tolak peluru, yaitu gaya menyamping dan membelakangi/gaya

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

47

O’Brian. Tujuan tolak peluru adalah menolakkan peluru sejauh-jauhnya ke depan dengan menggunakan satu tangan. Gaya tolak peluru tersebut adalah : a Tolak peluru gaya menyamping 1) Melakukan teknik tolak peluru gaya menyamping Cara menolak peluru dengan awalan penyamping (Ortodoks) adalah sebagai berikut : (a) Sikap permulaan Dalam gaya menyamping, arah sasaran dengan bahu kiri menghadap ke samping, ke arah sasaran. Kedua kaki dibuka selebar bahu, tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dan selangka siku yang mengarah ke samping bawah, dan lengan kiri mengimbanginya dalam posisi yang wajar. Kesalahan yang sering terjadi ketika sikap awal akan menolak tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesagesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, Gambar 3.70 Sikap awal akan menolak dan tidak diikuti gerak lanjut.

(b) Gerakan tolakan Lakukan gerak pendahuluan dengan kaki kiri. Gerak pendahuluan dilakukan dengan kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri secara bersamaan dengan men”jingkrak”kan kaki kanan. Gerakan “jingkrak” serendah-rendahnya segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan lebih dahulu setelah kaki kiri mendarat dengan cepat dan kuat dengan tekukan lutut kaki kanan diluruskan yang disertai sedikit putaran badan ke arah kiri, kemudian berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih sedikit ditekuk. Tangan kanan mulai diluruskan ke arah tolakan, kemudian peluru dilepaskan dengan dibantu kekuatan lecutan pergelangan tangan dan jari-jari tangan.

Gambar 3.71 Sikap akan menolak dan sikap setelah menolak

48

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kesalahan yang sering terjadi ketika sikap awal akan dan setelah menolak tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesagesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. (c) Sikap akhir Kaki kanan langkah pendek dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Tolakan mengarah ke depan atas dan dalam sikap rileks.

Gambar 3.72 Cara melakukan tolak peluru gaya menyamping.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan tolak peluru gaya menyamping adalah sikap badan kaku, footwork lambat, tergesa-gesa, peluru tidak pada pangkal bahu, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan dari melakukan tolak peluru gaya menyamping tersebut. 2) Aktivitas belajar tolak peluru gaya menyamping. Coba anda lakukan aktivitas belajar keterampilan tolak peluru gaya menyamping melalui aktivitas sebagai berikut: (a) Kedua kaki dibuka selebar bahu (kanan dan kiri) rileks. (b) Siswa baris 2 berbanjar kebelakang atau sesuai jumlah siswa yang ada. (c) Lakukan tolak peluru gaya menyamping secara bergantian, atau sesuai aba-aba menurut hitungan. (d) Kelompok yang berhasil yaitu yang berhasil menolak peluru gaya menyamping sesuai tujuan tolakan itu dengan baik dan benar. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari tolak peluru gaya menyamping tersebut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

49

3. Keterampilan gerak tolak peluru gaya membelakangi/gaya O’Brian

a. Melakukan teknik tolak peluru gaya membelakangi/gaya O’Brian. Cara menolak peluru dengan awalan gaya membelakangi/gaya O’Brian adalah sebagai berikut : 1) Sikap permulaan Ambil awalan dengan membelakangi arah tolakan, kemudian membungkukkan badan ke depan dan bertumpu pada kaki kanan dan lutut ditekuk, kaki kiri diangkat lurus menuju arah tolakan. 2) Sikap pelaksanaan / menolak peluru gaya membelakangi (a) Tarik kaki kanan ke belakang ke arah tolakan secepat-cepatnya, kemudian kenakan kaki kiri pada papan tolakan dengan badan tetap membungkuk serta tangan kiri diluruskan ke atas secara rileks, dan pandangan ke bawah. (b) Gerakan meluncur ke belakang dengan diawali penekukan kaki kanan untuk ber”jingkrak” rendah ke belakang yang disertai ayunan sepakan kaki kiri jauh ke belakang. Ketika sikap badan benar-benar condong ke depan, mulailah pendaratan kaki kanan. Setelah ber”jingkrak”, kemudian disusul kaki kiri, badan segera berputar ke kiri serong ke atas, kemudian berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk, dan tangan kanan diarahkan ke sudut tolakan, kemudian peluru dilepaskan dengan dibantu kekuatan lecutan pergelangan tangan dan jari-jari tangan.

Gambar 3.73 Gerak tolak peluru gaya membelakangi arah tolakan

3) Sikap akhir Kaki kanan diangkat pendek ke depan dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan tolak peluru gaya membelakangi adalah sikap badan kaku, footwork lambat, tergesa-gesa, peluru tidak pada pangkal bahu, ada gerakan melempar peluru, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai

50

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dengan tujuan dari melakukan tolak peluru gaya membelakangi tersebut. b. Aktivitas belajar tolak peluru gaya membelakangi. Coba Anda lakukan aktivitas belajar keterampilan tolak peluru gaya membelakangi melalui aktivitas sebagai berikut: 1) Kedua kaki dibuka selebar bahu (kanan dan kiri) rileks. 2) Siswa baris 2 berbanjar kebelakang atau sesuai jumlah siswa yang ada. 3) Lakukan tolak peluru gaya membelakangi secara bergantian dari depan, atau sesuai aba-aba menurut hitungan. 4) Kelompok yang berhasil yaitu yang berhasil menolak peluru gaya membelakangi sesuai tujuan tolakan itu dengan baik dan benar. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan gerak yang sesuai dengan tujuan gerak dari Gambar 3.74 Tolak peluru gaya membelakangi tolak peluru gaya membelakangi tersebut. tolakan

4. Ringkasan Pada dasarnya ada dua gaya tolak peluru yang dikategorikan keterampilan gerak dalam tolak peluru, yaitu gaya menyamping dan membelakangi/gaya O’Brian. Tujuan tolak peluru adalah menolakkan peluru sejauh-jauhnya ke depan/ sektor tolakan dengan menggunakan satu tangan. Meskipun cabang olahraga ini termasuk event atau nomor lempar, akan tetapi istilah yang dipergunakan bukan "lempar peluru" tetapi "tolak peluru". Hal ini sesuai dengan peraturan tentang cara melepaskan peluru, ialah dengan cara mendorong atau menolak dan bukan melempar. Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah the short put.

D. Kategori keterampilan gerak Jalan 1. Kategori keterampilan gerak Jalan Cepat Pengertian jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Atau dalam periode satu langkah di mana satu kaki harus berada ditanah, maka kaki itu harus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) dan kaki menumpu dalam posisi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

51

tegak lurus atau vetikal. a. Perbedaan Jalan dan Lari Jalan = sewaktu kita melakukan jalan, badan kita tidak ada saat melayang di udara. Lari = sewaktu kita melakukan lari, badan kita ada saat melayang di udara. b. Yang harus diperhatikan dalam jalan cepat : 1) Perhatikan togok Saat bergerak maju badannya cenderung lebih condong kedepan atau kebelakang oleh karenanya untuk mempertahankan badan tetap tegak dan pundak jangan terangkat pada waktu lengan mengayun yang berakibat anggota badan bagian atas terasa cepat lelah. 2) Posisi kepala Saat gerakan maju seorang pejalan cepat sebagian besar menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Namun gerakan tersebut hendaknya tidak mengganggu lajunya gerak jalan tersebut. 3) Kaki waktu melangkah Kaki melangkah lurus ke depan satu garis dengan garis khayal dari badan si pejalan/garis khayal di antara kedua ujung kaki (jari-jari) segaris, tidak ke luar atau ke dalam. Pada saat menumpu tumit harus mendarat lebih dahulu terus bergerak ke arah depan secara teratur. 4) Gerakan lengan dan bahu Gerakan lengan mengayun dari muka ke belakang dan siku ditekuk tidak kurang dari sembilan puluh derajat kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan serta mengayun rileks.

Gambar 3.90 Gerak langkah jalan cepat

52

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Keterampilan gerak olahraga atletik jalan cepat a. Melakukan teknik jalan cepat Berikut tahap-tahap keterampilan teknik yang digunakan pada jalan cepat:

Gambar 3.91 Rangkaian gerakan jalan cepat

b. Fase Tumpuan dua kaki Ini terjadi pada suatu saat yang sangat pendek pada saat kedua kaki berada / menyentuh tanah, pada saat akhir fase dorong bersama dengan awal fase tarikan. Fase tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan pilin / berlawanan antara bahu dan pinggul.

Gambar 3.92 Fase Tumpuan dua kaki jalan cepat

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase tumpuan dua kaki jalan cepat adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesagesa, lutut nekuk, masih terlihat lari/ada saat melayang di udara, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

53

c. Fase Tarikan

Gambar 3.93 Fase Tarikan jalan cepat

Segera setelah fase terdahulu selesai, gerak tarikan mulai. Ini dilakukan oleh kaki depan akibat dari kerja tumit dan inersia dari titik gravitasi badan. Fase ini selesai apabila badan ada di atas kaki penopang. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase tarikan jalan cepat adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, langkah kecil-kecil, masih terlihat lari, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. d. Fase Relaksasi

Gambar 3.94 Fase Relaksasi jalan cepat

Ini adalah fase tengah antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki. Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu sedang lengan adalah vertical dan paralel disamping badan. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase relaksasi jalan cepat adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, masih terlihat lari, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

e. Fase Dorongan Bila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu, kaki yang baru saja menyelesaikan gerak tarikan mulai mengambil alih gerak dorongan, sedang kaki yang lain bergerak maju dan mulai diluruskan, ada jangkauan gerak yang lebar dalam mana pinggang berada pada sisi yang sama, maju searah, memungkinkan fleksibilitas yang besar, dan memberi kaki

54

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dorong waktu yang lebih lama bekerja dengan meluruskan pergelangan kaki, dan lengan melakukan fungsi pengimbangan secara diametris berlawanan dengan kaki.

Gambar 3.95 Fase Dorongan jalan cepat

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan jalan cepat adalah sikap badan kaku, footwork lambat, ada saat melayang diudara, kontak dengan tanah tidak terpelihara, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahankesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan dari jalan cepat tersebut.

3. Aktivitas belajar gerakan jalan cepat. Guru memberikan penjelasan tentang teknik jalan cepat melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan. Coba Anda lakukan aktivitas belajar keterampilan jalan cepat melalui aktivitas sebagai berikut: a. Aktivitas Latihan pertama : Belajar Natural / Alami (1) Memperkenal peraturan dan suatu model teknis kasar. (2) Berjalan dengan tempo semakin meningkat, jagan berubah menjadi berlari. (3) Melangkah dengan nyaman dan berjalan tinggi dengan suatu irama yang halus minimal 100 m. (4) Tujuan : untuk memperkenalkan gerak berjalan. Gambar 3.96 Belajar jalan alami

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

55

b. Aktivitas Latihan kedua : Lomba Jalan Cepat.

Gambar 3.97 Latihan lomba jalan cepat

(1) Seperti pada latihan 1, tetapi dorongan lebih besar dari kaki belakang, meregangkan pinggang dan kaki ke depan pada tiap langkah (2) Pertahankan kontak dan lutut lurus, mendarat dengan jari-jari kaki menunjuk ke atas. (3) Tujuan : untuk mengembangkan dorongan kaki belakang yang lebih kuat dan menambah pangjang langkah. c. Aktivitas Latihan ketiga : Berjalan Di Atas Garis

Gambar 3.98 latihan berjalan di atas garis

(1) Seperti latihan 2, namun berjalan di ats garis sehingga setiap langkah adalah pada garis. (2) Melangkah menyilang garis (menyebakan pemindahan berat ke ats pinggang penopang setelah kehilangan kontak dengan tanah). (3) Tujuan : untuk mengembangkan gerak rotasi pinggang yang sempurna.

56

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

d. Aktivitas Latihan keempat : Latihan-Latihan Mobillitas Khusus

Gambar 3.99 Latihan-latihan mobilitas khusus

(1) Jalan-cepat dengan kecepatan sedang dengan lengan lengan direntang ke samping, ke depan, dalam gerakan baling-baling. (2) Kombinasikan latihan diatas, termasuk menyilang garis. (3) Tujuan : mengembangkan fleksibilitas bahu dan pinggang. e. Aktivitas Latihan kelima : Jalan Cepat yang Divariasikan

Gambar 3.100 Latihan jalan cepat yang divariasikan

(1) Langkah bervariasi atas jarak 100 m. (2) Dikombinasi posisi lengan yang berbeda-beda (misal: 20-30 m lengan ke depan, kemudian lengan digunakan dengan benar). (3) Tujuan :untuk meng-adaptasi / membiasakan teknik dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

57

f. Aktivitas Latihan keenam : Jalan-Cepat Jarak-Jauh.

Gambar 3.101 Latihan jalan cepat jarak jauh

(1) Jalan-cepat minimal atas 400 m. (2) Berkonsentrasilah untuk memelihara teknik yang syah dari pada kecepatan. (3) Tujuan : guna memelihara teknik dibawah kondisi kelelahan.

4. Ringkasan Pengertian jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Atau dalam periode satu langkah di mana satu kaki harus berada ditanah, maka kaki itu harus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) dan kaki menumpu dalam posisi tegak lurus atau vetikal. Bedanya kalau jalan yaitu sewaktu kita melakukan jalan, badan kita tidak ada saat melayang di udara. Dan saat lari, badan kita ada saat melayang di udara.

58

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran IV

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Beladiri KATEGORI KETERAMPILAN GERAK BELADIRI PENCAKSILAT Pencaksilat merupakan olahraga beladiri asli Indonesia yang harus dilestarikan. Untuk itu mari kita mempelajarinya dengan baik dan benar. Karena banyak sekali nilai-nilai luhur didalamnya yang wajib diketahui dan dilaksanakan oleh generasi kita maupun generasi yang akan datang. Aspek tersebut adalah: (1) Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. (2) Aspek Seni Budaya: Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional. (3) Aspek Bela Diri: Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat. (4) Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu. Pencaksilat merupakan beladiri yang memiliki sistem sikap dan gerak yang terencana, terorganisir, terarah, terkoordinasi dan terkendali. Secara umum pencaksilat bercirikan mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan sebagai alat penyerangan dan pembelaan diri, dapat dilakukan dengan atau tanpa alat (senjata), dan tidak memerlukan senjata tertentu, tetapi benda apapun dapat dijadikan sebagai senjata. Secara khusus pencaksilat bercirikan sikap tenang, lemas dan waspada, tidak hanya mengandalkan kekuatan atau tenaga, tetapi meggunakan kelentukan, kelincahan, kecepatan dan ketepatan, lebih memperhatikan posisi dan perubahan pemindahan berat badan, dan memanfaatkan serangan/tenaga lawan, sehingga mengeluarkan tanaga seefisien mungkin. Di samping itu, pencaksilat

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

59

mempunyai 4 aspek sebagai satu kesatuan yaitu: Aspek akhlak, aspek beladiri, aspek seni dan aspek olahraga. Sebagai aspek beladiri, pencaksilat dapat berfungsi untuk menghindari diri dari segala bahaya baik secara jasmani dan rohani.

Gambar 4.1. Pertandingan Pencaksilat

1. Keterampilan Gerak Pukulan a. Pukulan Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda kiri depan 2) Kedua belah tangan bersiap depan dada, tangan yang akan memukul jari-jarinya mengepal. 3) Telapak kaki kanan dan kiri sejajar (pararel). 4) Tangan kanan memukul dengan mengubah kepalan telungkup. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti posisi kaki dan tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.9. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak Gambar 4.9. Pukulan Lurus pukulan lurus dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap badan kaku, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, pukulan kurang kuat, dan tangan tidak mengepal terlungkup.

60

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pukulan Bandul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan bandul melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda tengah. 2) Kedua belah tangan menyilang depan dada, tangan yang akan memukul jarijarinya mengepal. 3) Ayunkan tangan yang memukul ke depan dengan kepalan telungkup. 4) Tangan yang satu lagi tetap menutup badan sendiri. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.10. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak pukulan bandul dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, ayunan/pukulan kurang kuat, dan tangan yang memukul tidak mengepal. Gambar 4.10. Pukulan Bandul

c. Pukulan Tegak

Gambar 4.11. Pukulan Tegak



Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan tegak melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda tengah. 2) Kedua belah tangan bersiap depan dada, tangan yang akan memukul jari-jarinya mengepal. 3) Tangan kanan memukul ke depan dengan kepalan tegak. 4) Tangan yang satu lagi tetap menutup badan sendiri. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti posisi kaki dan tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.11.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

61

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak pukulan tegak dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, pukulan kurang kuat, dan tangan yang memukul tidak mengepal tegak. d. Pukulan Melingkar Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan bandul melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda tengah. 2) Kedua belah tangan menyilang depan dada, tangan yang akan memukul jarijarinya mengepal. 3) Ayunkan tangan yang memukul secara melingkar dari sisi kiri-depan-kanan dengan kepalan tegak. 4) Tangan yang satu lagi tetap menutup badan sendiri. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.12. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak Gambar 4.12. Pukulan Melingkar pukulan melingkar dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, ayunan/pukulan kurang kuat, dan tangan yang memukul tidak mengepal tegak. e. Aktivitas Belajar Gerak Pukulan Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak pukulan yang dikombinasikan dengan elakan dalam beladiri pencaksilat: 1) Dua siswa berdiri berhadapan dengan jarak satu lengan, berdiri dengan sikap kuda-kuda kanan/kiri depan.

62

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 4.13. Aktivitas untuk Belakang Keterampilan Gerak Pukulan

2) Salah satu siswa maju kaki kanan pukul tangan kanan, siswa yang lain mundur kaki kiri elakan (kuda-kuda belakang). 3) Salah satu siswa maju kaki kiri pukul tangan kiri, siswa yang lain mundur kaki kanan elakan (kuda-kuda belakang). 4) Salah satu siswa Maju kaki kanan pukul tangan kanan, siswa yang lain mundur kaki kanan elakan (kuda-kuda belakang). 5) Salah satu siswa maju kaki kanan pukul tangan kanan, siswa yang lain kaki kiri geser ke samping kiri elakan (kuda-kuda samping kiring). 6) Lakukan secara bergantian 7) Perhatikan gambar 4.13.

2. Keterampilan Gerak Tendangan a. Tendangan lurus ke depan

Gambar 4.14. Tendangan Lurus Ke Depan

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan lurus ke depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri. 2) Kaki kanan ditendangkan ke depan hentakan telapak kaki sejajar dengan bahu 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.14. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan lurus ke depan dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tidak ada hentakan telapak kaki, hentakan tidak sejajar dengan bahu, dan badan tidak seimbang.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

63

b. Tendangan Melingkar Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan melingkar melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri. 2) Kaki kanan ditendangkan ke depan dengan hentakan punggung kaki. 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.15. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan melingkar dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tidak ada hentakan punggung kaki, dan badan tidak seimbang. Gambar 4.15. Tendangan Melingkar

c. Tendangan “T”

Gambar 4.16. Tendangan “T”

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan “T” melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri. 2) Kaki kanan ditendangkan dari samping ke depan dengan hentakan telapak kaki. 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.16. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan “T” dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tidak ada hentakan punggung kaki, dan badan tidak seimbang.

d. Tendangan Samping Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan Samping melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri.

64

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2) Kaki kanan ditendangkan ke depan dengan punggung kaki. 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.17 Perhatikanlahkesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan samping dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tendangan tidak dengan punggung kaki, dan badan tidak seimbang. Gambar 4.17. Tendangan Samping

3. Keterampilan Gerak Elakan Elakan adalah menghindari pukulan dengan mengelak, yaitu dengan memindahkan posisi tubuh dari arah pukulan/tendangan. Keterampilan gerak elakan dalam pencaksilat terdiri atas: a. Elakan Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan bawah melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda depan. 2) Rendahkan tubuh dengan cara lutut ditekuk tanpa kaki. 3) Sikap tangan waspada. 4) Perhatikan gambar 4.18. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan bawah dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, tubuh kurang rendah, dan tangan tidak siap. Gambar 4.18. Elakan Bawah b. Elakan Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan atas melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

65

Gambar 4.19. Elakan Atas

1) Sikap kuda-kuda depan 2) Angkat kedua kaki dengan sikap tungkai ditekuk. 3) Sikap tangan tetap waspada. 4) Mendarat dengan kedua kaki saling menyusul. 5) Perhatikan gambar 4.19. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan atas dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, tubuh kurang terangkat, kedua kaki tidak ditekuk saat mengangkat, tangan tidak siap, dan mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan.

c. Elakan Samping

Gambar 4.20. Elakan Samping

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan Samping melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah. 2) Pindahkan berat badan ke samping kiri/ kanan dengan mengubah sikap kuda-kuda tengah menjadi kuda-kuda samping. 3) Sikap tangan tetap waspada. 4) Perhatikan gambar 4.20. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan samping dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, berat badan tidak dipindahkan ke kiri/kanan, dan tangan tidak siap.

d. Elakan lurus/berputar dalam posisi kuda-kuda depan Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan lurus/berputar dalam posisi kuda-kuda depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

66

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1) Sikap kuda-kuda depan 2) Condongkan badan ke belakang. 3) Sikap tangan waspada. 4) Perhatikan gambar 4.21. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan lurus/berputar dalam posisi kuda-kuda depan dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, badan tidak tidak dicondongkan ke depan, dan tangan tidak siap. Gambar 4.21. Elakan Lurus/Berputas Dalan Kuda-kuda Depan

e. Aktivitas Belajar Padanan Gerak Elakan Coba kalian lakukan aktivitas belajar padanan untuk belajar keterampilan gerak elakan dalam beladiri pencaksilat: 1) Carilah pasangan temanmu yang seimbang. 2) Berdiri berhadapan dengan jarak satu lengan, sikap kuda-kuda depan. 3) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan bawah. 4) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan samping. 5) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan lurus/berputar. 6) Salah satu siswa menendang kaki bawah kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan atas/loncatan. 7) Perhatikan gambar 4.22. Gambar 4.22. Aktivitas Belajar Padanan untuk Belajar Keterampilan Gerak Elakan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

67

4. Keterampilan Gerak Tangkisan Tangkisan adalah pembelaan dengan mengadakan kontak langsung dengan serangan. Tangkisan dalam pencaksilat terdiri atas: tangkisan dalam, luar, atas, dan bawah. Marilah kita pelajari satu persatu mecam-macam tangkisan tersebut. a. Tangkisan dalam Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan dalam melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari depan luar ke dalam sejajar bahu. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.23. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan dalam beladiri pencaksilat yaitu: Gambar 4.23. Tangkisan Dalam sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang. b. Tangkisan Luar Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan luar melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari dalam depan ke luar sejajar bahu. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.24. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan luar beladiri pencaksilat yaitu: Gambar 4.24. Tangkisan Luar sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang.

68

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Tangkisan atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan atas melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda depan 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari dari bawah ke atas sehingga kepala terindungi dari serangan. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.25. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan atas beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang. Gambar 4.25. Tangkisan Atas

d. Tangkisan Bawah

Gambar 4.26. Tangkisan Bawah

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan atas melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari atas ke bawah. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.26. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan bawah beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

69

e. Aktivitas Belajar Padanan Tangkisan Coba kalian lakukan aktivitas belajar padanan untuk belajar keterampilan gerak tangkisan dalam beladiri pencaksilat: 1) Carilah teman pasangan yang seimbang. 2) Berdiri saling berhadapan dengan jarak satu lengan. 3) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain melakukan tangkisan dalam. 4) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain melakukan tangkisan luar. 5) Salah satu siswa memukul tangan kanan atas, siswa yang lain melakukan tangkisan atas. 6) Salah satu siswa menendang kaki kanan, siswa yang lain melakukan tangkisan bawah. 7) Perhatikan gambar 4.27.

Gambar 4.27. Aktivitas Belajar Padanan Tangkisan

5. Ringkasan Pencaksilat mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan yaitu: aspek akhlak, aspek beladiri, aspek seni dan aspek olahraga. Sebagai aspek beladiri, pencaksilat bertujuan menghindari diri dari segala bahaya baik secara jasmani dan rohani. Berbagai keterampilan yang diperlukan dalam pencaksilat adalah sikap kudakuda, serangn (pukulan dan tendangan), Pembelaan (elakan & tangkisan). Aktivitas belajar keterampilan gerak beladiri pencaksilat dapat dilakukan secara berpasangan (padanan).

70

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran V

Menganalisis Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” merupakan ungkapan yang benar jika kita dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk itu mari kita menjaga kebugaran jasmani kita. Manfaat yang bisa kita dapatkan bila kebugaran jasmani kita bagus adalah : (1) Mencegah terjadinya Obesitas, (2) Mencegah Terjadinya Penyakit Jantung, (3) Mencegah terjadinya Penyakit Diabetes, (4) Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, (5) Menambah Kecerdasan Otak, (6) Menurunkan Resiko Terserang Kanker, (7) Membuat Awet Muda, (8) Meningkatkan Kualitas fisik

A. Kebugaran Jasmani Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas keseharian tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih mempunyai cadangan sisa tenaga untuk melakukan aktivitas yang lain Cholik dan Maksum (2007:51). Konsep kebugaran jasmani dapat dibedakan menjadi kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan dan yang berkaitan dengan unjuk kerja (performance). Kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan antara lain ditentukan oleh empat komponen kebugaran jasmani, yaitu: (1) Daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah, (2) Komposisi tubuh, (3) Kekuatan dan daya tahan otot, dan (4) kelenturan sendi dan otot. Komponen kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan tersebut akan membantu

Gambar 5.1. Berlatih Kebugaran Jasmani

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

71

mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif dan keadaan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani, seperti: penyakit jantung koroner, obesitas (kegemukan), dan kelelahan sendi dan otot.

B. Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani Terkait Keterampilan 1. Kecepatan a. Meningkatkan Kecepatan Cobalah kalian lakukan bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan di bawah ini. 1) Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter. a) Berdiri di belakang garis start dengan sikap badan tegak dan kedua kaki dibuka. b) Kedua tangan di samping badan dengan sikap berlari. c) Lari di tempat, makin lama makin cepat sambil mengangkat paha tinggitinggi. d) Setelah ada aba-aba peluit, lari secepat-cepatnya menempuh jarak. e) Perhatikan gambar 5.30

Gambar 5.30. Start lari menempuh jarak 40 atau 60 meter

2) Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (mulai lambat makin lama makin cepat). 3) Lari naik bukit (Up hill). 4) Lari menuruni bukit (Down hill). 5) Lari menaiki tangga gedung.

72

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pengukuran Kecepatan 1) Tes Lari 60 Meter a) Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan b) Alat dan Fasilitas (1) Lintasan lurus, rata, tidak licin, mempunyai lintasan lanjutan, berjarak 60 meter. (2) Bendera start. (3) Peluit. (4) Tiang pancang. (5) Stopwatch. (6) Serbuk kapur. (7) Formulir TKJI. (8) Alat tulis. c) Petugas Tes (1) Petugas pemberangkatan. (2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil tes. d) Pelaksanaan (1) Sikap permulaaan Peserta berdiri dibelakang garis start (2) Gerakan (a) pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari. (b) pada aba- aba “YA” peserta lari secepat mungkin menuju garis finish e) Lari masih bisa diulang apabila peserta: (1) mencuri start. (2) tidak melewati garis finish. (3) terganggu oleh pelari lainnya. (4) jatuh / terpeleset. f) Pengukuran waktu Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera start diangkat sampai pelari melintasi garis Finish.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

73

g) Pencatat hasil (1) hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 60 meter dalam satuan detik. (2) waktu dicatat satu angka dibelakang koma.

Gambar 5.31. Tes Lari 60 Meter

2. Kelincahan a. Meningkatkan Kelincahan Kelincahan (agility) adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Kelincahan berkaitan dengan tingkat kelentukan.Tanpa kelentukan yang baik seseorang tidak dapat bergerak dengan lincah. Selain itu, faktor keseimbangan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kelincahan seseorang. Cobalah kalian lakukan bentuk-bentuk latihan kelincahan yang meliputi lari bolak-balik (shuttlerun), lari belok-belok (zig-zag), dan jongkok-berdiri (squat thrust). 1) Lari bolak-balik (shuttle run) a) Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak 6-8 kali (jarak 4-5 meter). b) Setiap kali sampai pada suatu titik finish, harus secepatnya kembali ke titik start. c) Perlu diperhatikan bahwa jarak antara kedua titik tidak boleh terlalu jauh, dan jumlah ulangan tidak terlampau banyak, sehingga menyebabkan kelelahan. d) Dalam latihan ini yang diperhatikan ialah kemampuan mengubah arah Gambar 5.32. Lari Bolak-balik (shuttle run) dengan cepat pada waktu bergerak. e) Perhatikan gambar gambar 5.32.

74

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2) Lari belok-belok (zig-zag) a) Latihan ini dilakukan dengan berlari cepat secara belok-belok sebanyak 2-3kali diantara beberapa titik (misalnya 4-5titik). b) Jarak setiap titik sekitar dua meter. c) Perhatikan gambar 5.33.

Gambar 5.33. Lari belok-belok

3) Gerakan Jongkok-Berdiri (squat-thrust) a) Jongkok sambil menumpukan kedua lengan di lantai. b) Pandangan ke arah depan. c) Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan telungkup dalam keadaan terangkat. d) Dengan serentak, kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula. e) Lakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama. f) Perhatikan gambar 5.33.

Gambar 5.33. Squat trust

b. Pengukuran Kelincahan 1) Tes Lari Bolak Balik Berikut cara untuk mengetahui atau mengukur kelincahan dengan Lari Bolak Balik. a) Tujuan: Untuk mengukur kelincahan seseorang mengubah posisi atau arah.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

75

b) Peralatan (1) Stopwatch (2) Lintasan lari datar panjang minimal 10 meter dengan garis batas jarak 5 meter dan lebar setiap lintasan 1,22 meter. c) Tester (1) 1 orang starter (2) Pencatat waktu (3) Pengambil waktu sesuai jumlah testi dan lintasan d) Pelaksanaan Pada aba-aba “bersedia” setiap testi berdiri di belakang garis atau garis pertama di tengah lintasan. Pada aba-aba “siaap” testi dengan start berdiri siap lari, dengan aba-aba “yaa” testi segera lari menuju garis kedua dan setelah kedua kaki melewati garis kedua segera balik dan menuju ke garis start. Lari dari garis start menuju garis kedua dan kembali ke garis start dihitung 1 kali. Pelaksanaan lari dilakukan sampai ke empat kalinya bolakbalik segera setelah menempuh jarak 40 meter. Setelah melewati garis finish stopwatch dihentikan. Kelincahan lari dihitung sampai dengan 0,1 atau 0,01 detik. Perhatian Testi berbalik setelah kedua kaki melewati garis kedua ataupun garis start.

C. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 16-19 tahun TKJI merupakan instrumen/alat tes untuk mengukur kesegaran jasmani yang telah disesuaikan dengan kondisi anak Indonesia. TKJI dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu: 6-9 tahun, 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. TKJI kelompok usia 16-19 tahun digunakan untuk mengukur kesegaran jasmani para siswa SMA/ SMK/MA. Hal ini dikarenakan para siswa tersebut masuk dalam rentang usia tersebut.

1. Rangkaian Tes kesegaran jasmani Indonesia untuk usia 1619 tahun a. Untuk putra terdiri dari : 1) lari 60 meter, 2) gantung angkat tubuh (pull up) selama 60 detik. 3) baring duduk (sit up) selama 60 detik,

76

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

4) loncat tegak (vertical jump). 5) lari 1200 meter b. Untuk putri terdiri dari : 1) lari 60 meter. 2) gantung siku tekuk (tahan pull up) selama 60 detik. 3) baring duduk (sit up) selama 60 detik. 4) loncat tegak (vertical jump). 5) lari 1000 meter

2. Kegunaan Tes Tes kesegaran jasmani Indonesia digunakan untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja (sesuai kelompok usia masing-masing).

3. Alat dan Fasilitas a. Lintasan lari / lapangan yang datar dan tidak licin. b. Stopwatch. c. Bendera start. d. Tiang pancang. e. Nomor dada. f. Palang tunggal untuk gantung siku. g. Papan berskala untuk papan loncat. h. Serbuk kapur. i. Penghapus. j. Formulir tes. k. Peluit. l. Alat tulis dll

4. Ketentuan Tes TKJI merupakan satu rangkaian tes, oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara berurutan, terus-menerus dan tidak terputus dengan memperhatikan kecepatan perpindahan butir tes ke butir tes berikutnya dalam 3 menit. Perlu dipahami bahwa butir tes dalam TKJI bersifat baku dan tidak boleh dibolak-balik, dengan urutan pelaksanaan tes sebagai berikut :

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

77

a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat e. Kelima

: Lari 60 meter. : gantung angkat tubuh untuk putra (pull up) dan gantung siku tekuk untuk putri (tahan pull up). : Baring duduk (sit up) : Loncat tegak (vertical jump) : Lari 1200 meter (putra) dan Lari 1000 meter (putri)

5. Petunjuk Umum a. Peserta 1) Dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan tes. 2) Diharapkan sudah makan maksimal 2 jam sebelum tes. 3) Memakai sepatu dan pakaian olahraga. 4) Melakukan pemanasan (warming up). 5) Memahami tata cara pelaksanaan tes 6) Jika tidak dapat melaksanakan salah satu / lebih dari tes maka tidak mendapatkan nilai / gagal. b. Petugas 1) Mengarahkan peserta untuk melakukan pemanasan (warming up). 2) Memberikan nomor dada yang jelas dan mudah dilihat petugas. 3) Memberikan pengarahan kepada peserta tentang petunjuk pelaksanaaan tes dan mengijinkan mereka untuk mencoba gerakan-gerakan tersebut. 4) Memperhatikan kecepatan perpindahan pelaksanaan butir tes ke butir tes berikutnya dengan tempo sesingkat mungkin dan tidak menunda waktu. 5) Tidak memberikan nilai pada peserta yang tidak dapat melakukan satu butir tes atau lebih. 6) Mencatat hasil tes dapat menggunakan formulir tes perorangan atau per butir tes.

78

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Tabel Nilai TKJI Tabel 2. Nilai TKJI Untuk Putra Usia 16-19 Tahun Nilai

Lari 60 meter

5 4 3 2 1

Gantung angkat tubuh

Baring duduk

Loncat tegak

41 - Keatas 73 Keatas

Lari 1200 meter

Nilai

s.d – 3’14”

5

S.d – 7,2”

19 - Keatas

7.3” – 8,3”

14 – 18

30 – 40

60 – 72

3’15” – 4’25”

4

8,4” – 9,6”

9 – 13

21 – 29

50 – 59

4’26” – 5’12”

3

9,7” – 11,0”

5–8

10 – 20

39 – 49

5’13” – 6’33”

2

11,1” dst

0-4

0–9

38 dst

6’34” dst

1

Tabel 3. Nilai TKJI untuk Putri Usia 16-19 Tahun Nilai

Lari

Gantung angkat tubuh

Baring duduk

Loncat tegak

Lari 1200 meter

Nilai

S.d – 8,4”

41” - keatas

28 Keatas

50 Keatas

S.d – 3’52”

5

8,5” – 9,8”

22” – 40”

20 – 28

39 – 49

3’53” – 4’56”

4

9,9” – 11.4”

10” – 21”

10 – 19

31 – 38

4’57” – 5’58”

3

11,5” – 13,4”

3” – 9”

3–9

23 – 30

5’59” – 7’23”

2

1113,5” dst

0” – 2”

0–2

22 dst

7’24” dst

1

60 meter

5 4 3 2 1

Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Mengapa disebut hasil kasar ? Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi. Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu NILAI. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir TKJI. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani remaja. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

79

Tabel 4. Norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia No

Jumlah nilai 1. 2. 3. 4. 5.

22 – 25 18 – 21 14 – 17 10 – 13 5–9

Klasifikasi Kesegaran Jasmani Baik sekali ( BS ) Baik (B) Sedang (S) Kurang (K) Kurang sekali ( KS )

D. Ringkasan Kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu: (1) Daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah, (2) Kekuatan dan daya tahan otot, (3) kelenturan sendi dan otot, dan (4) komposisi tubuh. Kebugaran yang berkaitan dengan keterampilan, yaitu: kecepatan dan kelincahan. Semua komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan dapat ditingkatkan dengan berbagai bentuk latihan yang sesuai dan aturan yang benar. Kita juga dapat mengetahui kemampuan untuk setiap komponen dengan melakukan berbagai tes untuk mengukur komponen-komponen tersebut.

80

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran VI

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan Senam Ketangkasan Meja Lompat

Loncat Kangkang

Loncat Jongkok

A. Keterampilan Gerak Loncat Jongkok Loncat jongkok adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat.

1. Gerak Loncat Jongkok Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak loncat jongkok melalui tahapan gerakan sebagai berikut: a. Awalan lari cepat b. Tolakan kedua kaki rapat c. Pegang peti lompat dengan kedua lengan lurus atau sedikit bengkok d. Tahan kedua tangan di atas peti lompat dengan kecenderungan gerak bahu melaju ke depan. e. Posisi badan lurus atau sedikit melengkung. f. Ketika kedua tangan menolak, kedua lutut segera ditarik ke dada sehingga menjongkok. g. Badan dan lengan terangkat ke atas depan karena dorongan kedua lengan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

81

h. Bahu dan pinggul segera membuka kembali untuk mendarat. i. Pendaratan dilakukan dengan urutan ujung kaki, lalu seluruh kaki, lutut ditekuk dan pinggul dibungkukkan, berdiri tegak. j. Pandangan ke depan untuk menjaga keseimbangan. k. Perhatikan gambar 6.6.

Gambar 6.6. Gerakan Loncat Jongkok

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan dalam keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan ujung peti lompat, yaitu: awalan lari kurang cepat, tolakan kedua kaki tidak bersamaan, peti lompat tidak tercapai dengan baik, tahanan tangan di peti lompat kurang kuat, kedua tungkai tidak ditarik mendekati dada saat tangan menolak, pendaratan kedua kaki kurang bersamaan dan tidak berurutan, dan pandangan tidak ke depan.

2. Aktivitas Belajar Loncat Jongkok a. Aktivitas Belajar Meloncati Peti Lompat Bertahap Coba kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak loncat jongkok: 1) Buat kelompok 5-6 orang. 2) Siapkan tiga buah peti lompat yang tingginya bertahap. 3) Lakukan meloncati secara jongkok peti lompat yang pendek. 4) Lakukan meloncati secara jongkok peti lompat yang sedang. 5) Lakukan meloncati secara jongkok peti lompat yang tinggi. 6) Saat melewati peti lompat, kedua tangan dapat menumpu di pangkal atau di ujung peti lompat. 7) Saat mendarat usahakan dengan kedua kaki yang mengeper. Gambar 6.7. Aktivitas Belajar Meloncati Peti Lompat Bertahap untuk belajar loncat jongkok

82

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

8) Lakukan aktivitas tersebut terus-menerus secara bergantian sampai batas waktu yang ditentukan guru 9) Perhatikan gambar 6.7.

3. Ringkasan Loncat jongkok adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat. Rangkain loncat jongkok sama dengan loncat kangkang hanya saja yang membedakan adalah sikap kaki saat melewati peti lompat harus keadaan jongkok atau menarik kedua tungkai sedekat mungkin dengan dada. Belajar loncat jongkok dapat dilakukan dengan meloncati peti lompat yang memiliki ketinggian secara bertahap dari mulai yang pendek, sedang, sampai tinggi. Kalian dapat melakukan aktivitas belajar tersebut di rumah dengan menggunakan peti yang kuat dan ketinggianya sama.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

83

Pelajaran VII

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Gerak Ritmik Tubuh kita terdiri atas banyak sendi dan mampu melakukan berbagai gerakan. Gerakan mulai dari kepala hingga kaki dapat kita lakukan dengan serasi dan harmonis. Gerakan kita akan lebih terlihat harmonis dan indah apabila disesuaiKan dengan berbagai irama, baik suara maupun musik yang merdu. Marilah kita lakukan gerakan-gerakan ritmik secara teratur dan harmonis dengan irama-irama musik yang bisa kalian pilih sesuai dengan keinginan dan kesenangan kalian.

A. Kategori Keterampilan Gerak Ritmik 1. Gerak Ritmik Langkah Kaki a. Gerak Langkah Kaki Depan-Belakang Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki depan-belakang melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

Gambar 7.1. Gerak Langkah Kaki Depan-Belakang

1) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan lengan lurus di samping badan pandangan ke depan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke depan satu langkah 3) Pada hitungan dua, tarik tungkai kanan dan dekatkan pada tungkai kiri

84

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

4) 5) 6) 7) 8)

Pada hitungan tiga, langkahkan tungkai kanan ke belakang. Pada hitungan empat, tarik tungkai kiri dan dekatkan pada tungkai kanan. Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4x4 hitungan. Kembali ke sikap semula. Perhatikan gambar 7.1. Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki depanbelakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis. b. Gerak Langkah Kaki Samping Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki samping melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan lengan lurus di samping badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke samping kiri. 3) Pada hitungan dua, tarik ujung kaki kanan di dekat kaki kiri. 4) Pada hitungan tiga, langkahkan tungkai kanan ke arah kanan. 5) Pada hitungan empat, tarik ujung kaki kiri di dekat kaki kanan. 6) Kembali pada sikap semula. 7) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4x4 hitungan. 8) Perhatikan gambar 7.2.

Gambar 7.2. Gerak Langkah Kaki Samping

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki depanbelakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis. c. Gerak Langkah Kaki Lurus Depan Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki lurus depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kedua kaki rapat, kedua lengan lurus di samping badan, dan pandangan ke depan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

85

2) Pada hitungan satu, rentangkan tungkai kanan ke depan. 3) Pada hitungan dua, kembali ke sikap awal. 4) Pada hitungan tiga, rentangkan tungkai kiri ke depan. 5) Pada hitungan empat, kembali ke sikap awal. 6) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4x4 hitungan. 7) Perhatikan gambar 7.3.

Gambar . 7.3. Gerak Langkah Kaki Lurus Depan

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki lurus depan yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, kaki tidak lurus. d. Gerak Langkah Kaki Lurus Belakang Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki lurus belakang melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua lengan lurus merapatkan badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke depan. 3) Pada hitungan dua, tarik ujung kaki kanan dan dekatkan pada telapak kaki kiri. 4) Pada hitungan tiga, ayunkan kaki kanan lurus ke belakang. 5) Pada hitungan empat, turunkan kembali kaki pada posisi semula. 6) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang dan kaki bergantian sebanyak 4x8 hitungan. 7) Perhatikan gambar 7.4.

86

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 7.4. Gerak Langkah Kaki Lurus Belakang

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki lurus belakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, kaki tidak lurus. e. Gerak Langkah Kaki Angkat Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki angkat lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus disamping badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke depan. 3) Pada hitungan dua, langkahkan tungkai kanan ke depan. 4) Pada hitungan tiga, langkahkan tungkai kiri ke depan, kemudian angkat dan tekuk lutut kiri sehingga ujung kaki mengarah ke bawah, rapatkan kaki kiri dan kanan. 5) Pada hitungan empat, letakkan kaki kanan ke belakang kaki kiri, kemudian ayunkan kaki kiri lurus ke depan. 6) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4 x 8 hitungan dengan bergantian kaki. 7) Perhatikan gambar 7.5.

Gambar 7.5. Gerak Langkah Kaki Angkat Lurus

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki lurus belakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, saat mengangkat kaki lutut tidak tekuk dan ujung kaki tidak mengarah ke bawah, saat mengayun ke depan kaki tidak lurus.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

87

f. Gerak Langkah Kaki Ayunan Silang Depan Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki ayunan silang depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kemudian langkahkan tungkai kiri dengan kedua lengan lurus disamping badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kanan ke depan. 3) Pada hitungan dua, ayunkan tungkai kanan ke samping kiri kaki kanan. 4) Hitungan tiga, ayunkan tungkai kanan ke samping kanan kaki kiri, dengan lutut ditekuk sehingga ujung kaki mengarah ke bawah. 5) Hitungan empat, kembali ke posisi semula 6) Lakukan gerakan tersebut secara beulang-ulang sebanyak 4x8 hitungan dengan bergantian kaki. 7) Perhatikan gambar 7.6.

Gambar 7.6. Gerak Langkah Kaki Ayunan Silang Depan

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki ayunan silang depan yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, saat mengayun lutut tidak tekuk dan ujung kaki tidak mengarah ke bawah, ayunan tidak menyilang di depan.

2. Aktivitas Belajar Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Gerak langkah kaki dan ayunan lengan dapat digabungkan sehingga menjadi harmonis dan indah untuk dilakukan. Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar yang menggabungkan gerak langkah kaki dan ayunan lengan dapat disesuaikan dengan irama musik/lagu: a. Buatlah kelompok 5-6 orang. b. Masing-masing kelompok terdiri dari putra dan putri. c. Pilihlah pemimpin kelompok yang dianggap mampu. d. Pelajarilah aktivitas belajar di bawah ini, kemudian lakukan bersama-sama

88

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dengan kelompok sampai semua anggota kelompok dapat melakukan: 1) Aktivitas Belajar I a) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus ke depan. b) Pada hitungan 1-2, putar lengan kiri ke belakang, dengan disertai melangkahkan kaki kiri ke belakang satu langkah. c) Pada hitungan 3-4, putar kembali lengan kiri ke depan dan rapatkan kembali kaki kiri ke depan. d) Pada hitungan 5-6, putar lengan kanan ke belakang dengan disertai langkah kaki kanan ke belakang. e) Pada Hitungan 7-8, putar kembali lengan kanan ke depan dengan disertai melangkahkan kaki kanan ke depan. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 6 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.12.

Gambar 7.12. Aktivitas Belajar I

2) Aktivitas Belajar II a) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus ke depan. b) Pada hitungan 1-2, putar kedua lengan ke arah belakang, kemudian langkahkan kaki kiri ke belakang. c) Pada hitungan 3-4, putar kedua lengan ke kanan, kemudian langkahkan kaki kiri dan rapatkan dengan kaki kanan. d) Pada hitungan 5-6, putar kedua lengan ke belakang, kemudian langkahkan kaki kanan ke belakang.

Gambar 7.13. Aktivitas Belajar II

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

89

e) Pada hitungan 7-8, putar kedua lengan ke depan, kemudian rapatkan kaki kanan dengan kaki kiri. f) Lakukanlah gerakan tersebut secara berulang sebanyak 6 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.13 3) Aktivitas Kelas III a) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus ke depan. b) Pada hitungan 1-2, putar kedua lengan ke belakang, kemudian langkahkan kaki kiri dengan lutut ditekuk. c) Pada hitungan 3-4, putar kedua lengan ke depan, kemudian langkahkan tungkai kanan dua langkah ke depan. d) Pada hitungan 5-6, putar kedua lengan ke belakang, dan kaki kanan mundur ke belakang dua langkah. e) Pada hitungan 7-8, putar kembali dua lengan ke belakang, dan kaki kiri maju dua langkah ke belakang. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 6 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.14.

Gambar 7.14. Aktivitas Belajar III

4) Aktivitas Belajar IV a) Badan berdiri, kedua kaki membuka (kangkang), dan kedua lengan direntangkan. b) Pada hitungan satu, luruskan lengan kiri ke atas di samping telinga, lengan kanan ke bawah silang di depan badan, dan pindahkan berat badan ke kaki kiri. c) Pada hitungan dua, pindahkan berat badan ke kaki kanan disertai dengan rneluruskan lengan kiri ke bawah silang di depan badan. d) Pada hitungan tiga, seperti hitungan satu.

90

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

e) Pada hitungan empat, seperti hitungan dua. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.15.

Gambar 7.15. Aktivitas Belajar IV

5) Aktivitas Belajar V a) Badan berdiri, kaki dibuka lebar (kangkang), dan kedua tangan di samping kanan. b) Pada hitungan 1-2, putar kedua lengan di depan badan ke kiri, pindahkan berat badan ke kiri, dan langkahkan kaki kiri dua langkah ke kiri. c) Pada hitungan 3-4, putar kembali kedua lengan di depan badan kekanan, pindahkan berat badan ke kanan, dan langkahkan kaki kanan dua langkah ke kanan. d) Lakukan gerakan tersebut secara berulangulang sebanyak 4 x 8 hitungan. e) Perhatikan gambar 7.16. Gambar. 7.16. Aktivitas Belajar V

6) Aktivitas Belajar VI a) Badan berdiri, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), dan kedua lengan di samping badan. b) Pada hitungan satu, ayunkan kedua lengan ke atas sambil memutar badan setengah lingkaran ke kiri, tarik kaki kanan dan rapatkan pada kaki kiri, dan kedua lengan luruskan ke atas. c) Pada hitungan dua, langkahkan kaki kanan ke depan, putar badan seperempat ke kiri, dan putar lengan melalui kiri ke samping. d) Pada hitungan tiga, seperti hitungan satu.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

91

e) Pada hitungan empat, seperti hitungan dua. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 2 x 4 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.17.

Gambar 7.17. Aktivitas Belajar VI

h. Lakukanlah seluruh gerakan bersama kelompok sehingga harmonis. i. Pilihlah lagu yang kalian sukai dan lakukan gerakan langkah kaki dan ayunan lengan tersebut dengan kelompok.

3. Ringkasan Aktivitas gerak ritmik adalah salah satu bentuk aktivitas yang menggabungkan gerakan ayunan lengan, langkah kaki, dan gerakan anggota tubuh lainnya disesuaikan dengan irama hitungan/musik/lagu. Prinsip yang harus diperhatikan dalam aktivitas gerak ritmik adalah (1) kesesuaian irama antara gerakan lengan, kaki dan irama koordinasi semuanya, (2) kelenturan tubuh, dan (3) kontinuitas gerakan. Pertama-tama yang harus dipelajari adalah gerak langkah kaki, kemudian dilanjutkan dengan gerak ayunan/putaran lengan, dan gerakan gabungan langkah kaki dan ayunan lengan. Belajar dengan berkelompok 5-6 orang akan memudahkan kalian dalam mempelajari setiap gerakan.

92

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

PelajaranVIII

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang

Tanah air kita atau lingkungan kita terdapat banyak penampakan alami dan buatan yaitu air, seperti: waduk/bendungan, danau, sungai, dan lautan. Seperti halnya ikan, tubuh kita dapat bergerak dalam air apabila kita melakukankanya dengan gerakan-gerakan yang baik dan memenuhi prinsip-prinsip bergerak di air. Berenang merupakan salah satu aktivitas di air yang menyenangkan yang dapat menyesuaikan gerakan kita dengan sifat-sifat air. Marilah kita mencoba melakukan aktivitas renang dengan berbagai gaya seperti: gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung serta gaya kupu-kupu/dolphin.

A. Mengenal aktivitas gerak renang Tujuan berenang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas di antaranya adalah untuk : pembentukan dan pengembangan fisik, pembinaan hidup sehat, pemeliharaan kesegaran jasmani, dan peningkatan kapasitas tubuh serta untuk keselamatan. Namun lebih dari itu banyak hal-hal positif yang bisa kita rasakan langsung atau tidak langsung kalau kita menguasai berenang.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

93

1. Manfaat renang bagi tubuh a. Meningkatkan kualitas jantung dan peredaran darah Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengangkut sari – sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak. b. Meningkatkan kapasitas vital paru – paru Paru – paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan melatih kerja paru – paru dan meningkatkan kemampuan paru – paru untuk mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi. c. Mempengaruhi otot menjadi berisi Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan otot akan bekerja terus menerus. Hal ini akan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot – otot tubuh akan kelihatan lebih berisi / padat.

2. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam renang . a. Aktivitas yang harus dilakukan sebelum berenang : 1). Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berlari – lari kecil. 2). Mandi pada air pancuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air. 3). Memakai pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning-kuningan (mangkak). 4). Mengamati kedalaman kolam renang dan menyesuaikannnya dengan kemampuan diri sendiri. 5). Jangan berenang dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh menjadi lebih berat.

94

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Aktivitas Yang harus dilakukan sesudah berenang : 1). Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kurang baik untuk kesehtan mata dan mengandung kaporit. 2). Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncatloncat atau dengan cara yang lain.

B. Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang 1. Prinsip mengapung. Teori menyatakan bahwa sebuah kapal yang bermuatan ringan akan mudah ditarik atau didorong di dalam air. Begitu pun, seorang perenang yang ringan akan mudah mengapung di atas air jika dibandingkan dengan perenang yang lebih berat daya mengapungnya. Perenang memiliki bermacam-macam bentuk tubuh, ukuran tulang, perkembangan otot, berat badan, jaringan lemak, dan kapasitas paru-paru, yang semua itu mempengaruhi gaya apung dan posisi apung seseorang. Bagi perenang pemula, cara mengapung di permukaan air sulit untuk dilakukan. Untuk dapat mengapung dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam berlatih. Ada beberapa cara untuk latihan mengapung, yaitu sebagai berikut: a. Masuk dalam air Belajar renang sebaiknya dilakukan di dalam kolam yang dangkal yaitu setinggi kurang lebih satu meter. Untuk berlatih mengapung dengan masuk dalam air, lakukan hal berikut ini: 1). Berlututlah dengan menggerak-gerakkan lengan di bawah permukaan air.

Gambar 8.1 Teknik mengapung, masuk dalam air

2). Berpeganglah pada pegangan khusus di sisi kolam dan tariklah tubuh maju mundur serta menjauhi dan mendekati dinding.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

95

3). Carilah tangga masuk kolam yang terendam dalam air, letakkan kedua tangan di atas permukaan tangga dengan menghadap ke bawah dan kepala menghadap ke dinding kolam, kemudian apungkanlah kakimu terjulur ke belakang sehingga tubuh akan merasakan melayang di permukaan air, kemudian lakukan naik turun di anak tangga sebanyak 5-6 kali.

Gambar : 8.2. Teknik mengapung, masuk dalam air

4) Berpegangan di pinggir kolam renang, kemudian togok dan tungkai diluruskan/diangkat ke permukaan air, kemudian mengambanglah dengan posisi telungkup, tangan lurus ke depan, dan kepala terangkat dari permukaan air.

Gambar : 8.3. Pengenalan air dan mengapung dengan posisi telungkup

b. Mengapung Latihan mengapung dapat dilakukan sebagai berikut : a). Tangan berpegangan pada tiang atau parit dinding kolam, angkat kaki hingga tubuh dalam posisi telungkup, dan gerakkan kedua kaki turun naik berulangulang maka tubuh merasakan mengambang di permukaan air. b). Berlatih mengapung dengan tangan memegang papan luncur masuk ke dalam air. Saat tangan memegang papan luncur, angkatlah kedua kaki hingga mengambang telungkup maka tubuh akan merasakan mengambang di permukaan air.

96

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Prinsip meluncur Setelah dapat mengapung di atas permukaan air, latihan berikutnya adalah latihan meluncur, caranya sebagai berikut : 1). Meluncur dengan menolakkan kaki pada dinding Berdiri dipinggir kolam ranang, punggung membelakangi pinggir kolam renang, kemudian turunkan bahu ke dalam air sehingga hanya kepalanya yang berada di permukaan air. Tolakkan salah satu kaki pada dinding tubuh meluncur ke depan, kaki tidak bergerak.

Gambar : 8.4. Meluncur dengan menolak dari dinding

2). Meluncur dengan menggunakan papan luncur. Peganglah papan luncur di depan di atas permukaan air, bersamaan dengan mengangkat kedua tungkai di permukaan air hingga posisi tubuh terangkat ke permukaan air. Kemudian, gerakkan tungkai turun naik hingga badan bergerak ke depan meluncur.

Gambar : 8.5. Latihan meluncur dengan papan luncur

3). Meluncur diawali dengan loncatan Dari posisi berdiri di pinggir kolam renang kedua lengan lurus disamping telinga, kemudian meloncat dengan menukik ke dalam air hingga posisi tubuh meluncur dipermukaan air. Biarkanlah tubuh dengan sendirinya maju atau terdorong ke depan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

97

Gambar : 8.6. Meluncur diawali dengan loncatan

C. Keterampilan gerak renang gaya punggung Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas. Menurut sejarah gaya punggung pertama kali diperlombakan pada olimpiade tahun 1912 di Stocholm. Pada waktu itu kompetisi renang dibagi menjadi tiga nomor pertandingan, yaitu gaya dada, punggung, dan gaya bebas baik level nasional maupun internasional. Orang-orang pada saat itu menggunakan gaya punggung dengan memakai kedua lengan memutar secara bersamaan atau double over arm dan menggunakan gerakan kaki gaya katak. Orang yang berjasa melakukan perbaikan gaya katak adalah Adolf Kiefer. Sebagaimana yang diceritakan oleh Badruzaman (2007: 19), bahwa: ”Pada tahun 1934 seorang perenang bernama Adolf Kiefer melakukan perbaikan-perbaikan gaya sehingga menambah kecepatan dengan baik, maka dari itu gaya ini semakin digemari. ”Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst). Gambar 8.19. Orang melakukan gerak renang gaya Punggung

98

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan kayuhan tangan. Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di Gambar 8.20. Start renang gaya punggung dinding kolam. Adapun gerakan-gerakan tangan, kaki, dan sikap ambil nafas adalah sebagai berikut:

1. Gerakan Kaki a. Mengapung dengan menggerak-gerakkan tungkai kanan dan kiri naik turun secara bergantian dengan posisi tidur telentang.

Gambar 8.21. Gerakan awalan kaki renang gaya punggung

b. Luruskan kedua lengan menempel di daun telinga dan pinggul terangkat. c. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang tidak berbelok/melenceng.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

99

2. Gerakan Tangan a) Cara melakukan kayuhan tangan gaya punggung mulai dengan meluncur terlentang, tangan terjulur di sebelah atas kepala dan telapak tangan menghadap keluar. b) Tangan kanan diputar keluar, telapak terlungkup

Gambar 8.25. Kayuhan tangan renang gaya punggung

c) Miringkan tubuh sedikit ke satu sisi dan salah satu paha agak lebih tenggelam ke air. d) Putar lengan bawah keluar sehingga telapak tangan menghadap ke bawah, seolah-olah ingin menjangkau pinggir kolam. e) Kayuh dengan lengan yang tertekuk; pergelangan tangan diluruskan

Gambar 8.26. Gerakan kayuhan tangan renang gaya punggung

f) Sekarang tekuk pergelangan tangan ke depan agar telapak tangan berada dalam posisi untuk melakukan tekanan langsung ke belakang, ke arah kaki.

Gambar 8.27. Latihan gerakan dorongan tangan renang gaya punggung

g. Saat tangan hampir terjulur penuh, putar seluruh lengan ke posisi telapak tangan tertelungkup dan tekan ke bawah. Gunakan tekanan tangan ke arah bawah ini membantu memiringkan tubuh ke arah yang berlawanan dan mengangkat bahu untuk pemulihan tangan.

100

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

h. Siku tetap lurus tapi biarkan pergelangan tangan benar-benar lemas saat mulai mengangkat lengan dari air. Pulihkan tangan dengan lurus, telapak terlungkup.

Gambar 8.28. Latihan gerakan tangan renang gaya punggung

i. Saat tangan melewati ketinggian bahu dalam tahap pemulihan, putar seluruh lengan sehingga ujung-ujung jarinya menunjuk ke luar, menjauh tubuh. Julurkan lengan sejauh mungkin ke depan, saat mulai memiringkan tubuh ke sisi tersebut kembali dan tangan dalam air, telapak tangan terlungkup, siap untuk memulai kayuhan berikutnya. Lemaskan pergelangan tangan, putar lengan ke luar j. Posisi kedua lengan harus selalu berlawanan: saat satu tangan sedang menyelesaikan kayuhan maka tangan yang lain harus sedang memasuki air. Paha dan kepala harus tetap terangkat sehingga telinga tetap terendam air. Jangan kepala ikut berputar ke samping pada saat memiringkan tubuh. Pandangan terus ke atas. k. Lakukan dengan irama teratur dan konstan l. Rangkaian gerakan keseluruhan sebagai berikut :

Gambar 8.31. Rangkaian gerakan tangan dan kaki renang gaya punggung

Perhatikan setiap gerakan dalam gerak renang gaya punggung, kemudian perhatikan pula kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi ketika gerak renang gaya punggung adalah sikap badan kaku, badan tidak streamline, gerak anggota badan yang terlalu miring, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari renang gaya punggung tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

101

3. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas Kaki dan tangan terus bergerak seperti pada point di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas permukaan air. Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung perkiraan jumlah gerakan kayuhan tangan. Tips : a) Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak ke dalam masuk ke air (hal ini akan membantu kecepatan juga memudahkan kepala tetap berada di atas) b) Kaki terus bergerak, jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng/berbelok). c) Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus / sejajar dengan tulang kaki d) Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya. e) Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu kecepatan dalam berenang. f) Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu secara miring. (hal ini akan memperkecil tahanan dari air). a. Mempraktikkan gerak renang gaya punggung dalam bentuk bermain. Melakukan simulasi gerakan gerak renang gaya punggung sesuai kondisi yang ada yaitu: 1) Latihan gerakan Ayunan Kaki renang Gaya Punggung (a). Ayunan kaki gaya punggung, papan pelampung pada paha. Dalam posisi terlentang dengan memegang sebuah papan pelampung secara memanjang di rapatkan di perut (sisi depan) dengan kedua lengan di atasnya dan jari-jari mencengkeram bagian bawah papan tersebut. Lengan harus tetap lurus sehingga bagian bawah papan pelampung selalu berada pada pertengahan paha. Ayunkan kaki, lutut dan telapak kaki tetap terendam dan paha tetap tertekan papan.

Gambar 8.23. Latihan gerakan kaki renang gaya punggung

102

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

(b). Ayunan kaki gaya punggung, papan di sebelah atas kepala. Terlentang di air dengan kedua lengan terjulur lurus di sebelah atas kepala. Pegang sebuah papan pelampung dengan kedua tangan. Kepala berada di tengah-tengah lengan dan telinga tetap terendam, paha tetap terangkat, lalu ayunkan kaki, lutut dan telapak kaki tetap dalam air, tapi coba untuk membuat gunungan air di atas telapak kaki. Jika mungkin tandai dengan bendera putar haluan gaya punggung melintang pada jarak 5 meter dari dinding ujung kolam. (c). Ayunan kaki gaya punggung, tangan saling berpegangan. Dengan bantuan bendera putar haluan gaya punggung, posisi tubuh terlentang dengan kedua lengan dijulurkan ke sebelah atas kepala, tangan disilangkan serta telapak kaki terendam. Penekanan pada gerakan menyiduk air ke atas. Coba membentuk gunungan air secara konsisten di atas telapak kaki, ayunkan kaki ke permukaan tapi jangan sampai menembusnya. Jika mencapai ujung kolam, pegang pinggiran kolam, lakukan tolakan dan kembali ke posisi tangan berpegangan.

(Sumber: David G. Thomas, MS, 1996, Renang Tingkat Mahir) Gambar 8.24. Ayunan kaki gaya punggung, tangan saling berpegangan.

2) Peserta didik saling berkelompok dengan anggota 3-5 atau secukupnya 3) Peserta didik yang mampu / Guru memberi contoh dan aba-aba gerakan kaki, gerakan tangan, gerakan ambil nafas, gerakan koordinasi renang gaya punggung 4) Dua kelompok saling bergantian yang satu melakukan gerak renang gaya punggung dan yang lainnya memberi aba-aba dan mengoreksi untuk belajar gerak renang gaya punggung dengan benar. 5) Dan seterusnya saling merasakan dan melakukan gerak renang gaya punggung dengan baik dan benar.

4. Ringkasan Renang merupakan salah satu aktivitas di kolam (air) yang dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gerakan yang teratur. Gerakan tersebut adalah koordinasi dari gerakan kaki, gerakan tangan, gerak badan, dan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

103

cara ambil nafas. Tujuan berenang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas, di antaranya adalah untuk : a. pembentukan dan pengembangan fisik, b. pembinaan hidup sehat, c. pemeliharaan kesegaran jasmani, dan d. peningkatan kapasitas tubuh. e. keselamatan

D. Keterampilan gerak renang gaya kupu – kupu 1. Mengenal aktivitas gerak renang gaya kupu – kupu. Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air. Merupakan gaya yang paling baru dan paling sukar serta membutuhkan waktu yang cukup untuk dipelajari. Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Jadi diharapkan akan lebih baik hasilnya untuk belajar renang gaya kupu-kupu siswa sudah menguasai renang gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.

104

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Keterampilan gerak renang gaya Kupu – Kupu

Gambar 8.32. Orang melakukan gerak renang gaya Kupu – Kupu

a. Melakukan gerak renang gaya kupu-kupu 1) Gerakan Kaki a) Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Lutut tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya. b) Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air. c) Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan. d) Ulangi langkah b – c di atas

Gambar 8.33. Gerakan kaki renang gaya Kupu – Kupu

Perhatikan: Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

105

2) Gerakan Tangan

Gambar 8.34. Gerakan tangan renang gaya Kupu – Kupu

a) Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya) b) Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang. c) Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan. d) Ulangi langkah a – c di atas Perhatikan: Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap ke luar).

3) Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas Gerakkan kaki seperti pada point 1) di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

Gambar 8.35. Gerakan kaki, tangan dan nafas renang gaya Kupu – Kupu

Perhatikan setiap gerakan dalam gerak renang gaya kupu-kupu, kemudian perhatikan pula kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi ketika gerak renang gaya kupu-kupu adalah sikap badan kaku, badan tidak streamline, gerak anggota badan yang miring ke kanan dan ke kiri, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai 106

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dengan tujuan gerak dari gerak renang gaya kupu-kupu tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Tips belajar renang gaya kupu-kupu : a) Awalnya mungkin peserta didik hanya kuat 1/2 lebar kolam .... teruskan belajar dan berlatih. Jangan khawatir karena memang gaya ini yang paling berat. Semakin sering peserta didik belajar dan berlatih, maka Anda akan semakin bisa. Bila dirasa terlalu berat, Anda bisa memulai belajar dengan melakukan 2 putaran/pukulan gerakan kaki, baru kemudian diikuti 1 kayuhan/pukulan gerakan tangan. b) Setelah cukup lancar, maka mulai perbaikilah gaya ini dengan memperbaiki start awal gaya kupu. Kepala ditekuk agak ke bawah (dagu agak menempel ke dada) dan gerakkan pinggul lebih dulu, sehingga kaki terangkat dan lecutkan/ tendangkan kaki dengan posisi lurus sejauh mungkin ke belakang. Gerakan kaki jangan dilakukan secara berlebihan. Setelah itu baru gerakkan tangan. Berikutnya, gerakan kaki selalu dimulai dari pinggul. Untuk membantu gerakan pinggul agak naik ke atas, kepala bisa ditekuk ke bawah (dagu agak ditempelkan ke dada). c) Posisikan tubuh selalu di permukaan air, jangan terlalu dalam. d) Agar lebih cepat dan gerakan lebih stabil, lakukan 2 - 3 set gerakan kaki dan tangan baru kemudian menaikkan kepala untuk mengambil nafas. e) Kesempatan kepala untuk naik ke atas permukaan air sangatlah sedikit dan sebentar (tidak seperti gaya dada), karena itu manfaatkanlah sebaik mungkin. f) Ketika kepala sedang tidak ke atas permukaan air untuk bernafas, pastikan posisi dagu agak menempel ke dada. Ini akan menambah daya luncur gaya kupu menjadi lebih kuat. g) Seringkali sewaktu tangan berada di dalam air, gerakan tangan membentuk seperti huruf S. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan yang lebih kuat ke depan. Tetapi ada juga guru yang mengajarkan gerakan tangan biasa saja, sehingga gerakan tangan bisa lebih cepat dan kuantitas gerakan tangannya lebih banyak. Ini terserah siswa. 4) Mempraktikkan gerak renang gaya kupu-kupu dalam bentuk bermain. Melakukan simulasi gerakan gerak renang gaya kupu-kupu sesuai kondisi yang ada yaitu: 1) Peserta didik saling berkelompok dengan anggota 3-5 atau secukupnya 2) Peserta didik yang mampu / Guru memberi contoh dan aba-aba gerak renang gaya kupu-kupu

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

107

3) Dua kelompok saling bergantian yang satu melakukan gerak renang gaya kupukupu (gerakan kaki, gerakan tangan, pinggang/pinggul/badan, saat ambil nafas, dan koordinasi semuanya) dan yang lainnya memberi aba-aba / mengoreksi untuk belajar gerak renang gaya kupu-kupu dengan benar. 4) Dan seterusnya saling merasakan dan melakukan gerak renang gaya kupu-kupu dengan baik dan benar. 5) Ringkasan Renang merupakan salah satu aktivitas di kolam (air) yang dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gerakan yang teratur. Gerakan tersebut adalah koordinasi dari gerakan kaki, gerakan tangan, gerak badan, dan cara ambil nafas. Tujuan berenang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas, di antaranya adalah untuk : a. pembentukan dan pengembangan fisik, b. pembinaan hidup sehat, c. pemeliharaan kesegaran jasmani, dan d. peningkatan kapasitas tubuh.

108

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran IX

Memahami Penyakit HIV / AIDS AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit ini bukan penyakit keturunan atau diwarisi. Ia menyerang kekebalan tubuh (immune system), yaitu system pertahanan alami tubuh tehadap serangan organisme yang merupakan musuh. Penyakit ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam memerangi infeksi. Penyakit AIDS sampai saat ini masih menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan penduduk dunia. Proses penularan yang begitu cepat dan belum ada yang bisa menahan laju perkembangan AIDS dalam tubuh.

Gambar 11.1. Penyakit HIV/AIDS yang belum ada Obatnya

A. Pengertian Penyakit HIV/AIDS a. Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) H I V adalah virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bentuk HIV seperti binatang bulu babi (binatang laut) yang berbulu tegak dan tajam. Tubuh manusia mempunyai sel-sel darah putih yang berfungsi untuk melawan dan membunuh bibit-¬bibit atau kuman-kuman

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

109

penyakit yang masuk ke dalam tubuh nanusia. Dengan demikian sel-sel darah putih melindungi seseorang dari jatuh sakit. Inilah yang disebut kekebalan tubuh manusia, yang merupakan daya tahan tubuh seseorang. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV, maka virus ini akan menyerang sel darah putih. Selanjutnya akan merusak dinding sel darah putih untuk masuk ke dalam sel dan merusak bagian yang memegang peranan pada kekebalan tubuh. Sel darah putih yang telah dirusak tersebut menjadi lemah dan tidak lagi mampu melawan kuman-kuman penyakit. Lambat-laun sel darah putih yang sehat akan sangat berkurang. Akibatnya, kekebalan tubuh orang tersebut menjadi menurun dan akhirnya sangat mudah terserang penyakit. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV, berarti mengidap HIV di dalam tubuhnya, disebut “HIV+” (baca: HIV positif) atau pengidap HIV. Orang yang telah terinfeksi HIV dalam beberapa tahun pertama belum menunjukkan gejala apapun. Sehingga secara fisik kelihatan tidak berbeda dengan orang lain yang sehat. Namun dia mempunyai potensi sebagai sumber penularan, artinya dapat menularkan virus kepada orang lain. Setelah periode 7 hingga 10 tahun, atau jika kekebalan tubuhnya sudah sangat melemah karena berbagai infeksi lain, seorang pengidap HIV mulai menunjukkan gejala-gejala dan tandatanda bermacam-macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh. Pada keadaan ini orang tersebut disebut sebagai penderita AIDS. Gambar 11.2. Virus HIV

b. Penyakit AIDS AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Syndrome yang bahasa Indonesia-nya adalah Sindroma, merupakan kumpulan gejala dan tanda penyakit. Deficiency dalam bahasa Indonesia berarti kekurangan. Immune berarti kekebalan, sedangkan Acquired berarti diperoleh atau didapat. Dalam hal ini, “diperoleh” mempunyai pengertian bahwa AIDS bukan penyakit keturunan. Seseorang menderita AIDS bukan karena keturunan dari penderita AIDS, tetapi karena terjangkit atau terinfeksi virus penyebab AIDS. Oleh karena itu, AIDS dapat diartikan sebagai kumpulan tanda dan gejala penyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang. AIDS merupakan fase terminal (akhir) dari infeksi HIV.

110

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Telah disebutkan bahwa seorang pengidap HIV daya tahan tubuhnya terganggu sehingga mudah terserang penyakit, bahkan serangan sesuatu penyakit yang untuk orang lain dapat digolongkan sebagai penyakit ringan, bagi seorang pengidap HIV atau penderita AIDS penyakit tersebut dapat menjadi berat, bahkan dapat menimbulkan kematian. Misalnya penyakit influensa, pada orang sehat penyakit ini, akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu, meskipun tidak diobati sama sekali asalkan penderita makan, tidur dan istirahat yang cukup. Pada pengidap HIV dan penderita AIDS, penyakit influensa ini akan menetap lebih lama bahkan semakin parah pada waktu tertentu. Seorang penderita AIDS dapat meninggal oleh penyakit infeksi lain yang menyerang dirinya akibat kekebalan tubuhnya yang terganggu (disebut infeksi oportunistik). Gambar 11.3. Penderita Penyakit AIDS

B. Bahaya Penyakit HIV/AIDS Bahaya Besar Penyakit HIV/AIDS, yaitu: 1. Tidak ada obat. AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang mudah menular dan mematikan. Virus tersebut merusak system kekebalan tubuh manusia, dengan akibat turunnya/hilangnya daya tahan tubuhnya sehingga mudah terjangkit dan meninggal karena penyakit infeksi, kanker lainnya. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya atau obat untuk penyembuhannya. 2. Kematian. Menurut perhitungan WHO (1992) tidak kurang dari 3 orang di seluruh dunia terkena infeksi virus AIDS setiap menitnya. Dan yang mengerikan adalah jumlah penderita 70% adalah kalangan pemuda/usia produktif. 3. Serangan Bagi Anak Muda. Kelompok resiko tinggi terjangkitnya penyakit bahaya ini adalah homoseksual, heteroseksual, promiskuitas, penggunaan jarum suntik pecandu narkotik dan free sex serta orang-orang yang mengabaikan nilai-nilai moral, etik, dan agama (khususnya para remaja/generasi muda usia 13-25 tahun). 4. Tidak Bermoral. Pola dan gaya hidup barat sebagai konsekuensi modernisasi, industrialisasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah menyebabkan perubahan-perubahan nilai kehidupan yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral, etik, dan agama, termasuk nilai-nilai hubungan seksual antar individu.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

111

Gambar 11.4. Seks Bebas Sebagai Salah Satu Penyebab Bahaya HIV/AIDS.

5. Seks Bebas. Permasalahan lain yang berdampak sangat tinggi bagi penularan virus AIDS adalah remaja yang meninggalkan rumah/minggat menjadi anak jalanan, dan tuna susila yang melakukan seksual aktif dan pecandu narkoba secara bebas dan tidak terjaga kebersihan/kesehatannya.

6. Bunuh Diri. Jika seseorang menderita penyakit ini, maka akan menimbulkan depresi yang mendalam, semangat hidup rendah dan hilang kepercayaan diri. Permasalahan ini telah banyak memakan korban jiwa, sebab dari merekamereka yang terjangkit penyakit ini selalu mengakhiri penyakit yang di deritanya dengan bunuh diri. 7. Gila. Orang yang Hilang kepercayaan diri, banyak dijauhi orang karena penyakit yang dideritanya ini akan menimbulkan stress yang begitu berat, jika Stress yang diderita terus dibiarkan maka akan menyebabkan kegilaan alias tidak mempunyai kesadaran normal.

Gambar 11.5. Kegilaan Dampak dari HIV/AIDS

C. Penularan Penyakit HIV/AIDS HIV harus masuk langsung ke aliran darah orang yang bersangkutan untuk dapat berada di dalam tubuh manusia. Sedangkan di luar tubuh manusia, HIV sangat cepat mati. HIV bertahan lebih lama di luar tubuh manusia hanya bila darah yang mengandung HIV tersebut masih dalam keadaan belum mengering. Dalam media kering HIV akan lebih cepat mati. HIV juga mudah mati oleh air panas, sabun dan bahan pencuci hama lain. Karena HIV cepat mati di luar tubuh manusia, maka HIV tidak dapat menular lewat udara seperti virus lainnya, misalnya virus influenza. Virus influensa dapat hidup di udara bebas di sekeliling kita, sehingga penularan influensa dapat terjadi melalui udara.

112

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Di dalam tubuh manusia, HIV terdapat pada cairan-cairan tubuh, yaitu: darah, air mani, cairan vagina (cairan kemaluan wanita). Telah terbukti, bahwa ketiga cairan di atas inilah yang dapat menularkan HIV. Maksudnya, penularan akan terjadi jika salah satu atau lebih dari ketiga cairan itu tercemar oleh HIV, dan kemudian masuk ke aliran darah orang yang belum tertular. Selain di dalam ketiga cairan yang telah disebutkan di atas, HIV juga dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil di dalam Air mata, Air liur, Cairan otak, Keringat, dan Air Susu Ibu (ASI). Namun sampai sekarang belum ada bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui cairan- cairan tersebut.

a. Cara Penularan HIV/AIDS Penularan terjadi bila ada kontak atau percampuran dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, yaitu melalui: 1) Hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV. Hubungan seksual ini bisa homoseksual maupun heteroseksual. 2) Alat jarum suntik atau alat tusuk lainnya (akupuntur, tindik, tato) yang tercemar oleh HIV. Oleh sebab itu pemakaian jarum suntik secara bersama sama oleh para pecandu narkotika akan mudah menularkan HIV diantara mereka bila salah satu diantaranya seorang pengidap HIV. 3) Ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya. Gambar 11.7. Jarum Suntik/Tusuk Penular HIV/AIDS

b. Gejala Penularan HIV/AIDS Gejala penularan HIV/AIDS terjadi beberapa hari atau beberapa minggu setelah terinfeksi HIV, seseorang mungkin akan menjadi sakit dengan gejalagejala seperti flu, yaitu: 1) Demam. 2) Rasa lemah dan lesu. 3) Sendi- sendi terasa nyeri. 4) Batuk. 5) Nyeri tenggorokan. Gejala-gejala ini hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja, lalu hilang dengan sendirinya.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

113

Gejala Selanjutnya adalah memasuki tahap di mana sudah mulai timbul gejalagejala yang mirip yang dengan gejala-gejala penyakit lain, yaitu: 1) Demam berkepanjangan. 2) Penurunan berat badan ( lebih dari 10% dalam waktu 3 hari). 3) Kelemahan tubuh yang mengganggu/menurunkan aktivitas fisik sehari-hari. 4) Pembengkakan kelenjar di leher, lipat paha, dan ketiak. 5) Diare atau mencret terus menerus tanpa sebab yang jelas. 6) Batuk dan sesak nafas lebih dari 1 bulan secara terus menerus. 7) Kulit gatal dan bercak-bercak merah kebiruan. Gejala-gejala di atas ini memang tidak khas, karena dapat juga terjadi pada penyakit- penyakit lain. Namun gejala-gejala ini menunjukkan sudah adanya kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.

Gambar 11.8. Contoh Gejala-gejala HIV/AIDS

Gejala penurunan kekebalan tubuh di tandai dengan mudahnya diserang penyakit lain, dan disebut infeksi oportunistik. Maksudnya adalah penyakit yang disebabkan baik oleh virus lain, bakteri, jamur, atau parasit (yang bisa juga hidup dalam tubuh kita), yang bila sistem kekebalan tubuh baik kuman ini dapat dikendalikan oleh tubuh. Pada tahap ini pengidap HIV telah berkembang menjadi penderita AIDS. Gejala AIDS yang timbul adalah: 1) Radang paru. 2) Radang saluran pencernaan. 3) Radang karena jamur di mulut dan kerongkongan. 4) Kanker kulit. 5) TBC. 6) Gangguan susunan saraf. Pada umumnya penderita AIDS akan meninggal dunia sekitar 2 tahun setelah gejala AIDS ini muncul.

114

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Perjalanan Infeksi HIV Saat HIV sudah masuk ke dalam tubuh manusia, maka dimulailah masa inkubasi yang cukup lama, yaitu antara 7 sampai 10 tahun. Masa inkubasi dari suatu penyakit adalah masa antara masuknya suatu bibit penyakit ke dalam tubuh (infeksi) sampai mulainya orang tersebut menunjukkan tanda-tanda dan gejalagejala sakitnya. Pada infeksi HIV, dari mulai masuknya HIV ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala-gejala AIDS berlangsung cukup lama yaitu seperti telah disebutkan, antara 7 sampai 10 tahun. Selama 7 sampai 10 tahun ini orang tersebut disebut pengidap HIV, yang disebut juga ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Pengidap HIV ini tampak seperti orang sehat lainnya, karena belum adanya gejala sakit apapun. Namun walaupun demikian, ía dapat menularkan HIV kepada orang lain. Selanjutnya setelah periode 7-10 tahun ini dilalui barulah timbul gejala-gejala AIDS, dan orang tersebut disebut penderita AIDS. Gejala-gejala dan tanda-tanda sakit munculnya secara bertahap, bertambah lama bertambah berat sampai akhirnya penderita meninggal dunia. Pada infeksi atau masuknya HIV ke dalam tubuh manusia dikenal adanya periode jendela (Window Period). Yaitu masa di mana orang tersebut telah terinfeksi HIV, tetapi bila dilakukan pemeriksaan darahnya maka belum menunjukkan hasil apa-apa (masih negatif) yang berarti zat anti (antibodi) terhadap HIV belum dapat terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium. Periode jendela ini biasanya berlangsung antara 1-6 bulan dari sejak mulainya infeksi. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa sejak masuknya HIV, seseorang telah menjadi pengidap HIV dan ia dapat menularkan HIV sepanjang hidupnya. Sehingga walaupun dalam masa periode jendela, orang tersebut sudah menjadi sumber penularan. Ia dapat menularkan virusnya kepada orang lain pada setiap kesempatan yang memungkinkan terjadinya penularan itu. Bila digambarkan maka skema perjalanan infeksi HIV adalah sebagai berikut :

Gambar 11.9. Masa Infeksi HIV

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

115

d. Perilaku Berisiko Tinggi Orang-orang yang memiliki perilaku berisiko tinggi menularkan atau tertular HIV artinya orang-orang yang mempunyai kemungkinan besar terkena infeksi HIV atau menularkan HIV dikarenakan perilakunya. Mereka yang memiliki perilaku berisiko tinggi itu adalah: 1) Wanita dan laki-laki yang berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual, dan pasangannya. 2) Wanita dan pria tuna susila, serta pelanggan mereka. 3)Orang-orang yang melakukan hubungan seksual yang tidak wajar, seperti hubungan seks melalui dubur (anal) dan mulut misalnya pada homo seksual dan biseksual. 4) Penyalahgunaan narkotika dengan suntikan, yang menggunakan jarum suntik secara bersama (bergantian).

Gambar 11.10. Pengguna Narkoba sebagai Perilaku Resiko terjangkit HIV/AIDS

e. Hal-hal yang Tidak Menularkan HIV Sebagaimana telah disebutkan, HIV mudah mati di luar tubuh manusia. Oleh sebab itu HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak sosial sehari-hari seperti: 1) Bersenggolan dengan pengindap HIV. 2) Berjabat tangan. 3) Penderita AIDS bersin atau batukbatuk di depan kita. 4) Sama-sama berenang di kolam renang. 5) Menggunakan WC yang sama dengan pengindap HIV. 6) Melalui gigitan nyamuk dan serangga lainnya. Gambar 11.11. Berjabat Tangan Tidak Menularkan HIV/AIDS

116

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

D. Pencegahan Penyakit HIV/AIDS Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan maupun vaksin untuk mencegah penyakit ini. Upaya-upaya pencegahan harus dikaitkan dengan bagaimana penularan AIDS dapat terjadi, yang telah dibicarakan sebelumnya.

1. Pencegahan Penularan melalui Hubungan Seksual Telah kita ketahui bahwa infeksi HIV terutama terjadi melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu pencegahan penularan melalui hubungan seksual memegang peranan paling penting. Untuk itu setiap orang perlu memiliki perilaku seksual yang aman dan bertanggungjawab, yaitu: a. Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah (Abstinence). Hubungan seksual hanya dilakukan melalui pernikahan yang sah. b. Bila telah menikah, hanya mengadakan hubungan seksual dengan pasangan. sendiri, yaitu suami atau isteri sendiri. Tidak mengadakan hubungan seksual di luar nikah. c. Bila salah satu pasangan sudah terinfeksi HIV maka dalam melakukan hubungan seksual harus menggunakan kondom secara benar dan konsisten. Ketiga konsep pencegahan di atas ini dikenal dengan istilah ABC (Abstinence, Be faithful, Condom). d. Mempertebal iman dan takwa agar tidak terjerumus ke dalam hubungan hubungan seksual diluar nikah.

2. Pencegahan Penularan Melalui Darah Penularan HIV melalui darah menuntut kita untuk berhati-hati dalam berbagai tindakan yang berhubungan dengan darah maupun produk darah dan plasma. a. Transfusi darah Harus dipastikan bahwa darah yang digunakan untuk transfusi tidak tercemar HIV. Perlu dianjurkan pada seseorang yang HIV (+) atau mengindap virus HIV dalam darahnya, untuk tidak menjadi donor darah. Begitu pula dengan mereka yang mempunyai perilaku berisiko tinggi, misalnya sering melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. b. Penggunaan produk darah dan plasma Sama halnya dengan darah yang digunakan untuk transfusi, maka terhadap produk darah dan plasma (cairan darah) harus dipastikan tidak tercemar HIV. c. Penggunaan alat suntik, dan alat lain yang dapat melukai kulit.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

117

Penggunaan alat-alat seperti jarum, jarum suntik, alat cukur, alat tusuk untuk tindik, perlu memperhatikan masalah sterilisasinya. Tindakan desinfeksi dengan pemanasan atau larutan desinfektan merupakan tindakan yang sangat penting untuk dilakukan.

3. Pencegahan Penularan dari Ibu kepada Anak Seorang ibu yang terinfeksi HIV, risiko penularan terhadap janin yang dikandungnva atau bayinya cukup besar, kemungkinannva sebesar 30-40 %. Risiko itu akan semakin besar bila si ibu telah terkena atau menunjukkan gejala AIDS. Oleh karena itu, bagi seorang ibu yang sudah terinfeksi HIV dianjurkan untuk mempertimbangkan kembali tentang kehamilan. Risiko bagi bayi terinfeksi HIV melalui susu ibu sangat kecil, sehingga tetap dianjurkan bagi si ibu untuk tetap menyusukan bayi dengan ASI-nya. Melihat kondisi-kondisi di atas, yang bisa kita lakukan untuk pencegahan penyebaran HIV adalah berperilaku yang bertanggung jawab baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain, dan berperilaku sesuai dengan tuntutan norma agama dan sosial yang berlaku dimasyarakat. Di samping itu, menyebarkan informasi tentang HIV / AIDS adalah cara lain untuk melindungi teman, keluarga, dan lingkungan dari penyebaran HIV/AIDS. Hal ini dapat diwujudkan dalam kegiatan sederhana: 1. Berikan informasi yang benar dan tepat yang sudah anda terima kepada lingkungan anda sendiri. Misalnya: keluarga, teman-teman, tetangga dan lainlain. 2. Jika dalam percakapan sehari-hari anda mendengar informasi yang salah tentang HIV/AIDS, langsung diperbaiki dengan cara yang benar. Dalam lingkungan sekolah antar institusi pendidikan : 1. Mengusulkan adanya diskusi dan seminar atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pencegahan HIV/AIDS. 2. Mengadakan kegiatan lain yang berkaitan dengan masalah HIV/AIDS, misalnya lomba poster, lomba mengarang, dan lain sebagainya. Dari uraian di atas, kita mengetahui bahwa ada beberapa hal penting dalam mengurangi risiko terjadinya penularan HIV/AIDS: 1. Tidak melakukan hubungan seks, bagi yang belum nikah. 2. Selalu menghindarkan diri dari penggunaan obat-obat terlarang (narkotik, heroin, ganja, dan lain-lain). 3. Menjauhkan diri dari minuman yang bisa memabukkan.

118

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

4. Sebaiknya tidak menggunakan alat-alat seperti alat suntik, alat tindik, alat tatto, pisau cukur, atau sikat gigi bersama orang lain. 5. Selalu membersihkan (mensterilkan) peralatan medis atau non medis, khususnva yang berhubungan dengan cairan tubuh manusia.

E. Pengobatan Penyakit AIDS Sampai sekarang belum ada obat yang tepat untuk menyembuhkan penderita AIDS secara total. Pengobatan yang dibutuhkan seorang penderita AIDS diperlukan tidak saja untuk melawan infeksi sampingan yang muncul, tetapi juga untuk mencegah komplikasi virus ini lebih lanjut dan untuk memperbaiki fungsi tubuh penderita akibat sistem kekebalannya yang sudah rusak. Ada beberapa jenis obat yang telah ditemukan yang berfungsi hanya untuk menghambat perkembangan virus HIV. Obat-obat tersebut adalah: 1. AZT (Azidothimidine). 2. DDI (Dideoxynosine). 3. DDC (Dideoxycytidine). Akan tetapi obat AZT, DDI, DDC ini belum menjamin proses penyembuhan. Ini mungkin hanya memperpanjang hidup penderita untuk 1 atau 2 tahun saja. Karena sampai sekarang belum ada obat yang dapat membunuh virus ini secara total. Demikian juga cara perawatan yang optimal untuk menyempurnakan kembali sistem kekebalan penderita AIDS belum ditemukan. Penelitian-penelitian menemukan vaksin dan obat AIDS terus dilakukan oleh para dokter, terutama di negara-negara maju namun di samping itu pengindap HIV atau penderita AIDS membutuhkan cara perawatan /pengobatan lain yaitu psikoterapi, konseling, keluarga dan terapi kelompok.

F. TES HIV Tes HIV adalah suatu tes darah yang khusus dipakai untuk memastikan seseorang telah terinfeksi HIV atau tidak. Terjadinya infeksi HIV ini dapat dideteksi dengan mengetes adanya zat anti atau disebut anti bodi terhadap HIV di dalam darah seseorang. Oleh sebab itu, tes semacam ini secara lengkap disebut tes antibodi HIV, walaupun kadang orang sering menyebut Tes HIV saja. Jadi, tes ini tidak untuk melihat adanya virus dalam darah penderita. Tes jenis inilah yang umumnya dipakai untuk penyaringan darah donor sebelum transfusi darah diberikan. Walaupun demikian, terdapat juga tes untuk mengetahui adanya partikel virus atau HIV itu sendiri, atau disebut antigen, yang dilakukan untuk tujuan tertentu.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

119

Bila tubuh kemasukan suatu bibit penyakit, baik itu suatu bakteri, virus, atau lainnya (ini semua disebut antigen) maka tubuh kita akan membuat zat anti untuk melawan antigen tersebut. Zat anti ini disebut antibodi, yang keberadaannya di dalam darah dapat dideteksi dengan pemeriksaan menggunakan zat-zat tertentu (yang disebut reagensia). Tubuh membutuhkan waktu tertentu untuk membentuk antibodi, yang kemudian dapat terdeteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Pada infeksi HIV, adanya antibodi yang dapat terdeteksi dengan pemeriksaan laboratorium ini adalah setelah 1 sampai 6 bulan seseorang terinfeksi atau tertular HIV. Sedangkan sebelum waktu ini, permeriksaan darah tidak akan menunjukkan adanya antibodi HIV (disebut hasil tes negatif) walaupun sebenarnya di dalam tubuhnya sudah ada HIV. Periode inilah yang dikenal dengan sebutan periode jendela (window period). Walaupun pemeriksaan darahnya masih negatif namun orang tersebut sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.

Gambar 11.12. Pemeriksaan Darah Sebagai Bentuk Tes HIV

1. Macam-macam Tes untuk Mendeteksi Infeksi HIV Dikenal dua macam tes yang saat ini sering dipakai untuk menentukan adanya antibodi HIV, yaitu : a. Tes secara Elisa (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). b. Tes secara Immunobloot atau Western Bloot. Pemeriksaan adanya antibodi terhadap HIV secara Elisa dipakai untuk penyaringan adanya infeksi HIV atau skrining darah donor transfusi darah. Hasil positif dari tes Elisa ini, yang artinya kemungkinan ada antibodi terhadap HIV, masih perlu dipastikan dengan pemeriksaan lanjutan melalui tes secara Western Bloot. Pemeriksaan secara Western Bloot ini lebih spesifik terhadap HIV, walaupun lebih mahal dan lebih sulit dilakukan. Oleh sebab itu cara Western Bloot tidak digunakan untuk penyaringan, tetapi seperti telah disebutkan, digunakan untuk memastikan hasil tes Elisa.

120

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Hasil Tes HIV a. Hasil tes positif (+) berarti seseorang mempunyai antibodi (zat anti) terhadap virus HIV, dengan demikian ia tentu telah terinfeksi HIV. Hasil positif ini juga berarti, orang tersebut dapat menularkan HIV kepada orang lain. b. Hasil tes negatif dapat berarti: 1) Orang tersebut tidak terinfeksi HIV 2) Orang tersebut terinfeksi HIV, tetapi tes tersebut dilakukan pada “periode jendela” yaitu masa 1-6 bulan sejak orang tersebut terinfeksi HIV. Tubuh masih belum membentuk anti bodi, oleh karena anti bodi baru terbentuk 1-6 bulan setelah infeksi. c. Hasil tes Elisa yang positif, harus dipastikan dengan cara Western Blot d. Bila hasil tes negatif, maka untuk memastikan, tes di ulangi lagi setelah 3-6 bulan.

3. Penerapan Tes HIV Tes HIV wajib dilakukan terhadap darah transfusi, alat tubuh atau jaringan tubuh, sel telur atau sperma yang disumbangkan atau didonorkan. Namun tes HIV sebaiknya dilakukan pada mereka yang: a. Mempunyai perilaku berisiko tinggi. b. Pernah menjalani transfusi darah beberapa tahun yang lalu. c. Tidak sembuh-sembuh dari gejala demam, batuk atau diare yang lama. d. Mengalami penurunan berat badan yang banyak tanpa sebab - sebab yang jelas. e. Orang yang kuatir sudah tertular HIV.

4. Manfaat Tes HIV a. Diketahuinya status HIV (positif / negatif), apalagi bila tes dilakukan lebih dini berarti adanya infeksi diketahui sejak dini. Dengan demikian dapat segera dimulai upaya-upaya perawatan agar gejala AIDS tidak segera muncul. b. Namun di samping manfaat ini, ada juga dampak negatif yang mungkin diderita oleh sebagian orang sebagai akibat tes HIV. Bagi mereka yang diberi tahu hasil tes HIV-nya positif, merasakan adanya masalah yang berat sehingga dapat terjadi gangguan emosi, rasa terpukul yang hebat juga dapat terjadi, karena adanya stigmatisasi terhadap mereka, berupa tindakan diskriminasi atas berbagai hal, seperti tempat tinggal/perumahan, pekerjaan, pendidikan atau lain-lain serta penderita mungkin dikucilkan. Oleh sebab itulah informasi

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

121

yang benar dan tepat perlu disebarluaskan di kalangan masyarakat dan disemua sektor kehidupan, agar stigmatisasi, dan diskriminasi terhadap pengidap HIV tidak terjadi.

5. Persyaratan Tes HIV Agak berbeda dari tes-tes atau pemeriksaan laboratorium lainnya maka ada persyaratan khusus untuk menjalani tes HIV, yaitu: a. Harus dilaksanakan dengan sukarela. b. Seseorang yang akan di tes harus diberikan informasi yang lengkap dan benar mengenai tes HIV. Sesudah memahami benar-benar mengenai tes, maka harus memberikan persetujuan tertulis (informed consent) c. Kepada orang yang akan menjalani tes harus diberikan konseling sebelum tes dan sesudah tes. Konseling ini dimaksudkan antara lain untuk membantu mempersiapkan mental penderita dan mengatasi masalah yang mungkin dihadapi. d. Hasil tes dirahasiakan

G. Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV/ AIDS Cobalah kalian baca dan pelajari semua hal tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS di atas, kemudian lakukan aktivitas belajar berikut ini: 1. Buatlah kelompok 5-6 orang. 2. Tentukanlah ketua kelompok secara demokratis. 3. Amati dan carilah segala sesuatu yang berhubungan dengan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS dari berbagai sumber, baik di Internet, buku, majalah, surat kabar dan sebagainya. 4. Diskusikan dengan teman satu kelompok tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan setiap anggota kelompok memberikan pendapatnya. 5. Buatlah urutan dan penjelasan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan ditambahkan foto atau video yang berhubungan. 6. Presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas dengan mengikuti pentunjuk yang ditentukan guru.

122

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

H. Ringkasan HIV yaitu virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bentuk HIV seperti binatang bulu babi (binatang laut) yang berbulu tegak dan tajam. Dengan demikian sel-sel darah putih melindungi seseorang dari jatuh sakit. Inilah yang disebut kekebalan tubuh manusia, yang merupakan daya tahan tubuh seseorang. Jika seseorang terinfeksi oleh HIV maka virus ini akan menyerang sel darah putih. Selanjutnya ia akan merusak dinding sel darah putih untuk masuk ke dalam sel dan merusak bagian yang memegang peranan pada kekebalan tubuh. Sel darah putih yang telah dirusak tersebut menjadi lemah, dan tidak lagi mampu melawan kuman-kuman penyakit. Lambat-laun sel darah putih yang sehat akan sangat berkurang. Akibatnya, kekebalan tubuh orang tersebut menjadi menurun dan akhirnya ia sangat mudah terserang penyakit.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

123

Pelajaran X

Menganalisis dan Merencanakan Kesehatan Pribadi

Gambar 12.1. Gaya hidup sehat

Kesehatan merupakan bagian yang utama dari kehidupan kita, karena itu kita harus menjaga/memelihara sebaik-baiknya. Kesehatan pribadi adalah kesehatan yang berhubungan dengan diri kita sendiri, dan lingkungan disekitar kita. Oleh sebab itu kesehatan pribadi, perlu kita pelajari karena hal ini sangat penting dalam meningkatkan kesehatan individu/pribadi. Hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadi antara lain pola makan (gizi), aktivitas jasmani/ olahraga, istirahat, dan penyakit:

A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Pribadi Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan pribadi. Salah satunya adalah pola hidup sehat. Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku sehari-hari. Baik itu dalam sebuah rutinitas olahraga yang tentu akan menjaga kondisi kesehatan dan juga akan menghindarkan dari segala hal yang bisa jadi penyebab penyakit bagi tubuh. Seperti itulah kurang lebih pengertian pola hidup sehat. Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya kita akan menjalankan sebuah aktifitas rutin dengan memperhatikan gaya hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit baik itu karena virus penyakit atau pun karena tingkah polah kita yang tidak memperhatikan kondisi badan. Marilah kita bahas pola hidup sehat ditinjau dari berbagai segi:

124

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1. Pola dan Kebiasaan Makan Pola makan adalah cara yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang untuk memilih makanan dan mengkonsumsinya sebagai reaksi terhadap pengaruh fisiologis, psikologis, budaya dan sosial. Pola makan memiliki tiga komponen penting yaitu: Jenis, Frekuensi, dan jumlah. Bicara tentang jenis, di Indonesia mengenal pola Makanan Pokok, Lauk Hewani, Lauk Nabati, Sayur dan Buah. Sedangkan frekuensi, sangat tergantung kelompok umur. Khusus untuk umur di atas 1 tahun, pola frekuensi makan ialah 3 kali makanan utama, dan 2 kali makanan selingan. Pola ini berlaku untuk kelompok masyarakat yang sehat, sedangkan bagi mereka yang menjalani diet khusus tentu memiliki pola tersendiri. Pola makan berdasarkan jumlah menggunakan acuan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Setiap orang sebaiknya menggunakan AKG sebagai acuan tentang seberapa banyak makanan yang harus dikonsumsi oleh dirinya sendiri. Gambar 12.2. Piramida Pola Makan Sehat

Kebiasaan Makan berbeda dengan pola makan, kebiasaan makan sifatnya sangat personal. Kita mungkin memiliki kebiasaan makan makanan pokok dalam bentuk nasi tapi tapi orang lain justru memiliki kebiasaan makan makanan pokok dalam bentuk jagung. Bahkan dalam keluarga, setiap anggota keluarga memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda, baik dari segi jenis, frekuensi maupun jumlah. Sebagai contoh: seorang Bapak memiliki kebiasaan sarapa jam 09.00 di kantor, tapi anaknya justru sarapan sebelum berangkat ke sekolah pukul 06.00. Meskipun mereka memiliki pola yang sama yaitu: makan makanan utama 3 kali sehari. Bicara tentang jumlah, seseorang memiliki kebiasaan makan 2 potong ikan akan tetapi orang lain mungkin cukup 1 potong saja. Jadi kesimpulannya pola makan sifatnya lebih formal, berlaku secara umum dan dijadikan sebagai pedoman. Sedangkan kebiasaan makan lebih personal dan terbentuk berdasarkan selera dan ketersediaan makanan di tingkat rumah tangga. Pola makan yang baik adalah

Gambar 12.3. Nasi Kebiasaan Makan Orang Indonesia

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

125

pengaturan makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Pola makan yang harus memperhatikan tiga komponen penting yaitu: Jenis, Frekuensi, dan jumlah: a. Jenis Makanan Jenis makanan berhubungan zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Ada lima macam zat gizi utama, yaitu: karbohidrat/hidrat arang, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Selain itu terdapat pula dua zat gizi lagi, yaitu: air dan OKSIGEN. Kedua zat ini seringkali tidak disadari peranan pentingnya bagi tubuh dan bagi tubuh makluk hidup lainnya. Berikut ini jenis dan fungsi zat gizi dalam berbagai jenis makanan Tabel 12.1. Zat Gizi dalam Makanan NO 1

ZAT GIZI Protein

2

Lemak

3

4

mineral : kalsium

besi

126

FUNGSI Membentuk jaringan, menggantikan jaringan yang rusak, membuat zat penangkis, menghasilkan tenaga Sumber tenaga, penting untuk kesehatan kulit Sumber tenaga utama, pembawa zat-zat gizi lainnya. Pembentuk tulang dan gigi, pembekuan darah, untuk fungsi normal otot dan syaraf, mencegah kelelahan otot. Bersama protein membentuk darah yang diperlukan sebgai pembawa zat asam (O2) dalam darah

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

JENIS MAKANAN Daging, ikan, susu, unggas, tahu, tempe, kacangkacangan

Minyak, lemak, keju, mentega, margarine Nasi, jagung, sagu, roti, gula, madu, sirup dan lainlain Susu, keju, es krim, ikan yang dimakan dengan tulangnya

Hati, daging, telur, sayuran hijau

Semester II

5

Vitamin : Vit. A

Agar kulit sehat dan halus untuk kesehatan jaringan selaput lendir dan mencegah rabun senja serta pertumbuhan normal tulang Vit. B 1 Nafsu makan, kesehatan (thiamine) jaringan syaraf, penting dalam pembakaran hidrat arang Vit. B 2 Membantu sel dalam (riboflavin) memakai zat asam, membuat kulit sehat dan halus terutama disekitar mulut dan hidung Vit. B 6, Mencegah kurang Vit. B 12 dan darah, membantu getah asam folat pencernaan serta sistim biokimiawi tubuh

Hati, sayuran hijau, buahbuahan warna merah dan kuning, susu, keju, es krim

Vit. C

Sayur-sayuran dan buahbuahan segar

Vit. D

6

air

Kekuatan dinding pembuluh darah, mencegah infeksi, kelelahan, mempercepat penyembuhan luka / patah tulang Penyegaran zat kapur dan phosphor disaluran pencernaan serta pengaturan penempatannya di tulang Menjaga keseimbangan tubuh, membuang zat-zat kotoran, mengukur suhu tubuh (keringat)

Daging, ikan, unggas, telur, susu, beras tumbuk serta padi-padian lainnya. Susu, keju, es krim, daging, hati, ikan, telur unggas

B 6 : daging, kentang, sayuran hijau tua, padipadian, dan kacangkacangan. B 12 : susu, keju, telur, daging. Asam folat : sayuran hijau, padi-padian, kacangkacangan.

Susu, minyak ikan, sinar ultraviolet pada kulit (non makanan)

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

127

b. Frekuensi Makan Frekuensi makan adalah jumlah makan dalam sehari-hari baik kualitatif dan kuantitatif. Secara alamiah makanan diolah dalam tubuh melalui alat-alat pencernaan mulai dari mulut sampai usus halus. Lama makanan dalam lambung tergantung sifat dan jenis makanan. Jika rata-rata, umumnya lambung kosong antara 3-4 jam. Oleh karena itu, pembagian jam makan yang tetap adalah: 1) Pada Jam 04.00 pagi - jam 12.00 lambung bekerja untuk membuang kotoran. Oleh karena itu jam-jam ini, yang paling baik adalah makan makanan yang berserat, jus buah, atau makanan yang dapat membantu proses pengeluaran makanan. 2) Pada Jam 12.00 - 20.00 adalah saat dimana tubuh kita menyerap makanan dengan baik. Oleh karena itu, sangat baik jika mengkonsumsi makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan makanan-makanan bergizi lainnnya. Bahkan, karbohidrat seimbang dianjurkan untuk dikonsumsi pada jam-jam ini. 3) Pada Jam 20.00 - 04.00 adalah waktu dimana tubuh kita mencerna makanan. Oleh karena itu jam-jam ini, kita jangan memperberat kerja lambung dengan makan makanan yang berkarbohidrat tinggi. Konsumsilah makanan mengenyangkan yang bernutrisi dan rendah gula. c. Jumlah Makanan Jumlah makanan tergantung dari kandungan jumlah kalori dalam setiap makanan yang kita makan. Jumlah kalori dalam makanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Kalori adalah satuan unit yang digunakan untuk mengukur nilai energi yang diperoleh tubuh ketika mengkonsumsi makanan/ minuman. Untuk memastikan agar kebutuhan nilai gizi tercukupi dengan baik, sebaiknya anda melihat kadar kalori pada makanan/minuman yang dikonsumsi. Kandungan Kalori di dalam makanan dapat ditentukan oleh kandungankandungan gizi seperti lemak, karbohidrat, dan protein yang terkandung di dalam makanan itu sendiri. Lemak menghasilkan kalori paling banyak, yaitu 9 kalori/ gram. Sedangkan, karbohidrat dan protein mengandung 4 kalori setiap gramnya. Makanan yang mengandung banyak lemak adalah makanan yang mengandung tinggi kalori. Sebaliknya, yang memiliki kalori rendah adalah buah-buahan dan sayur-sayuran karena mengandung banyak serat dan kadar airnya tinggi.

2. Pola Aktivitas Jasmani/Olahraga Aktivitas Jasmani ialah gerakan tubuh oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya yang memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas Jasmani dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, aktivitas Jasmani yang sesuai untuk remaja sebagai berikut: a. Aktivitas Ringan.

128

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kegiatan ini hanya memerlukan sedikit tenaga dan biasanya tidak menyebabkan perubahan dalam pernapasan atau ketahanan (endurance). Contoh: berjalan kaki, menyapu lantai, mencuci baju/piring, mencuci kendaraan, berdandan, duduk, les di sekolah, les di luar sekolah, mengasuh adik, nonton TV, aktivitas bermain playstation, bermain komputer, belajar di rumah, dan nongkrong. b. Aktivitas Sedang Aktivitas ini membutuhkan tenaga intens atau terus menerus,gerakan otot yang berirama atau kelenturan (flexibility). Contoh: berlari kecil, tenismeja, berenang, bermain dengan hewan peliharaan, bersepeda, bermain musik, jalan cepat. c. Aktivitas Berat Aktivitas ini biasanya berhubungan dengan olahraga dan membutuhkan kekuatan (strength), dan membuat berkeringat. Contoh: berlari, bermain sepakbola, senam aerobik, beladiri (misalnya: karate, taekwondo, pencak silat), dan outbond.

Gambar 12.5. Berolahraga Menjaga Kesehatan Pribadi’

3. Pola Istirahat Istirahat yang baik tentunya akan membuat tubuh menjadi senantiasa bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Istirahat dapat memulihkan kembali tubuh kita setelah melakukan aktivitas keseharian. Istirahat bagi tubuh kita ada berbagai macamnya, yaitu tidur, bersantai, perubahan dalam aktifitas, menghilangkan segala tekanan-tekanan kerja atau masalah-masalah lainnya. Berjalan di udara segar, bermain tenis, menjernihkan pikiran, semuanya dapat menenangkan otototot. Faktor terpenting dalam istirahat adalah tidur. Kegiatan sehari-hari yang melelahkan berakibat pada kebutuhan istirahat yang sesuai untuk melawan segala kepenatan dan kelelahan tersebut. Studi menunjukkan bahwa setelah tidur yang cukup, otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Salah satu hormon yang penting dalam aktivitas istirahat kita adalah kortisol, dimana waktu produksi tertingginya adalah dari waktu tengah malam hingga di waktu pagi (pagipagi sekali). Kortisol memainkan peranan yang besar dalam membantu kita menghadapi/tekanan yang kita hadapi setiap hari, mengurangi rasa penat dan peradangan. Pada saat tidur, semua otot beristirahat dan sistem saraf dibebaskan dari segala

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

129

Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah - commit

Hak cipta © 2014 pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang - Undang Milik Negara Tidak Diperdagangkan

Disklainer : Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku Siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. VI, 170 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA/MA/SMK/MK Kelas XI Semester 2 ISBN 978-602-282-464-0 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-467-1 (jilid 2b) 1. PJOK -- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 613.7

Kontributor Naskah Penelaah Penyelia Penerbitan

: Sumaryoto dan Soni Nopembri. : Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Cetakan Ke-1, 2014 Disusun dengan huruf Minion Pro, 11 pt

ii

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kata Pengantar Kemajuan peradaban telah menciptakan pola hidup praktis, cepat, dan instan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kebugaran jasmani. Kegiatan sehari-hari yang menggunakan sebagian kecil anggota tubuh saja dengan usaha minimal, termasuk makan makanan siap saji, adalah pola hidup yang terjadi akibat kemajuan peradaban. Kenyataan ini sangat perlu diimbangi dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebugaran dan kesehatan jasmani, yang telah dirumuskan dalam kompetensi keterampilan Kurikulum 2013 yaitu memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak, sebagai arahan akan pentingnya kesadaran atas kebugaran dan kesehatan jasmani. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Pendidikan Menengah Kelas X yang disajikan dalam buku ini memuat aktivitas dan materi yang diperlukan untuk memberikan kesadaran itu; termasuk juga pengetahuan dan teknik yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh, PJOK bukan hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan motorik, atau terbagi menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang memuat pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan konkret dan abstrak yang dibentuk melalui pengetahuan tersebut, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan utuh. Sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas tentang jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk siswa Pendidikan Menengah Kelas X. Aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membiasakan siswa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena sadar pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan melalui gerak jasmani, olahraga dan dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Implementasi terbatas Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapatkan tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Januari 2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

iii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................

iii

DAFTAR ISI...........................................................................................

iv

PELAJARAN I: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Voli ................................... 1

PELAJARAN II: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Softball ...................................... 11 B. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Tenismeja ................................. 18

PELAJARAN III: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik A. Kategori Keterampilan Gerak Lempar ......................................................... 25 B. Kategori Keterampilan Gerak Lempar Cakram .......................................... 37 C. Kategori Keterampilan Gerak Lempar Peluru ............................................. 46 D. Kategori Keterampilan Gerak Jalan............................................................... 51

PELAJARAN IV: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Beladiri A. Kategori Keterampilan Gerak Beladiri Pancaksilat..................................... 59

PELAJARAN V: Menganalisis Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani A. Kebugaran Jasmani........................................................................................... 71 B. Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani Terkait Keterampilan................ 72 C. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Untuk Usia 16-19 Tahun......... 76 D. Ringkasan ......................................................................................................... 80

iv

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

PELAJARAN VI: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan A. Keterampilan Gerak Loncat Jongkok ........................................................... 81

PELAJARAN VII: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Gerak Ritmik A. Kategori Keterampilan Gerak Ritmik ............................................................... 84

PELAJARAN VIII: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang A. Mengenal Aktivitas Gerak Renang ............................................................... 93 B. Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang ......................................... 95 C. Keterampilan Gerak Renang Gaya Punggung ............................................. 98 D. Keterampilan Gerak Renang Gaya Kupu-kupu ........................................... 104

PELAJARAN IX: Memahami Penyakit HIV / AIDS A. Pengertian Penyakit HIV / AIDS ...................................................................... 109 B. Bahaya Penyakit HIV / AIDS ............................................................................. 111 C. Penularan Penyakit HIV / AIDS ........................................................................ 112 D. Pencegahan Penyakit HIV / AIDS .................................................................... 117 E. Pengobatan Penyakit AIDS ................................................................................. 119 F. Tes HIV .................................................................................................................. 119 G. Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV / AIDS........................................ 122 H. Ringkasan ............................................................................................................. 123

PELAJARAN X : Menganalisis dan Merencanakan Kesehatan Pribadi A. Faktor - faktor yang mempengaruhi kesehatan pribadi ............................. 124 B. Aktivitas belajar merencanakan program kesehatan pribadi..................... 133 C. Ringkasan ......................................................................................................... 136

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

v

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 137 GLOSARIUM ........................................................................................................... 141 LAMPIRAN .............................................................................................................. 154

vi

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran I

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bolavoli Permainan bolavoli merupakan permainan beregu menggunakan bola besar yang dimainkan oleh dua regu saling berhadapan, masing-masing regu enam orang. Setiap regu diperbolehkan memainkan bola di daerah pertahanannya sebanyak-banyaknya tiga kali pukulan. Permainan bolavoli adalah permainan yang berbentuk memukul bola di udara hilir mudik di atas net satu jaring, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lawan untuk mencari kemenangan dalam permainan. Memvoli dan memantulkan bola ke udara harus mempergunakan bagian tubuh mana saja, asalkan dengan pantulan yang sempurna (tidak ganda). Keterampilan gerak dalam permainan bolavoli adalah keterampilan gerak servis (tangan bawah dan tangan atas) passing atas dan bawah, smash, dan block/bendungan (tunggal dan berkawan).

1. Keterampilan Gerak Servis Servis adalah suatu upaya seorang pemain untuk menyeberangkan bola melewati atas net dari luar garis belakang lapangannya yang merupakan awalan dari suatu serangan. Servis dapat dilakukan dengan cara dari bawah dan atas. Berikut cara melakukan servis tersebut. a. Keterampilan Gerak Servis Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak servis bawah melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah menghadap ke jaring net. 2) Tangan kiri memegang bola di bawah depan badan dan badan sedikit bungkuk. 3) Lambungkan bola menggunakan tangan kiri lebih kurang setinggi 30 cm,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

1

bersamaan itu tangan kanan memukul dengan gerakan mengayun dari belakang bawah ke depan hingga bola melayang melewati atas net/jaring. 4) Perhatikan gambar 1.19.

Gambar 1.19. Gerakan Servis Bawah

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis bawah, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak ditekuk, badan kurang membungkuk, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, dan tidak diikuti gerakan lanjutan. b. Keterampilan Gerak Servis Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak servis atas melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah menghadap jaring. 2) Lambungkan bola lurus ke atas menggunakan tangan kiri lebih kurang dari 60 cm di atas depan kepala dan pandangan dipusatkan pada bola. 3) Ayunkan lengan kanan dari belakang ke atas kemudian ke depan secara serentak. 4) Pukul bola menggunakan telapak tangan. 5) Gerakan lanjutan ke depan bagi tangan yang memukul diikuti dengan Gambar 1.20. Gerakan Servis Atas melangkahkan kaki yang berada di belakang. 6) Perhatikan gambar 1.20. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis atas, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak membuka, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, dan tidak diikuti gerakan lanjutan. 2

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Keterampilan Gerak Servis Menyamping Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan servis menyamping melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi berdiri kedua kaki sedikit dibuka menyamping ke arah net/jarring. 2) Tangan kiri memegang bola dan tangan kanan siap untuk memukul. 3) Lambungkan bola ke atas oleh tangan kiri di atas bahu, bersamaan dengan gerakan itu ayunkan lengan/tangan yang akan memukul. 4) Pukul dari samping ke belakang dengan telapak tangan terbuka mengarah ke bola. 5) Setelah melakukan servis dilanjutkan dengan gerak lanjut dari tangan pukul yang diikuti oleh anggota tubuh lainnya. 6) Perhatikan gambar 1.21. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis bawah, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki tidak sejajar, badan tidak menyamping, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun, dan tidak diikuti gerakan lanjutan.

Gambar 1.21. Gerakan Servis Menyamping

d. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar dibawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis bawah, atas, dan menyamping: 1). Berdiri secara berpasangan (satu bola oleh dua orang) di belakang garis lapangan. 2). Salah satu siswa melakukan servis bawah, atas, dan menyamping dengan berusaha melewati net/jarring. 3). Siswa yang lain (pasangan) menangkap bola di daerah lapangannya.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3

4). Bergantian melakukan servis dan menangkap bola hingga waktu yang ditentukan oleh guru. 5). Perhatikan gambar 1.22.

Gambar 1.22. Aktivitas Berpasangan untuk Belajar Keterampilan Gerak Servis

2. Keterampilan Gerak Passing a. Keterampilan Gerak Passing Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak passing bawah melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri seimbang dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. 2) Lutut sedikit ditekuk dan badan agak condong ke depan. 3) Kedua lengan dirapatkan dan lurus ke depan bawah. 4) Ayunkan kedua lengan secara bersama-sama lurus ke atas depan bersamaan dengan meluruskan kedua lutut. 5) Perkenaan pada kedua tangan 6) Sikap akhir adanya gerak lanjut dari lengan yang diikuti anggota tubuh lainnya. 7) Perhatikan gambar 1.23.

Gambar 1.23. Gerakan Passing Bawah

4

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak passing bawah, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka, lutut tidak ditekuk, kedua lengan kurang rapat, ayunan lengan dan meluruskan lutut tidak bersamaan, perkenaan bola tidak pada kedua tangan, dan tidak diikuti gerak lanjutan. b. Keterampilan Gerak Passing Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak passing bawah dapat dilakukan melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri seimbang dengan tumpuan kedua kaki dan salah satu kaki di depan. 2) Pandangan diarahkan pada bola. 3) Badan sedikit condong ke depan. 4) Kedua tangan terbuka di atas depan kepala dengan siku bengkok ke samping. Gambar 1.24. Gerakan Passing Atas

5) Dorong bola ke atas dengan menggunakan pangkal jari-jari tangan diikuti dengan gerakan meluruskan kedua siku dan kedua lutut diluruskan sehingga badan lurus. 6) Sikap akhir merupakan gerak lanjut dari kedua lengan diikuti oleh anggota tubuh lainnya. 7) Perhatikan gambar 1.24. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak passing atas, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka dan sejajar, lutut tidak ditekuk, kedua lengan tidak berada di atas depan kepala, perkenaan bola tidak pada jari-jari tangan, dorongan tidak bersamaan dengan meluruskan siku dan lutut, dan tidak diikuti gerak lanjutan. c. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Passing 1). Aktivitas Belajar I Cobalah lakukan aktivitas belajar satu di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak passing bawah dan atas: a) Siswa saling berpasangan (satu bola oleh dua orang) dipisahkan oleh net/jaring. b) Permulaan permainan diawali dengan lemparan. c) Para siswa berupaya saling memindahkan bola melewati net/jarring dengan passing bawah atau atas. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

5

d) Selama bola belum menyentuh lantai, bola dinyatakan dalam permainan (bola hidup). e) Siswa yang lebih dulu mengumpulkan angka 15 dinyatakan sebagai pemenang, kecuali deuce, maka siswa yang mendapatkan nilai selisih dua yang menang. f) Perhatikan gambar 1.25.

Gambar 1.25. Permainan Satu Lawan Satu untuk Belajar Keterampilan Gerak Passing

2). Aktivitas Belajar II Cobalah lakukan aktivitas belajar satu di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak passing bawah dan atas:

Gambar 1.26. Permainan Tiga Lawan Tiga untuk Belajar Keterampilan Gerak Passing.

a) Siswa dibagi dalam kelompok (satu kelompok tiga orang). b) Lapangan dengan lebar 3 meter, net dapat menggunakan tali/tambah yang direntangkan sepanjang lapangan. c) Permulaan permainan diawali dengan lemparan. d) Setiap kelompok berupaya untuk memindahkan bola dengan passing bawah atau atas. e) Setiap kelompok hanya boleh menyentuh bola tiga kali dan setiap anggota kelompok harus menyentuh bola. f) Selama bola belum menyentuh dinding lantai, bola dinyatakan dalam permainan (bola hidup).

6

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

g) Peserta yang lebih dulu mengumpulkan angka 15 dinyatakan sebagai pemenang, kecuali deuce, maka regu yang mendapatkan nilai selisih dua yang menang. h) Perhatikan gambar 1.26.

3. Keterampilan Gerak Smash Smash adalah usaha memukul bola untuk melakukan serangan keras yang ditujukan pada pertahanan lawan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak smash melalui urutan gerakan sebagai berikut. a. Berdiri menghadap net/jaring dengan jarak 2-3 langkah. b. Ambil awalan dengan langkah lebar dan datar. c. Kedua lengan diayunkan ke belakang dan pandangan ke arah bola. d. Lakukan tolakan dengan menekuk kedua lutut kemudian lanjutkan dengan loncatan. Gambar 1.27. Rangkaian Gerakan Smash e. Ayunkan lengan yang akan memukul ke depan dan punggung melenting ke belakang. f. Bola dipukul dengan lengan terjulur, telapak tangan terbuka, dan menaungi bola dengan melecutkan pergelangan tangan. g. Pendaratan dilakukan dengan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper. h. Perhatikan Gambar 1.27. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak smash, yaitu: sikap badan kaku, berdiri terlalu dekat dengan net/jaring, awalan langkah terlalu banyak dan lebar, tolakan tidak menekuk lutut, lengan tidak terayun ke depan pada saat akan memukul bola, dan pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper. Aktivitas Belajar keterampilan Gerak Smash Coba kalian lakukan aktivitas belajar ini untuk belajar keterampilan gerak smash: 1). Siswa berkelompok sebanyak 3 orang. satu kelompok mendapatkan satu bola. 2). Satu siswa sebagai penangkap bola, satu siswa sebagai pengumpan, dan satu siswa sebagai smasher. 3). Siswa penangkap bola berada di daerah lapangan yang terpisahkan net/jaring dengan siswa sebagai pengumpan dan smasher. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

7

4). Siswa smasher melambungkan bola kepada siswa pengumpan kemudian mengumpankan bola dengan passing atas/bawah mendekati net/jaring. 5). Siswa smasher memukul bola melewati dan diarahkan pada siswa penangkap bola yang berada di seberang net/jaring. 6). Siswa penangkap berupaya untuk menangkap bola dan berganti menjadi smasher setelah melakukan smash. 7). Siswa smasher berganti menjadi pengumpan dan siswa pengumpan berganti menjadi penangkap bola. 8). Begitu seterusnya hingga waktu yang ditentukan guru. 9). Aktivitas ini juga menggabungkan keterampilan gerak passing dan smash. 10). Perhatikan gambar 1.28.

Gambar 1.28. Permainan dua lawan satu untuk Belajar Keterampilan Gerak Smash

4. Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking) Bendungan (Blocking) adalah upaya menggagalkan serangan (smash) dari pihak lawan dengan cara cara membendung bola di atas di atas jaring sambil meloncat. Blocking dapat dibedakan menjadi Blocking tangan aktif dan pasif. Cara membendung dapat dilakukan oleh satu orang, dua orang, atau tiga orang, tergantung kuat atau tidaknya serangan (smash) dari lawan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak bendungan/blocking melalui urutan gerakan sebagai berikut: a. Berdiri menghadap net/jaring. b. Amati bola dan pemain lawan. c. Meloncat dari posisi agak jongkok kedua tangan di depan atas setinggi bahu. d. Julurkan kedua tangan ke atas untuk menghadang dan menutup bola yang dipukul. e. Mendaratlah dengan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper.

8

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 1.29. Rangkaian Gerakan membendung (blocking)

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak bendungan/blocking, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak menghadap net/jaring, awalan loncat kurang maksimal karena tolakan tidak menekuk lutut, kedua tangan tidak berada di atas depan, kedua tangan kurang dijulurkan melewati net/jaring, dan pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper. a. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking) Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak bendungan/blocking: 1). Siswa berkelompok sebanyak 3 orang. satu kelompok mendapatkan satu bola. 2). Satu siswa sebagai pembendung/blocker, satu siswa sebagai pengumpan, dan satu siswa sebagai smasher. 3). Siswa pembendung/blocker berada di daerah lapangan yang terpisahkan net/ jaring dengan siswa sebagai pengumpan dan smasher. 4). Siswa smasher melambungkan bola kepada siswa pengumpan kemudian mengumpankan bola dengan passing atas/bawah mendekati net/jaring. Siswa smasher memukul bola melewati. 5). Siswa pembendung / blocker berupaya untuk membendung bola dan berganti menjadi smasher setelah melakukan bendungan. 6). Siswa smasher berganti menjadi pengumpan dan siswa pengumpan berganti menjadi pembendung/ blocker. 7). Begitu seterusnya hingga waktu yang ditentukan guru. 8). Aktivitas ini juga menggabungkan keterampilan gerak passing, smash, dan bendungan/blocking. Gambar 1.30. Permainan dua lawan satu untuk Belajar 9). Perhatikan gambar 1.30. Keterampilan Gerak Bendungan/Block Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

9

5. Ringkasan Permainan bolavoli adalah permainan yang berupaya memukul bola di udara hilir mudik di atas net/jaring, dengan maksud dapat menjatuhkan bola pada daerah kosong lapangan lawan. Keterampilan gerak dalam Permainan bolavoli meliputi keterampilan gerak servis (bawah, atas, dan menyamping), Passing atas dan bawah, Smash, dan Bendungan (Blocking). Keterampilan gerak dalam permainan bolavoli dapat dikembangkan melalui aktivitas belajar secara individu, berpasangan dan berkelompok. Pada saat belajar keterampilan gerak bolavoli perlu diterapkan pula sikap yang baik, seperti: sportif, bekerjasama, toleransi, disiplin, menerima kekalahan dan kemenangan.

10

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran II

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Softball Permainan Softball termasuk permainan beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Permainan softball dimainkan oleh 9 orang pemain dan bermain dalam 7 inning, yaitu masing-masing regu mendapat giliran menjadi pemain bertahan dan menyerang masing-masing 7 kali. Pergantian ini apabila regu bertahan berhasil mematikan pemain dari regu penyerang sebanyak 3 orang. Cara memainkannya ialah seorang pemukul melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pitcher (pelempar bola). Bola dipukul dengan menggunakan alat pukul (bat). Pelempar bola bertugas dari tengah lapangan, dimana anggota regunya bertugas juga di tiga home base, empat di luar lapangan dan satu di home plate. Seorang pemukul, harus berhasil mengelilingi semua base sebelum bola mengenai base yang ditujunya. Pemukul dapat menolak lemparan bola yang dirasa tidak sesuai.

1. Keterampilan Gerak Memegang Bet/Pemukul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak memegang bet/ pemukul dengan urutan gerakan sebagai berikut: a. Kayu pemukul dipegang erat dengan dua tangan saling merapat. b. Posisi pegangan senyaman mungkin untuk melakukan pukulan. ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat/stick softball, yaitu: 1) Pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol. 2) Pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol. 3) Pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari Gambar 2.1. Cara Memegang Tongkat Pemukul bonggol. c. Perhatikan Gambar 2.1.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

11

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika memegang tongkat pemukul, yaitu: pegangan kurang kuat, tidak fokus dalam memegang, memegang tidak sesuai tujuan dalam memukul, dan posisi lengan kaku.

2. Keterampilan Gerak Memukul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak memukul dengan urutan gerakan sebagai berikut: a. Sikap awal peganglah pemukul sesuai dengan cara memegang pemukul. b. Kaki dibuka senyaman mungkin, sikap badan sedikit membungkuk, mengahadap ke pelemparan bola. c. Ketika bola datang, segera ayunkan kembali kedua lengan dan tangan sehingga bola dan pemukul Gambar 2.2. Memukul Bola bertubrukan. d. Arahkan pukulan ke bawah, menyusur tanah/mendatar, atau melambung jauh ke belakang. e. Pada akhir pukulan diikuti badan sedikit memutar sebagai gerakan lanjutan. f. Perhatikan gambar 2.2. Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika memukul bola softball, yaitu: pegangan kurang kuat, tidak fokus pada bola, ayunan kedua lengan kurang maksimal, posisi badan kaku, arah pukulan tidak jelas, dan tidak ada gerak lanjut.

3. Keterampilan Gerak Melempar Bola Keterampilan melempar bertujuan untuk melemparkan bola ke teman satu tim dalam bermain. Ada beberapa macam lemparan, yaitu: melempar bola rendah, lurus, dan tinggi. a. Melempar Bola Rendah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola rendah dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola.

12

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

3) Ayunkan tangan kanan ke depan dari arah bawah, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Arah lemparan bola ke depan menyusur tanah. 5) Perhatikan gambar 2.3.

Gambar 2.3. Melempar Bola Rendah

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola rendah softball, yaitu: memegang bola kurang fokus, pandangan tidak fokus, badan kurang bungkuk, lemparan dan langkah kaki tidak bersamaan. b. Melempar Bola Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola lurus dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan ke depan setinggi bahu, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Lempar bola ke depan lurus kurang lebih meluncur setinggi dada/bahu penerima bola yang dibantu dengan melecutkan pergelangan tangan lempar. 5) Perhatikan gambar 2.4.

Gambar 2.4. Melempar Bola Lurus

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

13

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola dalam softball, yaitu: sikap badan kaku, ayunan lengan kurang kuat, badan kaku dan tidak seimbang, tidak ada lecutan saat akhir lemparan, dan tidak diikuti gerak lanjut. c. Melempar Bola Tinggi Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola tinggi dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan ke depan dari arah bawah ke atas, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Lemparan bola ke atas dengan mengayunkan tangan lempar dari belakang bawah menuju ke atas yang dibantu dengan melecutkan pergelangan tangan yang melempar; 5) Sikap akhir dengan gerak lanjutan dari tangan lempar lurus ke depan, dibantu dengan gerak ikutan anggota tubuh lainnya. 6) Perhatikan gambar 2.5.

Gambar 2.5. Melempar Bola Tinggi

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola tinggi dalam softball, yaitu: sikap badan kaku, ayunan lengan kurang kuat, memegang bola tidak sesuai, kedua kaki kurang membuka, arah lemparan tidak ke atas depan, badan kaku dan tidak seimbang, dan tidak ada gerak lanjut. d. Melambungkan Bola (pitching) Melambungkan bola biasanya dilakukan seorang pelambung (pitcher). Bola yang dilemparkan dengan baik ialah bola yang berada di atas home base di antara lutut dengan bahu si pemukul. jika bola dilemparkan dengan baik maupun tidak, umpire mengatakan strike. Apabila bola dilemparkan salah, yaitu tidak berada di atas home base antara lutut dan bahu si pemukul, dinamakan ball.

14

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melambungkan bola melalui gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah pemukul. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan dari belakang ke depan, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Akhiri gerakan kaki kanan ke depan, berat badan dibawa ke depan.

Gambar 2.6. Melambungkan Bola

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melambungkan bola dalam softball adalah sikap badan kaku, cara melempar bola yang kurang pas / tidak masuk daerah pukulan, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak ada gerak lanjut.

4. Keterampilan Gerak Menangkap bola Menangkap bola pada softball menggunakan alat yang diberi nama sarung/ glove. Menangkap bola bertujuan untuk menerima bola dari teman atau satu tim dalam bermain. Ada beberapa macam menangkap bola, yaitu: menangkap bola rendah, menangkap bola lurus, dan menangkap bola tinggi. a. Menangkap Bola Rendah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola rendah melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal badan menghadap ke arah datangnya bola kedua kaki sedikit dibuka 2) Badan dibungkukkan ke depan. 3) Kedua telapak tangan menghadap ke bola membentuk mangkuk. 4) Tangan kiri menangkap bola diikuti tangan kanan menutup glove setelah bola ditangkap. 5) Perhatikan gambar 2.7. Gambar 2.7. Menangkap Bola Rendah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

15

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola. b. Menangkap Bola Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola lurus melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal menghadap ke arah bola datang kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut agak ditekuk. 2) Posisi badan agak condong ke depan kedua telapak tangan menghadap ke arah bola membentuk mangkuk. 3) Usahakan bola masuk di antara dua tapak tangan tutup dengan jari-jari dan tarik ke arah dada untuk meredam kecepatan bola. 4) Perhatikan gambar 2.8. Gambar 2.8. Menangkap Bola Lurus

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola. c.Menangkap Bola Tinggi

Gambar 2.9. Menangkap Bola Tinggi

16

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola tinggi melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal menghadap ke arah bola datang kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut agak ditekuk. 2) Posisi badan agak condong ke depan kedua telapak tangan menghadap ke arah bola membentuk mangkuk. 3) Usahakan bola masuk di antara dua tapak tangan tutup dengan jari-jari dan tarik ke bawah untuk meredam kecepatan bola. 4) Perhatikan gambar 2.9.

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola.

5. Aktivitas Belajar melalui Permainan Softball Sederhana Setelah kalian melakukan dan menganalisis berbagai keterampilan gerak dalam permainan softball, sekarang cobalah lakukan aktivitas belajar berikut ini: a. Buatlah dua regu yang sama banyak. Satu regu sebagai pemukul dan regu lainnya sebagai penjaga. b. Regu yang mendapat giliran memukul, setiap pemain mendapat kesempatan 3 kali memukul. Jika pukulan yang pertama atau kedua sudah baik, pemukul harus segera lari ke base pertama. c. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelum permainan dimulai. d. Tiap-tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, di mana pemukul pertama tidak boleh dilalui pemukul kedua dan seterusnya. e. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam permainan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melempar bola kepada pemukul. f. Pada waktu akan di “tik” pelari tidak boleh menghindar dengan berlari keluar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan. g. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapat nilai 1. h. Lama bermain ditentukan dengan inning dan lamanya permainan softball adalah 7 inning/babak. i. Perhatikan gambar 2.10.

Gambar 2.10. Aktivitas Belajar Permainan Softball Sederhana

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

17

6. Ringkasan Permainan Softball termasuk permainan beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Keterampilan gerak dalam permainan softball yang perlu diketahui dan dikuasai adalah keterampilan memegang tongkat (pemukul), memukul, melempar dan menangkap bola. Memegang bet/pemukul dapat dilakukan dengan pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol, pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol, dan pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari bonggol. Memukul bola dapat diarahka ke bawah, menyusur tanah/mendapat, dan melambung tinggi ke atas. Melempar bola dapat dilakukan dengan bola rendah, lurus, tinggi, dan lambungan bola untuk pengumpan (pitcher). Menangkap bola disesuaikan dengan arah bola yang datang, yaitu: bola rendah, lurus, dan tingi. Semua keterampilan gerak dalam permainan softball dapat dipelajari dan laksanakan dalam permainan softball sederhana.

B. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Tenismeja Permainan tenismeja adalah suatu aktivitas permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola. Bola yang dipukul tersebut harus melewati net yang dipasang pada bagian tengah lapangan/meja. Permainan ini berlaku untuk putra maupun putri dengan bentuk tunggal (single) dan ganda (double) dan ganda campuran (mixed double). Permainan tenismeja atau yang lebih dikenal dengan istilah lain yaitu Ping Pong merupakan olahraga unik dan bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sangat digemari oleh segala usia. Mengingat keunikan permainan tersebut, maka untuk penguasaannya perlu pengamatan, kelincahan, dan reflek yang baik dari setiap pemain. Permainan tenismeja memerlukan keterampilan-keterampilan agar dapat bermain dengan baik. Keterampilan tersebut antara lain adalah pegangan bat dan pukulan.

1. Keterampilan Gerak Memegang Bat Pada permainan tenismeja, pegangan bat, terdiri atas: pegangan tangkai pena (penholder grip) dan pegangan jabat tangan (shakehand grip). a. Pegangan Tangkai Pena (Penholder Grip) Pegangan tangkai pena digunakan oleh pemain tipe menyerang dan pukulan forehand drive merupakan basis atau satu-satunya selama dalam pertandingan.

18

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan pegangan tangkah pena melalui gerakan berikut ini: 1) Pegang tangkai bat pada bagian terdekat dengan kepala bat. 2) Tangkai bat berada diantara ibu jari dan jari telunjuk. 3) Tiga jari yang lain berada di belakang menahan kepala bat. 4) Perhatikan gambar 2.26. Gambar 2.26. Pegangan Tangkai Pena (Depan dan Belakang)

Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan pegangan tangkai pena dalam tenismeja adalah tangan dan jari terlalu kaku, tangkai bat tidak berada diantara ibu jari dan jari telunjuk, dan tiga jari yang lain tidak menahan kepala bat. b. Pegangan Jabat Tangan (Shakehand Grip) Pegangan ini menyerupai orang jabat tangan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pegangan jabat tangan melalui gerakan berikut ini: 1) Pegang bat pada tangkai. 2) Jari telunjuknya boleh lurus atau dibengkokkan. 3) Ketiga jari tangan lainnya melingkar pada bagian tangkai. 4) Perhatikan gambar 2.27. Gambar 2.27. Pegangan Jabat Tangan (Depan dan Belakang)

Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika melakuakn gerak pagangan bat jabat tangan dalam tenismeja adalah tangan dan jari terlalu kaku, tangkai bat tidak gengam erap oleh tiga jari dan ibu jari, dan jari telunjuk kaku.

2. Keterampilan Gerak Servis Tenismeja Pukulan servis adalah pukulan (serangan) pertama untuk memulai permainan. Marilah kita pelajari jenis-jenis servis dalam tenismeja berikut ini: a. Servis Forehand Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak servis forehand melalui gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap, kedua kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, dan menghadap ke arah sasaran. 2) Tangan kiri memegang bola dengan telapak tangan terbuka dan tangan kanan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

19

memegang bat yang siap untuk memukul dengan permukaan bat mengarah ke depan. 3) Lambungkan bola sedikit ke atas di depan badan. 4) Pada saat bola turun dari titik tertinggi lambung, ayunkan bat ke depan lurus dengan permukaan bat mengarah ke depan. 5) Bola dipukul dengan cara memukul ke dalam dengan bat. 6) Perhatikan gambar 2.28.

Gambar 2.28. Servis Forehand

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan forehand servis dalam tenismeja adalah sikap badan kaku, cara memegang bat yang kurang sesuai, lambungan bola tidak pas, sentuhan bat ke bola tidak akurat, kaki kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjutan. b. Servis Backhand

Gambar 2.29. Servis Backhand.

Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak servis backhand melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri menghadap arah lapangan, kaki kanan agak ke depan, berat badan di kaki kanan dan badan agak condong ke depan. 2) Tangan kanan memegang bat menyilang di samping badan, siku ditekuk, punggung lengan bagian luar mengarah ke depan. 3) Tangan kiri memegang bola di depan atas dada. 4) Bola dipukul ke depan menggunakan punggung bet dengan dorongan ke depan hingga bola memantul dan menyeberangi net.

20

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

5) Gerak lanjut (follow through) sangat diperlukan agar siap untuk melakukan pukulan berikutnya. 6) Perhatikan gambar 2.29. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan servis backhand dalam tenismeja adalah sikap badan kaku, cara memegang bat yang kurang sesuai untuk backhand, lambungan bola tidak akurat, pukulan bat ke bola tidak pas, kaki kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjutan. c. Aktivitas Belajar Servis Tenismeja Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis: 1) Carilah teman pasangan. 2) Saling berhadapan di meja tenis. 3) Lakukan secara bergantian servis forehand dan backhand 4) Berikanlah komentar teman yang melakukan servis. 5) Lakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang sampai waktu yang ditentukan guru. 6) Perhatikan gambar 2.30.

Gambar 2.30. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis.

3. Keterampilan Gerak Pukulan a. Pukulan Forehand Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan forehand dalam tenismeja melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap dengan salah satu kaki di depan. 2) Pandangan ke arah datangnya bola. Gambar 2.31. Gerakan Pukulan Forehand Tenismeja

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

21

3) Peganglah bat dengan pegangan forehand. 4) Ayunkan lengan dan bat ke belakang samping. 5) Ketika bola datang, pukul bola di depan badan. 6) Ikuti dengan gerakan lanjutan lengan ke depan. 7) Perhatikan gambar 2.31. Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan forehand tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. b. Pukulan Backhand Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan backhand dalam tenismeja melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap kedua kaki terbuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk dan badan sedikit condong ke depan. 2) Tangan kanan memegang bat dengan posisi backhand. 3) Tarik tangan kanan yang memegang bat ke sebelah kiri. 4) Ayunkan kembali tangan yang memegan bat ke depan sehingga bola terpukul bat dengan posisi backhand. 5) Tangan yang memukul tidak menjulur jauh tetapi berhenti. Gambar 2.32. Gerakan Pukulan Backhand 6) Perhatikan gambar 2.32 Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan Backhand tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.Pada prinsipnya pukulan forehand hampir sama dengan backhand. Perbedaannya, pada posisi kaki pada pukulan forehand, kaki sebelah kiri berada sedikit di depan, sedangkan pada pukulan backhand kaki kanan berada sedikit di sebelah depan. c. Pukulan Lurus (drive stroke) Pukulan lurus dilakuakn dengan keras dan gerakan tangan bebas yang hasilnya bola akan melayang dengan kecepatan tinggi. Pukulan ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu fore-hand drive dan back-hand drive. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

22

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1) Posisi siap kedua kaki dibuka lebih lebar dari bahu. 2) Tangan pukul bersiap di depan. 3) Pandangan ditujukan pada arah datangnya bola. 4) Begitu bola datang, bet digerakkan ke atas samping 5) Pukul bola saat mencapai titik tertinggi pantulan. 6) Sikap akhir kembali ke posisi siap. 7) Perhatikan gambar 2.33. Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan lurus tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, pukulan kurang kuat, pukulan tidak lurus, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Gambar 2.33. Pukulan Lurus

d. Aktivitas Belajar Pukulan dalam Tenismeja 1) Aktivitas Belajar I Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak pukulan dalam tenismeja:

Gambar 2.34. Memukul bola ke tembok

a) Rapatkan meja dengan tembok. b) Bersiaplah di depan meja tersebut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

23

c) Lakukan pukulan secara terus-menerus dengan memantulkan pada tembok. d) Pukulan dapat dilakukan dengan forehand, backhand, dan lurus. e) Lakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang dan bergantian dengan temanmu sampai batas waktu yang ditentukan guru. f) Perhatikan gambar 2.34. 2) Aktivitas Belajar II Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis dan pukulan dalam tenismeja melalui permainan sederhana: a) Carilah teman pasangan. b) Mulailah permainan dengan servis. c) Hitunglah permainan hingga mencapai angka tertinggi 11, kecuali terjadi perpanjangan dengan dua angka. d) Pemenangnya yang berhasil mencapai angka tertinggi terlebih dahulu sesuai aturan yang ada. e) Perhatikan gambar 2.35.

Gambar 2.35. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis dan Pukulan

4. Ringkasan Permainan tenismeja adalah suatu jenis permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola. Bola yang dipukul tersebut harus melewati net yang dipasang pada bagian tengah lapangan/meja. Permainan ini berlaku untuk putra maupun putri dengan bentuk tunggal (single) dan ganda (double) dan ganda campuran (mixed double). Permainan tenismeja memerlukan keterampilan memegang bat dan pukulan. Pegangan bat terdiri atas: pegangan tangkai pena (penholder grip) dan Pegangan jabattangan (Shakehand Grip). Pukulan dalam permainan tenismeja terdiri atas pukulan servis, pukulan forehand, pukulan backhand, dan pukulan smash.

24

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran III

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik A. Kategori Keterampilan Gerak Lempar 1. Kategori keterampilan gerak Lempar Lembing Lempar lembing adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. Tujuan lempar lembing adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu. Gerak Lempar lembing dirinci menjadi tahap-tahap berikut ini : a. Cara memegang lembing Yaitu cara memegang lembing pada pegangannya agar dapat memegang dengan kuat dan nyaman. b. Cara membawa lembing Yaitu cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing. c. Lari ancang – ancang Dalam tahap ancang-ancang, pelempar dan lembing dalam gerakan dipercepat/ akselerasi. d. Lima langkah berirama Dalam tahap gerak ‘5 langkah berirama’ pelempar dalam gerakan dipercepat lebih lanjut dan pelempar mempersiapkan tahap pelepasan lembing. e. Melepas lemparan ( adalah bagian dari 5 langkah berirama ) Dalam tahap pelepasan lembing dihasilkan kecepatan tambahan dan ditransfer kepada lembing sebelum dilepaskan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

25

f. Pemulihan (recovery) Dalam tahap pemulihan, pelempar menahan dan menghindari berbuat kesalahan

Gambar 3.26 Phase lempar lembing

Secara lebih lengkapnya sebagai berikut : 1) Cara Memegang Lembing Tujuannya untuk memegang lembing dengan kuat dan nyaman. Lembing terletak secara diagonal di tangan. Telapak tangan menghadap ke atas dan tangan memegang lembing dalam keadaan rilex.

Gambar 3.27 Cara memegang Lembing)

a. Pegangan dengan ibu jari dan telunjuk (gambar 1). Cara Finlandia: Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar.

26

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pegangan dengan ibu jari dan jari-jari tengah (gambar 2). Cara Amerika: Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju kearah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar c. Pegangan dengan telunjuk dan jari-jari tengah (gambar 3). Cara Menjepit: Caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memegang biasa. Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang lembing adalah tidak memegang dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi. 2) Cara Membawa Lembing Yaitu cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing. a) Membawa lembing di atas pundak Lembing dipegang di atas pundak di samping kepala dengan mata lembing serong ke atas, siku tangan dilipat atau ditekuk menuju depan. Cara ini digunakan oleh para pelempar yang menggunakan awalan gaya jangkit (hop-step) pada waktu akan melempar.

Gambar 3.28 Cara membawa Lembing diatas pundak

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

27

b) Membawa lembing di bawah Membawa lembing di bawah adalah dengan lengan kanan lurus ke bawah, mata lembing menuju serong ke atas dan ekornya menuju serong ke bawah hampir dekat dengan tanah.

Gambar 3.29 Cara membawa Lembing di bawah

c) Membawa lembing di depan dada. Mata lembing menuju serong ke bawah sedangkan ekornya menuju serong ke atas melewati pundak sebelah kanan. Kesalahan yang sering terjadi ketika membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Gambar 3.30 Cara membawa Lembing di depan dada

Gambar 3.31 Sikap lari awalan lempar lembing

28

3) Sikap Awalan Lari Ancang-Ancang / awalan. Tujuannya untuk mempercepat gerakan pelempar dan lembing. Dalam lempar lembing ada dua macam awalan yang sering digunakan, yaitu : awalan silang (cross-step) dan awalan jangkit (hopstep). Lempar lembing yang mempergunakan awalan silang (cross-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya silang, sedangkan lempar lembing yang mempergunakan awalan jingkat (hop-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya jingkat.

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Sifat-Sifat Teknis : a) Lembing dipegang horisontal/mendatar diatas bahu. b) Bagian atas lembing adalah setinggi kepala. c) Lengan diupayakan tetap tenang-stabil (tidak bergerak kemuka ke belakang) d) Lari-percepatan adalah relax, terkontrol dan berirama (6-12 langkah) e) Lari percepatan sampai mencapai kecepatan optimum, yang adalah dipertahankan atau ditingkatkan dalam lari ‘ lima-langkah berirama’. Kesalahan yang sering terjadi ketika lari awalan membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lari awalan membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi. 4) Lima Langkah Berirama a) Phase Lari 5 Langkah Berirama (Penarikan). Tujuannya guna menempatkan lembing dengan betul untuk dilempar.

Gambar 3.32 Lima Langkah Berirama lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Penarikan (lembing) dimulai pada saat kaki kiri mendarat. (2) Bahu kiri menghadap kearah lemparan, lengan kiri ditahan didepan untuk keseimbangan (3) Lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkah 1& 2. (4) Lengan pelempar ada pada setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan. (5) Ujung/mata-lembing adalah dekat dengan kepala.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

29

b) Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls). Tujuannya untuk menempatkan dan mempersiapkan badan untuk pelepasan lembing (delivery).

Gambar 3.33 5 Langkah Berirama (langkah impuls)

Sifat-Sifat Teknis : Dorongan adalah aktif dan datar dari telapak kaki kiri (tidak kehilangan kecepatan). (1) Lutut kanan diayunkan kedepan (bukan keatas) (2) Badan condong kebelakang : kaki dan badan menyusul lembing. (3) Bahu kiri dan kepala menghadap arah lemparan (4) Poros lengan pelempar dan poros bahu adalah paralel. (5) Langkah impuls adalah lebih panjang dari pada langkah pelepasan c) Phase Pelepasan (Delivery) Lembing. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari kaki-kaki ke badan. Bagian 1 : Transisi

Gambar 3.34 Phase pelepasan (transisi) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Kaki kanan ditempatkan datar pada suatu yang akut ke arah lemparan. (2) Kaki-kaki telah menyusul badan.

30

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

(3) Poros-poros bahu,lembing dan pinggang adalah paralel. (4) Lutut kanan dan pinggang didorong ke depan secara aktif. (5) Lengan pelempar tetap diluruskan. d) Phase Pelepasan Lembing. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari badan ke bahu. Bagian 2 : Posisi Power

Gambar 3.35 Phase pelepasan (posisi power) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Penempatan kaki kiri adalah aktif dan solid/kokoh (2) Sisi kiri diseimbangkan (3) Badan diangkat dan ada gerakan memutar melingkari kaki kiri. (4) Otot-otot pada bagian depan badan adalah dibuat pra-tegang yang kuat dalam ‘Posisi Lengkung’ (5) Bahu tangan pelempar didorong kedepan (6) Siku lengan pelempar berputar ke dalam, telapak tangan tetap ke atas. Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melepas lembing adalah tidak melepas dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melepas dengan sudut terlalu besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melepas lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

31

5) Gerakan Lempar a) Phase Pelepasan / Delivery. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari bahu/lengan ke lembing.

Gambar 3.36 Phase pelepasan (gerakan lengan akhir) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Siku kanan ditarik ke depan dan ke atas disamping kepala. (2) Badan bergerak ke depan. (3) Siku lengan pelempar diluruskan secara explosif. (4) Sisi kiri badan dihalangi dengan kaki kiri yang kokoh dan siku yang dibengkokkan dekat dengan badan. (5) Kaki kanan memelihara kontak dengan tanah sampai lembing dilepaskan. b) Phase Pelepasan / Delivery. Tujuannya untuk mentransfer kecepatan dari bahu/ lengan ke lembing.

Gambar 3.37 Phase pelepasan (gerakan lengan akhir) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Kaki kanan memutar pada sisi luarnya dan ditarik ke belakang (1) (2) Badan sedikit miring ke kiri, bahu kanan langsung di atas kaki kiri (2) (3) (3) Lengan pelempar harus sedekat mungkin vertikal pada saat lembing dilepaskan (3).

32

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c) Phase Lari ‘5 Langkah Berirama’ (Penempatan Kaki). Tujuannya untuk menciptakan kecepatan dan memindahkannya ke lembing.

Gambar 3.38 Phase 5 langkah berirama (penempatan kaki)lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Lari ‘5 langkah berirama’ : - penarikan, - langkah impuls, - pelepasan. (2) Kecepatan meningkat sampai tingkat optimum (tergantung atas kemampuan individu). Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melempar lembing adalah tidak melempar dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melempar dengan sudut terlalu besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. 6) Sikap Akhir Phase Pemulihan (Recovery). Tujuannya untuk menghentikan gerakan badan ke depan.

Gambar 3.39 Phase pemulihan

Kesalahan yang sering terjadi ketika akan melempar lembing adalah tidak melempar dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, melempar dengan sudut terlalu

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

33

besar atau kecil, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. 7) Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Lempar Lembing Guru memberikan penjelasan tentang teknik lempar lembing melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan

Formasi melempar

Gambar 3.40 Formasi aktivitas latihan lempar

lembing

untuk

latihan

keterampilan



a) Aktivitas Latihan pertama : Lempar Depan

Gambar 3.43 Formasi aktivitas latihan lempar depan

(1) Perkenalkan lembing, pegangan/grip dan tindakan keamanan (2) Cara menarik lembing, memegang tinggi di atas kepala, menunjuk ke atas tanah dengan usaha suatu sudut dangkal. (3) Condong badan ke belakang, menambah jarak , ujung dari lembing yang menancap harus menunjuk ke pelempar. (4) Tujuan : untuk mempercepat lembing sepanjang suatu jalur lurus.

34

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b) Aktivitas Latihan kedua : Lempar Dengan Berdiri

Gambar 3.44 Formasi aktivitas latihan lempar dengan berdiri

(1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan dan kanan di belakang mengahadap ke sasaran lemparan. 2) Lembing di pegang dengan tangan kanan dan disandarkan di atas bahu kanan. 3) Tarik lembing ke belakang dengan meluruskan tangan kanan ke belakang, pertahankan lengan setinggi bahu. 4) Angkat sedikit kaki kiri untuk mengawali gerakan, pertahankan berat badan pada kaki kanan yang bengkok/ditekuk. 5) Lemparkan lembing ke sasaran. c) Aktivitas Latihan ketiga : Lari ‘ 3 Langkah Berirama’ dan Lempar

Gambar 3.45 Formasi aktivitas latihan 3langkah berirama dan lempar

1) Berdiri di titik tumpuan dan ambil langkah mundur 3 langkah sambil memengang lembing yang disandarkan diatas bahu. 2) Lakukan gerak lempar lembing dengan awalan 3 langkah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

35

d) Aktivitas Latihan keempat : Lari ‘ 5 Langkah ’ dan Melempar

Gambar 3.46 Formasi aktivitas latihan 5 langkah dan melempar

1) Berdiri di titik tumpuan dan ambil langkah mundur 5 langkah sambil memengang lembing yang disandarkan diatas bahu. 2) Mulai dengan 2 langkah jalan (nanti 2 langkah lari ) dan 3 langkah berirama. 3) Gunakan marka antara untuk tanda start dan hitung irama : 1 – 2 – 3 4 / 5 4) Tujuan : untuk mengembangkan gerakan ‘ 5 langkah berirama’ e) Aktivitas Latihan kelima : Lari Ancang-Ancang dan Penarikan

Gambar 3.47 Formasi aktivitas latihan lari ancang-ancang dan penarikan

(1) Berlatih penarikan lembing dengan berjalan kemudian dengan lari-kecil/ jogging. (2) Gunakan titik observasi/pengamat dari samping dan belakang guna mengontrol posisi lembing. (3) Tetaplah lari ancang-ancang dengan marka start dan marka antara, tambahkan 5-langkah berirama kemudian. (4) Tujuan : untuk memperkenalkan penarikan lembing dan diimbangi dengan lari ancang-ancang dengan lari 5-langkah berirama.

36

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

f) Aktivitas Latihan keenam : Urutan Gerak Keseluruhan

Gambar 3.48 Formasi aktivitas latihan lembing gerak keseluruhan

B. Kategori keterampilan gerak Lempar Cakram Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Tujuan lempar cakram adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu. Secara umum gerakan Lempar Cakram terbagi dalam lima tahap : cara memegang cakram, ayunan, putaran, melepas cakram dan pemulihan.

Gambar 3.49 Phase lempar cakram

1. Cara Memegang Cakram Untuk dapat melempar cakram yang sesungguhnya diperlukan cara memegang yang baik dan benar, yakni : A. Cara Pertama Cakram dipegang dengan empat jari terbuka, ruas-ruas ujung jari menekuk menutupi pinggiran cakram, sedangkan ibu jari letaknya bebas pada cakram. Gambar 3.50 Cara memegang cakram

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

37

B. Cara Kedua Cakram dipegang dengan empat jari, jari telunjuk dan tengah dirapatkan, ruasruas ujung jari menekuk pinggiran cakram, sedang ibu jari letaknya bebas pada cakram.

Gambar 3.51 Cara memegang cakram

Tujuan : untuk memegang cakram kokoh-kuat untuk gerak percepatan dan menanamkan gerak rotasi yang benar pada saat cakram dilepaskan. Sifat-Sifat Teknis : (a) Cakram dipegang pada sendi akhir dari jari-jari (1). (b) Jari–jari dibuka/sebar pada pinggiran cakram. (c) Pergelangan-tangan rilex dan lurus. (2) (d) Cakram bersandar pada dasar telapak tangan. (2) (e) Ibu jari menempel pada cakram. (3) Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang cakram adalah tidak memegang dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lempar cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.

2. Sikap Awalan

Gambar 3.52 Phase ayunan lempar cakram

38

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

a. Phase Ayunan Dalam tahap ayunan, gerakan dimulai dan si pelempar bergerak masuk ke posisi untuk memutar.

Semester II

Tujuan : untuk mempersiapkan gerakan putar dengan memutar dan untuk memberi pra-tegangan pada badan, bahu dan lengan. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan ayunan cakram adalah tidak mengayun dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari mengayun cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. b. Phase Memutar (bagian 1) Dalam tahap memutar, gerakan-gerakan dipercepat dan badan bagian bawah berputar mendahului bagian atas badan.

Gambar 3.53 Phase memutar lempar cakram

c. Phase Memutar (bagian 2)

Gambar 3.54 Phase memutar lempar cakram

Tujuan : untuk mempercepat pelempar dan cakram serta membangun prategangan di dalam badan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

39

d. Phase Memutar ( penempatan kaki )

Gambar 3.55 Phase memutar lempar cakram

Tujuan : untuk menyediakan dukungan bagi posisi badan yang benar. 1) Kaki-kaki ditempatkan lebih lebar dari bahu, putaran itu ke kiri pada telapak kaki (1) 2) Kaki kanan berayun keluar menuju ke pusat lingkaran (2). 3) Kaki kanan ditempatkan pada kaki pusat lingkaran, kaki kiri mendarat segera setelah kaki kanan. (3) 4) Posisi power meliputi separo dari lingkaran (Posisi Tumit Jari-jari) (4). Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase memutar cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari memutar cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

3. Gerakan Lempar a. Phase Melepaskan Cakram Dalam tahap melepas cakram diperoleh tambahan kecepatan dan yang dipindahkan ke cakram sebelum dilepaskan.

Gambar 3.56 Phase melepaskan cakram

Tujuan : untuk memelihara momentum dan memulai gerak percepatan akhir cakram. Sifat-Sifat Teknis : 1) Kaki kanan ditekuk.

40

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2) Kaki kanan diputar segera ke arah lemparan. 3) Lengan kiri menunjuk ke arah belakang lingkaran-lempar . 4) Cakram ada setinggi kepala. 5) Kaki kiri mendarat segera setelah kaki kanan. b. Phase Melepaskan Cakram

Gambar 3.57 Phase melepaskan cakram

Tujuan : untuk memulai gerak percepatan akhir. Sifat-Sifat Teknis : 1) Berat badan ditumpukan kaki kanan yang bengkok/ditekuk. 2) Poros bahu ada di atas kaki kanan. 3) Kaki-kaki ada dalam posisi tumit-jari-jari. 4) Cakram terlihat di belakang badan (dari pandangan samping) c. Phase Melepaskan Cakram Bagian 3 : Percepatan Utama

Gambar 3.58 Phase melepaskan cakram

Tujuan : untuk memindahkan kecepatan dari pelemparan ke cakram. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase melepaskan cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, kaki dan tagan tidak menjaga keseimbangan dan tidak diikuti gerak lanjut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

41

Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari melepaskan cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

4. Sikap Akhir Phase Pemulihan (Recovery ) Dalam tahap pemulihan, si pelempar menahan dan menghindari perbuatan pelanggaran. Tujuan : untuk menyeimbangkan pelempar dan mencegah perbuatan kesalahan.

Gambar 3.59 Phase pemulihan

Sifat-Sifat Teknis : a. Kaki-kaki ditukar dengan cepat setelah cakram lepas. b. Kanan kaki ditekuk. c. Badan bagian atas diturunkan. d. Kaki kiri diayun ke belakang. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase pemulihan lempar cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, tidak bisa menjaga keseimbangan, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari phase pemulihan lempar cakram tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.

5. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Lempar Cakram Guru memberikan penjelasan tentang teknik lempar cakram melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan.

Gambar 3.60 Formasi latihan lempar cakram

42

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

a. Aktivitas Latihan pertama : Perkenalan

Gambar 3.61 Latihan perkenalan cakram

1) Mengenal cakram, cara memegangan/grip dan tindakan keamanan 2) Gulingkan cakram di tanah ke mitra-latih/pasangannya, melepaskannya dengan telujuk. 3) Robah cara menggulingkan dengan melemparkannya ke udara. 4) Tujuan : untuk membiasakan dengan cakram dan belajar memutarnya dengan benar. b. Aktivitas Latihan kedua : Lemparan Ke Depan dari Berdiri

Gambar 3.62 Lemparan ke depan dari berdiri

1) Mulailah dengan kaki paralel (1) atau dari posisi kangkang. 2) Gunakan alat yang lain (ring, bola-medis ringan), melempar ke sasaran. 3) Tujuan : untuk belajar melempar lurus dari suatu gerak percepatan memutar/ rotasi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

43

c. Aktivitas Latihan ketiga : Lemparan Berdiri Menyamping

Gambar 3.63 Lemparan berdiri menyamping

1) Mulailah dengan bahu kiri mengarah arah lemparan, kaki di buka agak lebar. 2) Ayun cakram ke belakang, berputar dengan poros kaki kanan. 3) Putar tumit kanan ke luar sambil mendorong pinggang kanan ke depan, halangi dengan kaki kiri. d. Aktivitas Latihan keempat : Lemparan Berdiri dari Posisi Power

Gambar 3.64 Lemparan berdiri

1) Mulailah dengan punggung menghadap ke arah lemparan. 2) Awalilah lemparan itu dengan gerakan yang kuat dari pinggang kanan yang memutar ke depan. 3) Ayunkan cakram ke belakang, ke atas dengan telapak tangan kebawah (gerakan ini jangan diputus) 4) Tujuan : untuk belajar aktivitas dari kaki kanan, pemutaran kaki, pinggang dan bahu.

44

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

e. Aktivitas Latihan kelima : Lemparan Satu Putaran

Gambar 3.65 Lemparan satu putaran

1) Mulailah dari luar lingkaran menghadap ke arah lemparan dengan cakram dibelakang badan. 2) Melangkah masuk lingkaran dengan putaran kaki kiri ke dalam (menunjuk ke kiri). 3) Putarlah kedepan pada kaki kiri, teruskan dengan kaki kanan aktif ke dalam posisi power, dan lempar. 4) Tujuan : untuk memperkenalkan satu putaran penuh. f. Aktivitas Latihan keenam : Urutan Gerak Keseluruhan

Gambar 3.66 Latihan gerak keseluruhan

1) Lakukan urutan gerak yang lengkap dengan mengontrol dan mengoreksi posisi power. 2) Lakukan dengan cakram yang lebih ringan. 3) Lakukan dengan alat berbeda (misal: ring, bola medis, ban motor bekas). 4) Tujuan : untuk merangkaikan phase-phase ke dalam suatu gerakan yang lengkap sempurna.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

45

C. Kategori keterampilan gerak Tolak Peluru 1. Mengenal aktivitas olahraga atletik tolak peluru Meskipun cabang olahraga ini termasuk event atau nomor lempar, akan tetapi istilah yang dipergunakan bukan "lempar peluru" tetapi "tolak peluru". Hal ini sesuai dengan peraturan tentang cara melepaskan peluru, ialah dengan cara mendorong atau menolak dan bukan melempar. Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah the short put. Dalam pembelajaran tolak peluru di dilapangan terlebih dahulu siswa diperkenalkan dengan cara sebagai berikut : a. Pengenalan peluru dalam pembelajaran : 1) Peluru dipegang dengan satu tangan dan dipindahkan ke tangan yang lain. 2) Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar. 3) Peluru dipegang oleh tangan dengan sikap berdiri agak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan.

Gambar 3.67 Pengenalan peluru

Kesalahan yang sering terjadi ketika pengenalan tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. b. Pengenalan cara memegang peluru dalam pembelajaran 1) Cara memegang peluru Peluru diletakkan pada ujung telapak tangan. Jari-jari tangan terbuka menutupi peluru, ibujari tangan menjaga peluru agar tidak tergelincir ke dalam, dan kelingking menjaga peluru agar tidak tergelincir keluar.

46

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 3.68 Cara memegang peluru

Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. 2) Cara menempatkan peluru pada bahu Sebuah peluru yang sudah dipegang ditempatkan di antara tulang selangka dengan rahang bagian bawah. Peluru bagian atas sedikit menempel tulang rahang bawah. (a) Peluru ditempelkan pada leher di bawah rahang. (b) Posisi siku tangan membentuk sudut 90 derajat dengan badan.

Gambar 3.69 Cara meletakkan peluru di bahu

Kesalahan yang sering terjadi ketika meletakkan peluru di bahu adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tangan tidak siku, meletakkan peluru tidak di pangkal bahu tapi terlepas dari bahu, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2. Keterampilan gerak tolak peluru gaya menyamping Pada dasarnya ada dua gaya tolak peluru yang dikategorikan keterampilan gerak dalam tolak peluru, yaitu gaya menyamping dan membelakangi/gaya

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

47

O’Brian. Tujuan tolak peluru adalah menolakkan peluru sejauh-jauhnya ke depan dengan menggunakan satu tangan. Gaya tolak peluru tersebut adalah : a Tolak peluru gaya menyamping 1) Melakukan teknik tolak peluru gaya menyamping Cara menolak peluru dengan awalan penyamping (Ortodoks) adalah sebagai berikut : (a) Sikap permulaan Dalam gaya menyamping, arah sasaran dengan bahu kiri menghadap ke samping, ke arah sasaran. Kedua kaki dibuka selebar bahu, tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dan selangka siku yang mengarah ke samping bawah, dan lengan kiri mengimbanginya dalam posisi yang wajar. Kesalahan yang sering terjadi ketika sikap awal akan menolak tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesagesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, Gambar 3.70 Sikap awal akan menolak dan tidak diikuti gerak lanjut.

(b) Gerakan tolakan Lakukan gerak pendahuluan dengan kaki kiri. Gerak pendahuluan dilakukan dengan kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri secara bersamaan dengan men”jingkrak”kan kaki kanan. Gerakan “jingkrak” serendah-rendahnya segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan lebih dahulu setelah kaki kiri mendarat dengan cepat dan kuat dengan tekukan lutut kaki kanan diluruskan yang disertai sedikit putaran badan ke arah kiri, kemudian berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih sedikit ditekuk. Tangan kanan mulai diluruskan ke arah tolakan, kemudian peluru dilepaskan dengan dibantu kekuatan lecutan pergelangan tangan dan jari-jari tangan.

Gambar 3.71 Sikap akan menolak dan sikap setelah menolak

48

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kesalahan yang sering terjadi ketika sikap awal akan dan setelah menolak tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesagesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. (c) Sikap akhir Kaki kanan langkah pendek dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Tolakan mengarah ke depan atas dan dalam sikap rileks.

Gambar 3.72 Cara melakukan tolak peluru gaya menyamping.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan tolak peluru gaya menyamping adalah sikap badan kaku, footwork lambat, tergesa-gesa, peluru tidak pada pangkal bahu, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan dari melakukan tolak peluru gaya menyamping tersebut. 2) Aktivitas belajar tolak peluru gaya menyamping. Coba anda lakukan aktivitas belajar keterampilan tolak peluru gaya menyamping melalui aktivitas sebagai berikut: (a) Kedua kaki dibuka selebar bahu (kanan dan kiri) rileks. (b) Siswa baris 2 berbanjar kebelakang atau sesuai jumlah siswa yang ada. (c) Lakukan tolak peluru gaya menyamping secara bergantian, atau sesuai aba-aba menurut hitungan. (d) Kelompok yang berhasil yaitu yang berhasil menolak peluru gaya menyamping sesuai tujuan tolakan itu dengan baik dan benar. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari tolak peluru gaya menyamping tersebut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

49

3. Keterampilan gerak tolak peluru gaya membelakangi/gaya O’Brian

a. Melakukan teknik tolak peluru gaya membelakangi/gaya O’Brian. Cara menolak peluru dengan awalan gaya membelakangi/gaya O’Brian adalah sebagai berikut : 1) Sikap permulaan Ambil awalan dengan membelakangi arah tolakan, kemudian membungkukkan badan ke depan dan bertumpu pada kaki kanan dan lutut ditekuk, kaki kiri diangkat lurus menuju arah tolakan. 2) Sikap pelaksanaan / menolak peluru gaya membelakangi (a) Tarik kaki kanan ke belakang ke arah tolakan secepat-cepatnya, kemudian kenakan kaki kiri pada papan tolakan dengan badan tetap membungkuk serta tangan kiri diluruskan ke atas secara rileks, dan pandangan ke bawah. (b) Gerakan meluncur ke belakang dengan diawali penekukan kaki kanan untuk ber”jingkrak” rendah ke belakang yang disertai ayunan sepakan kaki kiri jauh ke belakang. Ketika sikap badan benar-benar condong ke depan, mulailah pendaratan kaki kanan. Setelah ber”jingkrak”, kemudian disusul kaki kiri, badan segera berputar ke kiri serong ke atas, kemudian berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk, dan tangan kanan diarahkan ke sudut tolakan, kemudian peluru dilepaskan dengan dibantu kekuatan lecutan pergelangan tangan dan jari-jari tangan.

Gambar 3.73 Gerak tolak peluru gaya membelakangi arah tolakan

3) Sikap akhir Kaki kanan diangkat pendek ke depan dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan tolak peluru gaya membelakangi adalah sikap badan kaku, footwork lambat, tergesa-gesa, peluru tidak pada pangkal bahu, ada gerakan melempar peluru, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai

50

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dengan tujuan dari melakukan tolak peluru gaya membelakangi tersebut. b. Aktivitas belajar tolak peluru gaya membelakangi. Coba Anda lakukan aktivitas belajar keterampilan tolak peluru gaya membelakangi melalui aktivitas sebagai berikut: 1) Kedua kaki dibuka selebar bahu (kanan dan kiri) rileks. 2) Siswa baris 2 berbanjar kebelakang atau sesuai jumlah siswa yang ada. 3) Lakukan tolak peluru gaya membelakangi secara bergantian dari depan, atau sesuai aba-aba menurut hitungan. 4) Kelompok yang berhasil yaitu yang berhasil menolak peluru gaya membelakangi sesuai tujuan tolakan itu dengan baik dan benar. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan gerak yang sesuai dengan tujuan gerak dari Gambar 3.74 Tolak peluru gaya membelakangi tolak peluru gaya membelakangi tersebut. tolakan

4. Ringkasan Pada dasarnya ada dua gaya tolak peluru yang dikategorikan keterampilan gerak dalam tolak peluru, yaitu gaya menyamping dan membelakangi/gaya O’Brian. Tujuan tolak peluru adalah menolakkan peluru sejauh-jauhnya ke depan/ sektor tolakan dengan menggunakan satu tangan. Meskipun cabang olahraga ini termasuk event atau nomor lempar, akan tetapi istilah yang dipergunakan bukan "lempar peluru" tetapi "tolak peluru". Hal ini sesuai dengan peraturan tentang cara melepaskan peluru, ialah dengan cara mendorong atau menolak dan bukan melempar. Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah the short put.

D. Kategori keterampilan gerak Jalan 1. Kategori keterampilan gerak Jalan Cepat Pengertian jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Atau dalam periode satu langkah di mana satu kaki harus berada ditanah, maka kaki itu harus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) dan kaki menumpu dalam posisi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

51

tegak lurus atau vetikal. a. Perbedaan Jalan dan Lari Jalan = sewaktu kita melakukan jalan, badan kita tidak ada saat melayang di udara. Lari = sewaktu kita melakukan lari, badan kita ada saat melayang di udara. b. Yang harus diperhatikan dalam jalan cepat : 1) Perhatikan togok Saat bergerak maju badannya cenderung lebih condong kedepan atau kebelakang oleh karenanya untuk mempertahankan badan tetap tegak dan pundak jangan terangkat pada waktu lengan mengayun yang berakibat anggota badan bagian atas terasa cepat lelah. 2) Posisi kepala Saat gerakan maju seorang pejalan cepat sebagian besar menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Namun gerakan tersebut hendaknya tidak mengganggu lajunya gerak jalan tersebut. 3) Kaki waktu melangkah Kaki melangkah lurus ke depan satu garis dengan garis khayal dari badan si pejalan/garis khayal di antara kedua ujung kaki (jari-jari) segaris, tidak ke luar atau ke dalam. Pada saat menumpu tumit harus mendarat lebih dahulu terus bergerak ke arah depan secara teratur. 4) Gerakan lengan dan bahu Gerakan lengan mengayun dari muka ke belakang dan siku ditekuk tidak kurang dari sembilan puluh derajat kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan serta mengayun rileks.

Gambar 3.90 Gerak langkah jalan cepat

52

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Keterampilan gerak olahraga atletik jalan cepat a. Melakukan teknik jalan cepat Berikut tahap-tahap keterampilan teknik yang digunakan pada jalan cepat:

Gambar 3.91 Rangkaian gerakan jalan cepat

b. Fase Tumpuan dua kaki Ini terjadi pada suatu saat yang sangat pendek pada saat kedua kaki berada / menyentuh tanah, pada saat akhir fase dorong bersama dengan awal fase tarikan. Fase tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan pilin / berlawanan antara bahu dan pinggul.

Gambar 3.92 Fase Tumpuan dua kaki jalan cepat

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase tumpuan dua kaki jalan cepat adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesagesa, lutut nekuk, masih terlihat lari/ada saat melayang di udara, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

53

c. Fase Tarikan

Gambar 3.93 Fase Tarikan jalan cepat

Segera setelah fase terdahulu selesai, gerak tarikan mulai. Ini dilakukan oleh kaki depan akibat dari kerja tumit dan inersia dari titik gravitasi badan. Fase ini selesai apabila badan ada di atas kaki penopang. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase tarikan jalan cepat adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, langkah kecil-kecil, masih terlihat lari, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. d. Fase Relaksasi

Gambar 3.94 Fase Relaksasi jalan cepat

Ini adalah fase tengah antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki. Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu sedang lengan adalah vertical dan paralel disamping badan. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan fase relaksasi jalan cepat adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, masih terlihat lari, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

e. Fase Dorongan Bila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu, kaki yang baru saja menyelesaikan gerak tarikan mulai mengambil alih gerak dorongan, sedang kaki yang lain bergerak maju dan mulai diluruskan, ada jangkauan gerak yang lebar dalam mana pinggang berada pada sisi yang sama, maju searah, memungkinkan fleksibilitas yang besar, dan memberi kaki

54

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dorong waktu yang lebih lama bekerja dengan meluruskan pergelangan kaki, dan lengan melakukan fungsi pengimbangan secara diametris berlawanan dengan kaki.

Gambar 3.95 Fase Dorongan jalan cepat

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan jalan cepat adalah sikap badan kaku, footwork lambat, ada saat melayang diudara, kontak dengan tanah tidak terpelihara, dan tidak ada gerak lanjutannya. Perhatikanlah kesalahankesalahan yang sering terjadi dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan dari jalan cepat tersebut.

3. Aktivitas belajar gerakan jalan cepat. Guru memberikan penjelasan tentang teknik jalan cepat melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan. Coba Anda lakukan aktivitas belajar keterampilan jalan cepat melalui aktivitas sebagai berikut: a. Aktivitas Latihan pertama : Belajar Natural / Alami (1) Memperkenal peraturan dan suatu model teknis kasar. (2) Berjalan dengan tempo semakin meningkat, jagan berubah menjadi berlari. (3) Melangkah dengan nyaman dan berjalan tinggi dengan suatu irama yang halus minimal 100 m. (4) Tujuan : untuk memperkenalkan gerak berjalan. Gambar 3.96 Belajar jalan alami

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

55

b. Aktivitas Latihan kedua : Lomba Jalan Cepat.

Gambar 3.97 Latihan lomba jalan cepat

(1) Seperti pada latihan 1, tetapi dorongan lebih besar dari kaki belakang, meregangkan pinggang dan kaki ke depan pada tiap langkah (2) Pertahankan kontak dan lutut lurus, mendarat dengan jari-jari kaki menunjuk ke atas. (3) Tujuan : untuk mengembangkan dorongan kaki belakang yang lebih kuat dan menambah pangjang langkah. c. Aktivitas Latihan ketiga : Berjalan Di Atas Garis

Gambar 3.98 latihan berjalan di atas garis

(1) Seperti latihan 2, namun berjalan di ats garis sehingga setiap langkah adalah pada garis. (2) Melangkah menyilang garis (menyebakan pemindahan berat ke ats pinggang penopang setelah kehilangan kontak dengan tanah). (3) Tujuan : untuk mengembangkan gerak rotasi pinggang yang sempurna.

56

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

d. Aktivitas Latihan keempat : Latihan-Latihan Mobillitas Khusus

Gambar 3.99 Latihan-latihan mobilitas khusus

(1) Jalan-cepat dengan kecepatan sedang dengan lengan lengan direntang ke samping, ke depan, dalam gerakan baling-baling. (2) Kombinasikan latihan diatas, termasuk menyilang garis. (3) Tujuan : mengembangkan fleksibilitas bahu dan pinggang. e. Aktivitas Latihan kelima : Jalan Cepat yang Divariasikan

Gambar 3.100 Latihan jalan cepat yang divariasikan

(1) Langkah bervariasi atas jarak 100 m. (2) Dikombinasi posisi lengan yang berbeda-beda (misal: 20-30 m lengan ke depan, kemudian lengan digunakan dengan benar). (3) Tujuan :untuk meng-adaptasi / membiasakan teknik dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

57

f. Aktivitas Latihan keenam : Jalan-Cepat Jarak-Jauh.

Gambar 3.101 Latihan jalan cepat jarak jauh

(1) Jalan-cepat minimal atas 400 m. (2) Berkonsentrasilah untuk memelihara teknik yang syah dari pada kecepatan. (3) Tujuan : guna memelihara teknik dibawah kondisi kelelahan.

4. Ringkasan Pengertian jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Atau dalam periode satu langkah di mana satu kaki harus berada ditanah, maka kaki itu harus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) dan kaki menumpu dalam posisi tegak lurus atau vetikal. Bedanya kalau jalan yaitu sewaktu kita melakukan jalan, badan kita tidak ada saat melayang di udara. Dan saat lari, badan kita ada saat melayang di udara.

58

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran IV

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Beladiri KATEGORI KETERAMPILAN GERAK BELADIRI PENCAKSILAT Pencaksilat merupakan olahraga beladiri asli Indonesia yang harus dilestarikan. Untuk itu mari kita mempelajarinya dengan baik dan benar. Karena banyak sekali nilai-nilai luhur didalamnya yang wajib diketahui dan dilaksanakan oleh generasi kita maupun generasi yang akan datang. Aspek tersebut adalah: (1) Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. (2) Aspek Seni Budaya: Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional. (3) Aspek Bela Diri: Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat. (4) Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu. Pencaksilat merupakan beladiri yang memiliki sistem sikap dan gerak yang terencana, terorganisir, terarah, terkoordinasi dan terkendali. Secara umum pencaksilat bercirikan mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan sebagai alat penyerangan dan pembelaan diri, dapat dilakukan dengan atau tanpa alat (senjata), dan tidak memerlukan senjata tertentu, tetapi benda apapun dapat dijadikan sebagai senjata. Secara khusus pencaksilat bercirikan sikap tenang, lemas dan waspada, tidak hanya mengandalkan kekuatan atau tenaga, tetapi meggunakan kelentukan, kelincahan, kecepatan dan ketepatan, lebih memperhatikan posisi dan perubahan pemindahan berat badan, dan memanfaatkan serangan/tenaga lawan, sehingga mengeluarkan tanaga seefisien mungkin. Di samping itu, pencaksilat

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

59

mempunyai 4 aspek sebagai satu kesatuan yaitu: Aspek akhlak, aspek beladiri, aspek seni dan aspek olahraga. Sebagai aspek beladiri, pencaksilat dapat berfungsi untuk menghindari diri dari segala bahaya baik secara jasmani dan rohani.

Gambar 4.1. Pertandingan Pencaksilat

1. Keterampilan Gerak Pukulan a. Pukulan Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda kiri depan 2) Kedua belah tangan bersiap depan dada, tangan yang akan memukul jari-jarinya mengepal. 3) Telapak kaki kanan dan kiri sejajar (pararel). 4) Tangan kanan memukul dengan mengubah kepalan telungkup. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti posisi kaki dan tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.9. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak Gambar 4.9. Pukulan Lurus pukulan lurus dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap badan kaku, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, pukulan kurang kuat, dan tangan tidak mengepal terlungkup.

60

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pukulan Bandul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan bandul melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda tengah. 2) Kedua belah tangan menyilang depan dada, tangan yang akan memukul jarijarinya mengepal. 3) Ayunkan tangan yang memukul ke depan dengan kepalan telungkup. 4) Tangan yang satu lagi tetap menutup badan sendiri. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.10. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak pukulan bandul dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, ayunan/pukulan kurang kuat, dan tangan yang memukul tidak mengepal. Gambar 4.10. Pukulan Bandul

c. Pukulan Tegak

Gambar 4.11. Pukulan Tegak



Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan tegak melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda tengah. 2) Kedua belah tangan bersiap depan dada, tangan yang akan memukul jari-jarinya mengepal. 3) Tangan kanan memukul ke depan dengan kepalan tegak. 4) Tangan yang satu lagi tetap menutup badan sendiri. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti posisi kaki dan tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.11.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

61

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak pukulan tegak dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, pukulan kurang kuat, dan tangan yang memukul tidak mengepal tegak. d. Pukulan Melingkar Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan bandul melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kaki kuda-kuda tengah. 2) Kedua belah tangan menyilang depan dada, tangan yang akan memukul jarijarinya mengepal. 3) Ayunkan tangan yang memukul secara melingkar dari sisi kiri-depan-kanan dengan kepalan tegak. 4) Tangan yang satu lagi tetap menutup badan sendiri. 5) Lakukan dengan mengubah/mengganti tangan yang memukul. 6) Perhatikan gambar 4.12. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak Gambar 4.12. Pukulan Melingkar pukulan melingkar dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kaki kurang dibuka, posisi kaki kurang kuat, badan tidak seimbang, ayunan/pukulan kurang kuat, dan tangan yang memukul tidak mengepal tegak. e. Aktivitas Belajar Gerak Pukulan Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak pukulan yang dikombinasikan dengan elakan dalam beladiri pencaksilat: 1) Dua siswa berdiri berhadapan dengan jarak satu lengan, berdiri dengan sikap kuda-kuda kanan/kiri depan.

62

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 4.13. Aktivitas untuk Belakang Keterampilan Gerak Pukulan

2) Salah satu siswa maju kaki kanan pukul tangan kanan, siswa yang lain mundur kaki kiri elakan (kuda-kuda belakang). 3) Salah satu siswa maju kaki kiri pukul tangan kiri, siswa yang lain mundur kaki kanan elakan (kuda-kuda belakang). 4) Salah satu siswa Maju kaki kanan pukul tangan kanan, siswa yang lain mundur kaki kanan elakan (kuda-kuda belakang). 5) Salah satu siswa maju kaki kanan pukul tangan kanan, siswa yang lain kaki kiri geser ke samping kiri elakan (kuda-kuda samping kiring). 6) Lakukan secara bergantian 7) Perhatikan gambar 4.13.

2. Keterampilan Gerak Tendangan a. Tendangan lurus ke depan

Gambar 4.14. Tendangan Lurus Ke Depan

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan lurus ke depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri. 2) Kaki kanan ditendangkan ke depan hentakan telapak kaki sejajar dengan bahu 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.14. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan lurus ke depan dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tidak ada hentakan telapak kaki, hentakan tidak sejajar dengan bahu, dan badan tidak seimbang.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

63

b. Tendangan Melingkar Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan melingkar melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri. 2) Kaki kanan ditendangkan ke depan dengan hentakan punggung kaki. 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.15. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan melingkar dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tidak ada hentakan punggung kaki, dan badan tidak seimbang. Gambar 4.15. Tendangan Melingkar

c. Tendangan “T”

Gambar 4.16. Tendangan “T”

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan “T” melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri. 2) Kaki kanan ditendangkan dari samping ke depan dengan hentakan telapak kaki. 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.16. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan “T” dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tidak ada hentakan punggung kaki, dan badan tidak seimbang.

d. Tendangan Samping Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tendangan Samping melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Kaki kuda-kuda kiri.

64

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2) Kaki kanan ditendangkan ke depan dengan punggung kaki. 3) Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang. 4) Perhatikan gambar 4.17 Perhatikanlahkesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tendangan samping dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda kiri kurang baik, tendangan tidak dengan punggung kaki, dan badan tidak seimbang. Gambar 4.17. Tendangan Samping

3. Keterampilan Gerak Elakan Elakan adalah menghindari pukulan dengan mengelak, yaitu dengan memindahkan posisi tubuh dari arah pukulan/tendangan. Keterampilan gerak elakan dalam pencaksilat terdiri atas: a. Elakan Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan bawah melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda depan. 2) Rendahkan tubuh dengan cara lutut ditekuk tanpa kaki. 3) Sikap tangan waspada. 4) Perhatikan gambar 4.18. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan bawah dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, tubuh kurang rendah, dan tangan tidak siap. Gambar 4.18. Elakan Bawah b. Elakan Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan atas melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

65

Gambar 4.19. Elakan Atas

1) Sikap kuda-kuda depan 2) Angkat kedua kaki dengan sikap tungkai ditekuk. 3) Sikap tangan tetap waspada. 4) Mendarat dengan kedua kaki saling menyusul. 5) Perhatikan gambar 4.19. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan atas dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, tubuh kurang terangkat, kedua kaki tidak ditekuk saat mengangkat, tangan tidak siap, dan mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan.

c. Elakan Samping

Gambar 4.20. Elakan Samping

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan Samping melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah. 2) Pindahkan berat badan ke samping kiri/ kanan dengan mengubah sikap kuda-kuda tengah menjadi kuda-kuda samping. 3) Sikap tangan tetap waspada. 4) Perhatikan gambar 4.20. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan samping dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, berat badan tidak dipindahkan ke kiri/kanan, dan tangan tidak siap.

d. Elakan lurus/berputar dalam posisi kuda-kuda depan Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak elakan lurus/berputar dalam posisi kuda-kuda depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

66

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1) Sikap kuda-kuda depan 2) Condongkan badan ke belakang. 3) Sikap tangan waspada. 4) Perhatikan gambar 4.21. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak elakan lurus/berputar dalam posisi kuda-kuda depan dalam beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, badan tidak tidak dicondongkan ke depan, dan tangan tidak siap. Gambar 4.21. Elakan Lurus/Berputas Dalan Kuda-kuda Depan

e. Aktivitas Belajar Padanan Gerak Elakan Coba kalian lakukan aktivitas belajar padanan untuk belajar keterampilan gerak elakan dalam beladiri pencaksilat: 1) Carilah pasangan temanmu yang seimbang. 2) Berdiri berhadapan dengan jarak satu lengan, sikap kuda-kuda depan. 3) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan bawah. 4) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan samping. 5) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan lurus/berputar. 6) Salah satu siswa menendang kaki bawah kanan, siswa yang lain mengelak dengan elakan atas/loncatan. 7) Perhatikan gambar 4.22. Gambar 4.22. Aktivitas Belajar Padanan untuk Belajar Keterampilan Gerak Elakan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

67

4. Keterampilan Gerak Tangkisan Tangkisan adalah pembelaan dengan mengadakan kontak langsung dengan serangan. Tangkisan dalam pencaksilat terdiri atas: tangkisan dalam, luar, atas, dan bawah. Marilah kita pelajari satu persatu mecam-macam tangkisan tersebut. a. Tangkisan dalam Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan dalam melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari depan luar ke dalam sejajar bahu. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.23. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan dalam beladiri pencaksilat yaitu: Gambar 4.23. Tangkisan Dalam sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang. b. Tangkisan Luar Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan luar melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari dalam depan ke luar sejajar bahu. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.24. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan luar beladiri pencaksilat yaitu: Gambar 4.24. Tangkisan Luar sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang.

68

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Tangkisan atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan atas melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda depan 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari dari bawah ke atas sehingga kepala terindungi dari serangan. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.25. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan atas beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda depan kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang. Gambar 4.25. Tangkisan Atas

d. Tangkisan Bawah

Gambar 4.26. Tangkisan Bawah

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak tangkisan atas melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Sikap kuda-kuda tengah 2) Kedua tangan bersiap di depan. 3) Tarik salah satu tangan dari atas ke bawah. 4) Posisi tubuh seimbang. 5) Perhatikan gambar 4.26. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan bawah beladiri pencaksilat yaitu: sikap kuda-kuda tengah kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat, dan posisi badan kurang seimbang.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

69

e. Aktivitas Belajar Padanan Tangkisan Coba kalian lakukan aktivitas belajar padanan untuk belajar keterampilan gerak tangkisan dalam beladiri pencaksilat: 1) Carilah teman pasangan yang seimbang. 2) Berdiri saling berhadapan dengan jarak satu lengan. 3) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain melakukan tangkisan dalam. 4) Salah satu siswa memukul tangan kanan, siswa yang lain melakukan tangkisan luar. 5) Salah satu siswa memukul tangan kanan atas, siswa yang lain melakukan tangkisan atas. 6) Salah satu siswa menendang kaki kanan, siswa yang lain melakukan tangkisan bawah. 7) Perhatikan gambar 4.27.

Gambar 4.27. Aktivitas Belajar Padanan Tangkisan

5. Ringkasan Pencaksilat mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan yaitu: aspek akhlak, aspek beladiri, aspek seni dan aspek olahraga. Sebagai aspek beladiri, pencaksilat bertujuan menghindari diri dari segala bahaya baik secara jasmani dan rohani. Berbagai keterampilan yang diperlukan dalam pencaksilat adalah sikap kudakuda, serangn (pukulan dan tendangan), Pembelaan (elakan & tangkisan). Aktivitas belajar keterampilan gerak beladiri pencaksilat dapat dilakukan secara berpasangan (padanan).

70

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran V

Menganalisis Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” merupakan ungkapan yang benar jika kita dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk itu mari kita menjaga kebugaran jasmani kita. Manfaat yang bisa kita dapatkan bila kebugaran jasmani kita bagus adalah : (1) Mencegah terjadinya Obesitas, (2) Mencegah Terjadinya Penyakit Jantung, (3) Mencegah terjadinya Penyakit Diabetes, (4) Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, (5) Menambah Kecerdasan Otak, (6) Menurunkan Resiko Terserang Kanker, (7) Membuat Awet Muda, (8) Meningkatkan Kualitas fisik

A. Kebugaran Jasmani Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas keseharian tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih mempunyai cadangan sisa tenaga untuk melakukan aktivitas yang lain Cholik dan Maksum (2007:51). Konsep kebugaran jasmani dapat dibedakan menjadi kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan dan yang berkaitan dengan unjuk kerja (performance). Kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan antara lain ditentukan oleh empat komponen kebugaran jasmani, yaitu: (1) Daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah, (2) Komposisi tubuh, (3) Kekuatan dan daya tahan otot, dan (4) kelenturan sendi dan otot. Komponen kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan tersebut akan membantu

Gambar 5.1. Berlatih Kebugaran Jasmani

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

71

mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif dan keadaan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani, seperti: penyakit jantung koroner, obesitas (kegemukan), dan kelelahan sendi dan otot.

B. Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani Terkait Keterampilan 1. Kecepatan a. Meningkatkan Kecepatan Cobalah kalian lakukan bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan di bawah ini. 1) Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter. a) Berdiri di belakang garis start dengan sikap badan tegak dan kedua kaki dibuka. b) Kedua tangan di samping badan dengan sikap berlari. c) Lari di tempat, makin lama makin cepat sambil mengangkat paha tinggitinggi. d) Setelah ada aba-aba peluit, lari secepat-cepatnya menempuh jarak. e) Perhatikan gambar 5.30

Gambar 5.30. Start lari menempuh jarak 40 atau 60 meter

2) Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (mulai lambat makin lama makin cepat). 3) Lari naik bukit (Up hill). 4) Lari menuruni bukit (Down hill). 5) Lari menaiki tangga gedung.

72

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pengukuran Kecepatan 1) Tes Lari 60 Meter a) Tujuan Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan b) Alat dan Fasilitas (1) Lintasan lurus, rata, tidak licin, mempunyai lintasan lanjutan, berjarak 60 meter. (2) Bendera start. (3) Peluit. (4) Tiang pancang. (5) Stopwatch. (6) Serbuk kapur. (7) Formulir TKJI. (8) Alat tulis. c) Petugas Tes (1) Petugas pemberangkatan. (2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil tes. d) Pelaksanaan (1) Sikap permulaaan Peserta berdiri dibelakang garis start (2) Gerakan (a) pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari. (b) pada aba- aba “YA” peserta lari secepat mungkin menuju garis finish e) Lari masih bisa diulang apabila peserta: (1) mencuri start. (2) tidak melewati garis finish. (3) terganggu oleh pelari lainnya. (4) jatuh / terpeleset. f) Pengukuran waktu Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera start diangkat sampai pelari melintasi garis Finish.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

73

g) Pencatat hasil (1) hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 60 meter dalam satuan detik. (2) waktu dicatat satu angka dibelakang koma.

Gambar 5.31. Tes Lari 60 Meter

2. Kelincahan a. Meningkatkan Kelincahan Kelincahan (agility) adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Kelincahan berkaitan dengan tingkat kelentukan.Tanpa kelentukan yang baik seseorang tidak dapat bergerak dengan lincah. Selain itu, faktor keseimbangan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kelincahan seseorang. Cobalah kalian lakukan bentuk-bentuk latihan kelincahan yang meliputi lari bolak-balik (shuttlerun), lari belok-belok (zig-zag), dan jongkok-berdiri (squat thrust). 1) Lari bolak-balik (shuttle run) a) Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak 6-8 kali (jarak 4-5 meter). b) Setiap kali sampai pada suatu titik finish, harus secepatnya kembali ke titik start. c) Perlu diperhatikan bahwa jarak antara kedua titik tidak boleh terlalu jauh, dan jumlah ulangan tidak terlampau banyak, sehingga menyebabkan kelelahan. d) Dalam latihan ini yang diperhatikan ialah kemampuan mengubah arah Gambar 5.32. Lari Bolak-balik (shuttle run) dengan cepat pada waktu bergerak. e) Perhatikan gambar gambar 5.32.

74

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2) Lari belok-belok (zig-zag) a) Latihan ini dilakukan dengan berlari cepat secara belok-belok sebanyak 2-3kali diantara beberapa titik (misalnya 4-5titik). b) Jarak setiap titik sekitar dua meter. c) Perhatikan gambar 5.33.

Gambar 5.33. Lari belok-belok

3) Gerakan Jongkok-Berdiri (squat-thrust) a) Jongkok sambil menumpukan kedua lengan di lantai. b) Pandangan ke arah depan. c) Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan telungkup dalam keadaan terangkat. d) Dengan serentak, kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula. e) Lakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama. f) Perhatikan gambar 5.33.

Gambar 5.33. Squat trust

b. Pengukuran Kelincahan 1) Tes Lari Bolak Balik Berikut cara untuk mengetahui atau mengukur kelincahan dengan Lari Bolak Balik. a) Tujuan: Untuk mengukur kelincahan seseorang mengubah posisi atau arah.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

75

b) Peralatan (1) Stopwatch (2) Lintasan lari datar panjang minimal 10 meter dengan garis batas jarak 5 meter dan lebar setiap lintasan 1,22 meter. c) Tester (1) 1 orang starter (2) Pencatat waktu (3) Pengambil waktu sesuai jumlah testi dan lintasan d) Pelaksanaan Pada aba-aba “bersedia” setiap testi berdiri di belakang garis atau garis pertama di tengah lintasan. Pada aba-aba “siaap” testi dengan start berdiri siap lari, dengan aba-aba “yaa” testi segera lari menuju garis kedua dan setelah kedua kaki melewati garis kedua segera balik dan menuju ke garis start. Lari dari garis start menuju garis kedua dan kembali ke garis start dihitung 1 kali. Pelaksanaan lari dilakukan sampai ke empat kalinya bolakbalik segera setelah menempuh jarak 40 meter. Setelah melewati garis finish stopwatch dihentikan. Kelincahan lari dihitung sampai dengan 0,1 atau 0,01 detik. Perhatian Testi berbalik setelah kedua kaki melewati garis kedua ataupun garis start.

C. Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 16-19 tahun TKJI merupakan instrumen/alat tes untuk mengukur kesegaran jasmani yang telah disesuaikan dengan kondisi anak Indonesia. TKJI dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu: 6-9 tahun, 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. TKJI kelompok usia 16-19 tahun digunakan untuk mengukur kesegaran jasmani para siswa SMA/ SMK/MA. Hal ini dikarenakan para siswa tersebut masuk dalam rentang usia tersebut.

1. Rangkaian Tes kesegaran jasmani Indonesia untuk usia 1619 tahun a. Untuk putra terdiri dari : 1) lari 60 meter, 2) gantung angkat tubuh (pull up) selama 60 detik. 3) baring duduk (sit up) selama 60 detik,

76

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

4) loncat tegak (vertical jump). 5) lari 1200 meter b. Untuk putri terdiri dari : 1) lari 60 meter. 2) gantung siku tekuk (tahan pull up) selama 60 detik. 3) baring duduk (sit up) selama 60 detik. 4) loncat tegak (vertical jump). 5) lari 1000 meter

2. Kegunaan Tes Tes kesegaran jasmani Indonesia digunakan untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja (sesuai kelompok usia masing-masing).

3. Alat dan Fasilitas a. Lintasan lari / lapangan yang datar dan tidak licin. b. Stopwatch. c. Bendera start. d. Tiang pancang. e. Nomor dada. f. Palang tunggal untuk gantung siku. g. Papan berskala untuk papan loncat. h. Serbuk kapur. i. Penghapus. j. Formulir tes. k. Peluit. l. Alat tulis dll

4. Ketentuan Tes TKJI merupakan satu rangkaian tes, oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara berurutan, terus-menerus dan tidak terputus dengan memperhatikan kecepatan perpindahan butir tes ke butir tes berikutnya dalam 3 menit. Perlu dipahami bahwa butir tes dalam TKJI bersifat baku dan tidak boleh dibolak-balik, dengan urutan pelaksanaan tes sebagai berikut :

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

77

a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat e. Kelima

: Lari 60 meter. : gantung angkat tubuh untuk putra (pull up) dan gantung siku tekuk untuk putri (tahan pull up). : Baring duduk (sit up) : Loncat tegak (vertical jump) : Lari 1200 meter (putra) dan Lari 1000 meter (putri)

5. Petunjuk Umum a. Peserta 1) Dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan tes. 2) Diharapkan sudah makan maksimal 2 jam sebelum tes. 3) Memakai sepatu dan pakaian olahraga. 4) Melakukan pemanasan (warming up). 5) Memahami tata cara pelaksanaan tes 6) Jika tidak dapat melaksanakan salah satu / lebih dari tes maka tidak mendapatkan nilai / gagal. b. Petugas 1) Mengarahkan peserta untuk melakukan pemanasan (warming up). 2) Memberikan nomor dada yang jelas dan mudah dilihat petugas. 3) Memberikan pengarahan kepada peserta tentang petunjuk pelaksanaaan tes dan mengijinkan mereka untuk mencoba gerakan-gerakan tersebut. 4) Memperhatikan kecepatan perpindahan pelaksanaan butir tes ke butir tes berikutnya dengan tempo sesingkat mungkin dan tidak menunda waktu. 5) Tidak memberikan nilai pada peserta yang tidak dapat melakukan satu butir tes atau lebih. 6) Mencatat hasil tes dapat menggunakan formulir tes perorangan atau per butir tes.

78

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Tabel Nilai TKJI Tabel 2. Nilai TKJI Untuk Putra Usia 16-19 Tahun Nilai

Lari 60 meter

5 4 3 2 1

Gantung angkat tubuh

Baring duduk

Loncat tegak

41 - Keatas 73 Keatas

Lari 1200 meter

Nilai

s.d – 3’14”

5

S.d – 7,2”

19 - Keatas

7.3” – 8,3”

14 – 18

30 – 40

60 – 72

3’15” – 4’25”

4

8,4” – 9,6”

9 – 13

21 – 29

50 – 59

4’26” – 5’12”

3

9,7” – 11,0”

5–8

10 – 20

39 – 49

5’13” – 6’33”

2

11,1” dst

0-4

0–9

38 dst

6’34” dst

1

Tabel 3. Nilai TKJI untuk Putri Usia 16-19 Tahun Nilai

Lari

Gantung angkat tubuh

Baring duduk

Loncat tegak

Lari 1200 meter

Nilai

S.d – 8,4”

41” - keatas

28 Keatas

50 Keatas

S.d – 3’52”

5

8,5” – 9,8”

22” – 40”

20 – 28

39 – 49

3’53” – 4’56”

4

9,9” – 11.4”

10” – 21”

10 – 19

31 – 38

4’57” – 5’58”

3

11,5” – 13,4”

3” – 9”

3–9

23 – 30

5’59” – 7’23”

2

1113,5” dst

0” – 2”

0–2

22 dst

7’24” dst

1

60 meter

5 4 3 2 1

Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Mengapa disebut hasil kasar ? Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi. Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu NILAI. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir TKJI. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani remaja. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

79

Tabel 4. Norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia No

Jumlah nilai 1. 2. 3. 4. 5.

22 – 25 18 – 21 14 – 17 10 – 13 5–9

Klasifikasi Kesegaran Jasmani Baik sekali ( BS ) Baik (B) Sedang (S) Kurang (K) Kurang sekali ( KS )

D. Ringkasan Kebugaran yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu: (1) Daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah, (2) Kekuatan dan daya tahan otot, (3) kelenturan sendi dan otot, dan (4) komposisi tubuh. Kebugaran yang berkaitan dengan keterampilan, yaitu: kecepatan dan kelincahan. Semua komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan dan keterampilan dapat ditingkatkan dengan berbagai bentuk latihan yang sesuai dan aturan yang benar. Kita juga dapat mengetahui kemampuan untuk setiap komponen dengan melakukan berbagai tes untuk mengukur komponen-komponen tersebut.

80

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran VI

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan Senam Ketangkasan Meja Lompat

Loncat Kangkang

Loncat Jongkok

A. Keterampilan Gerak Loncat Jongkok Loncat jongkok adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat.

1. Gerak Loncat Jongkok Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak loncat jongkok melalui tahapan gerakan sebagai berikut: a. Awalan lari cepat b. Tolakan kedua kaki rapat c. Pegang peti lompat dengan kedua lengan lurus atau sedikit bengkok d. Tahan kedua tangan di atas peti lompat dengan kecenderungan gerak bahu melaju ke depan. e. Posisi badan lurus atau sedikit melengkung. f. Ketika kedua tangan menolak, kedua lutut segera ditarik ke dada sehingga menjongkok. g. Badan dan lengan terangkat ke atas depan karena dorongan kedua lengan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

81

h. Bahu dan pinggul segera membuka kembali untuk mendarat. i. Pendaratan dilakukan dengan urutan ujung kaki, lalu seluruh kaki, lutut ditekuk dan pinggul dibungkukkan, berdiri tegak. j. Pandangan ke depan untuk menjaga keseimbangan. k. Perhatikan gambar 6.6.

Gambar 6.6. Gerakan Loncat Jongkok

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan dalam keterampilan gerak loncat kangkang tumpuan ujung peti lompat, yaitu: awalan lari kurang cepat, tolakan kedua kaki tidak bersamaan, peti lompat tidak tercapai dengan baik, tahanan tangan di peti lompat kurang kuat, kedua tungkai tidak ditarik mendekati dada saat tangan menolak, pendaratan kedua kaki kurang bersamaan dan tidak berurutan, dan pandangan tidak ke depan.

2. Aktivitas Belajar Loncat Jongkok a. Aktivitas Belajar Meloncati Peti Lompat Bertahap Coba kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak loncat jongkok: 1) Buat kelompok 5-6 orang. 2) Siapkan tiga buah peti lompat yang tingginya bertahap. 3) Lakukan meloncati secara jongkok peti lompat yang pendek. 4) Lakukan meloncati secara jongkok peti lompat yang sedang. 5) Lakukan meloncati secara jongkok peti lompat yang tinggi. 6) Saat melewati peti lompat, kedua tangan dapat menumpu di pangkal atau di ujung peti lompat. 7) Saat mendarat usahakan dengan kedua kaki yang mengeper. Gambar 6.7. Aktivitas Belajar Meloncati Peti Lompat Bertahap untuk belajar loncat jongkok

82

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

8) Lakukan aktivitas tersebut terus-menerus secara bergantian sampai batas waktu yang ditentukan guru 9) Perhatikan gambar 6.7.

3. Ringkasan Loncat jongkok adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat. Rangkain loncat jongkok sama dengan loncat kangkang hanya saja yang membedakan adalah sikap kaki saat melewati peti lompat harus keadaan jongkok atau menarik kedua tungkai sedekat mungkin dengan dada. Belajar loncat jongkok dapat dilakukan dengan meloncati peti lompat yang memiliki ketinggian secara bertahap dari mulai yang pendek, sedang, sampai tinggi. Kalian dapat melakukan aktivitas belajar tersebut di rumah dengan menggunakan peti yang kuat dan ketinggianya sama.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

83

Pelajaran VII

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Gerak Ritmik Tubuh kita terdiri atas banyak sendi dan mampu melakukan berbagai gerakan. Gerakan mulai dari kepala hingga kaki dapat kita lakukan dengan serasi dan harmonis. Gerakan kita akan lebih terlihat harmonis dan indah apabila disesuaiKan dengan berbagai irama, baik suara maupun musik yang merdu. Marilah kita lakukan gerakan-gerakan ritmik secara teratur dan harmonis dengan irama-irama musik yang bisa kalian pilih sesuai dengan keinginan dan kesenangan kalian.

A. Kategori Keterampilan Gerak Ritmik 1. Gerak Ritmik Langkah Kaki a. Gerak Langkah Kaki Depan-Belakang Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki depan-belakang melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

Gambar 7.1. Gerak Langkah Kaki Depan-Belakang

1) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan lengan lurus di samping badan pandangan ke depan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke depan satu langkah 3) Pada hitungan dua, tarik tungkai kanan dan dekatkan pada tungkai kiri

84

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

4) 5) 6) 7) 8)

Pada hitungan tiga, langkahkan tungkai kanan ke belakang. Pada hitungan empat, tarik tungkai kiri dan dekatkan pada tungkai kanan. Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4x4 hitungan. Kembali ke sikap semula. Perhatikan gambar 7.1. Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki depanbelakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis. b. Gerak Langkah Kaki Samping Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki samping melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan lengan lurus di samping badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke samping kiri. 3) Pada hitungan dua, tarik ujung kaki kanan di dekat kaki kiri. 4) Pada hitungan tiga, langkahkan tungkai kanan ke arah kanan. 5) Pada hitungan empat, tarik ujung kaki kiri di dekat kaki kanan. 6) Kembali pada sikap semula. 7) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4x4 hitungan. 8) Perhatikan gambar 7.2.

Gambar 7.2. Gerak Langkah Kaki Samping

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki depanbelakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis. c. Gerak Langkah Kaki Lurus Depan Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki lurus depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kedua kaki rapat, kedua lengan lurus di samping badan, dan pandangan ke depan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

85

2) Pada hitungan satu, rentangkan tungkai kanan ke depan. 3) Pada hitungan dua, kembali ke sikap awal. 4) Pada hitungan tiga, rentangkan tungkai kiri ke depan. 5) Pada hitungan empat, kembali ke sikap awal. 6) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4x4 hitungan. 7) Perhatikan gambar 7.3.

Gambar . 7.3. Gerak Langkah Kaki Lurus Depan

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki lurus depan yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, kaki tidak lurus. d. Gerak Langkah Kaki Lurus Belakang Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki lurus belakang melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua lengan lurus merapatkan badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke depan. 3) Pada hitungan dua, tarik ujung kaki kanan dan dekatkan pada telapak kaki kiri. 4) Pada hitungan tiga, ayunkan kaki kanan lurus ke belakang. 5) Pada hitungan empat, turunkan kembali kaki pada posisi semula. 6) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang dan kaki bergantian sebanyak 4x8 hitungan. 7) Perhatikan gambar 7.4.

86

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 7.4. Gerak Langkah Kaki Lurus Belakang

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki lurus belakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, kaki tidak lurus. e. Gerak Langkah Kaki Angkat Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki angkat lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus disamping badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kiri ke depan. 3) Pada hitungan dua, langkahkan tungkai kanan ke depan. 4) Pada hitungan tiga, langkahkan tungkai kiri ke depan, kemudian angkat dan tekuk lutut kiri sehingga ujung kaki mengarah ke bawah, rapatkan kaki kiri dan kanan. 5) Pada hitungan empat, letakkan kaki kanan ke belakang kaki kiri, kemudian ayunkan kaki kiri lurus ke depan. 6) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4 x 8 hitungan dengan bergantian kaki. 7) Perhatikan gambar 7.5.

Gambar 7.5. Gerak Langkah Kaki Angkat Lurus

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki lurus belakang yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, saat mengangkat kaki lutut tidak tekuk dan ujung kaki tidak mengarah ke bawah, saat mengayun ke depan kaki tidak lurus.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

87

f. Gerak Langkah Kaki Ayunan Silang Depan Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak langkah kaki ayunan silang depan melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Badan tegak, kemudian langkahkan tungkai kiri dengan kedua lengan lurus disamping badan. 2) Pada hitungan satu, langkahkan tungkai kanan ke depan. 3) Pada hitungan dua, ayunkan tungkai kanan ke samping kiri kaki kanan. 4) Hitungan tiga, ayunkan tungkai kanan ke samping kanan kaki kiri, dengan lutut ditekuk sehingga ujung kaki mengarah ke bawah. 5) Hitungan empat, kembali ke posisi semula 6) Lakukan gerakan tersebut secara beulang-ulang sebanyak 4x8 hitungan dengan bergantian kaki. 7) Perhatikan gambar 7.6.

Gambar 7.6. Gerak Langkah Kaki Ayunan Silang Depan

Perhatikan kesalahan-kesalahan dalam melakukan gerak langkah kaki ayunan silang depan yaitu: badan kurang tegak dan kaku, hitungan dan langkah kurang sesuai atau tidak harmonis, saat mengayun lutut tidak tekuk dan ujung kaki tidak mengarah ke bawah, ayunan tidak menyilang di depan.

2. Aktivitas Belajar Langkah Kaki dan Ayunan Lengan Gerak langkah kaki dan ayunan lengan dapat digabungkan sehingga menjadi harmonis dan indah untuk dilakukan. Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar yang menggabungkan gerak langkah kaki dan ayunan lengan dapat disesuaikan dengan irama musik/lagu: a. Buatlah kelompok 5-6 orang. b. Masing-masing kelompok terdiri dari putra dan putri. c. Pilihlah pemimpin kelompok yang dianggap mampu. d. Pelajarilah aktivitas belajar di bawah ini, kemudian lakukan bersama-sama

88

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dengan kelompok sampai semua anggota kelompok dapat melakukan: 1) Aktivitas Belajar I a) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus ke depan. b) Pada hitungan 1-2, putar lengan kiri ke belakang, dengan disertai melangkahkan kaki kiri ke belakang satu langkah. c) Pada hitungan 3-4, putar kembali lengan kiri ke depan dan rapatkan kembali kaki kiri ke depan. d) Pada hitungan 5-6, putar lengan kanan ke belakang dengan disertai langkah kaki kanan ke belakang. e) Pada Hitungan 7-8, putar kembali lengan kanan ke depan dengan disertai melangkahkan kaki kanan ke depan. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 6 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.12.

Gambar 7.12. Aktivitas Belajar I

2) Aktivitas Belajar II a) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus ke depan. b) Pada hitungan 1-2, putar kedua lengan ke arah belakang, kemudian langkahkan kaki kiri ke belakang. c) Pada hitungan 3-4, putar kedua lengan ke kanan, kemudian langkahkan kaki kiri dan rapatkan dengan kaki kanan. d) Pada hitungan 5-6, putar kedua lengan ke belakang, kemudian langkahkan kaki kanan ke belakang.

Gambar 7.13. Aktivitas Belajar II

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

89

e) Pada hitungan 7-8, putar kedua lengan ke depan, kemudian rapatkan kaki kanan dengan kaki kiri. f) Lakukanlah gerakan tersebut secara berulang sebanyak 6 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.13 3) Aktivitas Kelas III a) Badan tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan lurus ke depan. b) Pada hitungan 1-2, putar kedua lengan ke belakang, kemudian langkahkan kaki kiri dengan lutut ditekuk. c) Pada hitungan 3-4, putar kedua lengan ke depan, kemudian langkahkan tungkai kanan dua langkah ke depan. d) Pada hitungan 5-6, putar kedua lengan ke belakang, dan kaki kanan mundur ke belakang dua langkah. e) Pada hitungan 7-8, putar kembali dua lengan ke belakang, dan kaki kiri maju dua langkah ke belakang. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 6 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.14.

Gambar 7.14. Aktivitas Belajar III

4) Aktivitas Belajar IV a) Badan berdiri, kedua kaki membuka (kangkang), dan kedua lengan direntangkan. b) Pada hitungan satu, luruskan lengan kiri ke atas di samping telinga, lengan kanan ke bawah silang di depan badan, dan pindahkan berat badan ke kaki kiri. c) Pada hitungan dua, pindahkan berat badan ke kaki kanan disertai dengan rneluruskan lengan kiri ke bawah silang di depan badan. d) Pada hitungan tiga, seperti hitungan satu.

90

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

e) Pada hitungan empat, seperti hitungan dua. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 4 x 8 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.15.

Gambar 7.15. Aktivitas Belajar IV

5) Aktivitas Belajar V a) Badan berdiri, kaki dibuka lebar (kangkang), dan kedua tangan di samping kanan. b) Pada hitungan 1-2, putar kedua lengan di depan badan ke kiri, pindahkan berat badan ke kiri, dan langkahkan kaki kiri dua langkah ke kiri. c) Pada hitungan 3-4, putar kembali kedua lengan di depan badan kekanan, pindahkan berat badan ke kanan, dan langkahkan kaki kanan dua langkah ke kanan. d) Lakukan gerakan tersebut secara berulangulang sebanyak 4 x 8 hitungan. e) Perhatikan gambar 7.16. Gambar. 7.16. Aktivitas Belajar V

6) Aktivitas Belajar VI a) Badan berdiri, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), dan kedua lengan di samping badan. b) Pada hitungan satu, ayunkan kedua lengan ke atas sambil memutar badan setengah lingkaran ke kiri, tarik kaki kanan dan rapatkan pada kaki kiri, dan kedua lengan luruskan ke atas. c) Pada hitungan dua, langkahkan kaki kanan ke depan, putar badan seperempat ke kiri, dan putar lengan melalui kiri ke samping. d) Pada hitungan tiga, seperti hitungan satu.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

91

e) Pada hitungan empat, seperti hitungan dua. f) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang sebanyak 2 x 4 hitungan. g) Perhatikan gambar 7.17.

Gambar 7.17. Aktivitas Belajar VI

h. Lakukanlah seluruh gerakan bersama kelompok sehingga harmonis. i. Pilihlah lagu yang kalian sukai dan lakukan gerakan langkah kaki dan ayunan lengan tersebut dengan kelompok.

3. Ringkasan Aktivitas gerak ritmik adalah salah satu bentuk aktivitas yang menggabungkan gerakan ayunan lengan, langkah kaki, dan gerakan anggota tubuh lainnya disesuaikan dengan irama hitungan/musik/lagu. Prinsip yang harus diperhatikan dalam aktivitas gerak ritmik adalah (1) kesesuaian irama antara gerakan lengan, kaki dan irama koordinasi semuanya, (2) kelenturan tubuh, dan (3) kontinuitas gerakan. Pertama-tama yang harus dipelajari adalah gerak langkah kaki, kemudian dilanjutkan dengan gerak ayunan/putaran lengan, dan gerakan gabungan langkah kaki dan ayunan lengan. Belajar dengan berkelompok 5-6 orang akan memudahkan kalian dalam mempelajari setiap gerakan.

92

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

PelajaranVIII

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang

Tanah air kita atau lingkungan kita terdapat banyak penampakan alami dan buatan yaitu air, seperti: waduk/bendungan, danau, sungai, dan lautan. Seperti halnya ikan, tubuh kita dapat bergerak dalam air apabila kita melakukankanya dengan gerakan-gerakan yang baik dan memenuhi prinsip-prinsip bergerak di air. Berenang merupakan salah satu aktivitas di air yang menyenangkan yang dapat menyesuaikan gerakan kita dengan sifat-sifat air. Marilah kita mencoba melakukan aktivitas renang dengan berbagai gaya seperti: gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung serta gaya kupu-kupu/dolphin.

A. Mengenal aktivitas gerak renang Tujuan berenang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas di antaranya adalah untuk : pembentukan dan pengembangan fisik, pembinaan hidup sehat, pemeliharaan kesegaran jasmani, dan peningkatan kapasitas tubuh serta untuk keselamatan. Namun lebih dari itu banyak hal-hal positif yang bisa kita rasakan langsung atau tidak langsung kalau kita menguasai berenang.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

93

1. Manfaat renang bagi tubuh a. Meningkatkan kualitas jantung dan peredaran darah Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengangkut sari – sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak. b. Meningkatkan kapasitas vital paru – paru Paru – paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan melatih kerja paru – paru dan meningkatkan kemampuan paru – paru untuk mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi. c. Mempengaruhi otot menjadi berisi Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan otot akan bekerja terus menerus. Hal ini akan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot – otot tubuh akan kelihatan lebih berisi / padat.

2. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam renang . a. Aktivitas yang harus dilakukan sebelum berenang : 1). Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berlari – lari kecil. 2). Mandi pada air pancuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air. 3). Memakai pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning-kuningan (mangkak). 4). Mengamati kedalaman kolam renang dan menyesuaikannnya dengan kemampuan diri sendiri. 5). Jangan berenang dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh menjadi lebih berat.

94

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Aktivitas Yang harus dilakukan sesudah berenang : 1). Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kurang baik untuk kesehtan mata dan mengandung kaporit. 2). Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncatloncat atau dengan cara yang lain.

B. Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang 1. Prinsip mengapung. Teori menyatakan bahwa sebuah kapal yang bermuatan ringan akan mudah ditarik atau didorong di dalam air. Begitu pun, seorang perenang yang ringan akan mudah mengapung di atas air jika dibandingkan dengan perenang yang lebih berat daya mengapungnya. Perenang memiliki bermacam-macam bentuk tubuh, ukuran tulang, perkembangan otot, berat badan, jaringan lemak, dan kapasitas paru-paru, yang semua itu mempengaruhi gaya apung dan posisi apung seseorang. Bagi perenang pemula, cara mengapung di permukaan air sulit untuk dilakukan. Untuk dapat mengapung dibutuhkan waktu yang cukup lama dalam berlatih. Ada beberapa cara untuk latihan mengapung, yaitu sebagai berikut: a. Masuk dalam air Belajar renang sebaiknya dilakukan di dalam kolam yang dangkal yaitu setinggi kurang lebih satu meter. Untuk berlatih mengapung dengan masuk dalam air, lakukan hal berikut ini: 1). Berlututlah dengan menggerak-gerakkan lengan di bawah permukaan air.

Gambar 8.1 Teknik mengapung, masuk dalam air

2). Berpeganglah pada pegangan khusus di sisi kolam dan tariklah tubuh maju mundur serta menjauhi dan mendekati dinding.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

95

3). Carilah tangga masuk kolam yang terendam dalam air, letakkan kedua tangan di atas permukaan tangga dengan menghadap ke bawah dan kepala menghadap ke dinding kolam, kemudian apungkanlah kakimu terjulur ke belakang sehingga tubuh akan merasakan melayang di permukaan air, kemudian lakukan naik turun di anak tangga sebanyak 5-6 kali.

Gambar : 8.2. Teknik mengapung, masuk dalam air

4) Berpegangan di pinggir kolam renang, kemudian togok dan tungkai diluruskan/diangkat ke permukaan air, kemudian mengambanglah dengan posisi telungkup, tangan lurus ke depan, dan kepala terangkat dari permukaan air.

Gambar : 8.3. Pengenalan air dan mengapung dengan posisi telungkup

b. Mengapung Latihan mengapung dapat dilakukan sebagai berikut : a). Tangan berpegangan pada tiang atau parit dinding kolam, angkat kaki hingga tubuh dalam posisi telungkup, dan gerakkan kedua kaki turun naik berulangulang maka tubuh merasakan mengambang di permukaan air. b). Berlatih mengapung dengan tangan memegang papan luncur masuk ke dalam air. Saat tangan memegang papan luncur, angkatlah kedua kaki hingga mengambang telungkup maka tubuh akan merasakan mengambang di permukaan air.

96

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Prinsip meluncur Setelah dapat mengapung di atas permukaan air, latihan berikutnya adalah latihan meluncur, caranya sebagai berikut : 1). Meluncur dengan menolakkan kaki pada dinding Berdiri dipinggir kolam ranang, punggung membelakangi pinggir kolam renang, kemudian turunkan bahu ke dalam air sehingga hanya kepalanya yang berada di permukaan air. Tolakkan salah satu kaki pada dinding tubuh meluncur ke depan, kaki tidak bergerak.

Gambar : 8.4. Meluncur dengan menolak dari dinding

2). Meluncur dengan menggunakan papan luncur. Peganglah papan luncur di depan di atas permukaan air, bersamaan dengan mengangkat kedua tungkai di permukaan air hingga posisi tubuh terangkat ke permukaan air. Kemudian, gerakkan tungkai turun naik hingga badan bergerak ke depan meluncur.

Gambar : 8.5. Latihan meluncur dengan papan luncur

3). Meluncur diawali dengan loncatan Dari posisi berdiri di pinggir kolam renang kedua lengan lurus disamping telinga, kemudian meloncat dengan menukik ke dalam air hingga posisi tubuh meluncur dipermukaan air. Biarkanlah tubuh dengan sendirinya maju atau terdorong ke depan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

97

Gambar : 8.6. Meluncur diawali dengan loncatan

C. Keterampilan gerak renang gaya punggung Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas. Menurut sejarah gaya punggung pertama kali diperlombakan pada olimpiade tahun 1912 di Stocholm. Pada waktu itu kompetisi renang dibagi menjadi tiga nomor pertandingan, yaitu gaya dada, punggung, dan gaya bebas baik level nasional maupun internasional. Orang-orang pada saat itu menggunakan gaya punggung dengan memakai kedua lengan memutar secara bersamaan atau double over arm dan menggunakan gerakan kaki gaya katak. Orang yang berjasa melakukan perbaikan gaya katak adalah Adolf Kiefer. Sebagaimana yang diceritakan oleh Badruzaman (2007: 19), bahwa: ”Pada tahun 1934 seorang perenang bernama Adolf Kiefer melakukan perbaikan-perbaikan gaya sehingga menambah kecepatan dengan baik, maka dari itu gaya ini semakin digemari. ”Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst). Gambar 8.19. Orang melakukan gerak renang gaya Punggung

98

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan kayuhan tangan. Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di Gambar 8.20. Start renang gaya punggung dinding kolam. Adapun gerakan-gerakan tangan, kaki, dan sikap ambil nafas adalah sebagai berikut:

1. Gerakan Kaki a. Mengapung dengan menggerak-gerakkan tungkai kanan dan kiri naik turun secara bergantian dengan posisi tidur telentang.

Gambar 8.21. Gerakan awalan kaki renang gaya punggung

b. Luruskan kedua lengan menempel di daun telinga dan pinggul terangkat. c. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang tidak berbelok/melenceng.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

99

2. Gerakan Tangan a) Cara melakukan kayuhan tangan gaya punggung mulai dengan meluncur terlentang, tangan terjulur di sebelah atas kepala dan telapak tangan menghadap keluar. b) Tangan kanan diputar keluar, telapak terlungkup

Gambar 8.25. Kayuhan tangan renang gaya punggung

c) Miringkan tubuh sedikit ke satu sisi dan salah satu paha agak lebih tenggelam ke air. d) Putar lengan bawah keluar sehingga telapak tangan menghadap ke bawah, seolah-olah ingin menjangkau pinggir kolam. e) Kayuh dengan lengan yang tertekuk; pergelangan tangan diluruskan

Gambar 8.26. Gerakan kayuhan tangan renang gaya punggung

f) Sekarang tekuk pergelangan tangan ke depan agar telapak tangan berada dalam posisi untuk melakukan tekanan langsung ke belakang, ke arah kaki.

Gambar 8.27. Latihan gerakan dorongan tangan renang gaya punggung

g. Saat tangan hampir terjulur penuh, putar seluruh lengan ke posisi telapak tangan tertelungkup dan tekan ke bawah. Gunakan tekanan tangan ke arah bawah ini membantu memiringkan tubuh ke arah yang berlawanan dan mengangkat bahu untuk pemulihan tangan.

100

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

h. Siku tetap lurus tapi biarkan pergelangan tangan benar-benar lemas saat mulai mengangkat lengan dari air. Pulihkan tangan dengan lurus, telapak terlungkup.

Gambar 8.28. Latihan gerakan tangan renang gaya punggung

i. Saat tangan melewati ketinggian bahu dalam tahap pemulihan, putar seluruh lengan sehingga ujung-ujung jarinya menunjuk ke luar, menjauh tubuh. Julurkan lengan sejauh mungkin ke depan, saat mulai memiringkan tubuh ke sisi tersebut kembali dan tangan dalam air, telapak tangan terlungkup, siap untuk memulai kayuhan berikutnya. Lemaskan pergelangan tangan, putar lengan ke luar j. Posisi kedua lengan harus selalu berlawanan: saat satu tangan sedang menyelesaikan kayuhan maka tangan yang lain harus sedang memasuki air. Paha dan kepala harus tetap terangkat sehingga telinga tetap terendam air. Jangan kepala ikut berputar ke samping pada saat memiringkan tubuh. Pandangan terus ke atas. k. Lakukan dengan irama teratur dan konstan l. Rangkaian gerakan keseluruhan sebagai berikut :

Gambar 8.31. Rangkaian gerakan tangan dan kaki renang gaya punggung

Perhatikan setiap gerakan dalam gerak renang gaya punggung, kemudian perhatikan pula kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi ketika gerak renang gaya punggung adalah sikap badan kaku, badan tidak streamline, gerak anggota badan yang terlalu miring, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari renang gaya punggung tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

101

3. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas Kaki dan tangan terus bergerak seperti pada point di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas permukaan air. Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung perkiraan jumlah gerakan kayuhan tangan. Tips : a) Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak ke dalam masuk ke air (hal ini akan membantu kecepatan juga memudahkan kepala tetap berada di atas) b) Kaki terus bergerak, jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng/berbelok). c) Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus / sejajar dengan tulang kaki d) Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya. e) Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu kecepatan dalam berenang. f) Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu secara miring. (hal ini akan memperkecil tahanan dari air). a. Mempraktikkan gerak renang gaya punggung dalam bentuk bermain. Melakukan simulasi gerakan gerak renang gaya punggung sesuai kondisi yang ada yaitu: 1) Latihan gerakan Ayunan Kaki renang Gaya Punggung (a). Ayunan kaki gaya punggung, papan pelampung pada paha. Dalam posisi terlentang dengan memegang sebuah papan pelampung secara memanjang di rapatkan di perut (sisi depan) dengan kedua lengan di atasnya dan jari-jari mencengkeram bagian bawah papan tersebut. Lengan harus tetap lurus sehingga bagian bawah papan pelampung selalu berada pada pertengahan paha. Ayunkan kaki, lutut dan telapak kaki tetap terendam dan paha tetap tertekan papan.

Gambar 8.23. Latihan gerakan kaki renang gaya punggung

102

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

(b). Ayunan kaki gaya punggung, papan di sebelah atas kepala. Terlentang di air dengan kedua lengan terjulur lurus di sebelah atas kepala. Pegang sebuah papan pelampung dengan kedua tangan. Kepala berada di tengah-tengah lengan dan telinga tetap terendam, paha tetap terangkat, lalu ayunkan kaki, lutut dan telapak kaki tetap dalam air, tapi coba untuk membuat gunungan air di atas telapak kaki. Jika mungkin tandai dengan bendera putar haluan gaya punggung melintang pada jarak 5 meter dari dinding ujung kolam. (c). Ayunan kaki gaya punggung, tangan saling berpegangan. Dengan bantuan bendera putar haluan gaya punggung, posisi tubuh terlentang dengan kedua lengan dijulurkan ke sebelah atas kepala, tangan disilangkan serta telapak kaki terendam. Penekanan pada gerakan menyiduk air ke atas. Coba membentuk gunungan air secara konsisten di atas telapak kaki, ayunkan kaki ke permukaan tapi jangan sampai menembusnya. Jika mencapai ujung kolam, pegang pinggiran kolam, lakukan tolakan dan kembali ke posisi tangan berpegangan.

(Sumber: David G. Thomas, MS, 1996, Renang Tingkat Mahir) Gambar 8.24. Ayunan kaki gaya punggung, tangan saling berpegangan.

2) Peserta didik saling berkelompok dengan anggota 3-5 atau secukupnya 3) Peserta didik yang mampu / Guru memberi contoh dan aba-aba gerakan kaki, gerakan tangan, gerakan ambil nafas, gerakan koordinasi renang gaya punggung 4) Dua kelompok saling bergantian yang satu melakukan gerak renang gaya punggung dan yang lainnya memberi aba-aba dan mengoreksi untuk belajar gerak renang gaya punggung dengan benar. 5) Dan seterusnya saling merasakan dan melakukan gerak renang gaya punggung dengan baik dan benar.

4. Ringkasan Renang merupakan salah satu aktivitas di kolam (air) yang dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gerakan yang teratur. Gerakan tersebut adalah koordinasi dari gerakan kaki, gerakan tangan, gerak badan, dan

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

103

cara ambil nafas. Tujuan berenang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas, di antaranya adalah untuk : a. pembentukan dan pengembangan fisik, b. pembinaan hidup sehat, c. pemeliharaan kesegaran jasmani, dan d. peningkatan kapasitas tubuh. e. keselamatan

D. Keterampilan gerak renang gaya kupu – kupu 1. Mengenal aktivitas gerak renang gaya kupu – kupu. Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air. Merupakan gaya yang paling baru dan paling sukar serta membutuhkan waktu yang cukup untuk dipelajari. Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Jadi diharapkan akan lebih baik hasilnya untuk belajar renang gaya kupu-kupu siswa sudah menguasai renang gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.

104

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Keterampilan gerak renang gaya Kupu – Kupu

Gambar 8.32. Orang melakukan gerak renang gaya Kupu – Kupu

a. Melakukan gerak renang gaya kupu-kupu 1) Gerakan Kaki a) Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Lutut tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya. b) Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air. c) Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan. d) Ulangi langkah b – c di atas

Gambar 8.33. Gerakan kaki renang gaya Kupu – Kupu

Perhatikan: Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

105

2) Gerakan Tangan

Gambar 8.34. Gerakan tangan renang gaya Kupu – Kupu

a) Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya) b) Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang. c) Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan. d) Ulangi langkah a – c di atas Perhatikan: Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap ke luar).

3) Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas Gerakkan kaki seperti pada point 1) di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

Gambar 8.35. Gerakan kaki, tangan dan nafas renang gaya Kupu – Kupu

Perhatikan setiap gerakan dalam gerak renang gaya kupu-kupu, kemudian perhatikan pula kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Kesalahan yang sering terjadi ketika gerak renang gaya kupu-kupu adalah sikap badan kaku, badan tidak streamline, gerak anggota badan yang miring ke kanan dan ke kiri, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai 106

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

dengan tujuan gerak dari gerak renang gaya kupu-kupu tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Tips belajar renang gaya kupu-kupu : a) Awalnya mungkin peserta didik hanya kuat 1/2 lebar kolam .... teruskan belajar dan berlatih. Jangan khawatir karena memang gaya ini yang paling berat. Semakin sering peserta didik belajar dan berlatih, maka Anda akan semakin bisa. Bila dirasa terlalu berat, Anda bisa memulai belajar dengan melakukan 2 putaran/pukulan gerakan kaki, baru kemudian diikuti 1 kayuhan/pukulan gerakan tangan. b) Setelah cukup lancar, maka mulai perbaikilah gaya ini dengan memperbaiki start awal gaya kupu. Kepala ditekuk agak ke bawah (dagu agak menempel ke dada) dan gerakkan pinggul lebih dulu, sehingga kaki terangkat dan lecutkan/ tendangkan kaki dengan posisi lurus sejauh mungkin ke belakang. Gerakan kaki jangan dilakukan secara berlebihan. Setelah itu baru gerakkan tangan. Berikutnya, gerakan kaki selalu dimulai dari pinggul. Untuk membantu gerakan pinggul agak naik ke atas, kepala bisa ditekuk ke bawah (dagu agak ditempelkan ke dada). c) Posisikan tubuh selalu di permukaan air, jangan terlalu dalam. d) Agar lebih cepat dan gerakan lebih stabil, lakukan 2 - 3 set gerakan kaki dan tangan baru kemudian menaikkan kepala untuk mengambil nafas. e) Kesempatan kepala untuk naik ke atas permukaan air sangatlah sedikit dan sebentar (tidak seperti gaya dada), karena itu manfaatkanlah sebaik mungkin. f) Ketika kepala sedang tidak ke atas permukaan air untuk bernafas, pastikan posisi dagu agak menempel ke dada. Ini akan menambah daya luncur gaya kupu menjadi lebih kuat. g) Seringkali sewaktu tangan berada di dalam air, gerakan tangan membentuk seperti huruf S. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan yang lebih kuat ke depan. Tetapi ada juga guru yang mengajarkan gerakan tangan biasa saja, sehingga gerakan tangan bisa lebih cepat dan kuantitas gerakan tangannya lebih banyak. Ini terserah siswa. 4) Mempraktikkan gerak renang gaya kupu-kupu dalam bentuk bermain. Melakukan simulasi gerakan gerak renang gaya kupu-kupu sesuai kondisi yang ada yaitu: 1) Peserta didik saling berkelompok dengan anggota 3-5 atau secukupnya 2) Peserta didik yang mampu / Guru memberi contoh dan aba-aba gerak renang gaya kupu-kupu

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

107

3) Dua kelompok saling bergantian yang satu melakukan gerak renang gaya kupukupu (gerakan kaki, gerakan tangan, pinggang/pinggul/badan, saat ambil nafas, dan koordinasi semuanya) dan yang lainnya memberi aba-aba / mengoreksi untuk belajar gerak renang gaya kupu-kupu dengan benar. 4) Dan seterusnya saling merasakan dan melakukan gerak renang gaya kupu-kupu dengan baik dan benar. 5) Ringkasan Renang merupakan salah satu aktivitas di kolam (air) yang dilakukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu gerakan yang teratur. Gerakan tersebut adalah koordinasi dari gerakan kaki, gerakan tangan, gerak badan, dan cara ambil nafas. Tujuan berenang tidak semata-mata untuk mencapai prestasi, tetapi untuk mencapai tujuan yang lebih luas, di antaranya adalah untuk : a. pembentukan dan pengembangan fisik, b. pembinaan hidup sehat, c. pemeliharaan kesegaran jasmani, dan d. peningkatan kapasitas tubuh.

108

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran IX

Memahami Penyakit HIV / AIDS AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit ini bukan penyakit keturunan atau diwarisi. Ia menyerang kekebalan tubuh (immune system), yaitu system pertahanan alami tubuh tehadap serangan organisme yang merupakan musuh. Penyakit ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan tubuh dalam memerangi infeksi. Penyakit AIDS sampai saat ini masih menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan penduduk dunia. Proses penularan yang begitu cepat dan belum ada yang bisa menahan laju perkembangan AIDS dalam tubuh.

Gambar 11.1. Penyakit HIV/AIDS yang belum ada Obatnya

A. Pengertian Penyakit HIV/AIDS a. Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) H I V adalah virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bentuk HIV seperti binatang bulu babi (binatang laut) yang berbulu tegak dan tajam. Tubuh manusia mempunyai sel-sel darah putih yang berfungsi untuk melawan dan membunuh bibit-¬bibit atau kuman-kuman

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

109

penyakit yang masuk ke dalam tubuh nanusia. Dengan demikian sel-sel darah putih melindungi seseorang dari jatuh sakit. Inilah yang disebut kekebalan tubuh manusia, yang merupakan daya tahan tubuh seseorang. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV, maka virus ini akan menyerang sel darah putih. Selanjutnya akan merusak dinding sel darah putih untuk masuk ke dalam sel dan merusak bagian yang memegang peranan pada kekebalan tubuh. Sel darah putih yang telah dirusak tersebut menjadi lemah dan tidak lagi mampu melawan kuman-kuman penyakit. Lambat-laun sel darah putih yang sehat akan sangat berkurang. Akibatnya, kekebalan tubuh orang tersebut menjadi menurun dan akhirnya sangat mudah terserang penyakit. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV, berarti mengidap HIV di dalam tubuhnya, disebut “HIV+” (baca: HIV positif) atau pengidap HIV. Orang yang telah terinfeksi HIV dalam beberapa tahun pertama belum menunjukkan gejala apapun. Sehingga secara fisik kelihatan tidak berbeda dengan orang lain yang sehat. Namun dia mempunyai potensi sebagai sumber penularan, artinya dapat menularkan virus kepada orang lain. Setelah periode 7 hingga 10 tahun, atau jika kekebalan tubuhnya sudah sangat melemah karena berbagai infeksi lain, seorang pengidap HIV mulai menunjukkan gejala-gejala dan tandatanda bermacam-macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh. Pada keadaan ini orang tersebut disebut sebagai penderita AIDS. Gambar 11.2. Virus HIV

b. Penyakit AIDS AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Syndrome yang bahasa Indonesia-nya adalah Sindroma, merupakan kumpulan gejala dan tanda penyakit. Deficiency dalam bahasa Indonesia berarti kekurangan. Immune berarti kekebalan, sedangkan Acquired berarti diperoleh atau didapat. Dalam hal ini, “diperoleh” mempunyai pengertian bahwa AIDS bukan penyakit keturunan. Seseorang menderita AIDS bukan karena keturunan dari penderita AIDS, tetapi karena terjangkit atau terinfeksi virus penyebab AIDS. Oleh karena itu, AIDS dapat diartikan sebagai kumpulan tanda dan gejala penyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang. AIDS merupakan fase terminal (akhir) dari infeksi HIV.

110

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Telah disebutkan bahwa seorang pengidap HIV daya tahan tubuhnya terganggu sehingga mudah terserang penyakit, bahkan serangan sesuatu penyakit yang untuk orang lain dapat digolongkan sebagai penyakit ringan, bagi seorang pengidap HIV atau penderita AIDS penyakit tersebut dapat menjadi berat, bahkan dapat menimbulkan kematian. Misalnya penyakit influensa, pada orang sehat penyakit ini, akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih satu minggu, meskipun tidak diobati sama sekali asalkan penderita makan, tidur dan istirahat yang cukup. Pada pengidap HIV dan penderita AIDS, penyakit influensa ini akan menetap lebih lama bahkan semakin parah pada waktu tertentu. Seorang penderita AIDS dapat meninggal oleh penyakit infeksi lain yang menyerang dirinya akibat kekebalan tubuhnya yang terganggu (disebut infeksi oportunistik). Gambar 11.3. Penderita Penyakit AIDS

B. Bahaya Penyakit HIV/AIDS Bahaya Besar Penyakit HIV/AIDS, yaitu: 1. Tidak ada obat. AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang mudah menular dan mematikan. Virus tersebut merusak system kekebalan tubuh manusia, dengan akibat turunnya/hilangnya daya tahan tubuhnya sehingga mudah terjangkit dan meninggal karena penyakit infeksi, kanker lainnya. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya atau obat untuk penyembuhannya. 2. Kematian. Menurut perhitungan WHO (1992) tidak kurang dari 3 orang di seluruh dunia terkena infeksi virus AIDS setiap menitnya. Dan yang mengerikan adalah jumlah penderita 70% adalah kalangan pemuda/usia produktif. 3. Serangan Bagi Anak Muda. Kelompok resiko tinggi terjangkitnya penyakit bahaya ini adalah homoseksual, heteroseksual, promiskuitas, penggunaan jarum suntik pecandu narkotik dan free sex serta orang-orang yang mengabaikan nilai-nilai moral, etik, dan agama (khususnya para remaja/generasi muda usia 13-25 tahun). 4. Tidak Bermoral. Pola dan gaya hidup barat sebagai konsekuensi modernisasi, industrialisasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah menyebabkan perubahan-perubahan nilai kehidupan yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral, etik, dan agama, termasuk nilai-nilai hubungan seksual antar individu.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

111

Gambar 11.4. Seks Bebas Sebagai Salah Satu Penyebab Bahaya HIV/AIDS.

5. Seks Bebas. Permasalahan lain yang berdampak sangat tinggi bagi penularan virus AIDS adalah remaja yang meninggalkan rumah/minggat menjadi anak jalanan, dan tuna susila yang melakukan seksual aktif dan pecandu narkoba secara bebas dan tidak terjaga kebersihan/kesehatannya.

6. Bunuh Diri. Jika seseorang menderita penyakit ini, maka akan menimbulkan depresi yang mendalam, semangat hidup rendah dan hilang kepercayaan diri. Permasalahan ini telah banyak memakan korban jiwa, sebab dari merekamereka yang terjangkit penyakit ini selalu mengakhiri penyakit yang di deritanya dengan bunuh diri. 7. Gila. Orang yang Hilang kepercayaan diri, banyak dijauhi orang karena penyakit yang dideritanya ini akan menimbulkan stress yang begitu berat, jika Stress yang diderita terus dibiarkan maka akan menyebabkan kegilaan alias tidak mempunyai kesadaran normal.

Gambar 11.5. Kegilaan Dampak dari HIV/AIDS

C. Penularan Penyakit HIV/AIDS HIV harus masuk langsung ke aliran darah orang yang bersangkutan untuk dapat berada di dalam tubuh manusia. Sedangkan di luar tubuh manusia, HIV sangat cepat mati. HIV bertahan lebih lama di luar tubuh manusia hanya bila darah yang mengandung HIV tersebut masih dalam keadaan belum mengering. Dalam media kering HIV akan lebih cepat mati. HIV juga mudah mati oleh air panas, sabun dan bahan pencuci hama lain. Karena HIV cepat mati di luar tubuh manusia, maka HIV tidak dapat menular lewat udara seperti virus lainnya, misalnya virus influenza. Virus influensa dapat hidup di udara bebas di sekeliling kita, sehingga penularan influensa dapat terjadi melalui udara.

112

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Di dalam tubuh manusia, HIV terdapat pada cairan-cairan tubuh, yaitu: darah, air mani, cairan vagina (cairan kemaluan wanita). Telah terbukti, bahwa ketiga cairan di atas inilah yang dapat menularkan HIV. Maksudnya, penularan akan terjadi jika salah satu atau lebih dari ketiga cairan itu tercemar oleh HIV, dan kemudian masuk ke aliran darah orang yang belum tertular. Selain di dalam ketiga cairan yang telah disebutkan di atas, HIV juga dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil di dalam Air mata, Air liur, Cairan otak, Keringat, dan Air Susu Ibu (ASI). Namun sampai sekarang belum ada bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui cairan- cairan tersebut.

a. Cara Penularan HIV/AIDS Penularan terjadi bila ada kontak atau percampuran dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, yaitu melalui: 1) Hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap HIV. Hubungan seksual ini bisa homoseksual maupun heteroseksual. 2) Alat jarum suntik atau alat tusuk lainnya (akupuntur, tindik, tato) yang tercemar oleh HIV. Oleh sebab itu pemakaian jarum suntik secara bersama sama oleh para pecandu narkotika akan mudah menularkan HIV diantara mereka bila salah satu diantaranya seorang pengidap HIV. 3) Ibu hamil yang mengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya. Gambar 11.7. Jarum Suntik/Tusuk Penular HIV/AIDS

b. Gejala Penularan HIV/AIDS Gejala penularan HIV/AIDS terjadi beberapa hari atau beberapa minggu setelah terinfeksi HIV, seseorang mungkin akan menjadi sakit dengan gejalagejala seperti flu, yaitu: 1) Demam. 2) Rasa lemah dan lesu. 3) Sendi- sendi terasa nyeri. 4) Batuk. 5) Nyeri tenggorokan. Gejala-gejala ini hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja, lalu hilang dengan sendirinya.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

113

Gejala Selanjutnya adalah memasuki tahap di mana sudah mulai timbul gejalagejala yang mirip yang dengan gejala-gejala penyakit lain, yaitu: 1) Demam berkepanjangan. 2) Penurunan berat badan ( lebih dari 10% dalam waktu 3 hari). 3) Kelemahan tubuh yang mengganggu/menurunkan aktivitas fisik sehari-hari. 4) Pembengkakan kelenjar di leher, lipat paha, dan ketiak. 5) Diare atau mencret terus menerus tanpa sebab yang jelas. 6) Batuk dan sesak nafas lebih dari 1 bulan secara terus menerus. 7) Kulit gatal dan bercak-bercak merah kebiruan. Gejala-gejala di atas ini memang tidak khas, karena dapat juga terjadi pada penyakit- penyakit lain. Namun gejala-gejala ini menunjukkan sudah adanya kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.

Gambar 11.8. Contoh Gejala-gejala HIV/AIDS

Gejala penurunan kekebalan tubuh di tandai dengan mudahnya diserang penyakit lain, dan disebut infeksi oportunistik. Maksudnya adalah penyakit yang disebabkan baik oleh virus lain, bakteri, jamur, atau parasit (yang bisa juga hidup dalam tubuh kita), yang bila sistem kekebalan tubuh baik kuman ini dapat dikendalikan oleh tubuh. Pada tahap ini pengidap HIV telah berkembang menjadi penderita AIDS. Gejala AIDS yang timbul adalah: 1) Radang paru. 2) Radang saluran pencernaan. 3) Radang karena jamur di mulut dan kerongkongan. 4) Kanker kulit. 5) TBC. 6) Gangguan susunan saraf. Pada umumnya penderita AIDS akan meninggal dunia sekitar 2 tahun setelah gejala AIDS ini muncul.

114

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Perjalanan Infeksi HIV Saat HIV sudah masuk ke dalam tubuh manusia, maka dimulailah masa inkubasi yang cukup lama, yaitu antara 7 sampai 10 tahun. Masa inkubasi dari suatu penyakit adalah masa antara masuknya suatu bibit penyakit ke dalam tubuh (infeksi) sampai mulainya orang tersebut menunjukkan tanda-tanda dan gejalagejala sakitnya. Pada infeksi HIV, dari mulai masuknya HIV ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala-gejala AIDS berlangsung cukup lama yaitu seperti telah disebutkan, antara 7 sampai 10 tahun. Selama 7 sampai 10 tahun ini orang tersebut disebut pengidap HIV, yang disebut juga ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Pengidap HIV ini tampak seperti orang sehat lainnya, karena belum adanya gejala sakit apapun. Namun walaupun demikian, ía dapat menularkan HIV kepada orang lain. Selanjutnya setelah periode 7-10 tahun ini dilalui barulah timbul gejala-gejala AIDS, dan orang tersebut disebut penderita AIDS. Gejala-gejala dan tanda-tanda sakit munculnya secara bertahap, bertambah lama bertambah berat sampai akhirnya penderita meninggal dunia. Pada infeksi atau masuknya HIV ke dalam tubuh manusia dikenal adanya periode jendela (Window Period). Yaitu masa di mana orang tersebut telah terinfeksi HIV, tetapi bila dilakukan pemeriksaan darahnya maka belum menunjukkan hasil apa-apa (masih negatif) yang berarti zat anti (antibodi) terhadap HIV belum dapat terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium. Periode jendela ini biasanya berlangsung antara 1-6 bulan dari sejak mulainya infeksi. Namun satu hal yang perlu diingat adalah bahwa sejak masuknya HIV, seseorang telah menjadi pengidap HIV dan ia dapat menularkan HIV sepanjang hidupnya. Sehingga walaupun dalam masa periode jendela, orang tersebut sudah menjadi sumber penularan. Ia dapat menularkan virusnya kepada orang lain pada setiap kesempatan yang memungkinkan terjadinya penularan itu. Bila digambarkan maka skema perjalanan infeksi HIV adalah sebagai berikut :

Gambar 11.9. Masa Infeksi HIV

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

115

d. Perilaku Berisiko Tinggi Orang-orang yang memiliki perilaku berisiko tinggi menularkan atau tertular HIV artinya orang-orang yang mempunyai kemungkinan besar terkena infeksi HIV atau menularkan HIV dikarenakan perilakunya. Mereka yang memiliki perilaku berisiko tinggi itu adalah: 1) Wanita dan laki-laki yang berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual, dan pasangannya. 2) Wanita dan pria tuna susila, serta pelanggan mereka. 3)Orang-orang yang melakukan hubungan seksual yang tidak wajar, seperti hubungan seks melalui dubur (anal) dan mulut misalnya pada homo seksual dan biseksual. 4) Penyalahgunaan narkotika dengan suntikan, yang menggunakan jarum suntik secara bersama (bergantian).

Gambar 11.10. Pengguna Narkoba sebagai Perilaku Resiko terjangkit HIV/AIDS

e. Hal-hal yang Tidak Menularkan HIV Sebagaimana telah disebutkan, HIV mudah mati di luar tubuh manusia. Oleh sebab itu HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak sosial sehari-hari seperti: 1) Bersenggolan dengan pengindap HIV. 2) Berjabat tangan. 3) Penderita AIDS bersin atau batukbatuk di depan kita. 4) Sama-sama berenang di kolam renang. 5) Menggunakan WC yang sama dengan pengindap HIV. 6) Melalui gigitan nyamuk dan serangga lainnya. Gambar 11.11. Berjabat Tangan Tidak Menularkan HIV/AIDS

116

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

D. Pencegahan Penyakit HIV/AIDS Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan maupun vaksin untuk mencegah penyakit ini. Upaya-upaya pencegahan harus dikaitkan dengan bagaimana penularan AIDS dapat terjadi, yang telah dibicarakan sebelumnya.

1. Pencegahan Penularan melalui Hubungan Seksual Telah kita ketahui bahwa infeksi HIV terutama terjadi melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu pencegahan penularan melalui hubungan seksual memegang peranan paling penting. Untuk itu setiap orang perlu memiliki perilaku seksual yang aman dan bertanggungjawab, yaitu: a. Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah (Abstinence). Hubungan seksual hanya dilakukan melalui pernikahan yang sah. b. Bila telah menikah, hanya mengadakan hubungan seksual dengan pasangan. sendiri, yaitu suami atau isteri sendiri. Tidak mengadakan hubungan seksual di luar nikah. c. Bila salah satu pasangan sudah terinfeksi HIV maka dalam melakukan hubungan seksual harus menggunakan kondom secara benar dan konsisten. Ketiga konsep pencegahan di atas ini dikenal dengan istilah ABC (Abstinence, Be faithful, Condom). d. Mempertebal iman dan takwa agar tidak terjerumus ke dalam hubungan hubungan seksual diluar nikah.

2. Pencegahan Penularan Melalui Darah Penularan HIV melalui darah menuntut kita untuk berhati-hati dalam berbagai tindakan yang berhubungan dengan darah maupun produk darah dan plasma. a. Transfusi darah Harus dipastikan bahwa darah yang digunakan untuk transfusi tidak tercemar HIV. Perlu dianjurkan pada seseorang yang HIV (+) atau mengindap virus HIV dalam darahnya, untuk tidak menjadi donor darah. Begitu pula dengan mereka yang mempunyai perilaku berisiko tinggi, misalnya sering melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. b. Penggunaan produk darah dan plasma Sama halnya dengan darah yang digunakan untuk transfusi, maka terhadap produk darah dan plasma (cairan darah) harus dipastikan tidak tercemar HIV. c. Penggunaan alat suntik, dan alat lain yang dapat melukai kulit.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

117

Penggunaan alat-alat seperti jarum, jarum suntik, alat cukur, alat tusuk untuk tindik, perlu memperhatikan masalah sterilisasinya. Tindakan desinfeksi dengan pemanasan atau larutan desinfektan merupakan tindakan yang sangat penting untuk dilakukan.

3. Pencegahan Penularan dari Ibu kepada Anak Seorang ibu yang terinfeksi HIV, risiko penularan terhadap janin yang dikandungnva atau bayinya cukup besar, kemungkinannva sebesar 30-40 %. Risiko itu akan semakin besar bila si ibu telah terkena atau menunjukkan gejala AIDS. Oleh karena itu, bagi seorang ibu yang sudah terinfeksi HIV dianjurkan untuk mempertimbangkan kembali tentang kehamilan. Risiko bagi bayi terinfeksi HIV melalui susu ibu sangat kecil, sehingga tetap dianjurkan bagi si ibu untuk tetap menyusukan bayi dengan ASI-nya. Melihat kondisi-kondisi di atas, yang bisa kita lakukan untuk pencegahan penyebaran HIV adalah berperilaku yang bertanggung jawab baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain, dan berperilaku sesuai dengan tuntutan norma agama dan sosial yang berlaku dimasyarakat. Di samping itu, menyebarkan informasi tentang HIV / AIDS adalah cara lain untuk melindungi teman, keluarga, dan lingkungan dari penyebaran HIV/AIDS. Hal ini dapat diwujudkan dalam kegiatan sederhana: 1. Berikan informasi yang benar dan tepat yang sudah anda terima kepada lingkungan anda sendiri. Misalnya: keluarga, teman-teman, tetangga dan lainlain. 2. Jika dalam percakapan sehari-hari anda mendengar informasi yang salah tentang HIV/AIDS, langsung diperbaiki dengan cara yang benar. Dalam lingkungan sekolah antar institusi pendidikan : 1. Mengusulkan adanya diskusi dan seminar atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pencegahan HIV/AIDS. 2. Mengadakan kegiatan lain yang berkaitan dengan masalah HIV/AIDS, misalnya lomba poster, lomba mengarang, dan lain sebagainya. Dari uraian di atas, kita mengetahui bahwa ada beberapa hal penting dalam mengurangi risiko terjadinya penularan HIV/AIDS: 1. Tidak melakukan hubungan seks, bagi yang belum nikah. 2. Selalu menghindarkan diri dari penggunaan obat-obat terlarang (narkotik, heroin, ganja, dan lain-lain). 3. Menjauhkan diri dari minuman yang bisa memabukkan.

118

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

4. Sebaiknya tidak menggunakan alat-alat seperti alat suntik, alat tindik, alat tatto, pisau cukur, atau sikat gigi bersama orang lain. 5. Selalu membersihkan (mensterilkan) peralatan medis atau non medis, khususnva yang berhubungan dengan cairan tubuh manusia.

E. Pengobatan Penyakit AIDS Sampai sekarang belum ada obat yang tepat untuk menyembuhkan penderita AIDS secara total. Pengobatan yang dibutuhkan seorang penderita AIDS diperlukan tidak saja untuk melawan infeksi sampingan yang muncul, tetapi juga untuk mencegah komplikasi virus ini lebih lanjut dan untuk memperbaiki fungsi tubuh penderita akibat sistem kekebalannya yang sudah rusak. Ada beberapa jenis obat yang telah ditemukan yang berfungsi hanya untuk menghambat perkembangan virus HIV. Obat-obat tersebut adalah: 1. AZT (Azidothimidine). 2. DDI (Dideoxynosine). 3. DDC (Dideoxycytidine). Akan tetapi obat AZT, DDI, DDC ini belum menjamin proses penyembuhan. Ini mungkin hanya memperpanjang hidup penderita untuk 1 atau 2 tahun saja. Karena sampai sekarang belum ada obat yang dapat membunuh virus ini secara total. Demikian juga cara perawatan yang optimal untuk menyempurnakan kembali sistem kekebalan penderita AIDS belum ditemukan. Penelitian-penelitian menemukan vaksin dan obat AIDS terus dilakukan oleh para dokter, terutama di negara-negara maju namun di samping itu pengindap HIV atau penderita AIDS membutuhkan cara perawatan /pengobatan lain yaitu psikoterapi, konseling, keluarga dan terapi kelompok.

F. TES HIV Tes HIV adalah suatu tes darah yang khusus dipakai untuk memastikan seseorang telah terinfeksi HIV atau tidak. Terjadinya infeksi HIV ini dapat dideteksi dengan mengetes adanya zat anti atau disebut anti bodi terhadap HIV di dalam darah seseorang. Oleh sebab itu, tes semacam ini secara lengkap disebut tes antibodi HIV, walaupun kadang orang sering menyebut Tes HIV saja. Jadi, tes ini tidak untuk melihat adanya virus dalam darah penderita. Tes jenis inilah yang umumnya dipakai untuk penyaringan darah donor sebelum transfusi darah diberikan. Walaupun demikian, terdapat juga tes untuk mengetahui adanya partikel virus atau HIV itu sendiri, atau disebut antigen, yang dilakukan untuk tujuan tertentu.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

119

Bila tubuh kemasukan suatu bibit penyakit, baik itu suatu bakteri, virus, atau lainnya (ini semua disebut antigen) maka tubuh kita akan membuat zat anti untuk melawan antigen tersebut. Zat anti ini disebut antibodi, yang keberadaannya di dalam darah dapat dideteksi dengan pemeriksaan menggunakan zat-zat tertentu (yang disebut reagensia). Tubuh membutuhkan waktu tertentu untuk membentuk antibodi, yang kemudian dapat terdeteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Pada infeksi HIV, adanya antibodi yang dapat terdeteksi dengan pemeriksaan laboratorium ini adalah setelah 1 sampai 6 bulan seseorang terinfeksi atau tertular HIV. Sedangkan sebelum waktu ini, permeriksaan darah tidak akan menunjukkan adanya antibodi HIV (disebut hasil tes negatif) walaupun sebenarnya di dalam tubuhnya sudah ada HIV. Periode inilah yang dikenal dengan sebutan periode jendela (window period). Walaupun pemeriksaan darahnya masih negatif namun orang tersebut sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.

Gambar 11.12. Pemeriksaan Darah Sebagai Bentuk Tes HIV

1. Macam-macam Tes untuk Mendeteksi Infeksi HIV Dikenal dua macam tes yang saat ini sering dipakai untuk menentukan adanya antibodi HIV, yaitu : a. Tes secara Elisa (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). b. Tes secara Immunobloot atau Western Bloot. Pemeriksaan adanya antibodi terhadap HIV secara Elisa dipakai untuk penyaringan adanya infeksi HIV atau skrining darah donor transfusi darah. Hasil positif dari tes Elisa ini, yang artinya kemungkinan ada antibodi terhadap HIV, masih perlu dipastikan dengan pemeriksaan lanjutan melalui tes secara Western Bloot. Pemeriksaan secara Western Bloot ini lebih spesifik terhadap HIV, walaupun lebih mahal dan lebih sulit dilakukan. Oleh sebab itu cara Western Bloot tidak digunakan untuk penyaringan, tetapi seperti telah disebutkan, digunakan untuk memastikan hasil tes Elisa.

120

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

2. Hasil Tes HIV a. Hasil tes positif (+) berarti seseorang mempunyai antibodi (zat anti) terhadap virus HIV, dengan demikian ia tentu telah terinfeksi HIV. Hasil positif ini juga berarti, orang tersebut dapat menularkan HIV kepada orang lain. b. Hasil tes negatif dapat berarti: 1) Orang tersebut tidak terinfeksi HIV 2) Orang tersebut terinfeksi HIV, tetapi tes tersebut dilakukan pada “periode jendela” yaitu masa 1-6 bulan sejak orang tersebut terinfeksi HIV. Tubuh masih belum membentuk anti bodi, oleh karena anti bodi baru terbentuk 1-6 bulan setelah infeksi. c. Hasil tes Elisa yang positif, harus dipastikan dengan cara Western Blot d. Bila hasil tes negatif, maka untuk memastikan, tes di ulangi lagi setelah 3-6 bulan.

3. Penerapan Tes HIV Tes HIV wajib dilakukan terhadap darah transfusi, alat tubuh atau jaringan tubuh, sel telur atau sperma yang disumbangkan atau didonorkan. Namun tes HIV sebaiknya dilakukan pada mereka yang: a. Mempunyai perilaku berisiko tinggi. b. Pernah menjalani transfusi darah beberapa tahun yang lalu. c. Tidak sembuh-sembuh dari gejala demam, batuk atau diare yang lama. d. Mengalami penurunan berat badan yang banyak tanpa sebab - sebab yang jelas. e. Orang yang kuatir sudah tertular HIV.

4. Manfaat Tes HIV a. Diketahuinya status HIV (positif / negatif), apalagi bila tes dilakukan lebih dini berarti adanya infeksi diketahui sejak dini. Dengan demikian dapat segera dimulai upaya-upaya perawatan agar gejala AIDS tidak segera muncul. b. Namun di samping manfaat ini, ada juga dampak negatif yang mungkin diderita oleh sebagian orang sebagai akibat tes HIV. Bagi mereka yang diberi tahu hasil tes HIV-nya positif, merasakan adanya masalah yang berat sehingga dapat terjadi gangguan emosi, rasa terpukul yang hebat juga dapat terjadi, karena adanya stigmatisasi terhadap mereka, berupa tindakan diskriminasi atas berbagai hal, seperti tempat tinggal/perumahan, pekerjaan, pendidikan atau lain-lain serta penderita mungkin dikucilkan. Oleh sebab itulah informasi

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

121

yang benar dan tepat perlu disebarluaskan di kalangan masyarakat dan disemua sektor kehidupan, agar stigmatisasi, dan diskriminasi terhadap pengidap HIV tidak terjadi.

5. Persyaratan Tes HIV Agak berbeda dari tes-tes atau pemeriksaan laboratorium lainnya maka ada persyaratan khusus untuk menjalani tes HIV, yaitu: a. Harus dilaksanakan dengan sukarela. b. Seseorang yang akan di tes harus diberikan informasi yang lengkap dan benar mengenai tes HIV. Sesudah memahami benar-benar mengenai tes, maka harus memberikan persetujuan tertulis (informed consent) c. Kepada orang yang akan menjalani tes harus diberikan konseling sebelum tes dan sesudah tes. Konseling ini dimaksudkan antara lain untuk membantu mempersiapkan mental penderita dan mengatasi masalah yang mungkin dihadapi. d. Hasil tes dirahasiakan

G. Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV/ AIDS Cobalah kalian baca dan pelajari semua hal tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS di atas, kemudian lakukan aktivitas belajar berikut ini: 1. Buatlah kelompok 5-6 orang. 2. Tentukanlah ketua kelompok secara demokratis. 3. Amati dan carilah segala sesuatu yang berhubungan dengan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS dari berbagai sumber, baik di Internet, buku, majalah, surat kabar dan sebagainya. 4. Diskusikan dengan teman satu kelompok tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan setiap anggota kelompok memberikan pendapatnya. 5. Buatlah urutan dan penjelasan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan ditambahkan foto atau video yang berhubungan. 6. Presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas dengan mengikuti pentunjuk yang ditentukan guru.

122

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

H. Ringkasan HIV yaitu virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bentuk HIV seperti binatang bulu babi (binatang laut) yang berbulu tegak dan tajam. Dengan demikian sel-sel darah putih melindungi seseorang dari jatuh sakit. Inilah yang disebut kekebalan tubuh manusia, yang merupakan daya tahan tubuh seseorang. Jika seseorang terinfeksi oleh HIV maka virus ini akan menyerang sel darah putih. Selanjutnya ia akan merusak dinding sel darah putih untuk masuk ke dalam sel dan merusak bagian yang memegang peranan pada kekebalan tubuh. Sel darah putih yang telah dirusak tersebut menjadi lemah, dan tidak lagi mampu melawan kuman-kuman penyakit. Lambat-laun sel darah putih yang sehat akan sangat berkurang. Akibatnya, kekebalan tubuh orang tersebut menjadi menurun dan akhirnya ia sangat mudah terserang penyakit.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

123

Pelajaran X

Menganalisis dan Merencanakan Kesehatan Pribadi

Gambar 12.1. Gaya hidup sehat

Kesehatan merupakan bagian yang utama dari kehidupan kita, karena itu kita harus menjaga/memelihara sebaik-baiknya. Kesehatan pribadi adalah kesehatan yang berhubungan dengan diri kita sendiri, dan lingkungan disekitar kita. Oleh sebab itu kesehatan pribadi, perlu kita pelajari karena hal ini sangat penting dalam meningkatkan kesehatan individu/pribadi. Hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadi antara lain pola makan (gizi), aktivitas jasmani/ olahraga, istirahat, dan penyakit:

A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Pribadi Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan pribadi. Salah satunya adalah pola hidup sehat. Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan, minuman, nutrisi yang dikonsumsi dan perilaku sehari-hari. Baik itu dalam sebuah rutinitas olahraga yang tentu akan menjaga kondisi kesehatan dan juga akan menghindarkan dari segala hal yang bisa jadi penyebab penyakit bagi tubuh. Seperti itulah kurang lebih pengertian pola hidup sehat. Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya kita akan menjalankan sebuah aktifitas rutin dengan memperhatikan gaya hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit baik itu karena virus penyakit atau pun karena tingkah polah kita yang tidak memperhatikan kondisi badan. Marilah kita bahas pola hidup sehat ditinjau dari berbagai segi:

124

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1. Pola dan Kebiasaan Makan Pola makan adalah cara yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang untuk memilih makanan dan mengkonsumsinya sebagai reaksi terhadap pengaruh fisiologis, psikologis, budaya dan sosial. Pola makan memiliki tiga komponen penting yaitu: Jenis, Frekuensi, dan jumlah. Bicara tentang jenis, di Indonesia mengenal pola Makanan Pokok, Lauk Hewani, Lauk Nabati, Sayur dan Buah. Sedangkan frekuensi, sangat tergantung kelompok umur. Khusus untuk umur di atas 1 tahun, pola frekuensi makan ialah 3 kali makanan utama, dan 2 kali makanan selingan. Pola ini berlaku untuk kelompok masyarakat yang sehat, sedangkan bagi mereka yang menjalani diet khusus tentu memiliki pola tersendiri. Pola makan berdasarkan jumlah menggunakan acuan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Setiap orang sebaiknya menggunakan AKG sebagai acuan tentang seberapa banyak makanan yang harus dikonsumsi oleh dirinya sendiri. Gambar 12.2. Piramida Pola Makan Sehat

Kebiasaan Makan berbeda dengan pola makan, kebiasaan makan sifatnya sangat personal. Kita mungkin memiliki kebiasaan makan makanan pokok dalam bentuk nasi tapi tapi orang lain justru memiliki kebiasaan makan makanan pokok dalam bentuk jagung. Bahkan dalam keluarga, setiap anggota keluarga memiliki kebiasaan makan yang berbeda-beda, baik dari segi jenis, frekuensi maupun jumlah. Sebagai contoh: seorang Bapak memiliki kebiasaan sarapa jam 09.00 di kantor, tapi anaknya justru sarapan sebelum berangkat ke sekolah pukul 06.00. Meskipun mereka memiliki pola yang sama yaitu: makan makanan utama 3 kali sehari. Bicara tentang jumlah, seseorang memiliki kebiasaan makan 2 potong ikan akan tetapi orang lain mungkin cukup 1 potong saja. Jadi kesimpulannya pola makan sifatnya lebih formal, berlaku secara umum dan dijadikan sebagai pedoman. Sedangkan kebiasaan makan lebih personal dan terbentuk berdasarkan selera dan ketersediaan makanan di tingkat rumah tangga. Pola makan yang baik adalah

Gambar 12.3. Nasi Kebiasaan Makan Orang Indonesia

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

125

pengaturan makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Pola makan yang harus memperhatikan tiga komponen penting yaitu: Jenis, Frekuensi, dan jumlah: a. Jenis Makanan Jenis makanan berhubungan zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Ada lima macam zat gizi utama, yaitu: karbohidrat/hidrat arang, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Selain itu terdapat pula dua zat gizi lagi, yaitu: air dan OKSIGEN. Kedua zat ini seringkali tidak disadari peranan pentingnya bagi tubuh dan bagi tubuh makluk hidup lainnya. Berikut ini jenis dan fungsi zat gizi dalam berbagai jenis makanan Tabel 12.1. Zat Gizi dalam Makanan NO 1

ZAT GIZI Protein

2

Lemak

3

4

mineral : kalsium

besi

126

FUNGSI Membentuk jaringan, menggantikan jaringan yang rusak, membuat zat penangkis, menghasilkan tenaga Sumber tenaga, penting untuk kesehatan kulit Sumber tenaga utama, pembawa zat-zat gizi lainnya. Pembentuk tulang dan gigi, pembekuan darah, untuk fungsi normal otot dan syaraf, mencegah kelelahan otot. Bersama protein membentuk darah yang diperlukan sebgai pembawa zat asam (O2) dalam darah

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

JENIS MAKANAN Daging, ikan, susu, unggas, tahu, tempe, kacangkacangan

Minyak, lemak, keju, mentega, margarine Nasi, jagung, sagu, roti, gula, madu, sirup dan lainlain Susu, keju, es krim, ikan yang dimakan dengan tulangnya

Hati, daging, telur, sayuran hijau

Semester II

5

Vitamin : Vit. A

Agar kulit sehat dan halus untuk kesehatan jaringan selaput lendir dan mencegah rabun senja serta pertumbuhan normal tulang Vit. B 1 Nafsu makan, kesehatan (thiamine) jaringan syaraf, penting dalam pembakaran hidrat arang Vit. B 2 Membantu sel dalam (riboflavin) memakai zat asam, membuat kulit sehat dan halus terutama disekitar mulut dan hidung Vit. B 6, Mencegah kurang Vit. B 12 dan darah, membantu getah asam folat pencernaan serta sistim biokimiawi tubuh

Hati, sayuran hijau, buahbuahan warna merah dan kuning, susu, keju, es krim

Vit. C

Sayur-sayuran dan buahbuahan segar

Vit. D

6

air

Kekuatan dinding pembuluh darah, mencegah infeksi, kelelahan, mempercepat penyembuhan luka / patah tulang Penyegaran zat kapur dan phosphor disaluran pencernaan serta pengaturan penempatannya di tulang Menjaga keseimbangan tubuh, membuang zat-zat kotoran, mengukur suhu tubuh (keringat)

Daging, ikan, unggas, telur, susu, beras tumbuk serta padi-padian lainnya. Susu, keju, es krim, daging, hati, ikan, telur unggas

B 6 : daging, kentang, sayuran hijau tua, padipadian, dan kacangkacangan. B 12 : susu, keju, telur, daging. Asam folat : sayuran hijau, padi-padian, kacangkacangan.

Susu, minyak ikan, sinar ultraviolet pada kulit (non makanan)

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

127

b. Frekuensi Makan Frekuensi makan adalah jumlah makan dalam sehari-hari baik kualitatif dan kuantitatif. Secara alamiah makanan diolah dalam tubuh melalui alat-alat pencernaan mulai dari mulut sampai usus halus. Lama makanan dalam lambung tergantung sifat dan jenis makanan. Jika rata-rata, umumnya lambung kosong antara 3-4 jam. Oleh karena itu, pembagian jam makan yang tetap adalah: 1) Pada Jam 04.00 pagi - jam 12.00 lambung bekerja untuk membuang kotoran. Oleh karena itu jam-jam ini, yang paling baik adalah makan makanan yang berserat, jus buah, atau makanan yang dapat membantu proses pengeluaran makanan. 2) Pada Jam 12.00 - 20.00 adalah saat dimana tubuh kita menyerap makanan dengan baik. Oleh karena itu, sangat baik jika mengkonsumsi makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan makanan-makanan bergizi lainnnya. Bahkan, karbohidrat seimbang dianjurkan untuk dikonsumsi pada jam-jam ini. 3) Pada Jam 20.00 - 04.00 adalah waktu dimana tubuh kita mencerna makanan. Oleh karena itu jam-jam ini, kita jangan memperberat kerja lambung dengan makan makanan yang berkarbohidrat tinggi. Konsumsilah makanan mengenyangkan yang bernutrisi dan rendah gula. c. Jumlah Makanan Jumlah makanan tergantung dari kandungan jumlah kalori dalam setiap makanan yang kita makan. Jumlah kalori dalam makanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Kalori adalah satuan unit yang digunakan untuk mengukur nilai energi yang diperoleh tubuh ketika mengkonsumsi makanan/ minuman. Untuk memastikan agar kebutuhan nilai gizi tercukupi dengan baik, sebaiknya anda melihat kadar kalori pada makanan/minuman yang dikonsumsi. Kandungan Kalori di dalam makanan dapat ditentukan oleh kandungankandungan gizi seperti lemak, karbohidrat, dan protein yang terkandung di dalam makanan itu sendiri. Lemak menghasilkan kalori paling banyak, yaitu 9 kalori/ gram. Sedangkan, karbohidrat dan protein mengandung 4 kalori setiap gramnya. Makanan yang mengandung banyak lemak adalah makanan yang mengandung tinggi kalori. Sebaliknya, yang memiliki kalori rendah adalah buah-buahan dan sayur-sayuran karena mengandung banyak serat dan kadar airnya tinggi.

2. Pola Aktivitas Jasmani/Olahraga Aktivitas Jasmani ialah gerakan tubuh oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya yang memerlukan pengeluaran energi. Aktivitas Jasmani dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, aktivitas Jasmani yang sesuai untuk remaja sebagai berikut: a. Aktivitas Ringan.

128

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kegiatan ini hanya memerlukan sedikit tenaga dan biasanya tidak menyebabkan perubahan dalam pernapasan atau ketahanan (endurance). Contoh: berjalan kaki, menyapu lantai, mencuci baju/piring, mencuci kendaraan, berdandan, duduk, les di sekolah, les di luar sekolah, mengasuh adik, nonton TV, aktivitas bermain playstation, bermain komputer, belajar di rumah, dan nongkrong. b. Aktivitas Sedang Aktivitas ini membutuhkan tenaga intens atau terus menerus,gerakan otot yang berirama atau kelenturan (flexibility). Contoh: berlari kecil, tenismeja, berenang, bermain dengan hewan peliharaan, bersepeda, bermain musik, jalan cepat. c. Aktivitas Berat Aktivitas ini biasanya berhubungan dengan olahraga dan membutuhkan kekuatan (strength), dan membuat berkeringat. Contoh: berlari, bermain sepakbola, senam aerobik, beladiri (misalnya: karate, taekwondo, pencak silat), dan outbond.

Gambar 12.5. Berolahraga Menjaga Kesehatan Pribadi’

3. Pola Istirahat Istirahat yang baik tentunya akan membuat tubuh menjadi senantiasa bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Istirahat dapat memulihkan kembali tubuh kita setelah melakukan aktivitas keseharian. Istirahat bagi tubuh kita ada berbagai macamnya, yaitu tidur, bersantai, perubahan dalam aktifitas, menghilangkan segala tekanan-tekanan kerja atau masalah-masalah lainnya. Berjalan di udara segar, bermain tenis, menjernihkan pikiran, semuanya dapat menenangkan otototot. Faktor terpenting dalam istirahat adalah tidur. Kegiatan sehari-hari yang melelahkan berakibat pada kebutuhan istirahat yang sesuai untuk melawan segala kepenatan dan kelelahan tersebut. Studi menunjukkan bahwa setelah tidur yang cukup, otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Salah satu hormon yang penting dalam aktivitas istirahat kita adalah kortisol, dimana waktu produksi tertingginya adalah dari waktu tengah malam hingga di waktu pagi (pagipagi sekali). Kortisol memainkan peranan yang besar dalam membantu kita menghadapi/tekanan yang kita hadapi setiap hari, mengurangi rasa penat dan peradangan. Pada saat tidur, semua otot beristirahat dan sistem saraf dibebaskan dari segala

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

129

Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

































https://t.co/JvcBbXXGPi
nonton film dilan 1991 full movie gratis
nonton film dilan 1991 full movie ganool
nonton film dilan 1991 gudangmovie
nonton film dilan 1991 hd
streaming film dilan 1991 hd
nonton streaming film dilan 1991 hd
nonton film dilan 1991 indoxxi hd
nonton film indonesia dilan 1991 hd
nonton film dilan 1991 lk21 hd
nonton film dilan 1991 iflix
nonton film dilan 1991 indoxx1
streaming film dilan 1991 indoxxi
streaming film dilan 1991 iflix
streaming film dilan 1991 indoxx1
jadwal nonton film dilan 1991
nonton film dilan 1991 full movie jaya film
jadwal nonton dilan 1991
jadwal film dilan 1991
nonton film dilan 1991 kawanfilm21
nonton film dilan 1991 kawanfilm
nonton film dilan 1991 kualitas hd
nonton film dilan 1991 layar kaca 21
streaming film dilan 1991 layar kaca 21
streaming film dilan 1991 bioskop keren
nonton film dilan 1991 full movie kawanfilm21
nonton film dilan 1991 layarindo21
nonton film dilan 1991 lkc21
nonton film dilan 1991 layar kaca
nonton movie dilan 1991 lk21
streaming film dilan 1991 lk21
nonton film dilan 1991 full mobie
nonton film dilan 1991 full movie mp4
nonton film dilan 1991 movie
streaming film dilan 1991 full movie
nonton film dilan 1991 full movie indoxxi
nonton film dilan 1991 full movie 2019
nonton film dilan 1991 ns21
ns21 dilan 1991
nonton film dilan 1991 original
nonton film dilan 1991 online subtitle indonesia
nonton film dilan 1991 online gratis
streaming film dilan 1991 online
cara nonton film dilan 1991 online
nonton film bioskop dilan 1991 online
nonton film dilan 1991 pusatfilm
nonton film dilan 1991 full movie pusatfilm
download film dilan 1991 pusatfilm
dilan 1991 pusatfilm
download dilan 1991 pusatfilm
pusatfilm21 dilan 1991 full movie
review setelah nonton film dilan 1991
nonton film dilan 1991 streaming
nonton film dilan 1991 streaming full movie
nonton film dilan 1991 subtitle indonesia
nonton film dilan 1991 sub indonesia
nonton film dilan 1991 sub indo xx1
nonton film dilan 1991 sctv
nonton streaming film dilan 1991
nonton film dilan 1991 terbaru 2019
nonton film dilan 1991 terbaru
nonton film dilan 1991 tayang di sctv
cara nonton film dilan 1991 tanpa ke bioskop
nonton film dilan 1991 full movie terbaru
tiket nonton film dilan 1991
nonton film dilan 1991 full the movie
aplikasi nonton dilan 1991
nonton film dilan 1991 full movie video
nonton+film+dilan+1991+full+movie
nonton film.dilan 1991 full movie
nonton dilan 1991 full movie
nonton film dilan 1991 xx1
nonton film dilan 1991 xxi indo
nonton film dilan 1991 xxi indonesia
streaming film dilan 1991 xxi
streaming film dilan 1991 xx1
cara nonton film dilan 1991 full movie di youtube
nonton film bioskop online gratis
nonton film bioskop online terbaru
nonton film bioskop online free
nonton film bioskop online 21
nonton film bioskop online 2020
nonton film bioskop online indonesia
nonton film bioskop online 2019
nonton film bioskop online sub indo
nonton film bioskop online apk
nonton film bioskop online aladin
nonton film bioskop online action
nonton film bioskop online asal kau bahagia
nonton film bioskop online fast and furious 8
nonton film bioskop online fast and furious 7
aplikasi nonton film bioskop online
alamat nonton film bioskop online
nonton film bioskop online bluray
nonton film bioskop online bioskop keren
nonton film bioskop online.blogspot
nonton film bioskop online bollywood
nonton film bioskop online bahasa indonesia
nonton film bioskop online boboiboy the movie 2
nonton film baru bioskop online subtitle indonesia
nonton film bioskop bagus online
nonton film bioskop online cinema xxi
www.nonton film bioskop online.com
nonton film bioskop online gratis bioskopkeren.com
nonton movie streaming film bioskop online cinema 21
nonton film bioskop online a man called ahok
cinemastar21 nonton film bioskop online full subtitle indonesia
cara nonton film bioskop online
indoxxi - nonton streaming film online bioskop cinema 21 lk21
nonton film bioskop online dunia21 indoxxi terbaru
nonton film bioskop online dunia21 indoxxi terbaru 2019
nonton film bioskop online dilan 1991
nonton film bioskop online dua garis biru
nonton film bioskop online dilan 1990
cara nonton film bioskop online di android
nonton film bioskop online si doel the movie
cara nonton film bioskop online di laptop
nonton film bioskop online ganool
nonton film bioskop online free subtitle indonesia
nonton film bioskop online full movie subtitle indonesia terbaru
nonton film bioskop online full movie
nonton film bioskop online full movie subtitle indonesia - cinemaindo
nonton film bioskop online frozen 2
nonton film bioskop online gratis subtitle indonesia
nonton film bioskop online gratis sub indo
nonton film bioskop online gratis subtitle indonesia bioskop168.co
nonton film bioskop online gratis indonesia
nonton film bioskop online indonesia terbaru
nonton film bioskop online indonesia 2019
nonton film bioskop online indonesia 2018
nonton film bioskop online indonesia terbaru 2018
nonton film bioskop online indonesia gratis
nonton film bioskop online indo
nonton film bioskop indonesia online full movie
nonton film bioskop online john wick 3
nonton film bioskop online john wick
nonton film bioskop online joker
nonton film bioskop online 24 jam gratis subtitle indonesia
nonton bioskop online john wick 3
nonton film bioskop online keluarga cemara
situs nonton film online gratis bioskop keren
nonton film online bioskop keren subtitle indonesia
nonton film online bioskopkeren vip
nonton film streaming online bioskop keren
nonton film indonesia online bioskop keren
nonton movie streaming film bioskop online layar kaca 21
nonton film bioskop online lengkap
indofilm nonton film bioskop 21 online indoxxi layarkaca21
nonton  download film bioskop online lk21
nonton film bioskop online terbaru indoxxi layarkaca21
nonton film online lk21 bioskop indoxxi layarkaca21
layarkaca21 nonton film bioskop online terlengkap
nonton.movie - streaming film online bioskop layarkaca21
nonton film bioskop online movie streaming subtitle indonesia
nonton film bioskop online movie streaming
18+ - nonton film bioskop online movie streaming subtitle indonesia
dewamovie.com nonton film online bioskop movie
nonton movie nonton film online bioskop online sub indo
nonton film online nonton film bioskop online subtitle indonesia
bioskop55 nonton film online bioskop online nonton movie gratis
bioskop378.com - nonton film bioskop online gratis nonton movies
nonton movie nonton film online bioskop online
nontononline99 nonton film online bioskop online gratis nonton movie
cinemaindo.net nonton movie film bioskop online gratis
nonton film baru bioskop online full subtitle indonesia nonton movies
nonton film online bioskop online terlengkap
nonton film online bioskop online cinema 21
nonton film online streaming movie bioskop online indonesia
movie nonton film online bioskop online cinema 21 sub indo
movie nonton film online bioskop online cinema 21
nonton film bioskop online preman pensiun
nonton bioskop online film perang
nonton film online preman pensiun
nonton film bioskop online subtitle indonesia
nonton film bioskop online streaming
nonton film bioskop online subtitle bahasa indonesia
nonton film bioskop online subtitle indonesia terbaru
nonton film bioskop online terlengkap
nonton film bioskop online terbaru subtitle indonesia
nonton film bioskop online terbaru 2019
nonton film bioskop online terbaru gratis subtitle indonesia
nonton film bioskop online terbaru 2018
nonton film bioskop online tanpa buffering
aplikasi android untuk nonton film bioskop online
aplikasi android untuk nonton film bioskop gratis
aplikasi android untuk nonton film gratis
aplikasi nonton film bioskop gratis di android
nonton video film bioskop online gratis
nonton film online bioskop trans tv
nonton film bioskop online tenggelamnya kapal van der wijck
nonton film bioskop online wiro sableng
website nonton film bioskop online
website nonton film bioskop indonesia online
www.nonton film baru bioskop online.com
nonton film yowis ben bioskop online
nonton film online fast and furious 8
nonton bioskop online fast and furious 8
nonton online fast furious 8
nonton film after we collided
nonton film aftermath
nonton film after met you 2019
nonton film after earth full movie
nonton film after lk21
nonton film after life
nonton film after bioskopkeren
streaming film after we collided
nonton after we collided
nonton film day after tomorrow
nonton film the day after tomorrow sub indo
nonton film the day after tomorrow
nonton online the day after tomorrow
nonton film after earth subtitle indonesia
nonton film after everything
film after earth full movie
nonton film after full movie
streaming film after full movie
nonton film after gratis
free streaming film after
nonton film after hardin and tessa
nonton film after hardin and tessa sub indo
nonton film after school horror 2
after hardin and tessa
after full movie hardin and tessa
hardin and tessa after full movie
nonton film after indoxxi
nonton film after indo sub
streaming film after indoxxi
nonton after indoxxi
nonton streaming after indoxxi
nonton film after life 2009
nonton film after love
nonton film after life sub indo
nonton film after love (2016) k-movie
nonton film after met you lk21
nonton after life
nonton film after met you full
nonton film after met you full movie
nonton film after movie
nonton film after met you sub indo
nonton film after met you full movie sub indo
nonton film after met you 2019 full movie
nonton film after netflix
nonton film after netflix sub indo
nonton after netflix
nonton film after online
nonton film after sub indo
nonton film after school horror
nonton film after sub indo xxi
nonton film after school special
nonton film after sub indo bioskopkeren
nonton film after sub indo lk21
nonton film after the rain
nonton film after the rain sub indo
nonton film after the dark subtitle indonesia
nonton film after the sunset sub indo
nonton film meet me after the sunset
nonton after the rain
nonton film after we collided 2020
nonton film after we collided sub indo
nonton film after we collided full movie
nonton film after 2019 xxi
nonton film after met you xxi
film after 2019 xxi
nonton film after you sub indo
nonton film after met you indoxxi
nonton film after met you bioskopkeren
nonton film after met you 2019 indoxxi
nonton film action terbaru
nonton film action 2019
nonton film action terbaik
nonton film action subtitle indonesia
nonton film action 2020
nonton film action korea
nonton film action terbaru 2020
nonton film action adventure
nonton film action amerika
nonton film action agen rahasia
nonton film action asia subtitle indonesia
nonton film action amerika subtitle indonesia
nonton film action animasi
nonton film action america
nonton film action adventure terbaik
nonton film action barat full movie subtitle indonesia
nonton film action barat sub indo
nonton film action bioskop keren
nonton film action barat terbaru sub indo
nonton film action bioskop xxi
nonton film action baru 2019
nonton film action bos21
nonton film action baru
nonton film action china
nonton film action comedy
nonton film action comedy sub indo
nonton film action comedy terbaik
nonton film action crime
nonton film action comedy indonesia
nonton film action china terbaik
nonton film action comedy terbaru
nonton film action di bioskop keren
nonton film action di indoxxi subtitle indonesia
nonton film action drama korea subtitle indonesia
nonton film action di youtube
nonton film action drama
nonton film drakor action
nonton film action subtitle indonesia movie streaming download
nonton film dororo live action sub indo
nonton film action korea cold eyes
nonton film action fast and furious 8
nonton film sci fi action sub indo
nonton filmapik action
nonton film action london has fallen
nonton film film action
film action fast and furious 8 full movie
film action fast and furious 8
nonton film action gratis
nonton film action gangster
nonton film action gratis 2018
nonton film gratis action 2019
gratis nonton film action terbaru 2019
nonton film genre action
nonton film genre action comedy
nonton film gangster action roman
nonton film action hollywood sub indonesia
nonton film action hollywood terbaru subtitle indonesia
nonton film action hulk
nonton film action hollywood
nonton film action hollywood subtitle indonesia
nonton film action hongkong
nonton film action hollywood terbaru
nonton film action hollywood sub indo
nonton film action india sub indo
nonton film action indonesia
nonton film action india
nonton film action india terbaru 2019 subtitle indonesia
nonton film action india subtitle indonesia
nonton film action india sub indonesia
nonton film action india terbaru subtitle indonesia
nonton film action india terbaru
nonton film action jackson subtitle indonesia
nonton film action jumanji the next level
nonton film action jumanji the next level sub indo
nonton film action jackson sub indo
nonton film action jackson
nonton film action john wick 3
nonton film action john wick 2
nonton film action james bond
nonton film action korea terbaik
nonton film action korea 2019
nonton film action keren
nonton film action kungfu sub indo
nonton film action komedi korea
nonton film action kungfu
nonton film action kolosal
nonton film action lk21
nonton film action lk21 sub indo
nonton film action layar kaca 21
nonton film action lk21 sub indo 2019
nonton film action lk21 sub indo 2018
nonton film action laga
nonton film action lucu
nonton film action lawas
nonton film action movie
nonton film action mandarin terbaru sub indo
nonton film action mandarin
nonton film action mandarin terbaru
nonton film action malaysia
nonton film action mafia
nonton film action misteri
nonton movie action mandarin
nonton film action ninja
nonton film nisekoi live action sub indo
nonton film nisekoi live action
nonton film nobunaga concerto live action
nonton film your name live action
nonton film action online
nonton film action online terbaru subtitle indonesia
nonton film action online gratis
nonton film action online terbaru
nonton film action online 2019
nonton film action online terbaru 2019
nonton film action online terbaru 2018
nonton film online action terbaru sub indo
nonton film action perang
nonton film parasyte live action sub indo
nonton film parasyte live action
nonton film action parkour
nonton film action perampokan bank
film action perang sub indo
nonton film quanzhi gaoshou live action sub indo
nonton quanzhi gaoshou live action sub indo
quanzhi gaoshou live action sub indo streaming
nonton film action romantis sub indo
nonton film action romantis
nonton film action romantis korea
nonton film action rating tinggi
nonton film romantis action
nonton film gangster action romance
nonton film action recommended
nonton film action sub indonesia
nonton film action streaming
nonton film action sub indonesia terbaru
nonton film action seru
nonton film action sub indo lk21
nonton film action sub indo terbaru
nonton film action terbaru 2019
nonton film action terbaru sub indo
nonton film action terbaru 2020 sub indonesia
nonton film action terbaru 2019 sub indo
nonton film action terbaik 2019
nonton film action usa
aplikasi untuk nonton film action
nonton film untitled hong kong action
nonton film action venom
nonton film action war
nonton film action wiro sableng 2018
film action wajib tonton
website nonton film action
nonton film action john wick
nonton film action xxi
nonton film action terbaru sub indo xxi
nonton film action youtube
nonton film action terbaru youtube
nonton film action subtitle indonesia youtube
nonton film action sub indo youtube
nonton film action zombie
film action zombie sub indo
film action zombie
nonton film aquaman 2
nonton film aquaman 2019
nonton film aquaman 1
nonton film aquaman streaming
nonton film aquaman indoxxi
nonton film aquaman subtitle indonesia youtube
nonton film aquaman bioskopkeren
nonton aquaman filmapik
aplikasi nonton film aquaman
nonton film aquaman full movie sub indo
nonton film aquaman hd
jadwal nonton film aquaman
nonton film aquaman online
nonton film aquaman subtitle indonesia
nonton film aquaman sub indo bioskop keren
aquaman subtitle indonesia youtube
download film aquaman subtitle indonesia youtube
nonton avengers endgame
nonton film avengers the endgame
nonton film avengers endgame film apik
nonton film avenger endgame cinema 21
cara nonton film avengers endgame
nonton avenger endgame cinema 21
nonton film avengers endgame extended
nonton avengers endgame extended version
nonton film avengers endgame gudangmovie
nonton avengers endgame juraganfilm
nonton film marvel avengers endgame
nonton film avengers 4 endgame full movie subtitle indonesia
bioskopkeren video nonton film movie avengers endgame 2019 subtitle indonesia
nonton film marvel endgame
nonton film marvel avenger endgame
nonton film avengers endgame pusatfilm21
nonton film avengers endgame re release
nonton film avengers endgame zenomovie
nonton film avengers endgame sub indo zeno
nonton film after met you full movie streaming
nonton film after met you full movie lk21
nonton film after met you ari irham
film after met you ari irham
download film after met you ari irham
after met you ari irham full movie
film after met you ari irham full movie
nonton film bioskop after met you
nonton film bioskop indonesia after met you
nonton film bioskop after met you full movie
after met you bioskop keren
cara nonton film after met you
cara nonton film after met you full movie
cara menonton film after met you
cara nonton after met you
nonton film after met you dunia21
download nonton film after met you
nonton dan download film after met you
nonton film after met you 2019 lk21 subtitle indonesia
download film after met you dunia21
after met you dunia21
nonton film after met you full movie hd
nonton film after met you full movie iflix
nonton film after met you full hd
nonton film after met you gratis
nonton film after met you online
nonton streaming film after met you
nonton+film+after+met+you
nonton film.after met you
nonton film after met you hd
streaming film after met you hd
nonton after met you hd
nonton film after met you indonesia
nonton film after met you indoxx1
nonton film indonesia after met you
nonton film after met you 2019 indoxxi sub indo
jadwal nonton film after met you
nonton film after met you layar kaca 21
after met you layar kaca 21
film after met you layar kaca 21
link nonton film after met you
streaming film after met you lk21
nonton after met you lk21
nonton streaming after met you lk21
nonton film after met you full movie indoxxi
nonton film after met you full movie xxi
nonton film after met you full movie 2019
nonton online film after met you
nonton online film after met you full movie
nonton online film indonesia after met you
nonton after met you online
nonton film after met you streaming
nonton film after met you pusatfilm21
download film after met you pusatfilm21
nonton film after met you subtitle indonesia
nonton film after met you 2019 sub indo
nonton streaming film after met you 2019
nonton after met you the movie
nonton after met you movie
nonton after met you full movie
nonton+after+met+you
nonton film after met you indo xxi
nonton film action sub indo full movie
nonton film action sub indo 2017
nonton film action sub indonesia 2017
nonton film action sub indo terbaik
aplikasi nonton film action sub indo
nonton film king avatar live action sub indo
aplikasi film action sub indo
nonton film action terbaru sub indo bioskopkeren
nonton film india action subtitle bahasa indonesia
nonton film action baru sub indo
nonton film bollywood action sub indo
nonton film barat action sub indonesia
nonton film barat action subtitle indonesia
nonton film bollywood action subtitle indonesia
streaming film action comedy sub indo
nonton film detective conan live action sub indo
film action comedy sub indo
nonton film drama action sub indo
nonton film disney live action sub indo
nonton online film action subtitle indonesia
nonton film one week friends live action sub indo
nonton film grave of the fireflies live action sub indo
nonton film action subtitle indonesia ganool
nonton film bokura ga ita live action sub indo
nonton film great teacher onizuka live action sub indo
nonton film genre action sub indo
streaming film action hollywood sub indo
nonton film haruchika live action sub indo
nonton film action hongkong sub indonesia
nonton film action hongkong sub indo
nonton film action india sub indo lk21
nonton film india action subtitle indonesia
Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Fgpk"Mwtpkcfk Uwtq"Rtcrcpec Rgplcu"Qtmgu Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp wpvwm"ugmqncj"fcuct1ocftcucj"kdvkfck{cj"mgncu"xk

(1)(2)

Rgplcu"Qtmgu

wpvwm"Ugmqncj"Fcuct1Ocftcucj"Kdvkfck{cj"Mgncu"XK

Fgpk"Mwtpkcfk

Uwtq"Rtcrcpec

(3)

Jcm"Ekrvc"dwmw"kpk"rcfc"Mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn0Fknkpfwpik"Wpfcpi/wpfcpi0 Rgpwnku" " <"" Fgpk"Mwtpkcfk " " " Uwtq"Rtcrcpec Gfkvqt" " <"""Xkpc"Ogktkcpc Knwuvtcuk"fcp"Vcvc"Ngvcm" <" Cjocf"Fgxkvtcj " " " Fgfg"Iwpcycp " " " Vkvkpi"Uwrctvkpk " " " Jgpfk Rgtcpecpi"Mwnkv" " <" Gfk"Jgtpcycp Wmwtcp"Dwmw" " <" 39.8"z"47"eo"

Rgplcu"Qtmgu

Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcpwpvwm"Ugmqncj"Fcuct1Ocftcucj"Kdvkfck{cj"Mgncu"XKJcm"Ekrvc"dwmw"kpk"fkcnkjmcp"mgrcfc"mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn fctk"rgpgtdkv"EX0"VJWTUKPC Fkvgtdkvmcp"qngj"Rwucv"Rgtdwmwcp Mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp"Pcukqpcn"Vcjwp"4232 5940: FGP" FGPK"Mwtpkcfk " r" " Rgplcu"Qtmgu"Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp1Fgpk" Mwtpkcfk."Uwtq"Rtcrcpec="gfkvqt."Xkpc"Ogktkcpc="knwuvtcvqt."Cjocf" Fgxkvtcj000]gv"cn0_0//"Lcmctvc<"Rwucv"Rgtdwmwcp."Mgogpvgtkcp"Rgpfkfkmcp" Pcukqpcn."42320 " xkkk."36:"jno0<"knwu0="47"eo " Dkdnkqitchk<"jno0"357 " Kpfgmu " Wpvwm"Ugmqncj"Fcuct1Ocftcucj"Kdvkfck{cj"mgncu"XK " KUDP";9:/;9;/2;7/227/6"*pq0"lknkf"ngpimcr+ " KUDP";9:/;9;/2;7/2;;/5"*lkn0"8q+ 30"Qncjtcic"/"Curgm"Mgugjcvcp"/"Uvwfk"fcp"Rgpiclctcp"*Rgpfkfkmcp" Fcuct+" K0"Lwfwn" " KK0"Uwtq"Rtcrcpec" KKK0"Xkpc"Ogktkcpc KX0"Cjocf"Fgxkvtcj
(4)

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/ penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.

Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pen-didikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Men-teri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2009 tanggal 12 Agustus 2009.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.

Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya ini, da-pat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses oleh siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, April 2010

Kepala Pusat Perbukuan

(5)

Mcvc"Rgpicpvct

Rwlk"u{wmwt"mcok"rcplcvmcp"rcfc"Vwjcp"[cpi"Ocjc"Guc"{cpi"vgncj"og/ nkorcjmcp"tcjocv"fcp"mctwpkc/P{c"ugjkpiic"rgp{wuwp"fcrcv"ogp{g"nguckmcp" dwmw"Rgpfkfkmcp"Lcuocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp"kpk0

Ukuyc" rcfc" fcuctp{c" jctwu" ogpigvcjwk" dcickocpc" ectc" {cpi" dgpct" wpvwm" jkfwr" ugjcv0" Wpvwm" kvw" fkrgtnwmcp" dwmw" clct" {cpi" ocorw" ogodgtkmcp" vwp"vwpcp"ugtvc"rgpigvcjwcp"vgpvcpi"jkfwr"ugjcv"vgtugdwv0" "Wpvwm"kvwncj"mcok"ogp{wuwp"dwmw"Rgplcu"Qtmgu"*Rgpfkfkmcp"Lcu"ocpk."Qncjtcic."fcp"Mgugjcvcp+"wpvwm"UF1OK"Mgncu"XK"kpk"iwpc"ogplgodcvcpk"cpvctc" mgkpikpcp"ukuyc"wpvwm"jkfwr"ugjcv"fgpicp"ocvgtk"clct"vgpvcpi"qncjtcic""fcp" mgugjcvcp"lcuocpk0"Ugdcick"dwmw"clct."ocmc"dwmw"kpk"fkuclkmcp"fgpicp"dcjcuc" {cpi"ugfgtjcpc0"Fgpicp"fgokmkcp."ogowfcjmcp"ukuyc"wpvwm"ogorgnclctk"mqp/ ugr."fcuct."ugtvc"ogpigodcpimcp"mgocorw"cp"dgtqncjtcic0 Wpvwm"ogorgtlgncu"jcn"vgtugdwv."ocmc"ugvkcr"cycn"dcd"fkdgtkmcp"rgvc" mqpugr"fcp"mcvc"mwpek"wpvwm"ogowfcjmcp"mcow"fcnco"ogocjcok"fcp"ogpi/ kpicv"mcvc/mcvc"rgpvkpi"fcnco"dcd"vgtugdwv0 Dwmw"kpk"lwic"fkngpimcrk"fgpicp"ncvkjcp"uqcn"wpvwm"ogpiwncpi"mgodcnk" rgocjcocpow" vgpvcpi" ocvgtk" {cpi" vgncj" fkrgnclctk0" Fcnco" mgikcvcp" dgnclct" fk" mgncu." fk" ncrcpicp." cvcw" rgpigodcpicp" mgocorwcp" dgtqncjtcic" fcnco" mgjkfwr"cp"ugjctk/jctk0" Fgpicp"cfcp{c"dwmw"clct"kpk."fkjctcrmcp"ukuyc"fcrcv"ogorgtqngj"ycyc/ ucp"fcp"rgpigvcjwcp"dctw"{cpi"dgtiwpc"dcik"mgjkfwrcpp{c0"Rcfc"cmjktp{c." mgjkfwrcp"dcpiuc"{cpi"ugjcv."egtfcu."fcp"mwcv"rwp"fcrcv"vgtywlwf0 " " " " " " " " " " " " " " Rgp{wuwp

(6)

Dcd/dcd"fcnco"dwmw"kpk"fkuwuwp"fgpicp"ukuvgocvkmc"{cpi"fkuwuwp"wpvwm" ogorgtowfcj"ukuyc"fcnco"ogorgnclctk"ocvgtk"{cpi"fkuclkmcp0"Ukuvgocvkmc"dwmw" kpk"cfcncj"ugdcick"dgtkmwv0 30"Cycn"dcd" Ugvkcr"dcd"fkcycnk"fgpicp"knwuvtcuk"dckm"icodct"ocwrwp"cmvkxkvcu"{cpi" tgngxcp"fgpicp"kuk"dcd"{cpi"cmcp"fkrgnclctk0" 40"Rgvc"mqpugr

" Dgtkuk" mqpugr/mqpugr" fctk" ocvgtk" {cpi" cmcp" fkrgnclctk" ugtvc" jwdwpicp" cpvctmqpugr0 50"Mcvc"Mwpek" Dgtkuk"mcvc/mcvc"rgpvkpi"{cpi"ogplcfk"mwpek"rgodcjcucp"fcnco"dcd0 60"Ocvgtk" Dgtkuk"wtckcp"rgplcdctcp"UM1MF"fcnco"dgpvwm"ocvgtk"clct0 70"Tghngmuk" Dgtkuk"mkncucp"rgpigvcjwcp"fctk"wtckcp"ocvgtk"{cpi"fkrgnclctk0 80"Mgikcvcp" Dgtkuk"rgteqdccp"cvcw"rgpicocvcp"wpvwm"ogodwmvkmcp"mgdgpctcp"mqpugr" ugtvc"dgtkuk"mgikcvcp"fcp"cpcnkuku"{cpi"jctwu"fkncmwmcp"iwpc"ogogecjmcp" uwcvw"ocucncj0 90"Ncvkjcp" Dgtkuk"uqcn/uqcn"wpvwm"ogpiwlk"mgocorwcp"ukuyc"fcnco"ogocjcok"ocvgtk" {cpi"vgncj"fkrgnclctk0 :0"Tcpimwocp" Dgtkuk"rqmqm/rqmqm"rgodkectccp"fk"fcnco"dcd"{cpi"vgncj"ugnguck"fkrgnc/ lctk0 ;0"Rgncvkjcp"Dcd" Dgtkuk"uqcn/uqcn"wpvwm"ogncvkj"mgocorwcp"ukuyc"fcnco"ogpiwcuck"ocvgtk" fcnco"dcd"{cpi"vgncj"fkrgnclctk0 320" Ncvkjcp"Ugoguvgt" Dgtkuk"uqcn/uqcn"rknkjcp"icpfc"fcp"wtckcp"wpvwm"ogpiwlk"rgocjcocp"ocvgtk" {cpi"vgncj"fkrgnclctk"ukuyc"ugncoc"ucvw"ugoguvgt0 330"Inquctkwo" Dgtkuk"fchvct"mcvc/mcvc"uwnkv"{cpi"fklworck"fk"fcnco"dwmw0"Inquctkwo"fcrcv" mcow"iwpcmcp"ugdcick"mcowu"fcnco"ogorgnclctk"ocvgtk0 340" Kpfgmu" Dgtkuk"mcvc/mcvc"cvcw"kuvkncj"rgpvkpi"{cpi"fkugtvck"fgpicp"pqoqt"jcncocp"

Ukuvgocvkmc"Kuk

(7)

Fchvct"Kuk

Mcvc"Ucodwvcp"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000kkkMcvc"Rgpicpvct"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000kxUkuvgocvkmc"Kuk00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000xFchvct"Kuk" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000xkRgnclctcp"3""Rgtockpcp"Dqnc"fcp"Cvngvkm""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000003C0" Uqhvdcnn"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000005 D0" Dqnc"Dcumgv"""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000009 E0" Cvngvkm"""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 33 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000038 Rgncvkjcp"3" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000039 Rgnclctcp"4""Mgdwictcp"Lcuocpk"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000003;C0" Ncvkjcp"wpvwm"Ogorgtdckmk"Rquvwt"Vwdwj"""""0000000000000000000000000000000000000000000043 D0" Ncvkjcp"wpvwm"Ececv"Lcuocpk"{cpi"Dwmcp"Dcyccp"""""0000000000000000000000000000047 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000049 Rgncvkjcp"4" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000004: Rgnclctcp"5""Ugpco"Ncpvck"""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000053C0" Rgocpcucp"fcp"Rgpfkpikpcp""""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000055 D0" Ugpco"Mgvcpimcucp"""""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000055 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000059 Rgncvkjcp"5" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000059 Rgnclctcp"6""Igtcm"Tkvokm"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000005;C0" Rqnc"Lcncp."Nctk."fcp"Nqorcv"fcnco"Igtcm"Tkvokm""""0000000000000000000000000000000063 D0" Tcpimckcp"Igtcm"Tkvokm"Ugfgtjcpc"fgpicp" " Ogpiiwpcmcp"Igtcm"Lcncp"fcp"Nqorcv""""00000000000000000000000000000000000000000000000064 E0" Tcpimckcp"Igtcm"Tkvokm"Ugfgtjcpc"Dgtgiw""000000000000000000000000000000000000000000067 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000068 Rgncvkjcp"6" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000068 Rgnclctcp"7""Dwfc{c"Jkfwr"Ugjcv""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000006;C0" Dcjc{c"Pctmqdc""""""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000073 D0" Ogpigpcn"Ectc"Ogpijkpfctk"Dcjc{c"Pctmqdc"0000000000000000000000000000000000000000074 Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000076 Rgncvkjcp"7" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000076 Rgncvkjcp"Cmjkt"Ugoguvgt"3"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000078Rgnclctcp"8""Rgtockpcp"Dqnc"fcp"Cvngvkm"000000000000000000000000000000000000000000000000000000007;C0" Uqhvdcnn"""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000083 D0" Dqnc"Dcumgv""""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000087 E0" Fcuct"Cnvgvkm"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000008: Tcpimwocp"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000096 Rgncvkjcp"8" "0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000096
(8)

Rgnclctcp"9""Mgdwictcp"Lcuocpk"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000099 C0" Ogplcic"Mgugjcvcp"""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000009; D0" Rgtgicpicp""""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:2 E0" Cmvkxkvcu"Hkukm""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:4 Tcpimwocp"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:8 Rgncvkjcp"9" "00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:9 Rgnclctcp":""Ugpco"Ncpvck""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000:; C0" Mqodkpcuk"Ugpco"Ncpvck""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;3 Tcpimwocp"00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;6 Rgncvkjcp":" "00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;7 Rgnclctcp";""Igtcm"Tkvokm""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;9 C0" Igtcm"Tkvokm"Ugfgtjcpc"""""0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000;; D0" Ugpco"Mgugictcp"Lcuocpk""""""000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000323 E0" Ugpco"Mqpvgorqtgt"0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000324 Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000326 Rgncvkjcp";" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000326 Rgnclctcp"32""Tgpcpi"Ic{c"Fcfc""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000329 C0" Vgmpkm"Fcuct"Tgpcpi"Ic{c"Fcfc"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000032; Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 334 Rgncvkjcp"32000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 335 Rgnclctcp"33""Rgplgnclcjcp"fk"Cnco"Dgdcu""00000000000000000000000000000000000000000000000000 337 C0" Cmvkxkvcu"Rgplgnclcjcp""""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 339 D0" Rgocucpicp"Mgocj"Dgtucoc""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 33; Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000342 Rgncvkjcp"33"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000342 Rgnclctcp"34""Dwfc{c"Jkfwr"Ugjcv""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000345 C0" Ectc"Ogpqncm"Ogpiiwpcmcp"Pctmqdc"""0000000000000000000000000000000000000000000000000346 D0" Ogpigpcn"Rgtkncmw"Rgngegjcp"Ugmuwcn"""""0000000000000000000000000000000000000000000000348 Tcpimwocp"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000349 Rgncvkjcp"3400000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000034: Rgncvkjcp"Cmjkt"Ugoguvgt"4"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000353Fchvct"Rwuvcmc"000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000357Inquctkwo" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000359Kpfgmu""00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000035;Ncorktcp" "000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000363

(9)(10)

Pelajaran 1

Pendahuluan

Ayo kita bermain permainan bola kecil yang bernama softball. Ayo kita bermain permainan bola besar yang bernama bola basket. Kamu juga bisa berolahraga cabang atletik seperti lari estafet, lompat jauh, dan lompat tinggi.

(11)

Kata Kunci

- Lempar - Lompat - Memukul

- Lari - Tangkap - Passing- Dribbling - Tolakan - Shooting

Peta Konsep

Lari Estafet Atletik Lompat Mengenal Permainan SoftballSoftballBermain Softballsecara Sederhana Teknik Dasar SoftballBola Basket Permainan Bola dan Atletik Mengenal Permainan Bola Basket Permainan Bola Basket Teknik Dasar Bola Basket
(12)

A

Softball

Softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Permainanini merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu baseball atau hardball.Bola softball berdiameter 28 - 30,5 cm, bola tersebut dilempar oleh seorangpelempar bola (pitcher). Kemudian bola tersebut menjadi sasaran pemain lawanyang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Dua tim tersebut dibagi menjadi 2 tim yang berjaga dan tim yang memukul. Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutasi tiga seri marka(base) hingga menyentuh marka akhir (home plate).

1

Gerak Dasar Permainan Bola Kecil

Permainan merupakan salah satu bentuk kegiatan rekreasi atau olahraga yang banyak digemari oleh anak-anak. Jika dihubungkan dengan kata main, permainan adalah sesuatu alat atau bentuk yang digunakan pada waktu bermain yang tujuannya mencari kesenangan dan kegembiraan diri.

Permainan yang menggunakan alat di antaranya ada yang menggunakan bola besar dan ada yang menggunakan bola kecil.

a. Permainan dengan alat bola besar contohnya adalah sepak bola, bola voli, bola tangan, bola basket, dan polo air.

b. Permainan dengan alat bola kecil contohnya adalah bola raja, bola kasti, rounders, bola tembak, bola bakar, dan softball.

Permainan kecil adalah suatu jenis permainan yang dilakukan dengan atau tanpa alat serta menggunakan peraturan tertentu yang memudahkan dan memungkinkan untuk melakukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan sarana yang ada.

Permainan tidak hanya sekadar bermain karena di dalam kegiatan per-mainan terdapat aktivitas yang mempunyai nilai-nilai yang sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anak. Seperti bersikap jujur, kerja sama, saling menghargai, dan belajar bergaul. Selain itu, semua bentuk permainan, baik yang menggunakan alat ataupun tanpa alat bertujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani.

Bentuk-bentuk permainan kecil telah diajarkan sebelumnya, yaitu di kelas 4 diajarkan permainan kasti dan di kelas 5 diajarkan permainan rounders. Dikelas 6, kalian akan diperkenalkan dengan permainan softball.

(13)

2

Pengenalan Softball

Permainan softball diciptakan pada tahun 1887 oleh George Hancock dari Amerika Serikat. Di Indonesia, permainan ini mulai dipertandingkan pada tahun 1967. Nama induk organisasinya ialah PERBASASI (Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia).

Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tigaseri marka (base) hingga menyentuh marka akhir (home plate). Permainan ini merupakan permainan bola kecil dan masih satu rumpun dengan permainan kasti, rounders, dan bola bakar.

3

Teknik Dasar Permainan Softball

Dalam permainan softball, teknik dasar yang harus dikuasai antara lainmelempar bola (pitcher) dan menangkap bola (catcher). Softball adalah permainan cepat dan tepat, artinya permainan ini memerlukan kecepatan dalam memukul, kecepatan dalam melempar dan memukul bola, kelincahan dalam menangkap dan menguasai bola dalam lapangan, begitu juga seorang pitcher harus mampu melempar bolanya secara cepat dan tepat pada sasaran.

a.Melempar Bola

Dalam permainan softball, seorang pelempar bola (pitcher) memiliki peran yang sangat besar untuk mematikan tim lawan.

Syarat untuk menjadi seorang pitcher yang terampil, pemain bersang-kutan harus memiliki kemampuan motorik dan tubuh yang kuat. Di samping itu seorang pitcher juga harus berlatih melempar bola agar lemparannya cepat dan tepat pada sasarannya.

Berikut ini teknik yang dapat dilakukan seorang pitcher untuk melempar-kan bola softball.

- Sikap awal berdiri tegak dengan kaki kiri di depan.

- Tangan kanan memegang bola di belakang badan sejajar dengan bahu dan tangan kiri di depan badan.

- Ayunkan tangan kanan dari belakang ke depan sambil melepaskan bola dan pandangan lurus ke depan.

- Lakukan lemparan setinggi dada atau mendatar.

Salah satu latihan teknik melempar bola adalah melempar bola ke dinding dengan petak sasaran. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.

- Siapkan sebuah petak sasaran pada dinding yang akan dilempar dan siapkan sebuah tanda di tanah sebagai tempat untuk berpijak.

(14)

- Setelah siap, pelempar menghadap ke sasaran. - Kedua kaki menginjak tanda yang telah disiapkan .

- Pada saat melempar bola, langkahkan salah satu kaki ke depan. - Ayunkan tangan dan bersamaan dengan itu lepaskanlah bola.

b.Menangkap Bola

Penangkap bola (catcher) biasanya menggunakan sarung tangan yangterbuat dari kulit yang disebut glove. Sikap saat menangkap bola adalah badan condong ke depan, kedua kaki ditekuk ke depan dan pandangan diarahkan ke arah datangnya bola.

Sementara itu, tangan yang menggunakan (sarung tangan dari kulit) lurus ke depan. Setelah bola tertangkap, tangan segera ditutup dan kedua tangan segera ditarik ke belakang. Hal itu dilakukan supaya bola tidak mudah lepas kembali.

Gambar 1.1 Melempar bola ke dinding sasaran

(15)

Untuk melatih kemampuan menangkap bola dapat dilakukan latihan lempar tangkap.

Latihan lempar tangkap dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. - Melempar berhadap-hadapan dengan jarak 7 -10 meter

- Melempar bola antarbase dengan ketentuan siswa yang sudahmelempar lari ke base berikutnya.

c.Memukul Bola

Tiap pemukul bola (batter) pada permainan softball mempunyaikesempatan 3 kali memukul bola. Apabila batter tidak berhasil memukul sampaiyang ketiga kalinya, maka ini disebut “strike out” atau batter tersebut mati/gagal. Untuk melatih kemampuanmu memukul bola, kamu dapat mempraktik-kan cara memukul bola softball di bawah ini.

- Sikap awal adalah berdiri tegak dengan kaki kiri di depan - Pandangan diarahkan ke arah datangnya bola.

- Kedua tangan di samping badan memegang kayu pemukul. - Peganglah pemukul sesuai tandanya.

- Pukullah bola dengan arah mendatar, arah ke bawah, atau arah melambung.

- Kesempatan memukul bola setiap orang adalah 5 kali.

4

Melakukan Permainan Sederhana

Sebelum kalian melakukan permainan softball yang sebenarnya, lakukanlah permainan sederhana terlebih dulu. Adapun caranya adalah sebagai berikut.

- Buatlah lapangan persegi dengan 4 base (tiang hinggap).

(16)

B

Bola Basket

Bola basket termasuk salah satu permainan bola besar. Bola basket adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua tim. Berikut ini kamu akan belajar mengenai permainan bola basket.

1

Mengenal Peramainan Bola Basket

Permainan bola basket diciptakan di Amerika Serikat. Mula-mula, hanya untuk menghilangkan kelesuan berolahraga pada musim dingin. Dr. L.H. Gulick, sekretaris dari bagian pendidikan jasmani YMCA (Young Men’s ChristianAssociation) dan ketua Pendidikan YMCA Internasional, yang sekarang disebut Springfield College di Massachusetts menghendaki diciptakannya suatu permainan yang menyenangkan, mudah dipelajari, mudah dimainkan, dan dapat menghindari dari permainan kasar.

James A. Naismith dapat memenuhi keinginan Dr. L.H. Gulick itu dan terciptalah permainan yang kemudian itu disebut “basket ball”. Pada tahun 1891,

Kegiatan 1A

1. Lakukan latihan melempar bola softball ke sasaran yang kira-kira antara bahu dan di atas lutut. Kamu mendapat kesempatan melempar sebanyak 5 kali bergantian dengan temanmu.

2. Lakukan latihan lempar tangkap berpasangan dengan jarak 10 meter. 3. Lakukan latihan lempar tangkap berpasangan antar base dengan ketentuan kamu yang sudah melempar bola ke temanmu yang ada di base lari ke base berikutnya.

4. Lakukan latihan memukul bola softball dengan teknik yang baru saja kamu pelajari.

- Buatlah 2 kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok adalah 12 orang.

- Setelah siap, penjaga lapangan menempati lapangan.

- Seorang pemain memukul bola kemudian lari ke base 1 jika pukulanbagus dan tidak out.

(17)

permainan bola basket itu untuk pertama kalinya dimainkan. Ternyata, mendapat sambutan yang sangat baik terutama dari kalangan kaum muda.

Permainan ini pun berkembang dengan cepat di seluruh dunia. Pada tahun 1936, bola basket untuk pertama kalinya dicantumkan dalam Olimpiade di Jerman dan dikuti oleh 21 negara. Sampai saat ini, Amerika Serikat selalu menjuarai permainan ini.

Bola basket masuk ke Indonesia setelah Perang Dunia II. Permainan ini dibawa oleh perantau-perantau Cina dan berkembang dengan cepat. Akhirnya, pada PON pertama ke-1 di Surakarta, bola basket dicantumkan dalam acara resmi. Persatuan Basket-ball Seluruh Indonesia (PERBASI) pun berdiri pada tanggal 23 Oktober 1951 dan diketuai oleh Tonny When. Pada tahun 1951, diubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap, yaitu PERBASI.

2

Teknik Dasar Permainan Bola Basket

Teknik dasar permainan bola basket di antaranya, melempar atau mengoper bola, menangkap bola, menggiring bola, dan memasukkan bola. Teknik dasar tersebut juga harus didukung kemampuan yang lain yaitu gerakan kaki, berputar (pivot), melompat, dan gerakan tipu.

Untuk meningkatkan penguasaan teknik dasar bermain bola basket, berikut ini cara-cara yang dapat kamu lakukan sebagai latihan.

a.Operan (Passing)

Mengoper bola (passing) adalah salah satu teknik dasar bermain bola basket yang harus dikuasai oleh pemain.

Mengoper bola adalah untuk menggerakkan bola dari pemain satu ke pemain lainnya agar tidak direbut atau dikuasai oleh pemain lain. Mengoper bola ini ada beberapa teknik yaitu lemparan dada (chest pass), lemparan atas(overhead pass), lemparan pantulan (bounce pass), dan lemparan tipuan.

Lemparan dada adalah lemparan dua tangan yang dilakukan dari depan dada. Lemparan ini dilakukan terhadap teman yang berjarak dekat.

Lemparan atas adalah lemparan bola yang dimulai dari atas kepala menggunakan kedua tangan dan melemparkannya dengan sentakan kuat dari pergelangan tangan dan jari-jemari. Lemparan ini biasanya digunakan jika berada dalam penjagaan ketat lawan posisi kamu lebih tinggi dari lawan.

Lemparan pantulan sangat berguna ketika lawan yang menghadap lebih tinggi dan tangannya menjulur ke atas. Dengan cara memantulkan bola di atas lantai/lapangan dekat kaki lawan.

(18)

Lemparan tipuan dapat kamu lakukan untuk menyamakan tujuanmu yang sebenarnya. Dengan cara melakukan gerakan memutar dengan cepat.

Berikut ini adalah latihan yang dapat dilakukan untuk mengoper bola (passing) setinggi dada.

- Menghadap ke arah sasaran.

- Pegang bola dengan kedua tangan di depan dada. - Kedua kaki dibuka selebar bahu.

- Dorong bola ke depan dengan cara meluruskan siku dibantu dengan lecutan pergelangan tangan yang kuat.

Bentuk latihan:

- Passing ke dinding.

- Passing berpasangan.

- Passing sambil bergerak.

b.Menggiring bola (Dribbling)

Menggiring bola dilakukan untuk menghindar dari kerumunan pemain lawan dan mendapatkan posisi yang tepat untuk mengoper bola ke teman satu tim. Perlu diingat menggiring bola ini bergerak menuju ring basket lawan.

Cara melakukan dribbling adalah sebagai berikut.

- Sikap kaki adalah kuda-kuda dan lutut sedikit ditekuk. Badan sedikit condong ke depan dan titik berat badan tetap di antara kedua kaki. - Bola dipantulkan, bukan ditepuk. Oleh karena itu, pada saat bola ke atas tangan sedikit mengikuti bola ke atas dengan siku sebagai sumbu geraknya.

(19)

- Mata selalu melihat ke depan.

- Apabila akan membalik atau mundur, usahakan benar-benar berhenti lebih dahulu. Untuk dapat berhenti, seluruh telapak kaki menyentuh lantai dan lutut ditekuk dalam-dalam.

Bentuk latihan:

- Memantul-mantulkan bola (dribbling) di tempat - Memantul-mantulkan bola (dribbling) sambil jalan - Memantul-mantulkan bola (dribbling) sambil berlari

c.Menembak (Shooting)

Kemampuan menembak bola ke ring basket adalah kemampuan yang paling utama sehingga tim kamu bisa mencetak angka (skor).

Menembak adalah salah satu usaha untuk memasukkan bola ke ring basket dengan mengarahkan bola pada sasaran tembakan. Cara melakukan-nya:

- Menghadap ke arah sasaran (ring).

- Kedua kaki dibuka selebar bahu dengan bagian lutut agak ditekuk. - Kedua tangan memegang bola di depan dada.

- Angkat bola dengan kedua tangan diarahkan ke ring basket lalu dorong dibantu dengan lecutan tangan.

Bentuk latihan shooting.

- Memasukkan bola dari bawah ring yaitu dari sisi kiri dan sisi kanan. - Memasukkan bola dari daerah lemparan hukuman.

(20)

Kegiatan 1B

C

Atletik

Pada pelajaran kali ini, materi atletik yang akan kita pelajari adalah lari estafet, lempar, dan lompat.

1

Lari Estafet

Lari estafet atau lari sambung termasuk salah satu lari cepat yang dilakukan oleh setiap regu dengan jumlah 4 orang. Caranya, yaitu lari secara berurutan dan menyambung dengan cara memberikan tongkat estafet dari pelari kesatu, kedua, dan seterusnya.

1. Lakukan latihan memasukkan bola basket ke ring, tiap siswa mendapat10 kali kesempatan menembak bola (shooting)!

2 Lakukan latihan memantul-mantulkan bola (dribbling) di tempat, drib-bling sambil berjalan, dan dribdrib-bling sambil berlari!

3 Lakukan latihan mengoper bola basket (passing) ke dinding, ber-pasangan, dan berpasangan sambil bergerak!

(21)

Cara pengoperan tongkat

Pemberian tongkat dengan cara dilihat berarti pada saat tongkat diberikan, pihak penerima melihat ke arah pemberi. Cara ini dilakukan sebagai berikut.

a. Diterima dengan cara orang meminta (misalnya, diterima dengan tangan kanan). Lengan kanan dijulurkan ke arah pemberi dalam sikap telapak tangan terbuka ke atas. Keempat jari agak merapat menuju samping luar dan ibu jari terbuka menuju ke dalam. Tongkat diberikan dengan tangan kiri, dengan ayunan dari atas ke bawah. Setelah tongkat diterima, segera dipindahkan ke tangan kiri atau tetap dipegang dengan tangan kanan. Apabila pemberian berikutnya dilakukan dengan tangan kanan, maka diterima dengan tangan kiri.

b. Sikap tangan seperti akan menangkap. Telapak tangan menghadap ke arah pemberi dan ibu jari terbuka menuju ke samping luar. Keempat jari agak rapat menuju ke sisi dalam. Tongkat diberikan dalam posisi tegak dengan menjulurkan tangan ke depan. Kemudian, tongkat direbut oleh penerima. Dapat pula diterima dengan pasif, yaitu penerima tidak aktif merebut tongkat. Akan tetapi, pihak pemberi yang aktif menjulurkan tangannya ke arah penerima. Penerima hanya menunggu sampai tongkat tersebut menempel pada telapak tangannya.

Secara lebih jelas, cara melakukan lari estafet adalah sebagai berikut. - Buatlah kelompok dengan jumlah masing-masing 4 orang. - Orang yang paling depan membawa tongkat estafet.

- Jatuhkan estafet di sembarang tempat.

- Tongkat diambil oleh orang yang paling belakang.

- Tongkat dioper ke orang pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

(22)

- Tongkat dijatuhkan lagi, dan seterusnya

- Pelari pertama menempati garis 1 sambil memegang tongkat estafet, kemudian berlari menuju pelari kedua dan mengoper tongkat.

- Pelari kedua menempati garis 2 kemudian berlari menuju pelari ketiga dan mengoper tongkat.

- Pelari ketiga menempati garis 3 kemudian berlari menuju pelari keempat dan mengoper tongkat.

- Pelari keempat menempati garis 4 dan setelah menerima tongkat lari ke garis finish.

2

Gerak Dasar Lempar

Salah satu gerak dalam lempar adalah tolak peluru. Tolakan ialah gerakan menyalurkan tenaga pada suatu benda yang menghasilkan kecepatan pada benda tersebut dan memiliki daya dorong ke muka yang kuat.

Gerakan-gerakan dasar tolak peluru di antaranya ialah sebagai berikut. a. Menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan posisi berdiri

yang dibantu dengan gerakan kaki melangkah.

b. Menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan posisi berdiri dan dibantu dengan gerakan meluruskan lutut

c. Menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan posisi duduk. Gerakan hanya kekuatan dari tangan saja.

Gambar 1.8 (a) Menolak kemudian gerak meluruskan lutut;

(b) Menolak bola sambil melangkah

(23)

3

Lompat

Lompat merupakan salah satu cabang dari atletik. Lompat dalam cabang atletik ini dibagi menjadi empat (4) nomor yaitu: Lompat jauh, lompat tinggi, lompat jungkit, dan lompat galah.

Latihan lompat dan loncat

a. Loncat-loncat satu kaki di tiga sampai lima titik kemudian mendarat dengan dua kaki

Cara melakukannya:

- Berdiri di belakang garis. - Angkat kaki kanan/kiri.

- Meloncat dengan satu kaki pada petak yang disediakan. - Pada saat mencapai garis finish, mendarat dengan dua kaki.

Gambar 1.9 Meloncat dari titik ke titik

Gambar 1.10 Melompat dari titik ke titik

b. Lompat-lompat dua kaki di tiga sampai lima titik kemudian mendarat dengan dua kaki

Cara melakukannya:

- Berdiri di belakang garis.

- Lutut ditekuk dan kedua tangan di samping badan. - Melompat dengan dua kaki pada petak yang disediakan.

(24)

c. Lari dengan awalan melangkah kiri – kanan – kiri dan mendarat Caranya adalah sebagai berikut.

- Ambil awalan antara 5 – 7 meter kemudian lari secepatnya. - Tempatkan kaki kiri ke petak 1, kaki kanan ke petak 2, dan kaki kiri ke

petak 3.

- Selanjutnya, melompat dan mendarat dengan dua kaki itu.

Gambar 1.11 Lari kemudian langkah

kiri-kanan-kiri dan mendarat dengan dua kaki

Gambar 1.12 Melompat dari atas bangku

d. Lari dengan awalan dan melompat dari atas bangku Cara melakukannya:

- Ambil awalan antara 5-7 meter kemudian lari - Siapkan bangku kemudian lompatlah!

- Pada saat melayang, kedua lutut ditekuk.

- Pada saat akan mendarat, kedua lutut diluruskan! - Mendarat dengan dua kaki

(25)

Rangkuman

- Permainan, baik permainan bola kecil maupun permainan bola besar mempunyai nilai-nilai positif bagi sikap dan perilaku anak, antara lain sikap sportif, jujur, bekerja sama, saling menghargai, dan lain-lain. - Permainan softball merupakan permainan bola kecil yang serumpun

dengan permainan kasti, rounders, dan bola bakar.

- Teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan softball adalahmelempar bola (pitcher), menangkap bola (catcher), dan memukulbola (batter).

- Pada tahun 1936 untuk pertama kalinya permainan bola basket dimainkan di Olimpiade di Jerman.

- Teknik dasar permainan bola basket di antaranya menangkap bola, mengoper bola (passing), menggiring bola (dribbling), dan menembakbola (shooting).

Lakukan teknik dasar dalam permainan softball dan bola basket bersama teman sambil bermain di lapangan yang ada di sekitarmu. Dan lakukan pula

beberapa cabang ateltik yang baru saja kamu pelajari.

Kegiatan 1C

1. Lakukan loncat-loncat satu kaki di tiga titik kemudian mendarat dengan kedua kaki!

2. Lakukan dua cara gerakan menerima tongkat estafet dengan cara melihat dan tidak melihat!

3. Lakukan gerakan menolak atau mendorong bola dengan kedua tangan dan dalam posisi duduk!

(26)

- Lari estafet termasuk lari cepat yang setiap regunya terdiri atas 4 pelari. - Cabang olahraga atletik adalah lari, lempar, dan lompat.

- Salah satu nomor lempar pada cabang atletik adalah tolak peluru.

Pelatihan 1

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Permainan softball merupakan permainan ....

a. bola besar c. perorangan

b. bola kecil d. atletik

2. Pemukul disebut ....

a. pitcher c. batter

b. catcher d. base

3. Permainan bola basket diciptakan di negara ....

a. Amerika c. Inggris

b. China d. Indonesia

4. Jumlah pelari estafet adalah ....

a. 4 orang c. 6 orang

b. 5 orang d. 7 orang

5. Lemparan ke pemukul harus berada ....

a. di atas kepala c. di bahu dan kepala

b. di bahu dan lutut d. di lutut ke bawah

6. Setelah memukul, pelari berlari menuju ....

a. pitcher c. batter

b. catcher d. base

7. Menggiring bola disebut ....

a. dribbling c. passing

b. shooting d. fault

8. Induk organisasi softball Indonesia adalah ....

a. PASI c. PERBASASI

b. PERBASI d. PBSI

9. Ketika melayang pada lompat jauh ....

a. lutut lurus c. kaki dibuka

(27)

10. Tolak peluru memerlukan ....

a. kecepatan c. kekuatan

b. kelincahan d. daya tahan

11. Hakikat dari nomor lompat jauh adalah ....

a. melompat ke atas c. melompat ke depan

b. melompat vertikal d. melompat diagonal

12. PASI adalah top organisasi .…

a. permainan c. bela diri

b. senam d. atletik

13. Melompat pada petak (titik) diawali dengan ....

a. kaki kanan c. kaki kiri

b. dua kaki d. kaki kanan dan kiri

14. Mendorong bola dengan tenaga akan membantu ....

a. tolakan bola c. dorongan bola

b. kecepatan bola d. kecepatan badan

15. Lemparan pada shooting bola basket dibantu dengan lecutan ....

a. badan c. kaki

b. bahu d. tangan

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Lemparan dikatakan strike jika lemparan berada di bawah ....

2. Dribbling ialah ....

3. Operan berguna untuk .... 4. Lari estafet disebut juga lari ....

5. Pada saat melempar, yang harus kuat adalah otot ....

C.Jawablah pertanyaan berikut ini! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Praktikkan gerak pivot pada permainan bola basket? 2. Tuliskan teknik dalam permaian softball!

3. Tuliskan latihan dasar lompat!

4. Lemparan yang bagaimana yang dikatakan strike!

(28)

Pelajaran 2

Pendahuluan

Ayo kita melakukan latihan yang akan meningkatkan kekuatan,

ketahanan, kelincahan, kecepatan, dan kelentukan tubuhmu yang

bisa membuat postur tubuhmu lebih baik.

Ayo kita melakukan latihan untuk penderita cacat jasmani yang

bukan bawaan.

Ayo kita melakukan latihan untukmu yang menderita cacat jasmani

karena kecelakaan atau kebiasaan yang salah.

(29)

Kata Kunci

- Cepat - Bugar - Bawaan

- Lincah - Kuat - Ketahanan

- Lentuk - Cacat - Otot

- Daya Tahan - Jasmani

Peta Konsep

Cacat Tubuh karena

Kecelakaan

Memperbaiki

Cacat Tubuh

Bukan Bawaan

Cacat Tubuh karena

Kebiasaan yang

Salah

Latihan Daya Tahan

Memperbaiki

Postur Tubuh

Latihan

Kelincahan

Latihan

Kekuatan

Kebugaran

Jasmani

Latihan Kecepatan

Latihan

Kelentukan

(30)

A

Latihan untuk Memperbaiki Postur Tubuh

Anak sekolah dasar merupakan individu yang sedang berkembang dan ber-ada dalam perubahan, baik fisik maupun berpikir ke arah yang lebih baik. Ini dapat dilihat dari tingkah laku mereka yang meningkat dalam menghadapi lingkungan, baik sosial maupun nonsosial.

Sebagai individu yang sedang berkembang, perlu diidentifikasi komponen yang perlu dikembangkan. Usia sekolah dasar berkisar antara 6 sampai 12 tahun termasuk perkembangan anak besar. Perkembangan fisik pada masa ini menunjukkan kecenderungan adanya perbedaan. Perbedaan yang terjadi adalah dalam hal kepesatan dan pola pertumbuhan yang berkaitan dengan proporsi ukuran-ukuran bagian tubuh.

Identifikasi dapat dilakukan dengan cara melihat penampilan kemampuan fisik, misalnya daya tahan, kekuatan, kecepatan, tenaga, kelincahan, dan kelentu-kan. Jika berdasarkan identifikasi diperoleh kekurangan yang menonjol dari ke-mampuan fisik tersebut, maka dapat diberikan latihan-latihan yang sesuai deng-an kebutuhdeng-an hasil identifikasi tersebut.

1. Ketahanan (endurance)

Ketahanan atau disebut juga daya tahan adalah keadaan kondisi fisik yang mampu untuk bekerja dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut.

2. Kekuatan (strenght)

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan sangat penting bagi tubuh manusia karena kekuatan ini berfungsi sebagai penggerak tubuh.

3. Kelincahan (agility)

Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya.

4. Tenaga (power)

Tenaga adalah kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Jadi, power adalah perpaduan antara kekuatan otot dan kecepatan otot.

5. Kecepatan (speed)

Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis atau kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan secara berturut-turut dalam waktu yang singkat.

(31)

6. Kelentukan (flexsibility)

Kelentukan adalah kemampuan sendi-sendi untuk bergerak secara luas dan kemampuan otot untuk bergerak secara elastis. Kelentukan dapat membantu penampilan seseorang dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan telah dimilikinya kecepatan untuk bergerak.

1

Latihan Daya Tahan

Latihan untuk meningkatkan daya tahan salah satunya adalah lari menempuh jarak 2.500 meter.

2

Latihan Kekuatan

a.Mengangkat badan (push Up)

Cara melakukannya:

- Menggantung di palang tunggal. - Kedua lengan dibuka selebar bahu. - Kedua kaki rapat dan lurus.

- Sikap badan lurus.

- Angkat tubuh ke atas dengan cara menekuk siku. - Dekatkan dagu ke palang.

- Turunkan tubuh ke bawah dengan cara meluruskan siku.

(32)

b.Berdiri jongkok (squat jump) Cara melakukannya:

- Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. - Kedua tangan di samping badan.

- Kemudian melakukan gerakan: 1. berjongkok

2. berdiri tegak 3. jongkok 4. berdiri tegak

- Pada saat akan berdiri tegak, boleh dilakukan dengan cara melompat ke atas.

3

Latihan Kelincahan

Untuk meningkatkan kelincahan, salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah lari belok-belok atau zig-zag.

4

Latihan Kekuatan (Power)

Cara melakukannya:

- Siapkan rintangan.

- Lompati rintangan tersebut dengan satu atau dua kaki. - Lakukanlah dengan cepat.

(33)

Gambar 2.3 Lompat melewati rintangan

5

Latihan Kecepatan

Kecepatan dapat terus ditingkatkan dengan berlatih secara rutin. Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah lari secepat-cepatnya menempuh jarak 30 meter. Apakah kamu dapat berlari lebih cepat dari teman-temanmu? Apabila kamu mampu berlari lebih cepat berarti kecepatan larimu lebih baik. Dengan demikian, kecepatan adalah kemampuanmu menempuh suatu jarak dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan dapat lebih ditingkatkan melalui latihan-latihan .

Berikut ini latihan yang dapat kamu lakukan.

1. Lari akselerasi, yaitu gerakan lari dari lambat ke cepat. Latihan dilakukan dengan cara berlari dengan lambat kemudian semakin dipercepat. 2. Latihan lari dengan jarak 30-40 m dengan cara lari cepat selama 3-4 kali

ulangan.

Gambar 2.4 Latihan kelentukan

6

Latihan Kelentukan

Latihan kelentukan dapat dilakukan dengan cara berikut. - Memegang pergelangan kaki

(34)

B

Latihan untuk Cacat Jasmani yang Bukan Bawaan

Semua manusia diciptakan Tuhan beserta kelebihan dan kekurangan. Semua itu patut kita syukuri karena di balik kelebihan dan kekurangan tersebut ada manfaat yang dapat kita rasakan.

Jika dijadikan beban, cacat jasmani akan menjadi nilai kekurangan bagi kita. Akan tetapi, bila kita syukuri, maka cacat tersebut akan menjadi sesuatu yang ber-manfaat. Caranya adalah dengan percaya pada kemampun diri sendiri.

Dengan percaya pada kemampuan sendiri, maka cacat jasmani dapat diatasi dan bahkan menjadi kelebihan yang tidak dapat dilakukan oleh orang yang normal.

Cacat jasmani dapat dibagi menjadi dua, yaitu cacat bawaan dan cacat yang bukan bawaan. Cacat bawaan adalah cacat yang dibawa sejak lahir. Misalnya, pada saat lahir tangannya panjang sebelah, lahir dengan kaki kecil, dan sebagainya.

Cacat jasmani bukan bawaan adalah keadaan cacat yang disebabkan oleh kecelakaan dan cacat yang diakibatkan karena kebiasaan yang salah. Contoh cacat jasmani karena kecelakaan di antaranya patah kaki, patah lengan, dan sebagainya.

Kegiatan 2A

1. Lakukan latihan untuk tes daya tahan dengan berlari menempuh jarak 2.400 meter, kemudian catat berapa lama waktu yang bisa kamu tempuh!

2. Lakukan latihan untuk tes kecepatan dengan berlari menempuh jarak 30 meter kemudian catat berapa lama waktu yang bisa kamu tempuh! 3. Lakukan latihan berdiri jongkok atau push up selama 30 detik, kemudian hitung berapa gerakan yang bisa kamu lakukan selama waktu itu!

4. Lakukan lari bolak-balik menempuh jarak 4 x 10 meter, kemudian catat berapa lama waktu yang bisa kamu tempuh!

(35)

Bentuk latihan yang cukup baik adalah berlari dengan kondisi kaki tanpa alas kaki atau sepatu. Kecepatan yang disarankan 50% dari kecepatan maksimal. Bentuk latihan yang lain adalah mengayun bola medicine (bola yang berisi pasir)

Gambar 2.5 Mengayun bola

Adapun contoh cacat jasmani karena kebiasaan yang salah adalah bentuk kaki yang menyerupai huruf O atau bentuk kaki yang menyerupai huruf X. Bentuk latihan yang cukup baik, misalnya dengan berjalan mengikuti satu garis lurus.

(36)

Rangkuman

- Ketahanan atau juga disebut daya tahan adalah kondisi fisik yang mampu bekerja dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.

- Kekuatan otot sangat penting bagi tubuh agar semua anggota tubuh bergerak sebagaimana mestinya.

- Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran.

- Power adalah perpaduan dari kekuatan otot dan kecepatan otot.

- Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan dalam waktu yang singkat.

- Latihan untuk meningkatkan daya tahan, misalnya lari menempuh jarak 2.500 meter.

- Latihan untuk meningkatkan kekuatan, misalnya mengangkat badan (push up) dan berdiri jongkok (squat jump).

- Cacat jasmani dibagi menjadi dua, yaitu cacat bawaan dan cacat yang bukan bawaan.

Tubuh yang kamu miliki harus mendapat

latihan-latihan jasmani sehingga postur tubuhmu akan

lebih baik dan berkembang sesuai proporsi

ukuran bagian tubuh.

Kegiatan 2B

1. Lakukan latihan mengayun bola yang telah diisi oleh pasir bergantian bersama temanmu!

(37)

Pelatihan 2

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Squat jump dan push up merupakan bentuk latihan ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

2. Lari berbelok-belok dapat melatih ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

3. Duduk selonjor sambil mencium lutut merupakan bentuk latihan ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

4. Latihan mengangkat badan dapat melatih otot ....

a. badan c. kaki

b. tangan d. leher

5. Berlari menempuh jarak 30 meter dilakukan dengan ....

a. lambat c. santai

b. keras d. cepat

6. Melompat dengan satu dan dua kaki dapat melatih ....

a. kekuatan c. kelenturan

b. kecepatan d. daya tahan

7. Bentuk latihan kecepatan adalah ....

a. lari 2.400 meter c. lompat satu kaki

b. lari 30 meter d. mengangkat badan

8. Supaya dapat menendang dengan jauh, kita memerlukan .... a. kekuatan

b. kecepatan c. kelenturan d. daya tahan

9. Melempar-lempar bola selama 2 menit dapat melatih .... a. kekuatan

b. kecepatan c. kelenturan d. daya tahan

(38)

10. Kemampuan otot menahan tegangan disebut .… a. kecepatan

b. kelincahan c. kekuatan d. daya tahan

11. Dapat berlari dalam waktu lama merupakan ciri bahwa seseorang mempunyai ....

a. kekuatan b. kecepatan c. kelenturan d. daya tahan

12. Gerakan squat jump adalah .... a. jongkok

b. berbaring

c. berdiri tegak sambil melompat d. jongkok - berdiri

13. Gerakan mengangkat badan pada palang dilakukan dengan cara .... a. meluruskan siku

b. mengangkat tangan c. membengkokkan siku d. mendorong kaki

14. Gerakan berdiri-jongkok dapat melatih kekuatan otot .... a. lengan

b. lutut

c. bahu

d. tungkai

15. Gerakan melompat dengan kedua kaki untuk latihan power harus dilakukan dengan ....

a. kuat b. lincah c. cepat

d. kuat dan cepat

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Untuk mengangkat benda yang berat, kita memerlukan ... 2. Contoh bentuk latihan untuk melatih kecepatan adalah .... 3. Untuk berlari menempuh jarak 3 kilometer, kita memerlukan ....

(39)

4. Kelincahan ialah kemampuan untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak tanpa kehilangan ... dan kesadaran akan posisi ....

5. Gerakan push up dapat melatih ....

C.Jawablah pertanyaan berikut ini! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Praktikkan gerak berdiri jongkok selama 60 detik, kemudian hitung berapa gerakan yang dapat kamu lakukan!

2. Jelaskan perbedaan push up dan squat jump?

3. Praktikkan lari menempuh jarak 30 meter! Berapa lama waktu yang kamu tempuh?

4. Tuliskan dua contoh latihan untuk melatih kekuatan otot lengan! 5. Tuliskan dua contoh latihan untuk melatih kelincahan!

(40)

Pelajaran 3

Senam Lantai

Pendahuluan

Ayo kita melakukan pemanasan sebelum melakukan gerakan inti

dalam senam.

Ayo kita melakukan pendinginan setelah kamu melakukan gerakan

ini dalam senam.

Ayo kita melakukan senam yang akan melatih ketangkasanmu seperti

gerakan melompati teman/peti, gerakan berdiri dengan tangan, dan

gerakan meroda.

(41)

Kata Kunci

- Meroda - Kangkang

- Pemanasan - Sikap Awal

- Pendinginan

Peta Konsep

Gerakan

Berdiri dengan Tangan

Rangkaian Senam

Lantai dan

Ketangkasan

Gerakan

Meroda

Peregangan Statis

Pemanasan dan

Pendinginan

Joging

Senam Lantai

dan

Ketangkasan

Peregangan

Dinamis

Gerakan Melompati

Peti

(42)

A

Pemanasan dan Pendinginan

Pemanasan adalah bentuk latihan atau kegiatan yang dilakukan sebelum mela-kukan kegiatan inti.

Tujuan pemanasan adalah: 1. Meningkatkan suhu tubuh.

2. Mempersiapkan kondisi psikologis ketika melakukan latihan inti. 3. Mencegah terjadinya cedera.

Bentuk latihan pemanasan di antaranya: 1. Peregangan statis

2. Joging

3. Peregangan dinamis

Pendinginan adalah kegiatan yang dilakukan pada akhir kegiatan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan suhu tubuh ke suhu semula.

Pendinginan dapat berisikan kegiatan berikut. 1. Peregangan statis

2. Koreksi secara individual atau global

Kegiatan 3A

1. Lakukan latihan gerakan pemanasan dengan peregangan - Menggerakkan kepala ke kiri-kanan

- Menganggukkan kepala ke depan-ke belakang - Menengokkan kepala ke kiri-kanan

- Menggerakkan tangan.

2. Lakukan latihan gerakan pemanasan dengan berlari pelan/joging menge-lilingi lapangan.

B

Senam Ketangkasan

Senam ketangkasan adalah gerakan senam menggunakan alat bantu dalam melakukan aktivitas senam. Berikut ini beberapa gerakan senam ketangkasan.

1

Berdiri dengan Kedua Tangan (Hand stand)

Latihan hand stand dapat dilakukan dengan beberapa cara.Latihan 1
(43)

Gambar 3.1 Gerakan hand stand

2

Meroda

Gerakan meroda merupakan latihan dengan tumpuan tangan yang dilakukan secara bergantian dan sangat singkat. Selain itu, ada saat posisi badan terbalik (kepala berada di bawah). Gerakan meroda disebut juga gerakan mengguling ke samping.

Untuk dapat melakukan gerakan meroda, kita harus menguasai gerakan hand stand. Dalam gerakan meroda, kita harus menjaga keselamatan diri karena gerakan meroda melibatkan seluruh otot besar.

- Lemparkan satu kaki dengan keras ke atas. - Kaki yang lain menyusul.

- Guru berada di depan siswa untuk membantu dalam menahan kedua kaki

Latihan 2

- Sikap permulaan berdiri.

- Lemparkan satu kaki agak keras dengan lutut lurus. Latihan 3

- Lakukan awalan dengan satu atau dua langkah.

- Lemparkan lutut dan ketika itu lutut tidak boleh dibengkokkan. Yang perlu diperhatikan dalam latihan hand stand ialah sebagai berikut. - Kedua siku lengan lurus.

- Penempatan tangan tidak terlalu lebar. - Kepala tidak terlalu cepat diangkat ke depan.

(44)

Cara melakukan gerakan meroda adalah seperti berikut.

a.Sikap permulaan

- Berdiri menyamping ke arah gerakan. - Kedua kaki dibuka kangkang.

- Sikap badan tegak.

- Kedua lengan lurus ke atas. - Pandangan ke depan.

b.Gerakannya

- Tangan kiri bertumpu di samping kaki kiri. - Angkat kaki kanan lurus ke atas.

- Tumpukan tangan kanan di samping tangan kiri.

- Angkat kaki kiri ke atas hingga ke posisi berdiri dengan kedua tangan.

- Kembali sikap berdiri tegak.

Gambar 3.2 Gerakan meroda

3

Melompati Peti/Teman

Sikap awal gerakan melompati peti dengan kaki kangkang dengan berdiri tegak, lengan di samping badan, kaki dibuka selebar bahu dan pandangan ke arah peti/teman.

Gerakannya ialah sebagai berikut. - Berlari menuju peti lompat.

- Sesampai di peti lompat, kedua telapak tangan diletakkan di atas peti lompat hingga melayang.

(45)

Kegiatan 3B

1. Lakukan latihan gerakan meroda atau guling ke samping di atas matras. 2. Lakukan gerakan hand stand dengan memperhatikan, antara lain kedua siku lurus, tangan tidak terlalu lebar, dan kepala tidak terlalu cepat diangkat ke depan.

3. Lakukan gerakan lompat melewati teman atau peti lompat dengan kaki kangkang.

Gambar 3.3 Loncat melewati peti

Sebelum melakukan gerakan inti dalam senam

seperti gerakan hand stand, lompat melewati

teman, dan gerakan meroda kamu harus

melakukan pemanasan dulu. Baru setelah

melakukan kegiatan inti lakukan pendinginan agar

suhu tubuhmu kembali seperti semula.

- Saat melayang, kedua kaki diangkat sambil tangan menekan di atas peti lompat.

(46)

Pelatihan 3

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Gerakan lompat kangkang termasuk senam ....

a. lantai c. irama

b. alat d. aerobik

2. Alas untuk mendarat pada lompat kangkang ialah ....

a. lantai c. karpet

b. matras d. tembok

3. Pada saat melewati peti dalam permainan melompati peti, kedua kaki ....

a. rapat c. dibuka

b. ditekuk d. bengkok

4. Sebelum melakukan meroda, gerakan yang harus dikuasai adalah ....

a. hand stand c. roll belakang

b. roll depan d. salto

5. Sikap awal gerakan meroda adalah arah gerakan ....

a. membelakangi c. menyamping

b. menghadap d. mengarah

6. Tumpuan pada gerakan meroda ialah . . .

a. tangan c. kaki

b. tangan dan kaki d. kepala

7. Pada lompat kangkang dengan rintangan teman, posisi teman yang dilewati ialah ....

Rangkuman

- Pemanasan adalah bentuk latihan atau kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan kegiatan inti.

- Bentuk latihan pemanasan di antaranya peregangan statis, joging, dan peregangan dinamis.

- Pendinginan adalah kegiatan yang dilakukan setelah kegiatan inti yang bertujuan mengembalikan suhu tubuh ke suhu semula.

- Gerakan meroda disebut juga gerakan mengguling ke samping. - Sebelum melakukan gerakan meroda harus dikuasai dulu gerakan

(47)

a. berdiri c. bungkuk

b. telentang d. tengkurap

8. Pada lompat kangkang dengan rintangan teman, tolakan berasal dari ....

a. tangan c. kaki dan tangan

b. kaki d. lutut

9. Gerakan tubuh pada gerakan meroda ialah ....

a. berguling c. berputar

b. berdiri tegak d. menggelinding

10. Induk organisasi senam di Indonesia ialah ....

a. PSSI c. PBSI

b. PERSANI d. PERBASI

11. Di bawah ini adalah nama salah satu pesenam nasional, yaitu ....

a. Taufik Hidayat c. Kurniawan

b. Elfira Rosa d. Johnatan Sianturi

12. Tujuan latihan lompat kangkang ialah untuk melatih ....

a. kekuatan c. kelincahan

b. kecepatan d. ketangkasan

13. Pada gerakan lompat kangkang, rintangan yang dapat digunakan berupa ....

a. peti c. gawang

b. punggung teman d. jawaban a dan b benar

14. Di bawah ini adalah latihan-latihan senam ketangkasan, kecuali ....

a. meroda c. piramid

b. lompat kangkang d. roll

15. Hand stand adalah teknik awal/dasar untuk melakukan gerakan ....

a. meroda c. piramid

b. roll d. lompat kangkang

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. .... adalah alas mendarat dalam lompat kangkang.

2. Dalam permainan melompati peti, kedua kaki kangkang saat melewati .... 3. Tumpuan gerakan meroda ialah ....

4. PERSANI adalah singkatan dari .... 5. Lompat kangkang dapat melatih ....

C.Jawablah pertanyaan berikut ini! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Praktikkan gerakan meroda di atas matras! 2. Jelaskan urutan gerak hand stand!

3. Tuliskan tujuan pemanasan! 4. Jelaskan manfaat pemanasan! 5. Apa saja isi kegiatan pendinginan?

(48)

Pelajaran 4

Pendahuluan

Ayo kita melakukan aktivitas ritmik yang gerakan-gerakannya diiringi

irama dan juga menyenangkan.

Ayo kita melakukan gerak ritmik yang dapat dirangkai dari

gerakan-gerakan yang sederhana.

Ayo kita melakukan gerak ritmik yang bisa diiringi dengan musik

tradisional maupun modern dan dapat melatih kekompakan serta

disiplin sehingga akan menjadi gerakan yang indah.

(49)

Kata Kunci

- Irama - Indah

- Pola Gerak - Gerak Berirama - Variasi Langkah

Peta Konsep

Rangkaian Gerak

Ritmik

Variasi Langkah

Mundur

Aktivitas Ritmik

Pola Jalan, Lari,

dan Lompat dalam

Gerak Ritmik

Pola Gerak

Gerak Ritmik

Irama dalam

Gerak Ritmik

Variasi Langkah

Maju

(50)

A

Pola Jalan, Lari, dan Lompat dalam Gerak Ritmik

Aktivitas ritmik ialah kegiatan berirama untuk anak-anak yang isinya berupa gerakan-gerakan yang berirama kreatif. Pola gerak yang dapat dilakukan adalah jalan dan lompat dengan cara mengikuti hitungan satu, dua, dan tiga. Pada setiap hitungan satu, langkah kaki divariasikan.

Gerak ritmik dapat dilakukan dengan mengikuti irama atau ritme. Ritme adalah gerak musik yang teratur sehingga enak untuk didengar. Irama dalam ritmik yang biasanya digunakan misalnya irama mars. Irama mars biasanya irama 2/4 dan 4/4 dengan tempo sedang dan cepat.

Tanda irama 2/4 mempunyai arti sebagai berikut.

Angka 2: berarti di antara dua garis birama dalam lagu tersebut terdapat 2 hitungan atau ketukan.

Angka 4: lengkapnya ¼, berarti setiap not harganya ¼ (dalam not balok) mendapat 1 hitungan atau ketukan.

Adapun lagu mars sebagian besar menggunakan irama 2/4 sehingga hitungan yang diberikan 1 – 2, 1 – 2 dan seterusnya.

Langkah irama mars adalah langkah biasa seperti pada orang berjalan biasa. Langkah tersebut menjadi dasar dari berbagai macam langkah. Hal itu karena langkah dalam irama mars merupakan yang paling mudah dan sederhana sehingga mudah dipahami.

(51)

Langkah irama mars selain cepat juga bersifat gembira, riang, dan ber-semangat.

Contoh lagu yang berirama 2/4: - Hari Merdeka

- Manuk Dadali - Si Patokaan

Contoh lagu yang berirama 4/4 adalah: - Maju Tak Gentar

- Halo-Halo Bandung

- Apuse

Kegiatan 4A

Lakukan gerak ritmik di bawah ini dengan iringan irama mars 2/4 atau 4/4! - Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/

mundur secara berulang-ulang.

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/maju secara berulang-ulang.

- Lakukan gerakan variasi langkah secara bergantian, yaitu 8 hitungan variasi langkah jingkat/maju dan 8 hitungan variasi langkah jingkat/ mundur.

Berdasarkan kegiatan di atas. Irama mars mana yang cocok untuk meng-iringi gerak ritmik di atas!

B

Rangkaian Gerak Ritmik Sederhana dengan

Menggunakan Gerak Jalan dan Lompat

Rangkaian gerak ritmik sederhana dengan menggunakan gerak jalan dan lompat dapat dilakukan sebagai berikut.

1

Variasi langkah dengan jingkat/maju

Sikap awal: berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar. Kedua tangan bebas di samping badan.

(52)

Hitungan 2 : Langkahkan kaki kanan ke depan/maju. Hitungan 3 : Langkahkah lagi kaki kiri ke depan/maju.

Hitungan 4 : Angkat kaki kanan dengan lutut ditekuk. Ketika itu, posisi kaki ka-nan adalah jingkat.

Hitungan 5 : Langkahkan kaki kanan ke depan/maju. Hitungan 6 : Langkahkan kaki kiri ke depan/maju. Hitungan 7 : Langkahkah kaki kanan ke depan/maju

Hitungan 8 : Angkat kaki kiri dengan lutut ditekuk. Ketika itu, posisi kaki kanan adalah jingkat.

Gambar 4.2 Rangkaian gerakan langkah dengan jingkat/maju

2

Variasi langkah dengan jingkat/mundur

Gerakan variasi langkah ini sama dengan variasi langkah dengan jingkat/ maju. Namun, di sini langkahnya mundur. Variasi langkah ini biasanya juga dilakukan secara bergantian. Caranya adalah 8 hitungan variasi langkah jingkat/ maju dan 8 hitungan variasi langkah dengan jingkat/mundur.

Variasi langkah dengan jingkat/mundur adalah sebagai berikut.

Sikap awal : Berdiri tegak dengan kedua kaki sejajar. Kedua tangan bebas di samping badan.

Hitungan 1 : Langkahkan kaki kiri mundur. Hitungan 2 : Langkahkan kaki kanan mundur.

(53)

Gambar 4.3 Rangkaian gerakan langkah dengan jingkat/mundur

Hitungan 3 : Langkahkan lagi kaki kiri mundur.

Hitungan 4 : Angkat kaki kiri dengan lutut ditekuk 90O. Pada saat itu, posisi

kaki kanan adalah jingkat.

Hitungan 5 : Langkahkan kaki kanan ke belakang. Hitungan 6 : Langkahkan kaki kiri ke belakang.

Hitungan 7 : Langkahkah lagi kaki kanan ke belakang.

Hitungan 8 : Angkat kaki kiri dengan lutut ditekuk 90O. Pada saat itu, posisi

kaki kanan adalah jingkat.

Kegiatan 4B

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/mundur secara berulang-ulang.

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/maju secara berulang-ulang.

- Lakukan gerakan variasi langkah secara bergantian, yaitu 8 hitungan variasi langkah jingkat/maju dan 8 hitungan variasi langkah jingkat/ mundur.

(54)

C

Rangkaian Gerak Ritmik Sederhana Beregu

Sampai di sini, apakah kamu sudah bisa mempraktikkan gerak ritmik yang sudah dipelajari sebelumnya? Materi selanjutnya, gerak ritmik yang sudah kamu pelajari dipraktikkan bersama teman-temanmu atau dilakukan secara berkelompok. Rangkaian yang akan kamu praktikkan bersama teman sekelompokmu adalah variasi langkah jingkat maju dan variasi langkah jingkat mundur.

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan gerak berirama ialah gerakan, musik, kekompakan, disiplin, dan keindahan gerak.

Kegiatan 4C

Rangkaikan gerak ritmik di bawah ini dan praktikkan!

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/mundur secara berulang-ulang.

- Lakukan gerak ritmik sederhana variasi langkah dengan jingkat/maju secara berulang-ulang.

- Lakukan gerakan variasi langkah secara bergantian, yaitu 8 hitungan variasi langkah jingkat/maju dan 8 hitungan variasi langkah jingkat/ mundur.

Gerak ritmik dapat dilakukan dengan pola

gerak jalan, lari, dan lompat dengan

diiringi musik sehingga akan tercipta

keindahan gerak juga menyenangkan.

(55)

Pelatihan 4

A.Pilihlah satu jawaban yang benar! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Aktivitas ritmik biasanya ditujukan untuk ....

a. anak-anak c. dewasa

b. remaja d. manula

2. Aktivitas ritmik menggunakan gerakan-gerakan yang berirama ....

a. kaku c. merdu

b. kreatif d. syahdu

3. Pola gerak dalam aktivitas ritmik dapat dilakukan dengan ....

a. jalan dan lari c. jalan dan lompat

b. lari dan lompat d. lompat dan diam

4. Ritme adalah irama musik yang ....

a. merdu c. kaku

b. syahdu d. teratur

5. Dalam tanda irama 2/4, angka 2 mempunyai arti bahwa di antara dua garis birama dalam lagu tersebut terdapat 2 ....

a. nada c. ketukan

b. ayunan d. irama

Rangkuman

- Aktivitas ritmik adalah kegiatan berirama yang isinya berupa gerakan-gerakan yang berirama kreatif.

- Pola gerak dalam gerak ritmik adalah pola gerak jalan, lari, dan lompat. - Gerak ritmik dilakukan dengan diiringi irama atau ritme yang teratur

sehingga enak untuk didengar.

- Contoh gerak ritmik sederhana dengan pola gerak jalan dan lompat adalah pada gerakan variasi langkah dengan jingkat/maju dan variasi langkah dengan jingkat/mundur.

- Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan gerak berirama ialah gerakan, musik, kekompakan, disiplin, dan keindahan gerak.

(56)

6. Irama dalam ritmik yang biasa digunakan adalah irama ....

a. pop c. jazz

b. reggae d. mars

7. Langkah irama mars adalah langkah seperti orang ....

a. berlari c. berjalan

b. lompat d. diam

8. Langkah irama mars menjadi dasar bagi berbagai macam langkah karena ....

a. langkah ini paling indah

b. langkah ini paling sederhana hingga mudah dipahami c. langkah ini paling bagus

d. langkah ini paling cepat

9. Contoh lagu yang berirama 2/4 adalah ....

a. Hari Merdeka c. Halo-Halo Bandung

b. Apuse d. Maju Tak gentar

10. Contoh lagu yang berirama 4/4 adalah lagu ....

a. Hari Merdeka c. Si Patokaan

b. Manuk Dadali d. Maju Tak Gentar

11. Yang harus diperhatikan dalam pembuatan gerak berirama adalah ....

a. gerakan c. kekompakan

b. musik d. semuanya betul

12. Sikap awal dalam langkah maju adalah berdiri tegak dengan kedua kaki ....

a. sejajar c. ditekuk

b. mengangkang d. melangkah

13. Serasi berarti sesuai antara gerakan dengan ....

a. ucapan c. irama

b. latihan d. hitungan

14. Ketika sikap awal dalam variasi gerak melangkah, kedua tangan berada di ....

a. samping badan c. setinggi bahu

b. diangkat d. di pinggang

15. Dalam gerak ritmik beregu, dibutuhkan ....

a. kekompakan c. kelenturan

b. kelincahan d. kekuatan

B.Isilah soal berikut! Tulis jawabannya di buku tugasmu!

1. Isi rangkaian gerak ritmik ialah gerakan-gerakan yang berirama .... 2. Selain dilakukan dengan jalan, gerak ritmik dapat dilakukan dengan ....

Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Rpp Penjaskes Kls 7, 8, 9

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

PERANGKAT PEMBELAJARAN PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran

Satuan Pendidikan Kelas/Semester

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) : SMP/MTs. : VII-IX /1-2

Nama Guru : ........................... NIP/NIK : ........................... Sekolah : ........................... KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

61

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

62

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) I.

Pendahuluan Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian

II.

Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mencantumkan identitas • Nama sekolah • Mata Pelajaran • Kelas/Semester • Alokasi Waktu Catatan:  RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.  Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan  Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.

A.Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut : a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

63

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. B. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar b. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran C.Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. D. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. E. Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan : a. Pendahuluan 64

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. G. Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. H. Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian. III. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu

: SMP........................... : ................................... : ................................... : ..... x 40 menit (… pertemuan)

A. Standar Kompetensi B. Kompetensi Dasar C. Tujuan Pembelajaran: Pertemuan 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

65

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

D. E. F.

G. H.

Pertemuan 2 Dst Materi Pembelajaran Model/Metode Pembelajaran Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst Sumber Belajar Penilaian

Indikator Pencapaian Kompetensi

66

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Instrumen

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

PERANGKAT PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran

Satuan Pendidikan Kelas/Semester

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) : SMP/MTs. : VII /1

Nama Guru : ........................... NIP/NIK : ........................... Sekolah : ........................... KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

67

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

68

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.1.Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar beregu serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, memecahkan masalah, menghargai teman keberanian* Alokasi Waktu : 3 x 2 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar dengan benar b. Siswa dapat melakukan menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki dengan benar dan disiplin c. Siswa dapat melakukan menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar dengan benar d. Siswa dapat bermain sepakbola dengan baik menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk memupuk nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai teman



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Sepakbola • Mengumpan dan menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar • Menahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki • Bermain sepakbola menggunakan peraturan yang dimodifikasi Materi Pendahuluan:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

69

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Sepak bola adalah permainan bola yang sangat populer dimainkan oleh dua tim, yang masingmasing beranggotakan sebelas orang. A. Peraturan sepak bola

Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) adalah: • • • • • • • • • • • • • • •

Peraturan 1: Lapangan sepak bola Peraturan 2: Bola Peraturan 3: Jumlah Pemain Peraturan 4: Peralatan Pemain Peraturan 5: Wasit yang mengatur pertandingan Peraturan 6: Asisten wasit Peraturan 7: Lama Permainan Peraturan 8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan Peraturan 9: Cara Mendapatkan Angka Peraturan 10: Offside Peraturan 11: Pelanggaran Peraturan 12: Tendangan bebas Peraturan 13: Tendangan Peraturan 14: Lemparan dalam Peraturan 15: Tendangan gawang

Selain peraturan-peraturan di atas internasional , keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola. B. Tujuan permainan

Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalti yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan. C. Permainan

Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 70

4-4-2 (klasik: empat pemain belakang/skipper) 4-4-2 (dengan dua gelandang sayap) 4-4-1-1 (2 pasang gelandang sayap,satu gelandang serang dan striker tunggal) 4-2-4 (2 sayap) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

5. 4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah,2 gelandang serang,dan striker tunggal) 6. 4-3-1-2 (4 bek,3 gelandang bertahan,1 penyerang lubang,2 striker) 7. 4-5-1 (4 bek,2 sayap,3 gelandang,1 striker) 8. 4-3-3 (4 bek,3 gelandang bertahan,2 striker sayap,1 striker tengah) 9. 4-2-3-1 (2 bek tengah,2 bek sayap, 2 winger,1 penyerang lubang,1 striker) 10. 4-3-3 (2 bek sayap,2 bek tengah,2 sayap,1 gelandang bertahan,3 striker tengah) 11. 4-1-4-1 (4 bek,1 gelandang bertahan,4 gelandang,1 striker) 12. 3-4-3 (dengan winger) 13. 3-5-2 (dengan libero/sweeper) 14. 3-5-2 (tanpa libero/sweeper) 15. 3-6-1 16. 5-4-1 Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal. D. Ofisial

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai "wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya" (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya pertandingan seperti: 1. papan pengganti pemain 2. meja dan kursi E. Peraturan Lapangan permainan

Ukuran lapangan standar 1. Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

71

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

2. Garis batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujungujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan 3. Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos 4. Garis penalti: ... m dari titik tengah garis gawang 5. Garis penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang 6. Zona pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan 7. Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m 8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif Bola

1. 2. 3. 4. 5.

Ukuran: 68-70 cm Keliling:10 cm Berat: 410-450 gram Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama Bahan: karet atau karet sintetis (buatan) Tim

1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang 2. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4 3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 12 4. Jumlah wasit: 1 5. Jumlah hakim garis: 2-4 6. Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba Perlengkapan permainan

1. 2. 3. 4. 5.

Kaos bernomor (sejak tahun 1954) Celana pendek Kaos kaki Pelindung tulang kering Alas kaki bersolkan karet Lama permainan

1. Lama normal: 2x45 menit 2. Lama istirahat: 15 menit 3. Lama perpanjangan waktu: 2x15 menit (bila hasil masih imbang setelah 2 x 45 menit waktu normal) 4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai. 5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan 6. Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit F. Wasit sebagai pengukur waktu resmi

Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima. Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa italia.Penggunaan 4 hakim garis kabarnya juga dicoba di piala dunia 2010,dimana 2 diantaranya berada di belakang gawang.

72

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, G. Percobaan penggunaan gol emas dan gol perak

Lihat: Gol perak; Gol emas. Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan. Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua. Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB. H. Kejuaraan internasional besar

Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998). Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah: • • • • • •

Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro Amerika Selatan: Copa América Afrika: Piala Afrika Asia: Piala Asia Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF Oseania: Piala Oseania

I.

Piala dunia mini (piala konfederasi)

Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar. Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

73

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur. J. Sepak bola di Indonesia

Permainan sepak bola di Indonesia juga berkembang pesat. Ini ditandai dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 di Yogyakarta yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasanya, mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) yakni kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja. Pada saat ini permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 = penugasan - Pertemuan 2 = penugasan - Pertemuan 3 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;



Teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan dalam serta menahan bola dengan telapak kaki) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

74

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola diam berhadapan dengan teman secara bertanggung jawab  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur  Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

 Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan a. guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak b. siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

75

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, c. siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar d. siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri e. bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. f. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.

 Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar mengumpan dengan kaki bagian dalam  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;



Teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

76

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola diam berhadapan dengan teman  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat



Melakukan teknik dasar passing dada, pantul, dari atas kepala secara berpasangan dan kelompok  Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok  Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok)  Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

77

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 3 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

78

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat  Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang  Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak pada garis lurus



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; • Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

79

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

80

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola - Buku teks - Buku referensi, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh • Lakukan teknik dasar Kinerja (Kinerja) mengumpan bola menggunakan kaki bagian dalam !

Aspek Psikomotor • Mengumpan, menggiring dan manahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Aspek Kognitif Tes tertulis Pilihan • Apa yang membedakan antara ganda/uraia • Mengetahui bentuk-bentuk menggiring dan mengumpan n singkat mengumpan, menggiring dan bola dengan kaki bagian dalam ! manahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki Aspek Afektif • Kerja Lembar • Lakukan bermain sepakbola observasi sama, toleransi, memecahkan observasi dengan peraturan yang masalah, menghargai teman dimodifikasi ! dan keberanian

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor):

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

81

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Lakukan teknik dasar mengumpan, menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak Keterangan: Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan sepakbola dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif, keberanian, percaya diri dan menghargai teman Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlahskor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan sepakbola Keterangan: Penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa = 2. Rubrik Penilaian

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA Aspek Yang Dinilai

82

Kualitas Gerak 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

1. 2. 3. 4.

Melakukan Teknik DasarMengumpan, Menggiring Bola Dengan Kaki Bagian Dalam dan Luar Serta Menahan Bola Dengan Kaki Bagian Dalam, Luar dan Telapak Kaki Bentuk gerakan kaki saat menendang bola diayun ke depan arah bola Bentuk gerakan kaki saat menggiring bola mendorong bola ke depan arah bola Posisi badan yang benar saat akan melakukan teknik dasar mengumpan dan menggiring dibawa ke depan Bentuk arah bola hasil mengumpan dengan kaki bagian dalam datar di atas tanah/lapangan

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16

RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman satu tim 2. Keberanian dalam melakukan gerakan (tidak ragu-ragu) 3. Mentaati peraturan 4. Menghormati wasit(sportif) 5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 5 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BOLABASKET Pertanyaan yang diajukan

Kualitas Jawaban 1

2

3

4

1. Bagaimana posisi pergelangan kaki saat menendang dengan kaki bagian dalam dan luar ? 2. Bagaimana posisi telapak kaki saat menahan bola menggunakan telapak kaki ? JUMLAH

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

83

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

84

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1.Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.1. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar beregu serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, memecahkan masalah, menghargai teman keberanian* Alokasi Waktu

: 3 x 2 x 40 menit (3 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan passing atas bolavoli dengan benar b.Siswa dapat melakukan passing bawah bolavoli dengan benar c. Siswa dapat bermain bolabasket dengan baik menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk memupuk nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai teman



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Bolavoli • Passing atas bolavoli • Passing bawah bolavoli • Bermain sepakbola menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 = penugasan - Pertemuan 2 = penugasan - Pertemuan 3 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

85

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar passing atas • Teknik dasar (passing atas ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing atas dengan cara mendorong bola di tempat (perorangan)  Melakukan passing atas dengan cara menangkap lalu mendorong yang diawali dengan bola dilambung di tempat (perorangan)  Melakukan passing atas sambil berjalan dan gerak menyamping kanan dan ke kiri (perorangan)  Melakukan passing atas bola dilambung teman dari depan di tempat (berpasangan ) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola diam berhadapan dengan teman

86

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing atas  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

87

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar passing dada, pantul, dari atas kepala secara berpasangan dan kelompok



Teknik dasar (passing atas ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing atas bola dilambung teman dari depan di tempat (berpasangan)  Melakukan passing atas bola dilambung teman dari depan bergerak ke kanan dan kiri serta maju dan mundur (berpasangan)  Melakukan passing atas secara langsung berpasangan, berkelompok, membentuk formasi lingkaran, berbanjar atau segi tiga memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;



88

Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  Bermain bolavoli dengan menggunakan teknik dasar passing atas



peraturan

yang

dimodifikasi

dengan

Teknik dasar (passing bawah ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan passing bawah dengan cara mendorong bola di awali bola dilambung sendiri di tempat lalu di tangkap dilanjutan sambil berjalan ke depan (perorangan)  Melakukan passing bawah dengan diawali dengan bola dilambung di tempat dan setelah mantul lantai bola didorong dengan dua lengan (perorangan)  Melakukan passing bawah sambil berjalan dan gerak menyamping kanan dan ke kiri (perorangan)



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing bawah  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

89

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 3 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Teknik dasar (passing bawah ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan passing bawah dengan diawali dengan bola dipantul teman di tempat dan setelah mantul lantai bola didorong dengan dua lengan (perorangan)  Melakukan passing bawah diawali bola dilambung teman di tempat dilanjutan sambil berjalan ke depan dan gerak menyamping kanan dan ke kiri (perorangan) (perorangan)  Melakukan passing bawah secara langsung berpasangan, berkelompok, membentuk formasi lingkaran, berbanjar atau segi tiga



melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

90

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan



memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;





Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan

Bermain bolavoli dengan peraturan menggunakan teknik dasar passing atas dan bawah

yang

dimodifikasi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

dengan

91

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola - Buku teks - Buku referensi, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran

92

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh • Lakukan teknik dasar passing Kinerja (Kinerja) passing atas dan bawah bolavoli !

Aspek Psikomotor • Melakukan passing atas dan bawah bolavoli Pilihan • Bermain dengan peraturan ganda/uraia yang dimodifikasi • Posisi kedua lengan saat passing Tes tertulis n singkat Aspek Kognitif atas, adalah .... a. diluruskan dan rapat • Men b. ditekuk dan rapat getahui bentuk-bentuk passing atas dan bawah pada c. disilang dan rapat permainan bola voli d. diduluskan dan dibuka Lembar Aspek Afektif observasi • Melakukan kerja sama, toleransi, • Kerja Tes sama, toleransi, memecahkan observasi memecahkan masalah, masalah, menghargai teman menghargai teman dan keberanian dan keberanian

- Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar passing ( dada, pantul dan dari atas kepala) Keterangan: Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan bolavoli dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif, keberanian, percaya diri dan menghargai teman Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlahskor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan bolavoli

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

93

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Keterangan: Penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa = Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLAVOLI Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

Melakukan Teknik Dasar Passing Atas dan Bawah 1. Posisi kedua lutut saat akan melakukan passing atas direndahkan 2. Bentuk gerakan lengan saat melakukan passing atas dan bawah mendorong bola ke depan atas 3. Posisi badan yang benar saat akan melakukan passing atas dan bawah dalam permainan bolavoli 4. Bentuk arah bola hasil passing atas dan bawah dalam permainan bolavoli berbentuk parabola JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16

94

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman satu tim 2. Keberanian dalam melakukan gerakan (tidak ragu-ragu) 3. Mentaati peraturan 4. Menghormati wasit(sportif) 5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 5 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BOLABASKET Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana posisi kedua lengan saat kamu passing bawah dalam permainan bolavoli ? 2. Bagaimana posisi kedua telapak tangan saat kamu passing atas dalam permainan bolavoli ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

95

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

(RPP) Sekolah : .............................. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII / I Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.1. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar beregu serta nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, memecahkan masalah, menghargai teman keberanian* Alokasi Waktu : 3 x 2 x 40 menit (3 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan passing bolabasket dari depan dada, dengan benar b. Siswa dapat melakukan passing bolabasket dengan dipantul, dengan benar c. Siswa dapat melakukan passing bolabasket melalui atas kepala, dengan benar d. Siswa dapat bermain bolabasket dengan baik menggunakan peraturan yang dimodifikasi untuk memupuk nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai teman



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Bolabasket • Passing atas bolabasket dari depan dada, pantul dan dari atas kepala • Bermain bolabasket menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan Pertemuan 2 = penugasan Pertemuan 3 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

96

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar passing dari depan dada



Teknik dasar (passing bolabasket dari depan dada, dan menangkap ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing dari dada dengan cara mendorong bola ke arah teman di hadapannya (perorangan), di tempat  Melakukan passing dari dada dengan cara mendorong bola ke arah teman di hadapannya (perorangan), bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing dari dada dengan cara mendorong bola ke arah teman di hadapannya formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing dari depan dada

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

97

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Teknik dasar (passing bolabasket dengan dipantul, dan menangkap ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan passing pantul dengan cara mendorong bola ke bawah arah teman di hadapannya (perorangan), di tempat  Melakukan passing pantul dengan cara mendorong bola ke bawah arah teman di hadapannya (perorangan), bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing pantul dengan cara mendorong bola ke bawah arah teman di hadapannya formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing pantul  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:

98

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Teknik dasar (passing dari atas kepal, dan menangkap ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan passing dari atas kepala dengan cara mengayun bola ke depan lururs arah teman di hadapannya (perorangan), di tempat  Melakukan passing dari atas kepala dengan cara mengayun bola ke depan lururs arah teman di hadapannya(perorangan), bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing dari atas kepala dengan cara mengayun bola ke depan lururs arah teman di hadapannya formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

99

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing dari atas kepala  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 3 (2 x 40 menit) Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Teknik dasar (passing bolabasket dari atas kepala, dada dan pantul serta menangkap) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

100

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 dan 

 Melakukan passing dari atas kepala, pantul dan dari dada dengan cara berpasangan, di tempat  Melakukan passing dari atas kepala, pantul dan dari dada dengan cara berpasangan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan passing dari atas kepala, pantul dan dari depan dada dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bolabasket dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar passing bolabasket dari atas kepala, dada dan pantul serta menangkap, Bermain lempar tangkap bola dengan menggunakan gawang bendera kecil, jumlah pemain 8 – 10 orang

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

101

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola - Buku teks - Buku referensi, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran

102

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh • Lakukan teknik dasar passing Kinerja (Kinerja) bola dari (dada, pantul dan atas • Melakukan passing bola dari kepala) ! (dada, pantul dan atas kepala) • Bermain bola basket dengan peraturan yang dimodifikasi Tes tertulis Pilihan • Posisi kedua lengan setelah ganda/uraia melakukan passing bola basket, n singkat adalah . Aspek Kognitif a. diluruskan ke depan • Mengetahui bentuk-bentuk b. ditekuk di depan badan passing bola dari (dada,pantul c. disilang di depan badan dan atas kepala) d. diduluskan ke samping Aspek Afektif • Kerja Lembar • Melakukan kerja sama, toleransi, sama, toleransi, memecahkan Tes observasi memecahkan masalah, masalah, menghargai teman observasi menghargai teman dan keberanian dan keberanian

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar passing ( dada, pantul dan dari atas kepala serta menangkap) Keterangan: Penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan bolbasket dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif, keberanian, percaya diri dan menghargai teman Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlahskor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi):

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

103

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan bolabasket Keterangan: Penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa = Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

2. Rubrik

Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLABASKET Kualitas Gerak Aspek Yang Dinilai 1 2 3 4 Melakukan Teknik Dasar Passing Dari Depan Dada, Pantul dan dari Atas Kepala 1. Posisi awal bola saat akan melakukan pasing dari depan dada dipegang depan dada 2. Bentuk gerakan lengan saat melakukan passing dari depan dana dan pantul mendorong bola ke depan 3. Posisi bola yang benar saat akan melakukan passing dari atas kepala, dipegang di atas kepala 4. Posisi lengan akhir gerakan passing bolabasket lurus ke depan dan rileks JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BOLABASKET PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Bekerja sama dengan teman satu tim 2. Keberanian dalam melakukan gerakan (tidak ragu-ragu) 3. Mentaati peraturan 4. Menghormati wasit(sportif) 5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 5

104

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BOLABASKET Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana posisi kedua lengan setelah kamu melakukan passing bolabasket ? 2. Bagaimana posisi badan setelah kamu melakukan passing bolabasket ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

105

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : .............................. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : VII/ I Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar memegang raket untuk servis dan pukulan forehand dengan benar b. Siswa dapat bermain bulu tangkis dengan dengan peraturan yang dimodifikasi dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Bulu Tangkis • Teknik dasar memegang raket untuk servis dan pukulan forehand • Bermain bulu tangkis menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan Pertemuan 2 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara 2. Kegiatan Inti (45 menit)

106

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan dan servis, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerakmelempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan raket secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan raket dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan*

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

107

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit ) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan dan servis, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian

108

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 dan 

 Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan (3 lawan 3)

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

109

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar memegang Kinerja raket, servis, dan pukulan forehand • Memeg (Kinerja) ang raket untuk servis dan

110

Teknik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

pukulan forehand •

Bermai n bulu tangkis dengan peraturan yang dimodifikasi Tes tertulis

Aspek Kognitif

Pilihan ganda/uraian singkat



Menget ahui bentuk-bentuk memegang raket, pukulan servis Tes danpukulan forehand, observasi Aspek Afektif • Kerjasa ma, kejujuran dan menghormati lawan

Lembar observasi

Bentuk gerakan tangan saat melakukan servis forehand, adalah

Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk melakukan pukulan dan servis Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan bulutangkis dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif. Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

111

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BULU TANGKISI Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1. 2. 3. 4.

1

2

3

Teknik Dasar Pegangan Raket dan Pukulan Posisi awal tangan memegang raket seperti berjabatan tangan dan posisi awal kaki dibuka selebar bahu (melangkah) Gerakan lengan melakukan pukulan forehand mengayun raket kearah bola dan posisi lengan menghadap arah gerakan Posisi awal tangan memegang raket seperti berjabatan tangan dan posisi awal kaki dibuka selebar bahu (melangkah) Gerakan lengan melakukan pukulan servis mengayun raket kearah bola dan posisi lengan membelakangi arah gerakan

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16

RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS Prilaku yang diharapkan

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman dalam melakukan kegiatan 2. Mentaati peraturan yang sudah disepakati bersama 3. Menghormati lawan (memukul bola memperkirakan posisi teman) 4. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 4 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS

112

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana posisi awal kaki saat kamu melakukan pukulan forehand ? 2. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan servis forehand? 3. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan pukulan forehand ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

113

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar memegang bet untuk servis dan pukulan forehand dengan benar b. Siswa dapat bermain bulu tangkis dengan dengan peraturan yang dimodifikasi dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Permainan Tenis Meja • Teknik dasar memegang raket untuk servis dan pukulan forehand • Bermain bulu tangkis menggunakan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan Pertemuan 2 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara

114

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan , dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerak melempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan bet secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul forehand menggunakan bet dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan*

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

115

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit ) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar memegang raket forehand untuk pukulan dan servis, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar memegang raket secara berpasangan dan bergantian  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri

116

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

 dan 

 Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand dengan gerakmelempar bola dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok)  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket secara berpasangan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak depan, belakang, ke kanan dan kiri  Melakukan teknik dasar gerak memukul servis forehand menggunakan raket dengan cara formasi berbanjar dan lingkaran sambil bergerak (berkelompok) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: • Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan



guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan Bermain bulutangkis dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok untuk menanamkan nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan (1 lawan1dilanjutkan 1 lawan 2)

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.



menumbuhkan

Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

117

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;



 

membantu menyelesaikan masalah;

 

memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:

 dan

Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa bubar

E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar memegang Kinerja raket, servis, dan pukulan forehand • Memgang bat untuk servis dan (Kinerja) pukulan forehand • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Bentuk gerakan tangan saat Aspek Kognitif melakukan servis forehand, adalah Tes tertulis Pilihan • Mengetahui bentuk-bentuk ganda/uraimemegang bat,pukulan servis, an singkat dan pukulan forehand Aspek Afektif Kerjasama, kejujuran dan • Kerjasama, kejujuran dan Lembar menghormati lawan menghormati lawan Tes observasi observasi

118

Teknik

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar memegang bet forehand untuk melakukan pukulan dan servis Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Mainkan permainan tenis meja dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif. Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN BULU TENIS MEJA Aspek Yang Dinilai

Kualitas Gerak 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

119

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Teknik Dasar Pegangan Raket dan Pukulan 1 Posisi awal tangan memegang bet seperti berjabatan tangan dan posisi awal kaki dibuka selebar bahu (melangkah) 2 Gerakan lengan melakukan pukulan forehand mengayun bet kearah bola dan posisi lengan menghadap arah gerakan 3 Akhir gerakan lengan pukulan forehand menyilang badan 4 Gerakan lengan melakukan pukulan servis mengayun bet kearah bola dan posisi lengan membelakangi arah gerakan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PERMAINAN TENIS MEJA Prilaku yang diharapkan

CEK (√ )

1. Bekerja sama dengan teman dalam melakukan kegiatan 2. Mentaati peraturan yang sudah disepakati bersama 3. Menghormati lawan (memukul bola memperkirakan posisi teman) 4. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam bermain JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 4 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN TENIS MEJA Pertanyaan yang diajukan

Kualitas Jawaban 1

1. Bagaimana posisi awal kaki saat kamu melakukan pukulan forehand ? 2. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan servis forehand? 3. Bagaimana posisi tangan yang benar pada saat melakukan pukulan forehand ? JUMLAH

120

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTS ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

121

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan Memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand,berpas angan atau kelompok b. Siswa dapat Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai kerja sama dan toleransi



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Tennis • Teknik dasar Memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand,berpas angan atau kelompok • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai kerja sama dan toleransi C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1& 2 = penugasan & resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 1. Kegiatan Pendahuluan • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

122

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, •

Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara Kegiatan Inti (45 menit)

2.

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar memgang bat untuk servis dan pukulan forehand  Memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand,berpas angan atau kelompok  Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai kerja sama dan toleransi  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Mengetahui bentuk-bentuk memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand  Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

123

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar memgang bat Kinerja untuk servis dan pukulan forehand • Memgang bat untuk servis dan (Kinerja) pukulan forehand • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Aspek Kognitif Bentuk gerakan tangan saat Tes tertulis Pilihan • Mengetahui bentuk-bentuk ganda/uraimelakukan servis forehand, adalah memegang bat,pukulan servis, an singkat dan pukulan forehand Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran dan Tes • Kerjasama, kejujuran dan observasi menghormati lawan menghormati lawan observasi

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

124

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.2. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil beregu dan perorangan, serta nilai kerja sama, kejujuran, dan menghormati lawan* Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan Menangkap dan melempar bola,berpasangan atau kelompok b. Siswa dapat Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai keberanian dan percaya diri



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Soft Ball • Teknik dasar Menangkap dan melempar bola,berpasangan atau kelompok • Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai keberanian dan percaya diri C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1& 2 = penugasan & resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 Kegiatan Pendahuluan • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajara

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

125

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar menangkap dan melempar bola (datar, lambung, mengulir)  Mengetahui bentuk-bentuk menangkap dan melempar bola  Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Mengetahui bentuk-bentuk memegang bat,pukulan servis, dan pukulan forehand



Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup (20 Menit) Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bola, Net, Tiang, Raket, - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran

126

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar menangkap Kinerja dan melempar bola (datar, lambung, • Menangkap dan melempar bola (Kinerja) mengulir) ! (datar, lambung, mengulir) Posisi lutut saat menangkap bola • Bermain dengan peraturan yang bergulir di tanah, adalah dimodifikasi a. direndahkan Aspek Kognitif Tes tertulis Pilihan ganda/urai- b. diluruskan • Mengetahui bentuk-bentuk an singkat c. disilangkan menangkap dan melempar bola d. diputar Aspek Afektif • Kerjasama, kejujuran dan Lembar Kerjasama, kejujuran dan menghormati lawan Tes observasi menghormati lawan observasi

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

127

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.3. Mempraktikan teknik dasar permainan dan olahraga perorangan atletik serta nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran

a.

Siswa dapat melakukan teknik dasar lari jarakpendek 50 m dengan benar b. Siswa dapat melakukan lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi,dengan baik



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Lari jarak Pendek 50 m • Teknik dasar lari jarak pendek 50 m • Lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1& 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 1. Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

128

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 2. Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar lari jarak pendek 50 m dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar gerakan pengangkatan paha di tempat dilanjutkan dengan berjalan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan tangan di tempat dilanjutkan dengan berjalan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakkan ”hop ” (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan lari langkah panjang (berkelompok/berpasangan memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

129

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Lomba lari jarak pendek dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran

Lingkaran bola bola  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bendera start dan finish - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian

130

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar lari jarak 50 m! • Melakukan teknik lari (gerakan (Kinerja) Kinerja kaki, lengan, posisis badan, pendaratan telapak kaki) • Lomba lari dengan peraturan yang dimodifikasi Posisi badan yang benar saat lari Tes tertulis Pilihan Aspek Kognitif ganda/uraijarak pendek, adalah • Mengetahui bentuk-bentuk an singkat a. agak condong ke depan teknik gerakan kaki, lengan, b. ditegakkan posisi badan dan pendaratan c. agak miring ke samping telapak kaki pada lari jarak pendek d. agak melenting ke belakang Lembar Aspek Afektif Tes observasi Disiplin, semangat, sportifitas, • Disiplin, semangat, sportifitas, observasi percaya diri dan kejujuran percaya diri dan kejujuran

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar lari jarak pendek 50 m Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar lari jarak pendek dengan peraturan yang telah dimodifikasi dan nilai percaya diri serta kejujuran Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal

- Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar lari jarak pendek Keterangan: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

131

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2.

Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR LARI JARAK PENDEK Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai 1. 2. 3. 4.

1

2

3

4

Gerakan lengan diayun depan belakang di atas pinggang Gerakan kaki cepat Pendaratan telapak kaki menggunakan ujung telapak kaki Posisi badan condong ke depan

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM LARI JARAK JAUH PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Percaya diri 2. Kejujuran (tidak bermain curang/mencuri srtart) 3. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam lomba JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP LARI JARAK PENDEK Pertanyaan yang diajukan

132

Kualitas Jawaban 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

1. Bagaimana pendaratan telapak kaki lari jarak pendek ? 2. Bagaimana posisi gerakan lengan yang benar pada saat melakukan lari jarak pendek ? 3. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan lari jarak pendek ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

133

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.3 Mempraktikan teknik dasar permainan dan olahraga perorangan atletik serta nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok tanpa awalan, dengan benar b. Siswa dapat melakukan lomba lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang dimodifikasi,dengan baik



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Lompat jauh gaya jongkok • Teknik dasar lari menolak, posisi badan di udara dan mendarat • Lomba lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang dimodifikasi C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 & 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

134

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 & 2 1 Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran. 2

Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :



 Melakukan teknik dasar gerakan ”hop ” (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan menolak dari posisi berdiri di tempat dilanjutkan posisi melangkah dan berjalan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan posisi badan di udara an meolompat dari atas box dilanjutkan dengan teknik mendarat (berkelompok/berpasangan) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

135

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Lomba lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

136

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bendera start dan finish - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar lompat jauh Kinerja gay jongkok ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar menolak tanpa awalan, di udara, mendarat • Melakukan lomba lompat Posisi badan yang benar saat di jauh dengan peraturan yang Tes tertulis Pilihan ganda/urai- udara , adalah dimodifikasi an singkata. jongkok Aspek Kognitif b. melenting • Mengetahui bentuk-bentuk c. membulat teknik dasar menolak tanpa awalan, di udara, mendarat d. lurus Aspek Afektif Lembar Disiplin, semangat, sportifitas, • Disiplin, semangat, Tes observasi percaya diri dan kejujuran sportifitas, percaya diri dan observasi kejujuran

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar lompat jauh gaya jongkok dengan peraturan yang telah dimodifikasi dan nilai percaya diri serta kejujuran Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

137

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar lompat jauh gaya jongkok Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2.

Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR LARI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

2

3

1. Arah gerakan menolak saat salah satu kaki saat bertumpu ke depan atas 2. Posisi badan saat di udara melenting ke belakang 3. Pendaratan kaki saat mendarat diawali tumit kaki 4. Gerakan lutut saat mendarat mengeper JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Percaya diri 2. Kejujuran (tidak bermain curang) 3. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam lomba JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK

138

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana awal pendaratan kaki di tempat pendaratan ? 2. Bagaimana posisi gerakan lutut yang benar pada saat melakukan pendaratan ? 3. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat di udara ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

139

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.3. Mempraktikan teknik dasar permainan dan olahraga perorangan atletik serta nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan teknik dasar awalalan, dengan benar b. Siswa dapat melakukan teknik dasar memegang peluru, dengan benar c. Siswa dapat melakukan teknik dasar menolak peluru, dengan benar d. Siswa dapat melakukan lomba menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi, dengan baik



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Tolak Peluru Awalan Menyamping • Teknik dasar lari posisi awalan, memegang peluru dan menolak • Lomba lompat menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1- 2= penugasan dan resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1-2 1 Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

140

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, -

Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2 Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan teknik dasar posisi awalan, memegang peluru dan menolak, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar gerakan menolak peluru dari posisi berdiri di tempat menggunakan bola dengan dua tangan dilanjutkan dengan satu tangan berhadapan (berkelompok/berpasangan)  Melakukan teknik dasar gerakan menolak peluru dari posisi berdiri posisi melangkah dan menyamping formasi berbanjar dan lingkaran (berkelompok)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

141

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Lomba menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi untuk menanamkan nilai disiplin, percaya diri dan kejujuran

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Bendera start dan finish - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX,

142

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

-

Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

D. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar tolak peluru Kinerja awalan menyamping ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan posisi awalan • Melakukan teknik dasar memegang peluru dan menolak • Melakukan lomba menolak peluru dengan peraturan yang dimodifikasi Posisi badan yang benar saat Aspek Kognitif Tes tertulis Pilihan ganda/uraiawalan menolak peluru gaya • Mengetahui bentuk-bentuk an singkat menyamping , adalah teknik dasar awalan, memegang peluru dan menolak Lembar Disiplin, semangat, sportifitas, Aspek Afektif Tes observasi percaya diri dan kejujuran • Disiplin, semangat, observasi sportifitas, percaya diri dan kejujuran

1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping dengan peraturan yang telah dimodifikasi dan nilai percaya diri serta kejujuran Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

143

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar tolak peluru gaya menyamping Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2.Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

2

3

1. Arah gerakan menolak saat peluru, ke depan atas 2. Posisi badan saat akan menolak peluru menyamping arah gerakan 3. Bentuk gerakan pinggang saat menolak peluru diputar ke samping, depan dan atas 4. Pelepasan peluru yang benar dari pegangan tangan saat menolak peluru ketika lengan telah lurus ke depan JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 16 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Percaya diri 2. Kejujuran (tidak bermain curang) 3. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dalam lomba JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3

144

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING Kualitas Jawaban Pertanyaan yang diajukan 1 2 3 4 1. Bagaimana posisi awal saat akan menolak peluru ? 2. Bagaimana bentuk gerakan lengan yang benar pada saat melakukan tolak peluru ? 3. Bagaimana posisi peluru yang benar pada saat dipegang untuk melakukan tolakan ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

145

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan olahraga perorangan beladiri serta nilai Kerjasama, percaya diri dan menghormati lawan Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan teknik dasar kuda-kuda dengan benar a. Siswa dapat melakukan teknik dasar langkah dengan benar b. Siswa dapat melakukan teknik dasar mrangkai teknik dasar kuda-kuda dan langkah



• •

Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Pencaksilat Teknik dasar kuda-kuda Teknik dasar langkah dan merangkai C.

Metode Pembelajaran - Pertemuan 1-2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 - 2

1.

Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

146

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 2.

Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda, langkah, pukulan dan tangkisan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

a. Kuda-kuda depan b. Kuda-kuda belakang c. Kuda-kuda tengah

d.Kuda-kuda samping e. Kuda-kuda silang - silang depan - silang belakang

Langkah Segaris, tegak lurus dan serong



Melakukan teknik (perorangan/berkelompok/berpasangan)

dasar

kuda-kuda



Melakukan teknik dasar langkah formasi berbaris dan lingkaran (berkelompok)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

147

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Melakukan gerak berpasangan untuk penanaman nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar

148

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, -

-

Ruang terbuka yang datar dan aman Buku teks Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas IX, Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Penilaian Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Contoh Kompetensi Instrumen Instrumen Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar kuda-kuda Kinerja ,langkah, dan gerak rangkai ! (Kinerja) • Melakukan teknik dasar kuda-kuda • Melakukan teknik dasar langkah • Merangkai teknik dasar kuda-kuda dan langkah Aspek Kognitif Posisi lutut kaki depan saat • Mengetahui bentuk-bentuk Tes tertulis Pilihan ganda/urai- melakukan kuda-kuda adalah teknik dasar kuda-kuda dan an singkat langkah Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran, percaya diri Tes • Kerjasama, kejujuran, observasi dan menghormati lawan percaya diri dan menghormati observasi lawan 1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar kuda-kuda dan langkah nilai dengan menekankan pada nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

149

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PENCAK SILAT Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai 1. 2.

1

2

3

4

Saat melakukan kuda-kuda posisi kaki yang digunakan tumpuan direndahkan Saat melakukan gerak langkah tidak diangkat dari lantai

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PENCAK SILAT PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Berani (tidak ragu-ragu saat melakukan serangan/tangkisan) 2. Jujur (mengakui keunggulan lawan ) 3. Menghormati lawan (tidak melukai/mecelakakan lawan ) JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP PENCAK SILAT Pertanyaan yang diajukan

150

Kualitas Jawaban 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

2

3

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 1. 2. 3.

Bagaimana posisi lutut saat melakukan kuda-kuda depan ? Bagaimana posisi gerakan kaki yang benar pada saatgerak melangkah ? Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan kudakuda ?

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

151

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan olahraga perorangan beladiri serta nilai Kerjasama, percaya diri dan menghormati lawan Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan teknik dasar kuda-kuda dengan benar a. Siswa dapat Melakukan teknik dasar kudakuda,dan teknik dasar langkah b. Siswa dapat melakukan teknik dasar mrangkai teknik dasar kuda kuda dan langkah berpasangan untuk menanamkan nilai ke- beranian dan menghormati law-an





Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Karate teknik dasar kuda-kuda,dan teknik dasar langkah • teknik dasar kuda kuda dan langkah berpasangan untuk menanamkan nilai keberanian dan menghormati lawan D.

Metode Pembelajaran - Pertemuan 1-2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 - 2 Kegiatan Pendahuluan

152

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda, langkah, pukulan dan tangkisan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

a. Kuda-kuda depan b. Kuda-kuda belakang c. Kuda-kuda tengah

Langkah Segaris, tegak lurus dan serong  Melakukan teknik (perorangan/berkelompok/berpasangan)

d.Kuda-kuda samping e. Kuda-kuda silang - silang depan - silang belakang

dasar

kuda-kuda



Melakukan teknik dasar langkah formasi berbaris dan lingkaran (berkelompok)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

153

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasangpasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  Melakukan gerak berpasangan untuk penanaman nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri

 memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

menumbuhkan

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

154

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar kudaKinerja kuda,langkah, dan gerak rangkai ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar kuda-kuda dan langkah • Merangkai teknik dasar kuda-kuda dan langkah Aspek Kognitif Posisi lutut kaki depan saat • Mengetahui bentuk-bentuk Tes tertulis Pilihan ganda/urai- melakukan kuda-kuda adalah teknik dasar kuda-kuda dan an singkat langkah Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran, percaya diri Tes • Kerjasama, kejujuran, observasi dan menghormati lawan percaya diri dan menghormati observasi lawan 1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan koordinasi teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi): Lakukan teknik dasar kuda-kuda dan langkah nilai dengan menekankan pada nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

155

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam teknik dasar kuda-kuda dan langkah Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR PENCAK SILAT Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai 3. 4.

1

2

3

Saat melakukan kuda-kuda posisi kaki yang digunakan tumpuan direndahkan Saat melakukan gerak langkah tidak diangkat dari lantai

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM PENCAK SILAT PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Berani (tidak ragu-ragu saat melakukan serangan/tangkisan) 2. Jujur (mengakui keunggulan lawan ) 3. Menghormati lawan (tidak melukai/mecelakakan lawan )

156

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3 RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP PENCAK SILAT Kualitas Jawaban Pertanyaan yang diajukan 1 2 3 4 4. Bagaimana posisi lutut saat melakukan kuda-kuda depan ? 5. Bagaimana posisi gerakan kaki yang benar pada saatgerak melangkah ? 6. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan kudakuda ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

157

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 1. Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar 1.4. Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan olahraga perorangan beladiri serta nilai Kerjasama, percaya diri dan menghormati lawan Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan teknik dasar kuda-kuda dengan benar a. Siswa dapat Melakukan teknik dasar langkah dan jatuhan b. Siswa dapat melakukan teknik dasar mrangkai teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan Karakter siswa yang diharapkan :



Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Judo teknik dasar langkah dan jatuhan • teknik dasar mrangkai teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan E.

Metode Pembelajaran - Pertemuan 1-2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 - 2 Kegiatan Pendahuluan - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan

158

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:  Melakukan teknik dasar langkah dan jatuhan  Melakukan teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan  Mengetahui bentuk-bentuk teknik dasar langkah dan jatuhan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasangpasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan



Melakukan teknik langkah dan jatuhan untuk menanamkan ni- lai keberanian dan menghormati lawan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

159

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan teknik dasar langkah, Kinerja jatuhan, dan gerak rakrangkai ! (Kinerja)

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar langkah dan jatuhan • Merangkai teknik dasar langkah dan jatuhan Aspek Kognitif Tumpuan yang benar saat • Mengetahui bentuk-bentuk Tes tertulis Pilihan ganda/uraimelakukan teknik jatuhan ke depan, teknik dasar langkah dan an singkat adalah jatuhan Aspek Afektif Lembar Kerjasama, kejujuran, percaya diri Tes • Kerjasama, kejujuran, observasi dan menghormati lawan percaya diri dan menghormati observasi lawan, percaya diri dan menghormati lawan

Mengetahui,

160

…..,………………… 20 …….

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Kepala SMP/MTs ……………

Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

161

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 2. Mempraktikan jenis latihan kebugaran jasmani, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 2.1. Mempraktikan jenis latihan kekuatan dan daya tahan otot serta nilai disiplin dan tanggung jawab 2.2. Mempraktikan latihan daya tahan jantung dan paru-paru serta nilai disiplin dan tanggungjawab Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat melakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki dengan benar b. Siswa dapat melakukan latihan kekuatan dan daya tahan lengan, bahu dan dada dengan benar c. Siswa dapat melakukan bentuk latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Pengenbangan/Kebugaran jasmani • Latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada • Latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit C. Metode Pembelajaran - Pertemuan 1 = penugasan - Pertemuan 2 = resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

162

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki di tempat sambil berdiri dengan merendahkan dan menaikan lutut ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki berjalan dengan satu kaki bergerak maju ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki di tempat naik turun bangku ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki melompat bangku sambil bergerak maju dan menyamping ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot lengan, bahu dan dada saling mendorong bahu, di tempat (berpasangan)  Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot lengan, bahu dan dada mendorong lengan kelantai, dilanjutkan dengan bertumpu menggunakan dua lengan, di tempat (berpasangan)  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan a. guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak b. siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya c. siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar d. siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

163

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, e. bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. f. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1 • pemanasan • pembelajaran 2

Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

164

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan)

 

Melakukan lari 12 menit ( perorangan/ berkelompok/ berpasangan) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman (Bangsal senam) - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

165

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

-

Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Aspek Psikomotor • Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki • Melakukan latihan kekuatan dan daya tahan lengan, bahu dan dada Aspek Kognitif • Mengetahui bentuk-bentuk latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada Aspek Afektif • Disiplin dan tanggungjawab

Penilaian Teknik

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes praktik Tes Contoh Lakukan bentuk latihan kekuatan, Kinerja daya tahan otot lengan dan kaki (Kinerja)

Tes tertulis

Tes observasi rvasi

Pilihan Bentuk gerakan naik turun bangku ganda/uraia merupakan bentuk latihan . n singkat Lembar observasi

Disiplin dan tanggungjawab

Aspek Psikomotor Tes praktik Tes Contoh Lakukan tes kesegaran jasmani • Melakukan bentuk latihan Kinerja (TKJI) ! kebugaran jasmani dengan lari (Kinerja) jarak menengah atau lari 12 menit Tes tertulis Pilihan Aspek Kognitif Apa tujuan dan maksud dari tes lari ganda/uraia 12 menit ? • Mengetahui fungsi dan tujuan n singkat tes lari 12 menit Tes Aspek Afektif observasi Lembar Disiplin dan tanggungjawab • Disiplin dan observasi tanggungjawab 1. Teknik penilaian: - Tes unjuk kerja (psikomotor): Lakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada serta latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 50 Jumlah skor maksimal - Pengamatan sikap (afeksi):

166

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Lakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada serta latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin Keterangan: Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal - Kuis/embedded test (kognisi): Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada serta latihan kebugaran jasmani dengan lari jarak 2,4 km atau lari 12 menit Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis 2. Rubrik Penilaian RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA MELAKUKAN BENTUK LATIHAN Kualitas Gerak

Aspek Yang Dinilai

1

2

3

4

Kekuatan dan daya tahan otot kaki dengan gerak melangkah menggunakan satu kaki yang satunya dilipat ke belakang dan dipegang teman (dilakukan berkelompok) 1. Bergerak maju hingga mencapai jarak yang telah ditentukan Kekuatan dan daya tahan otot lengan, bahu dan dada dengan gerak passing bola dari dada dilakukan secara berkelompok 2. Bola didorong ke depan lurus oleh kedua lengan mencapai jarak yang telah ditentukan/ teman Lari 12 menit Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

167

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Dapat melakukan lari selama 12 menit mengelilingi lapangan basket/voli

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12 RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM KEBUGARAN JASMANI PERILAKU YANG DIHARAPKAN

CEK (√ )

1. Tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 2. Disiplin(Melakukan latihan mengikuti aturan yang telah ditentukan) Jumlah Jumlah Skor Maksimal = 2

RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP KEBUGARAN JASMANI Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1.

Bagaimana cara melakukan latihan kekuatan dan daya tahan otot kaki, lengan, bahu dan dada ? 2. Bagaimana cara mengetahui tingkat kebugaran seseorang setelah lari 12 menit/2,4 km JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

168

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, (__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

169

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII / I

Standar Kompetensi* 3. Mempraktikan senam dasar dengan teknik yang benar dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 3.1. Mempraktikan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki serta nilai disiplin, keberanian, dan tanggung jawab 3.2. Mempraktikan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki serta nilai disiplin, keberanian, dan tanggung jawab Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran

a.

Siswa dapat melakukan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) dengan benar b. Siswa dapat melakukan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki (sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi) dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Uji diri/Senam lantai • Senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) • Senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki (sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi) C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik Pertemuan 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik

170

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan senam dasar rincian kegiatan sebagai berikut :

dengan bentuk latihan keseimbangan, dengan



bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) secara berkelompok atau berpasangan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.  Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

171

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) • Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan • Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

172

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,



sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi ( dengan bantuan dilanjutkan tanpa bantuan ) berkelompok atau berpasangan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

173

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; E. Sumber Belajar - Ruang terbuka yang datar dan aman (Bangsal senam) - Matras - Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

F. Penilaian Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Aspek Psikomotor • Berdiri dengan satu kaki (sikap melayang) Aspek Kognitif • Mengetahui bentu latihan sikap melayang, Aspek Afektif • Disiplin, keberanian, dan tanggungjawab

Aspek Psikomotor • Melakukan sikap lilin • Berdiri dengan dahi Aspek Kognitif • Mengetahui bentu latihan,sikap lilin dan berdiri dengan dahi Aspek Afektif • Disiplin, keberanian, dan tanggungjawab

174

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

Tes praktik Tes Contoh Lakukan berdiri dengan satu kaki Kinerja (sikap melayang) (Kinerja)

Pilihan Diskripsikan gerakan belayang ganda/uraia 9sikap kapal terbang) n singkat Disiplin, keberanian, dan Tes tanggungjawab observasi Lembar observas rvasi

Tes tertulis

Tes praktik Tes Contoh Lakukan) sikap Kinerja dengan dahi ! (Kinerja) Tes tertulis

lilin, dan berdiri

Pilihan Posisi kedu telapak tangan dan dahi ganda/uraia saat melakukan kopstand, adalah .. n singkat

Tes Lembar observasi observasi

Disiplin, keberanian, dan tanggungjawab

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

1. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = ----------------------------------------- X 30 Jumlah skor maksimal

-

Kuis/embedded test (kognisi):

Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok, melompat dengan satu kaki, berjalan pada titian) dan senam dasar dengan bentuk latihan keseimbangan bertumpu pada selain kaki (sikap lilin, berdiri dengan tangan, berdiri dengan dahi) Keterangan: Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

175

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Nilai = ----------------------------------------- X 20 Jumlah skor maksimal - Nilai akhir yang diperoleh siswa =

2. Rubrik

Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis

Penilaian

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA TEKNIK DASAR MELAKUKAN SENAM DASAR Kualitas Gerak Aspek Yang Dinilai 1 2 3 Keseimbangan dengan kaki 1. Berdiri dari posisi jongkok dengan satu kaki yang diangkat lurus ke depan dan kedua lengan terentang lurus ke samping 2. Melompat menggunakan satu kaki, kaki yang satunya ditekuk ke belakang 3. Berjalan pada titian, kedua lengan terentang ke samping dan tidak terjatuh/tergelincir Keseimbangan selain kaki 4. Sikap lilin, posisi awal tidur telentang dan kedua kaki lurus ke atas dan rapat 5. Berdiri dengan tangan, tumpuan kedua lengan lurus sejajar bahu, badan lurus dan kaki rapat dan lurus ke atas 6. Berdiri dengan dahi, posisi awal dahi dan kedua telapak tangan membentuk segi tiga sama sisi, kedua kaki terangkat ke atas lurus dan rapat JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 24

RUBRIK PENILAIAN PERILAKU DALAM SENAM DASAR PERILAKU YANG DIHARAPKAN 1. Keberanian (tidak ragu-ragu saat melakukan gerakan) 2. Kedisiplinan (gerakan dilakukan dengan tertib) 3. Tanggung jawab (menjaga keselamatan diri dan orang lain)

JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 3

176

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

CEK (√ )

4

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, RUBRIK PENILAIAN PEMAHAMAN KONSEP DALAM SENAM DASAR Kualitas Jawaban

Pertanyaan yang diajukan

1

2

3

4

1. Bagaimana cara melakukan keseimbangan menggunakan kaki (berdiri dengan satu kaki dari posisi jongkok) ? 2. Bagaimana cara melakukan keseimbangan menggunakan selain kaki (sikap lilin) ? JUMLAH JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8

Mengetahui, Kepala SMP/MTs ……………

…..,………………… 20 ……. Guru Mapel PJOK.

(__________________________) NIP/NIK : ..............................

(_______________________) NIP/NIK : ..............................

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester

: .............................. : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII/ I

Standar Kompetensi* 4. Mempraktikan rangkaian gerak teknik senam irama tanpa dan dengan alat serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 4.1. Mempraktikan rangkaian aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang baik serta nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika 4.2. Mempraktikan rangkaian aktivitas ritmik berirama menggunakan alat dengan koordinasi gerak serta nilai, disiplin, toleransi, keluesan, dan estetika Alokasi Waktu

: 2x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat melakukan melakukan gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki biasa dengan koordinasi yang baik dengan benar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

177

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs,

2.

Siswa dapat melakukan melakukan gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki rapat dengan koordinasi yang baik dengan benar 3. Siswa dapat melakukan melakukan gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki keseimbangan dengan koordinasi yang baik dengan benar 4. Siswa dapat melakukan teknik dasar ayunan satu lengan depan, belakang dan samping, dengan benar 5. Siswa dapat melakukan teknik dasar ayunan satu lengan ke samping bersamaan memindahkan berat badan, dengan benar



Karakter siswa yang diharapkan :

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) Kerja sama ( Cooperation ) Toleransi ( Tolerance ) Percaya diri ( Confidence ) Keberanian ( Bravery )

B. Materi Pembelajaran Aktivitas Ritmik/Senam irama - Gerak rangkai ayun satu lengan dan gerak langkah kaki dengan koordinasi yang baik C. Metode Pembelajaran Pertemuan 1 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik Pertemuan 2 = penugasan dan resiprokal/timbal-balik D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (2 x 40 menit) 1 Kegiatan Pendahuluan (15 menit) - Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan - Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran

2

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan gerak langkah kaki dengan koordinasi yang baik untuk menanamkan nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

  

178

Melakukan teknik dasar langkah kaki biasa Melakukan teknik dasar langkah kaki rapat Melakukan teknik dasar langkah keseimbangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, 

memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu. bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

179

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; Pertemuan 2 (2 x 40 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran 2.

Kegiatan Inti (45 menit)

 Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru:



Melakukan gerak rangkai mengayun satu lengan dengan koordinasi yang baik untuk menanamkan nilai disiplin, toleransi, keluesan dan estetika, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

 Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan depan, belakang dan samping  Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan ke samping bersamaan memindahkan berat badan  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan.

 Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru:



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model tugas/penugasan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak siswa mempelajari tugas ajar dan indikator keberhasilannya siswa memperkirakan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketuntasan tugas ajar siswa melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sendiri bagi siswa yang belum mampu mencapai target belajar sesuai dengan alokasi waktunya, maka mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki target waktu.

180

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, bagi siswa yang telah berhasil mencapai target sesuai dengan waktu atau lebih cepat, maka mereka diberi kesempatan untuk mencoba permainan bolavoli dengan peraturan yang dimodifikasi.



Strategi pelaksanaan dengan menggunakan model resiprokal/timbal-balik guru mengatur siswa agar berpasang-pasangan guru membagikan bahan ajar, yang berisi deskripsi tugas dan indikator tugas gerak kepada setiap pasangan siswa mempelajari tugas gerak dan indikator keberhasilannya siswa membagi tugas, siapa yang pertama kali menjadi pelaku dan siapa yang menjadi pengamat siswa melaksanakan tugas gerak, dan berganti peran bilamana pelaku sudah berhasil menampilkan gerak sesuai dengan indikator yang telah ditentukan  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

 Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru:  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru:  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

-

E. Sumber Belajar Ruang terbuka yang datar dan aman (Bangsal senam) Tongkat, kaset senam irama dan radio tave Buku teks - Buku referensi, , Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII, - Lembar Kerja Proses Belajar, Roji, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan F. Penilaian

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) PJOK..

181

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi

Aspek Psikomotor • Melakukan teknik dasar langkah kaki biasa • Melakukan teknik dasar langkah kaki rapat • Melakukan teknik dasar langkah keseimbangan •

Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan depan, belakang dan samping • Melakukan teknik dasar ayunan satu lengan ke samping bersamaan memindahkan berat

Penilaian Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Instrumen

Источник: [https://torrent-igruha.org/3551-portal.html]

Hak cipta © 2014 pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang - Undang Milik Negara Tidak Diperdagangkan

Disklainer : Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku Siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan jumpsuit vero moda dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. VI, 170 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMA/MA/SMK/MK Kelas XI Semester 2 ISBN 978-602-282-464-0 (jilid lengkap) ISBN 978-602-282-467-1 (jilid 2b) 1. PJOK -- Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 613.7

Kontributor Naskah Penelaah Penyelia Penerbitan

: Sumaryoto dan Soni Nopembri. : Hermawan Pamot Raharjo dan Dian Budiana. : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Cetakan Ke-1, 2014 Disusun dengan huruf Minion Pro, 11 pt

ii

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Kata Pengantar Kemajuan peradaban telah menciptakan pola hidup praktis, cepat, dan instan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kebugaran jasmani. Kegiatan sehari-hari yang menggunakan sebagian kecil anggota tubuh saja dengan usaha minimal, termasuk makan makanan siap saji, adalah pola hidup yang terjadi akibat kemajuan peradaban. Kenyataan ini sangat perlu diimbangi dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebugaran dan kesehatan jasmani, yang telah dirumuskan dalam kompetensi keterampilan Kurikulum 2013 yaitu memiliki kemampuan pikir dan jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak, sebagai arahan akan pentingnya kesadaran atas kebugaran dan kesehatan jasmani. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Pendidikan Menengah Kelas X yang disajikan dalam buku ini memuat aktivitas dan materi yang diperlukan untuk memberikan kesadaran itu; termasuk juga pengetahuan dan teknik yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh, PJOK bukan hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan motorik, atau terbagi menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang memuat pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan konkret dan abstrak yang dibentuk melalui pengetahuan tersebut, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan utuh. Sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas tentang jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk siswa Pendidikan Menengah Kelas X. Aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membiasakan siswa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena sadar pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan melalui gerak jasmani, olahraga dan dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Implementasi terbatas Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapatkan tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Januari 2014 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

iii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.

iii

DAFTAR ISI.

iv

PELAJARAN I: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Voli . 1

PELAJARAN II: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Softball ., jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. 11 B. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Tenismeja . 18

PELAJARAN III: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik A. Kategori Keterampilan Gerak Lempar . 25 B. Kategori Keterampilan Gerak Lempar Cakram . 37 C. Kategori Keterampilan Gerak Lempar Peluru . 46 D. Kategori Keterampilan Gerak Jalan. 51

PELAJARAN IV: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Beladiri A. Kategori Keterampilan Gerak Beladiri Pancaksilat., jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. 59

PELAJARAN V: Menganalisis Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani A. Kebugaran Jasmani. 71 B. Konsep Pengukuran Kebugaran Jasmani Terkait Keterampilan. 72 C. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Untuk Usia 16-19 Tahun. 76 D. Ringkasan . 80

iv

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

PELAJARAN VI: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Senam Ketangkasan A. Keterampilan Gerak Loncat Jongkok . 81

PELAJARAN VII: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Gerak Ritmik A. Kategori Keterampilan Gerak Ritmik . 84

PELAJARAN VIII: Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang A. Mengenal Aktivitas Gerak Renang . 93 B. Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Renang . 95 C. Keterampilan Gerak Renang Gaya Punggung . 98 D. Keterampilan Gerak Renang Gaya Kupu-kupu . 104

PELAJARAN IX: Memahami Penyakit HIV / AIDS A. Pengertian Penyakit HIV / AIDS . 109 B. Bahaya Penyakit HIV / AIDS . 111 C. Penularan Penyakit HIV / AIDS . 112 D. Pencegahan Penyakit HIV / AIDS . 117 E. Pengobatan Penyakit AIDS . 119 F. Tes HIV . 119 G. Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV / AIDS. 122 H. Ringkasan . 123

PELAJARAN X : Menganalisis dan Merencanakan Kesehatan Pribadi A. Faktor - faktor yang mempengaruhi kesehatan pribadi . 124 B. Aktivitas belajar merencanakan program kesehatan pribadi. 133 C. Ringkasan . 136

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

v

DAFTAR PUSTAKA . 137 GLOSARIUM . 141 LAMPIRAN . 154

vi

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran I

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Besar A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bolavoli Permainan bolavoli merupakan permainan beregu menggunakan bola besar yang dimainkan oleh dua regu saling berhadapan, masing-masing regu enam orang. Setiap regu diperbolehkan memainkan bola di daerah pertahanannya sebanyak-banyaknya tiga kali pukulan. Permainan bolavoli adalah permainan yang berbentuk memukul bola di udara hilir mudik di atas net satu jaring, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lawan untuk mencari kemenangan dalam permainan. Memvoli dan memantulkan bola ke udara harus mempergunakan bagian tubuh mana saja, asalkan dengan pantulan yang sempurna (tidak ganda). Keterampilan gerak dalam permainan bolavoli adalah keterampilan gerak servis (tangan bawah dan tangan atas) passing atas dan bawah, smash, dan block/bendungan (tunggal dan berkawan).

1. Keterampilan Gerak Servis Servis adalah suatu upaya seorang pemain untuk menyeberangkan bola melewati atas net dari luar garis belakang lapangannya yang merupakan awalan dari suatu serangan. Servis dapat dilakukan dengan cara dari bawah dan atas. Berikut cara melakukan servis tersebut. a. Keterampilan Gerak Servis Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak servis bawah melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah menghadap ke jaring net. 2) Tangan kiri memegang bola di bawah depan badan dan badan sedikit bungkuk. 3) Lambungkan bola menggunakan tangan kiri lebih kurang setinggi 30 cm,

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

1

bersamaan itu tangan kanan memukul dengan gerakan mengayun dari belakang bawah ke depan hingga bola melayang melewati atas net/jaring. 4) Perhatikan gambar 1.19.

Gambar 1.19. Gerakan Servis Bawah

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis bawah, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak ditekuk, badan kurang membungkuk, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun ke belakang, dan tidak diikuti gerakan lanjutan. b. Keterampilan Gerak Servis Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak servis atas melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah menghadap jaring. 2) Lambungkan bola lurus ke atas menggunakan tangan kiri lebih kurang dari 60 cm di atas depan kepala dan pandangan dipusatkan pada bola. 3) Ayunkan lengan kanan dari belakang ke atas kemudian ke depan secara serentak. 4) Pukul bola menggunakan telapak tangan. 5) Gerakan lanjutan ke depan bagi tangan yang memukul diikuti dengan Gambar 1.20. Gerakan Servis Atas melangkahkan kaki yang berada di belakang. 6) Perhatikan gambar 1.20. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis atas, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki sejajar dan tidak membuka, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah kurang diayun ke belakang, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, dan tidak diikuti gerakan lanjutan. 2

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

c. Keterampilan Gerak Servis Menyamping Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan servis menyamping melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi berdiri kedua kaki jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah dibuka menyamping ke arah net/jarring. 2) Tangan kiri memegang bola dan tangan kanan siap untuk memukul. 3) Lambungkan bola ke atas oleh tangan kiri di atas bahu, bersamaan dengan gerakan itu ayunkan lengan/tangan yang akan memukul, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. 4) Pukul dari samping ke belakang dengan telapak tangan terbuka mengarah ke bola. 5) Setelah melakukan servis dilanjutkan dengan gerak lanjut dari tangan pukul yang diikuti oleh anggota tubuh lainnya. 6) Perhatikan gambar 1.21. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak servis bawah, yaitu sikap badan kaku, kedua kaki tidak sejajar, badan tidak menyamping, lambungan bola terlalu tinggi, tangan yang memukul kurang diayun, dan tidak diikuti gerakan lanjutan.

Gambar 1.21. Gerakan Servis Menyamping

d. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar dibawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis bawah, atas, dan menyamping: 1). Berdiri secara berpasangan (satu bola oleh dua orang) di belakang garis lapangan. 2). Salah satu siswa melakukan servis bawah, atas, dan menyamping dengan berusaha melewati net/jarring. 3). Siswa yang lain (pasangan) menangkap bola di daerah lapangannya.

Vw golf noise on startup Jasmani Olahraga dan Kesehatan

3

4). Bergantian melakukan servis dan menangkap bola hingga waktu yang ditentukan oleh guru. 5). Perhatikan gambar 1.22.

Gambar 1.22. Aktivitas Berpasangan untuk Belajar Keterampilan Gerak Servis

2. Keterampilan Gerak Passing a. Keterampilan Gerak Passing Bawah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak passing bawah melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri seimbang dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. 2) Lutut sedikit ditekuk dan badan agak condong ke depan. 3) Kedua lengan dirapatkan dan lurus ke depan bawah. 4) Ayunkan kedua lengan secara bersama-sama lurus ke atas depan bersamaan dengan meluruskan kedua lutut. 5) Perkenaan pada kedua tangan 6) Sikap akhir adanya gerak lanjut dari lengan yang diikuti anggota tubuh lainnya. 7) Perhatikan gambar 1.23.

Gambar 1.23. Gerakan Passing Bawah

4

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak passing bawah, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka, lutut jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah ditekuk, kedua lengan kurang rapat, ayunan lengan dan meluruskan lutut tidak bersamaan, perkenaan bola tidak pada kedua tangan, dan tidak diikuti gerak lanjutan. b. Keterampilan Gerak Passing Atas Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak passing bawah dapat dilakukan melalui urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri seimbang dengan tumpuan kedua kaki dan salah satu kaki di depan. 2) Pandangan diarahkan pada bola. 3) Badan sedikit condong ke depan. 4) Kedua tangan terbuka di atas depan kepala dengan siku bengkok ke samping. Gambar 1.24. Gerakan Passing Atas

5) Dorong bola ke atas dengan menggunakan pangkal jari-jari tangan diikuti dengan gerakan meluruskan kedua siku dan kedua lutut diluruskan sehingga badan lurus. 6) Sikap akhir merupakan gerak lanjut dari kedua lengan diikuti oleh anggota tubuh lainnya. 7) Perhatikan gambar 1.24. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak passing atas, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak seimbang karena kedua kaki tidak dibuka dan sejajar, lutut tidak ditekuk, kedua lengan tidak berada di atas depan kepala, perkenaan bola tidak pada jari-jari tangan, dorongan tidak bersamaan dengan meluruskan siku dan lutut, dan tidak diikuti gerak lanjutan. c. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Passing 1). Aktivitas Belajar I Cobalah lakukan aktivitas belajar satu di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak passing bawah dan atas: a) Siswa saling berpasangan (satu bola oleh dua orang) dipisahkan oleh net/jaring. b) Permulaan permainan diawali dengan lemparan. c) Para siswa berupaya saling memindahkan bola melewati net/jarring dengan passing bawah atau atas. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

5

d) Selama bola belum menyentuh lantai, bola dinyatakan dalam permainan (bola hidup). e) Siswa yang lebih dulu mengumpulkan angka 15 dinyatakan sebagai pemenang, kecuali deuce, maka siswa yang mendapatkan nilai selisih dua yang menang. f) Perhatikan gambar 1.25.

Gambar 1.25. Permainan Satu Lawan Satu untuk Belajar Keterampilan Gerak Passing

2). Aktivitas Belajar II Cobalah lakukan aktivitas belajar satu di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak passing bawah dan atas:

Gambar 1.26. Permainan Tiga Lawan Tiga untuk Belajar Keterampilan Gerak Passing.

a) Siswa dibagi dalam kelompok (satu kelompok tiga orang). b) Lapangan dengan lebar 3 meter, net dapat menggunakan tali/tambah yang direntangkan sepanjang lapangan. c) Permulaan permainan diawali dengan lemparan. d) Setiap kelompok berupaya untuk memindahkan bola dengan passing bawah atau atas. e) Setiap kelompok hanya boleh menyentuh bola tiga kali dan setiap anggota kelompok harus menyentuh bola. f) Selama bola belum menyentuh dinding lantai, bola dinyatakan dalam permainan (bola hidup).

6

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

g) Peserta yang lebih dulu mengumpulkan angka 15 dinyatakan sebagai pemenang, kecuali deuce, maka regu yang mendapatkan nilai selisih dua yang menang, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. h) Perhatikan gambar 1.26.

3. Keterampilan Gerak Smash Smash adalah usaha memukul bola untuk melakukan serangan keras yang ditujukan jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah pertahanan lawan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak smash melalui urutan gerakan sebagai berikut. a. Berdiri menghadap net/jaring dengan jarak 2-3 langkah. b. Ambil awalan dengan langkah lebar dan datar. c. Kedua lengan diayunkan ke belakang dan pandangan ke arah bola. d. Lakukan tolakan dengan menekuk kedua lutut kemudian lanjutkan dengan loncatan. Gambar 1.27. Rangkaian Gerakan Smash e. Ayunkan lengan yang akan memukul ke depan dan punggung melenting ke belakang. f. Bola dipukul dengan lengan terjulur, telapak tangan terbuka, dan menaungi bola dengan melecutkan pergelangan tangan. g. Pendaratan dilakukan dengan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper. h. Perhatikan Gambar 1.27. Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak smash, yaitu: sikap badan kaku, berdiri terlalu dekat dengan net/jaring, awalan langkah terlalu banyak dan lebar, tolakan tidak menekuk lutut, lengan tidak terayun ke depan pada saat akan memukul bola, dan pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper. Aktivitas Belajar keterampilan Gerak Smash Coba kalian lakukan aktivitas belajar ini untuk belajar keterampilan gerak smash: 1). Siswa berkelompok sebanyak 3 orang. satu kelompok mendapatkan satu bola. 2). Satu siswa sebagai penangkap bola, satu siswa sebagai pengumpan, dan satu siswa sebagai smasher. 3). Siswa penangkap bola berada di daerah lapangan yang terpisahkan net/jaring dengan siswa sebagai pengumpan black no climb horse fence smasher. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

7

4). Siswa smasher melambungkan bola kepada siswa pengumpan kemudian mengumpankan bola dengan passing atas/bawah mendekati net/jaring. 5). Siswa smasher memukul bola melewati dan diarahkan pada siswa penangkap bola yang berada di seberang net/jaring. 6). Siswa penangkap berupaya untuk menangkap bola dan berganti menjadi smasher setelah melakukan smash. 7). Siswa smasher berganti menjadi pengumpan dan siswa pengumpan berganti menjadi penangkap bola. 8). Begitu seterusnya hingga waktu yang ditentukan guru. 9). Aktivitas ini juga menggabungkan keterampilan gerak passing dan smash. 10). Perhatikan gambar 1.28.

Gambar 1.28. Permainan dua lawan satu untuk Belajar Keterampilan Gerak Smash

4. Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking) Bendungan (Blocking) adalah upaya menggagalkan serangan (smash) dari pihak lawan dengan cara cara membendung bola di atas di atas jaring sambil meloncat. Blocking dapat dibedakan menjadi Blocking tangan aktif dan pasif. Cara membendung dapat dilakukan oleh satu orang, dua orang, atau tiga orang, tergantung kuat atau tidaknya serangan (smash) dari lawan. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak bendungan/blocking melalui urutan gerakan sebagai berikut: a. Berdiri menghadap net/jaring. b. Amati bola dan pemain lawan. c. Meloncat dari posisi agak jongkok kedua tangan di depan atas setinggi bahu. d. Julurkan kedua tangan ke atas untuk menghadang dan menutup bola yang dipukul. e. Mendaratlah dengan kedua kaki secara bersamaan dan lutut mengeper.

8

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Gambar 1.29. Rangkaian Gerakan membendung (blocking)

Perhatikanlah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak bendungan/blocking, yaitu: sikap badan kaku, berdiri tidak menghadap net/jaring, awalan loncat kurang maksimal karena tolakan tidak menekuk lutut, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, kedua tangan tidak berada di atas depan, kedua tangan kurang dijulurkan melewati net/jaring, dan pendaratan tidak dilakukan dengan lutut mengeper. a. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Bendungan (Blocking) Cobalah kalian lakukan aktivitas belajar di bawah ini untuk belajar gerak bendungan/blocking: 1). Siswa berkelompok sebanyak 3 orang. satu kelompok mendapatkan satu bola. 2). Satu siswa sebagai pembendung/blocker, satu siswa sebagai pengumpan, dan satu siswa sebagai smasher. 3), jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. Siswa pembendung/blocker berada di daerah lapangan yang terpisahkan net/ jaring dengan siswa sebagai pengumpan dan smasher. 4). Siswa smasher melambungkan bola kepada siswa pengumpan kemudian mengumpankan bola dengan passing atas/bawah mendekati net/jaring, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. Siswa smasher memukul bola melewati. 5). Siswa pembendung / blocker berupaya untuk membendung bola dan berganti menjadi smasher setelah melakukan bendungan. 6). Siswa smasher berganti menjadi pengumpan dan siswa pengumpan berganti menjadi pembendung/ blocker. 7). Begitu seterusnya hingga waktu yang ditentukan guru. 8). Aktivitas ini juga menggabungkan keterampilan gerak passing, smash, dan bendungan/blocking. Gambar 1.30. Permainan dua lawan satu untuk Belajar 9). Perhatikan gambar 1.30. Keterampilan Gerak Bendungan/Block Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

9

5. Ringkasan Permainan bolavoli adalah permainan yang berupaya memukul bola di udara hilir mudik di atas net/jaring, dengan maksud dapat menjatuhkan bola pada daerah kosong lapangan lawan. Keterampilan gerak dalam Permainan bolavoli meliputi precision gymnastics and tumbling gilbert az gerak servis (bawah, atas, dan menyamping), Passing atas dan bawah, Smash, dan Bendungan (Blocking). Keterampilan gerak dalam permainan bolavoli dapat dikembangkan melalui aktivitas belajar secara individu, berpasangan dan berkelompok. Pada saat belajar keterampilan gerak bolavoli perlu diterapkan pula sikap yang baik, seperti: sportif, bekerjasama, toleransi, disiplin, menerima kekalahan dan kemenangan.

10

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran II

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Permainan Bola Kecil A. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Softball Permainan Softball termasuk permainan beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Permainan softball dimainkan oleh 9 orang pemain dan bermain dalam 7 inning, yaitu masing-masing regu mendapat giliran menjadi pemain bertahan dan menyerang masing-masing 7 kali. Pergantian ini apabila regu bertahan berhasil mematikan pemain dari regu penyerang sebanyak 3 orang. Cara memainkannya ialah seorang pemukul melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pitcher (pelempar bola). Bola dipukul dengan menggunakan alat pukul (bat). Pelempar bola bertugas dari tengah lapangan, dimana anggota regunya bertugas juga di tiga home base, empat di luar lapangan dan satu di home plate. Seorang pemukul, harus berhasil mengelilingi semua base sebelum bola mengenai base yang ditujunya. Pemukul dapat menolak lemparan bola yang dirasa tidak sesuai.

1. Keterampilan Gerak Memegang Bet/Pemukul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak memegang bet/ pemukul dengan urutan gerakan sebagai berikut: a, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. Kayu pemukul dipegang erat dengan dua tangan saling merapat. b. Posisi pegangan senyaman mungkin untuk melakukan pukulan. ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat/stick softball, yaitu: 1) Pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol. 2) Pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol. 3) Pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari Gambar 2.1. Cara Memegang Tongkat Pemukul bonggol. c. Perhatikan Gambar 2.1.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

11

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika memegang tongkat pemukul, yaitu: pegangan kurang kuat, tidak fokus dalam memegang, memegang tidak sesuai tujuan dalam memukul, dan posisi lengan kaku.

2. Keterampilan Gerak Memukul Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak memukul dengan urutan gerakan sebagai berikut: a. Sikap awal peganglah pemukul sesuai dengan cara memegang pemukul. b. Kaki dibuka senyaman mungkin, sikap badan sedikit membungkuk, mengahadap ke pelemparan bola. c. Ketika bola datang, segera ayunkan kembali kedua lengan dan tangan sehingga bola dan pemukul Gambar 2.2. Memukul Bola bertubrukan. d. Arahkan pukulan ke bawah, menyusur tanah/mendatar, atau melambung jauh ke belakang. e. Pada akhir pukulan diikuti badan sedikit memutar sebagai gerakan lanjutan. f. Perhatikan gambar 2.2. Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika memukul bola softball, yaitu: pegangan kurang kuat, tidak fokus pada bola, ayunan kedua lengan kurang maksimal, posisi badan kaku, arah pukulan tidak jelas, dan tidak ada gerak lanjut.

3. Keterampilan Gerak Melempar Bola Keterampilan melempar bertujuan untuk melemparkan bola ke teman satu tim dalam bermain. Ada beberapa macam lemparan, yaitu: melempar bola rendah, lurus, dan tinggi, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. a. Melempar Bola Rendah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola rendah dengan urutan gerakan sebagai berikut: jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola.

12

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

3) Ayunkan tangan kanan ke depan dari arah bawah, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Arah lemparan bola ke depan menyusur tanah. 5) Perhatikan gambar 2.3.

Gambar 2.3. Melempar Bola Rendah

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola rendah softball, yaitu: memegang bola kurang fokus, pandangan tidak fokus, badan kurang bungkuk, lemparan dan langkah kaki tidak bersamaan. b. Melempar Bola Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola lurus dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan ke depan setinggi bahu, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Lempar bola ke depan lurus kurang lebih meluncur setinggi dada/bahu penerima bola yang dibantu dengan melecutkan pergelangan tangan lempar. 5) Perhatikan gambar 2.4.

Gambar 2.4. Melempar Bola Lurus

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

13

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola dalam softball, yaitu: sikap badan kaku, ayunan lengan kurang kuat, badan kaku dan tidak seimbang, tidak ada lecutan saat akhir lemparan, dan tidak diikuti gerak lanjut. c. Melempar Bola Tinggi Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melempar bola tinggi dengan urutan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah lemparan. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan ke depan dari arah bawah ke atas, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Lemparan bola ke atas dengan mengayunkan tangan lempar dari belakang bawah menuju ke atas yang jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah dengan melecutkan pergelangan tangan yang melempar; 5) Sikap akhir dengan gerak lanjutan dari tangan lempar lurus ke depan, dibantu dengan gerak ikutan anggota tubuh lainnya. 6) Perhatikan gambar 2.5.

Gambar 2.5. Melempar Bola Tinggi

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melempar bola tinggi dalam softball, yaitu: sikap badan kaku, ayunan lengan kurang kuat, memegang bola tidak sesuai, kedua kaki kurang membuka, arah lemparan tidak ke atas depan, badan kaku dan tidak seimbang, dan tidak ada gerak lanjut. d. Melambungkan Bola (pitching) Melambungkan bola biasanya dilakukan seorang new deal skateboards for sale (pitcher). Bola yang dilemparkan dengan baik ialah bola yang berada di atas home base di antara lutut dengan bahu si pemukul. jika bola dilemparkan dengan baik maupun tidak, umpire mengatakan strike. Apabila bola dilemparkan salah, yaitu tidak berada di atas home base antara lutut dan bahu si pemukul, dinamakan ball.

14

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak melambungkan bola melalui gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri posisi melangkah dengan kaki kiri di depan, menghadap ke arah pemukul. 2) Tangan kanan memegang bola. 3) Ayunkan tangan kanan dari belakang ke depan, saat tangan melintasi badan bola dilepaskan bersamaan melangkahkan kaki kiri ke depan. 4) Akhiri gerakan kaki kanan ke depan, berat badan dibawa ke depan.

Gambar 2.6. Melambungkan Bola

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melambungkan bola dalam softball adalah sikap badan kaku, cara melempar bola yang kurang pas / tidak masuk daerah pukulan, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak ada gerak lanjut.

4. Keterampilan Gerak Menangkap bola Menangkap bola pada softball menggunakan alat yang diberi nama sarung/ glove. Menangkap bola bertujuan untuk menerima bola dari teman atau satu tim dalam bermain. Ada beberapa macam menangkap bola, yaitu: menangkap bola rendah, menangkap bola lurus, dan menangkap bola tinggi. a. Menangkap Bola Rendah Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola rendah melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal badan menghadap ke arah datangnya bola kedua kaki sedikit dibuka 2) Badan dibungkukkan ke depan. 3) Kedua telapak tangan menghadap ke bola membentuk mangkuk. 4) Tangan ray flowers fantasy baseball draft guide menangkap bola diikuti tangan kanan menutup glove setelah bola ditangkap. 5) Perhatikan gambar 2.7. Gambar 2.7. Menangkap Bola Rendah

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

15

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola. b. Menangkap Bola Lurus Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola lurus melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal menghadap ke arah bola datang kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut agak ditekuk. 2) Posisi badan agak condong ke depan kedua telapak tangan menghadap ke arah bola membentuk mangkuk. 3) Usahakan bola masuk di antara dua tapak tangan tutup dengan jari-jari dan tarik ke arah dada untuk meredam kecepatan bola. 4) Perhatikan gambar 2.8. Gambar 2.8. Menangkap Bola Lurus

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika menangkap bola rendah softball, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola. c.Menangkap Bola Tinggi

Gambar 2.9. Menangkap Bola Tinggi

16

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak menangkap bola tinggi melalui gerakan sebagai berikut: 1) Sikap awal menghadap ke arah bola datang kedua kaki dibuka selebar bahu dan lutut agak ditekuk. 2) Posisi badan agak condong ke depan kedua telapak tangan menghadap ke arah bola membentuk mangkuk. 3) Usahakan bola masuk di antara dua tapak tangan tutup dengan jari-jari dan tarik ke bawah untuk meredam kecepatan bola. 4) Perhatikan gambar 2.9.

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Perhatikan kesalahan-kesalahan yang york region volleyball league terjadi ketika menangkap bola rendah softball, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, yaitu: badan kaku, pandangan tidak mengarah ke datangnya bola, badan kurang bungkuk, kedua telapak tangan terlalu rapat, dan kedua tangan kurang harmonis dalam menyambut datangnya bola.

5. Aktivitas Belajar melalui Permainan Softball Sederhana Setelah kalian melakukan dan menganalisis berbagai keterampilan gerak dalam permainan softball, sekarang cobalah lakukan aktivitas belajar berikut ini: a. Buatlah dua regu yang sama banyak. Satu regu sebagai pemukul dan regu lainnya sebagai penjaga. b. Regu yang mendapat giliran memukul, setiap pemain mendapat kesempatan 3 kali memukul. Jika pukulan yang pertama atau kedua sudah baik, pemukul harus segera lari ke base pertama. c. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelum permainan dimulai. d. Tiap-tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, di mana pemukul pertama tidak boleh dilalui pemukul kedua dan seterusnya. e. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam permainan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melempar bola kepada pemukul. f. Pada waktu akan di “tik” pelari tidak boleh menghindar dengan berlari keluar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan. g. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapat nilai 1. h. Lama bermain ditentukan dengan inning dan lamanya permainan softball adalah 7 inning/babak. i. Perhatikan gambar 2.10.

Gambar 2.10. Aktivitas Belajar Permainan Softball Sederhana

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

17

6. Ringkasan Permainan Softball termasuk permainan beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Keterampilan gerak dalam permainan softball yang perlu diketahui dan dikuasai adalah keterampilan memegang tongkat (pemukul), memukul, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, melempar dan menangkap bola. Memegang bet/pemukul dapat dilakukan dengan pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol, pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol, dan pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari bonggol. Memukul bola dapat diarahka ke bawah, menyusur tanah/mendapat, dan melambung tinggi ke atas. Melempar bola dapat dilakukan dengan bola rendah, lurus, tinggi, dan lambungan bola untuk pengumpan (pitcher). Menangkap bola disesuaikan dengan arah bola yang datang, yaitu: bola rendah, lurus, dan tingi. Semua keterampilan gerak dalam permainan softball dapat dipelajari dan laksanakan dalam permainan softball sederhana.

B. Kategori Keterampilan Gerak Permainan Tenismeja Permainan tenismeja adalah suatu aktivitas permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola. Bola yang dipukul tersebut harus melewati net yang dipasang pada bagian tengah lapangan/meja. Permainan ini berlaku untuk putra maupun putri dengan bentuk tunggal (single) dan ganda (double) dan ganda campuran (mixed double). Permainan tenismeja atau yang lebih dikenal dengan istilah lain yaitu Ping Pong merupakan olahraga unik dan bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sangat digemari oleh segala usia. Mengingat keunikan permainan tersebut, maka untuk penguasaannya perlu pengamatan, kelincahan, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, dan reflek yang baik dari setiap pemain. Permainan tenismeja memerlukan keterampilan-keterampilan agar dapat bermain dengan baik. Keterampilan tersebut antara lain adalah pegangan bat dan pukulan.

1. Keterampilan Gerak Memegang Bat Pada permainan tenismeja, pegangan bat, terdiri atas: pegangan tangkai pena (penholder grip) dan pegangan jabat tangan (shakehand grip). a. Pegangan Tangkai Pena (Penholder Grip) Pegangan tangkai pena digunakan oleh pemain tipe menyerang dan pukulan forehand drive merupakan basis atau satu-satunya selama dalam pertandingan.

18

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan pegangan tangkah pena melalui gerakan berikut ini: 1) Pegang tangkai bat pada bagian terdekat dengan kepala bat. 2) Tangkai bat berada diantara ibu jari dan jari telunjuk. 3) Tiga jari yang lain berada di belakang menahan kepala bat. 4) Perhatikan gambar 2.26. Gambar 2.26. Pegangan Tangkai Pena (Depan dan Belakang)

Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan pegangan tangkai pena dalam tenismeja adalah tangan dan jari terlalu kaku, tangkai bat tidak berada diantara ibu jari dan jari telunjuk, dan tiga jari yang lain tidak menahan kepala bat. b. Pegangan Jabat Tangan (Shakehand Grip) Pegangan ini menyerupai orang jabat tangan, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pegangan jabat tangan melalui gerakan berikut ini: 1) Pegang bat pada tangkai. 2) Jari telunjuknya boleh lurus atau dibengkokkan. 3) Ketiga jari tangan lainnya melingkar pada bagian tangkai. 4) Perhatikan gambar 2.27. Gambar 2.27. Pegangan Jabat Tangan (Depan dan Belakang)

Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika melakuakn gerak pagangan bat jabat tangan dalam tenismeja adalah tangan dan jari terlalu kaku, tangkai bat tidak gengam erap oleh tiga jari dan ibu jari, dan jari telunjuk kaku.

2. Keterampilan Gerak Servis Tenismeja Pukulan servis adalah pukulan (serangan) pertama untuk memulai permainan. Marilah kita pelajari jenis-jenis servis dalam tenismeja berikut ini: a. Servis Forehand Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak servis forehand melalui gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap, kedua kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, dan menghadap ke arah sasaran. 2) Tangan kiri memegang bola dengan telapak tangan terbuka dan tangan kanan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

19

memegang bat yang siap untuk memukul dengan permukaan bat mengarah ke depan. 3) Lambungkan bola sedikit ke atas di depan badan. 4) Pada saat bola turun dari titik tertinggi lambung, ayunkan bat ke depan lurus dengan permukaan bat mengarah ke depan. 5) Bola dipukul dengan cara memukul ke dalam dengan bat. 6) Perhatikan gambar 2.28.

Gambar 2.28. Servis Forehand

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan forehand servis dalam tenismeja adalah sikap badan kaku, cara memegang bat yang kurang sesuai, lambungan bola tidak pas, sentuhan bat ke bola tidak akurat, kaki kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjutan. b. Servis Backhand

Gambar 2.29. Servis Backhand.

Cobalah kalian lakukan dan analisis gerak servis backhand melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Berdiri menghadap arah lapangan, kaki kanan agak ke depan, berat badan di kaki kanan dan badan agak condong ke depan. 2) Tangan kanan memegang bat menyilang di samping badan, siku ditekuk, punggung lengan bagian luar mengarah ke depan. 3) Tangan kiri memegang bola di depan atas dada. 4) Bola dipukul ke depan menggunakan punggung bet dengan dorongan ke depan hingga bola memantul dan menyeberangi net.

20

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

5) Gerak lanjut (follow through) sangat diperlukan agar siap untuk melakukan pukulan berikutnya. 6) Perhatikan gambar 2.29. Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan servis backhand dalam tenismeja adalah sikap badan kaku, cara memegang bat yang kurang sesuai untuk backhand, lambungan bola tidak akurat, pukulan bat ke bola tidak pas, kaki kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjutan. c. Aktivitas Belajar Servis Tenismeja Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis: 1) Carilah teman pasangan. 2) Saling berhadapan di meja tenis. 3) Lakukan secara bergantian servis forehand dan backhand 4) Berikanlah komentar teman yang melakukan servis. 5) Lakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang sampai waktu yang ditentukan guru. 6) Perhatikan gambar 2.30.

Gambar 2.30. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis.

3. Keterampilan Gerak Pukulan a. Pukulan Forehand Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan forehand dalam tenismeja melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap dengan salah satu kaki di depan. 2) Pandangan ke arah datangnya bola. Gambar 2.31. Gerakan Pukulan Forehand Tenismeja

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

21

3) Peganglah bat dengan pegangan forehand. 4) Ayunkan lengan dan bat ke belakang samping. 5) Ketika bola datang, pukul bola di depan badan. 6) Ikuti dengan gerakan lanjutan lengan ke depan. 7) Perhatikan gambar 2.31. Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan forehand tenismeja adalah sikap badan kaku, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut. b. Pukulan Backhand Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan backhand dalam tenismeja melalui tahapan gerakan sebagai berikut: 1) Posisi siap kedua kaki terbuka selebar bahu, lutut sedikit ditekuk dan badan sedikit condong ke depan. 2) Tangan kanan memegang bat dengan posisi backhand. 3) Tarik tangan kanan yang memegang bat ke sebelah kiri. 4) Ayunkan kembali tangan yang memegan bat ke depan sehingga bola terpukul bat dengan posisi backhand. 5) Tangan yang memukul tidak menjulur jauh tetapi berhenti. Gambar 2.32. Gerakan Pukulan Backhand 6) Perhatikan gambar 2.32 Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan Backhand tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.Pada prinsipnya pukulan forehand hampir sama dengan backhand. Perbedaannya, pada posisi kaki pada pukulan forehand, kaki sebelah kiri berada sedikit di depan, sedangkan pada pukulan backhand kaki kanan berada sedikit di sebelah depan. c. Pukulan Lurus (drive stroke) Pukulan lurus dilakuakn dengan keras dan gerakan tangan bebas yang hasilnya bola akan melayang dengan kecepatan tinggi. Pukulan ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu fore-hand drive dan back-hand drive. Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak pukulan lurus melalui tahapan gerakan sebagai berikut:

22

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

1) Posisi siap kedua kaki dibuka lebih lebar dari bahu. 2) Tangan pukul bersiap di depan. 3) Pandangan ditujukan pada arah datangnya bola. 4) Begitu bola datang, bet digerakkan ke atas samping 5) Pukul bola saat mencapai titik tertinggi pantulan. 6) Sikap akhir kembali ke posisi siap. 7) Perhatikan gambar 2.33, jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah. Perhatikan kesalahan yang sering terjadi ketika pukulan lurus tenismeja adalah sikap badan kaku, pegangan bat kurang tepat, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, pukulan kurang kuat, pukulan tidak lurus, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Gambar 2.33. Pukulan Lurus

d. Aktivitas Belajar Pukulan dalam Tenismeja 1) Aktivitas Belajar I Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak pukulan dalam tenismeja:

Gambar 2.34. Memukul bola ke tembok

a) Rapatkan meja dengan tembok. b) Bersiaplah di depan meja tersebut.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

23

c) Lakukan pukulan secara terus-menerus dengan memantulkan pada tembok. d) Pukulan dapat dilakukan dengan forehand, backhand, dan lurus. e) Lakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang dan bergantian dengan temanmu sampai batas waktu yang ditentukan guru. f) Perhatikan gambar 2.34. 2) Aktivitas Belajar II Cobalah kalian lakukan aktivitas di bawah ini untuk belajar keterampilan gerak servis dan pukulan dalam tenismeja melalui permainan sederhana: a) Carilah teman pasangan. b) Mulailah permainan dengan servis. hockey skate padding Hitunglah permainan hingga mencapai angka tertinggi 11, kecuali terjadi perpanjangan dengan dua angka. d) Pemenangnya yang berhasil mencapai angka tertinggi terlebih dahulu sesuai aturan yang ada. e) Perhatikan gambar 2.35.

Gambar 2.35. Aktivitas Belajar Keterampilan Gerak Servis dan Pukulan

4. Ringkasan Permainan tenismeja adalah suatu jenis permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola. Bola yang dipukul tersebut harus melewati net yang dipasang pada bagian tengah lapangan/meja. Permainan ini berlaku untuk putra maupun putri dengan bentuk tunggal (single) dan ganda (double) dan ganda campuran (mixed double). Permainan tenismeja memerlukan keterampilan memegang bat dan pukulan. Pegangan bat terdiri atas: pegangan tangkai pena (penholder grip) dan Pegangan jabattangan (Shakehand Grip). Pukulan dalam permainan tenismeja terdiri atas pukulan servis, pukulan forehand, pukulan backhand, dan pukulan smash.

24

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Pelajaran III

Menganalisis Kategori Keterampilan Gerak Aktivitas Atletik A. Kategori Keterampilan Gerak Lempar 1. Kategori keterampilan gerak Lempar Lembing Lempar lembing adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. Tujuan lempar lembing adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu. Gerak Lempar lembing dirinci menjadi tahap-tahap berikut ini : a. Cara memegang lembing Yaitu cara memegang lembing pada pegangannya agar dapat memegang jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah kuat dan nyaman. b. Cara membawa lembing Yaitu cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing. c. Lari ancang – ancang Dalam tahap ancang-ancang, pelempar dan lembing dalam gerakan dipercepat/ akselerasi. d. Lima langkah berirama Dalam tahap gerak ‘5 langkah berirama’ pelempar dalam gerakan dipercepat lebih lanjut dan pelempar mempersiapkan tahap pelepasan lembing. e. Melepas lemparan ( adalah bagian dari 5 langkah berirama ) Dalam tahap pelepasan lembing dihasilkan kecepatan tambahan dan ditransfer kepada lembing sebelum dilepaskan.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

25

f. Pemulihan (recovery) Dalam tahap pemulihan, pelempar menahan dan menghindari berbuat kesalahan

Gambar 3.26 Phase lempar lembing

Secara lebih lengkapnya sebagai berikut : 1) Cara Memegang Lembing Tujuannya untuk memegang lembing dengan kuat dan nyaman. Lembing terletak secara diagonal di tangan. Telapak tangan menghadap ke atas dan tangan memegang lembing dalam keadaan rilex.

Gambar 3.27 Cara memegang Lembing)

a. Pegangan dengan ibu jari dan telunjuk (gambar 1). Cara Finlandia: Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar.

26

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

b. Pegangan dengan ibu jari dan jari-jari tengah (gambar 2). Cara Amerika: Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata lembing serong hampir menuju kearah badan. Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing, dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar c. Pegangan dengan telunjuk dan jari-jari tengah (gambar 3). Cara Menjepit: Caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memegang biasa. Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang lembing adalah tidak memegang dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lempar lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi. 2) Cara Membawa Lembing Yaitu cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing. a) Membawa lembing di atas pundak Lembing dipegang di atas pundak di samping kepala dengan mata lembing serong ke atas, siku tangan dilipat atau ditekuk menuju depan. Cara ini digunakan oleh para pelempar yang menggunakan awalan gaya jangkit (hop-step) pada waktu akan melempar.

Gambar 3.28 Cara membawa Lembing diatas pundak

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

27

b) Membawa lembing di bawah Membawa lembing di bawah adalah dengan lengan kanan lurus ke bawah, mata lembing menuju serong ke atas dan ekornya menuju serong ke bawah hampir dekat dengan tanah.

Gambar 3.29 Cara membawa Lembing di bawah

c) Membawa lembing di depan dada. Mata lembing menuju serong ke bawah sedangkan ekornya menuju serong ke atas melewati pundak sebelah kanan. Kesalahan yang sering terjadi ketika membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Gambar 3.30 Cara membawa Lembing di depan dada

Gambar 3.31 Sikap lari awalan lempar lembing

28

3) Sikap Awalan Lari Ancang-Ancang / awalan. Tujuannya untuk mempercepat gerakan pelempar dan lembing. Dalam lempar lembing ada dua macam awalan yang sering digunakan, yaitu : awalan silang (cross-step) dan awalan jangkit (hopstep). Lempar lembing yang mempergunakan awalan silang (cross-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya silang, sedangkan lempar lembing yang mempergunakan awalan jingkat (hop-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya jingkat.

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

Sifat-Sifat Teknis : a) Lembing dipegang horisontal/mendatar diatas bahu. b) Bagian atas lembing adalah setinggi kepala. c) Lengan diupayakan tetap tenang-stabil (tidak bergerak kemuka ke belakang) d) Lari-percepatan adalah relax, terkontrol dan berirama (6-12 langkah) e) Lari percepatan sampai mencapai kecepatan optimum, yang adalah dipertahankan atau ditingkatkan dalam lari ‘ lima-langkah berirama’. Kesalahan yang sering terjadi ketika lari awalan membawa lembing adalah tidak membawa dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, lembing masih goyang ke kanan kiri atau keatas bawah, dan tidak diikuti jumlah pemain dalam permainan softball satu regunya adalah lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lari awalan membawa lembing tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahankesalahan yang sering terjadi. 4) Lima Langkah Berirama a) Phase Lari 5 Langkah Berirama (Penarikan). Tujuannya guna menempatkan lembing dengan betul untuk dilempar.

Gambar 3.32 Lima Langkah Berirama lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Penarikan (lembing) dimulai pada saat kaki kiri mendarat. (2) Bahu kiri menghadap kearah lemparan, lengan kiri ditahan didepan untuk keseimbangan (3) Lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkah 1& 2. (4) Lengan pelempar ada pada setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan. (5) Ujung/mata-lembing adalah dekat dengan kepala.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

29

b) Phase Lari ‘5 Langkah Berirama‘ (Langkah Impuls). Tujuannya untuk menempatkan dan mempersiapkan badan untuk pelepasan lembing (delivery).

Gambar 3.33 5 Langkah Berirama (langkah impuls)

Sifat-Sifat Teknis : Dorongan adalah aktif dan datar dari telapak kaki kiri (tidak kehilangan kecepatan). (1) Lutut kanan diayunkan kedepan (bukan keatas) (2) Badan condong kebelakang : kaki dan badan menyusul lembing. (3) Bahu kiri dan kepala menghadap arah lemparan (4) Poros lengan pelempar dan poros bahu adalah paralel. (5) Langkah impuls adalah lebih panjang dari pada langkah pelepasan c) Phase Pelepasan (Delivery) Lembing. Tujuannya untuk memindahkan kecepatan dari kaki-kaki ke badan. Bagian 1 : Transisi

Gambar 3.34 Phase pelepasan (transisi) lempar lembing

Sifat-Sifat Teknis : (1) Kaki kanan ditempatkan datar pada suatu yang akut ke arah lemparan. (2) Kaki-kaki telah menyusul badan.

30

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester II

(3) Poros-poros bahu,lembing dan pinggang adalah paralel. (4) Lutut kanan dan pinggang didorong ke depan secara aktif. (5) Lengan pelempar tetap diluruskan. d) Phase Pelepasan Lembing. Tujuannya untuk memindahkan ke